Wagub Aceh: Dukungan Mentan Jadi Kunci Pemulihan Sawah Terdampak Bencana

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026 Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan pascabencana.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh dan disambut Wakil Gubernur Aceh. Turut hadir dalam rombongan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) bersama sejumlah anggota DPR RI.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, perwakilan kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan komitmen kuat Kementerian Pertanian sejak masa tanggap darurat bencana. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pangan dan keberlanjutan ekonomi petani di wilayah terdampak.

“Sejak awal bencana, Kementerian Pertanian hadir nyata. Bantuan pangan disalurkan melalui berbagai jalur, mulai dari udara, laut, hingga darat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam melindungi petani Aceh,” ujar Wagub.

Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan ke wilayah terdampak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian secara menyeluruh.
Untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana produksi, di antaranya pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Program rehabilitasi lahan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen. Pendekatan ini diharapkan memungkinkan petani segera kembali menanam dan berproduksi. Skema rehabilitasi juga dirancang berbasis padat karya agar petani terlibat langsung sekaligus memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.

Melalui groundbreaking ini, pemerintah menandai dimulainya langkah jangka panjang pemulihan sektor pertanian Aceh, sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani pascabencana.

Wagub Aceh: Dukungan Mentan Jadi Kunci Pemulihan Sawah Terdampak Bencana

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026 Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan pascabencana.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh dan disambut Wakil Gubernur Aceh. Turut hadir dalam rombongan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) bersama sejumlah anggota DPR RI.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, perwakilan kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan komitmen kuat Kementerian Pertanian sejak masa tanggap darurat bencana. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pangan dan keberlanjutan ekonomi petani di wilayah terdampak.

“Sejak awal bencana, Kementerian Pertanian hadir nyata. Bantuan pangan disalurkan melalui berbagai jalur, mulai dari udara, laut, hingga darat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam melindungi petani Aceh,” ujar Wagub.

Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan ke wilayah terdampak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian secara menyeluruh.
Untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana produksi, di antaranya pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Program rehabilitasi lahan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen. Pendekatan ini diharapkan memungkinkan petani segera kembali menanam dan berproduksi. Skema rehabilitasi juga dirancang berbasis padat karya agar petani terlibat langsung sekaligus memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.

Melalui groundbreaking ini, pemerintah menandai dimulainya langkah jangka panjang pemulihan sektor pertanian Aceh, sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani pascabencana.

Krisis Air Bersih, Prajurit TNI salurkan Pipa untuk air bersih ke Desa Kute Reje, Kec. Linge, Aceh Tengah

Takengon  ( Aceh dalam berita )! Kamis 15-1-2026 Dalam upaya membantu mempermudah akses air bersih bagi masyarakat pascabencana banjir, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa pipa air bersih kepada masyarakat Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pendistribusian pipa air bersih tersebut dilakukan dengan penuh semangat dan kerja sama, mengingat kondisi medan yang cukup sulit. Logistik diangkut menggunakan kendaraan dinas Kodim 0106/Aceh Tengah dari Kota Takengon menuju hulu Sungai Jembatan Kala Ili. Selanjutnya, pipa-pipa tersebut diseberangkan secara manual ke seberang sungai oleh personel TNI bersama warga setempat. Setelah itu, pendistribusian dilanjutkan menggunakan angkutan umum milik masyarakat menuju Desa Kute Reje.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tengah telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak permukiman dan sejumlah fasilitas umum, banjir juga menyebabkan terganggunya akses terhadap sumber air bersih, sehingga menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pascabanjir, banyak warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, baik untuk memasak, membersihkan diri, maupun menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dandim.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan pipa air bersih guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih di wilayah terdampak, khususnya di Desa Kute Reje dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Dandim berharap agar pipa-pipa air bersih tersebut dapat segera dipasang dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga mampu meringankan beban dan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar penyaluran serta pemanfaatan bantuan dapat tepat sasaran dan berjalan efektif.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan serta kepedulian pemerintah dan Kodim 0106/Aceh Tengah kepada masyarakat terdampak bencana. Kami berharap proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0106/Aceh Tengah kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya pada masa pemulihan pascabencana alam.

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.

Kodim 0119/BM Salurkan Bantuan Perlengkapan sekolah bagi Murid SDN Uning Mas Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 0119/Bener Meriah melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak Sekolah Dasar Uning Mas, Kabupaten Bener Meriah, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Persit Kartika Chandra Kirana terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berada di wilayah pedalaman serta terdampak bencana alam.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai upaya untuk mendukung semangat belajar anak-anak agar tetap tumbuh dan terjaga meskipun mereka tengah berada dalam kondisi sulit pascabencana. Menurutnya, pendidikan tetap harus menjadi prioritas, karena merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir dan berbagi kepedulian kepada anak-anak, khususnya siswa SD Uning Mas. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sekolah mereka serta menumbuhkan kembali semangat dan motivasi belajar di tengah keterbatasan yang ada akibat bencana,” ungkap Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM.

Bantuan yang disalurkan meliputi tas sekolah beserta buku dan alat tulis, Al-Qur’an, sarung, pakaian, boneka, serta berbagai mainan edukatif lainnya yang dibutuhkan oleh para siswa dan siswi. Seluruh bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan dorongan moral kepada anak-anak agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Persit KCK berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa SD Uning Mas. Dengan adanya perhatian dan dukungan ini, anak-anak diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka di masa depan. “Pendidikan adalah fondasi utama bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang orang tua siswa, Ibu Ana, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada dunia pendidikan di Desa Uning Mas. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga dan anak-anak yang terdampak bencana.

“Bantuan ini sangat membantu kami sebagai orang tua. Anak-anak kami menjadi lebih semangat untuk kembali belajar meskipun kondisi masih serba terbatas. Kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Nurmi, salah satu masyarakat penerima manfaat, juga menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa perhatian dari Persit KCK memberikan harapan dan semangat baru bagi anak-anak di desanya. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya berupa barang, tetapi juga menjadi penyemangat moral bagi para siswa dan orang tua.

Ibu Nurmi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah pedalaman yang membutuhkan. Ia juga berharap anak-anak di SD Uning Mas tetap dapat bersekolah dan belajar dengan baik, sehingga kelak mampu meraih cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan sosial ini, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 0119/Bener Meriah kembali menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya dalam mendukung dunia pendidikan serta membantu masyarakat bangkit pascabencana, sejalan dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.