Masih tertutup lumpur, Prajurit Yonif TP 857/GG Bersihkan MTsN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan fasilitas pendidikan dan dukungan kepada masyarakat pasca bencana alam, personel Yonif TP 857/GG melaksanakan kegiatan karya bakti berupa pembersihan lingkungan Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya beberapa waktu lalu mengakibatkan lumpur dan material sisa banjir menggenangi halaman sekolah, ruang kelas, serta saluran drainase di lingkungan MTsN 2 Pidie Jaya. Kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya aktivitas belajar mengajar, sehingga diperlukan upaya cepat untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan.

Kegiatan karya bakti ini dihadiri langsung oleh Komandan Yonif TP 857/GG, Letnan Kolonel Inf Hervin Rahadian Jannat, S.H., serta Pasi Intel Yonif TP 857/GG, Letda Inf Rizal Aprianto. Sebanyak 1 SST atau 22 prajurit Yonif TP 857/GG diterjunkan dalam kegiatan tersebut dan dipimpin oleh Dpp Letda Inf Muhammad Yuspi.

Setibanya di lokasi, personel Yonif TP 857/GG langsung melaksanakan pembersihan lumpur sisa banjir yang mengendap di halaman sekolah, ruang-ruang kelas, hingga saluran drainase. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para prajurit bekerja bahu-membahu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong guna mempercepat proses pembersihan.

Komandan Yonif TP 857/GG, Letkol Inf Hervin Rahadian Jannat, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan karya bakti ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan pasca bencana alam.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat dan dunia pendidikan. Kami berharap, melalui karya bakti ini, sekolah dapat segera kembali digunakan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit TNI dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial serta implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTsN 2 Pidie Jaya, Dr. Erianti, S.Ag., NPD., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Yonif TP 857/GG atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Yonif TP 857/GG yang telah membantu membersihkan lingkungan sekolah kami. Kehadiran TNI sangat membantu dan meringankan beban kami dalam upaya pemulihan pasca banjir,” tuturnya.

Ia juga berharap sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya lembaga pendidikan, dapat terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

Melalui kegiatan karya bakti ini, Yonif TP 857/GG menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan pasca bencana, sebagai wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat serta upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh akibat banjir bandang dan tanah longsor, harapan baru kini mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M., resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda Kecamatan Bintang pada 26 November 2025 lalu. Bagi warga setempat, air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang sempat sulit diperoleh setelah bencana merusak sarana dan prasarana desa.

Peresmian berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dan dihadiri para pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajaran, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta masyarakat yang menyaksikan langsung momen bersejarah bagi kampung mereka.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui bantuan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih layak dan sehat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana,” ungkap Kapolres.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut dikerjakan hanya dalam waktu satu hari. Kini, airnya telah mengalir jernih dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi jangka panjang saat musim kemarau maupun kondisi darurat.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres Aceh Tengah. Momen tersebut disambut senyum dan rasa syukur warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajaran Polri atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakatnya.
“Airnya sudah mengalir dengan lancar dan jernih. Ini sangat membantu warga kami, terutama setelah bencana yang membuat banyak fasilitas rusak,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Usai peresmian, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, yakni Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel, untuk menyalurkan bantuan logistik serta melaksanakan bakti kesehatan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Hadiri Acara Bakar Batu, Satgas Yonif 112/DJ Jalin Kebersamaan Warga Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2025 Satgas Yonif 112/DJ Pos Puncak Senyum kembali hadir di pedalaman Papua dengan menjalin kebersamaan bersama warga lewat Acara Bakar Batu di Kampung Yarmukum Distrik Puncak Senyum Kab. Puncak Jaya Prov. Papua Tengah.

Kehadiran TNI dan Keterlibatan Personel Satgas Yonif 112/DJ dirasakan hangat oleh masyarakat, dalam kegiatan adat tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan kebersamaan dengan masyarakat setempat, sejak awal kegiatan Personel Satgas bersama warga bahu-membahu mempersiapkan seluruh rangkaian acara.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos Puncak Senyum Lettu Inf Afdan Bachtila dan diikuti Personel Pos melaksanakan acara adat bakar batu dan makan bersama warga sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kearifan lokal masyarakat Papua.

Tradisi Acara Bakar Batu ini sendiri merupakan simbol rasa syukur, kebersamaan dan persatuan masyarakat Papua, dengah hadirnya langsung TNI ditengah-tengah masyarakat, menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Papua.

Hadiri Acara Bakar Batu, Satgas Yonif 112/DJ Jalin Kebersamaan Warga Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2025 Satgas Yonif 112/DJ Pos Puncak Senyum kembali hadir di pedalaman Papua dengan menjalin kebersamaan bersama warga lewat Acara Bakar Batu di Kampung Yarmukum Distrik Puncak Senyum Kab. Puncak Jaya Prov. Papua Tengah.

Kehadiran TNI dan Keterlibatan Personel Satgas Yonif 112/DJ dirasakan hangat oleh masyarakat, dalam kegiatan adat tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan kebersamaan dengan masyarakat setempat, sejak awal kegiatan Personel Satgas bersama warga bahu-membahu mempersiapkan seluruh rangkaian acara.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos Puncak Senyum Lettu Inf Afdan Bachtila dan diikuti Personel Pos melaksanakan acara adat bakar batu dan makan bersama warga sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kearifan lokal masyarakat Papua.

Tradisi Acara Bakar Batu ini sendiri merupakan simbol rasa syukur, kebersamaan dan persatuan masyarakat Papua, dengah hadirnya langsung TNI ditengah-tengah masyarakat, menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Papua.

Prajurit TNI dan Warga besihkan Polindes Toweren Uken Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana alam, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel YTP 856/SBS melaksanakan kegiatan pembersihan Pusat Layanan Kesehatan Desa (Polindes) di Desa Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada bagian dalam dan luar bangunan Polindes yang terdampak material lumpur dan batu akibat bencana alam. Lumpur yang mengendap dan mengeras terlihat memenuhi beberapa ruangan, halaman sekitar bangunan, hingga menutup saluran drainase, sehingga menghambat aktivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Dengan penuh semangat gotong royong, personel Kodim 0106/Aceh Tengah, personel YTP 856/SBS, serta masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk membersihkan lumpur, mengangkat batu, dan menormalisasi saluran drainase. Upaya ini dilakukan guna mempercepat pemulihan fungsi Polindes agar dapat kembali digunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat.

Pasi Ops Kodim 0106/Aceh Tengah, Kapten Inf Supriadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan serta pemulihan pascabencana.

“Seluruh personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama jajaran terkait akan terus bersinergi dan hadir membantu proses pemulihan hingga kondisi benar-benar pulih sepenuhnya. Kami siap memberikan perbantuan kepada Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana, baik dukungan tenaga, moral, maupun material,” ujarnya.

Ia juga berharap kehadiran TNI bersama instansi terkait dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi musibah, serta Polindes di Desa Toweren Uken dapat segera kembali aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.

“Semoga dengan kerja sama ini, fasilitas kesehatan desa dapat segera difungsikan kembali sehingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Kapten Inf Supriadi.

Sementara itu, Sutrisno, salah seorang warga Desa Toweren Uken, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada TNI yang telah turun langsung membantu warga membersihkan Polindes.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu tanpa pamrih. Kehadiran mereka sangat berarti bagi kami, terutama dalam mempercepat pemulihan Polindes,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan keterbatasan tenaga dan peralatan yang dimiliki warga, bantuan dari TNI sangat membantu mempercepat proses pembersihan pascabencana.

Sutrisno juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin, sehingga masyarakat merasa tidak sendiri saat menghadapi musibah.

“Kami berharap kebersamaan dan kepedulian TNI kepada masyarakat terus berlanjut. Semoga Polindes ini segera beroperasi kembali dan kondisi desa kami cepat pulih,” pungkasnya.

Prajurit TNI dan Warga besihkan Polindes Toweren Uken Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana alam, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel YTP 856/SBS melaksanakan kegiatan pembersihan Pusat Layanan Kesehatan Desa (Polindes) di Desa Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada bagian dalam dan luar bangunan Polindes yang terdampak material lumpur dan batu akibat bencana alam. Lumpur yang mengendap dan mengeras terlihat memenuhi beberapa ruangan, halaman sekitar bangunan, hingga menutup saluran drainase, sehingga menghambat aktivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Dengan penuh semangat gotong royong, personel Kodim 0106/Aceh Tengah, personel YTP 856/SBS, serta masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk membersihkan lumpur, mengangkat batu, dan menormalisasi saluran drainase. Upaya ini dilakukan guna mempercepat pemulihan fungsi Polindes agar dapat kembali digunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat.

Pasi Ops Kodim 0106/Aceh Tengah, Kapten Inf Supriadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan serta pemulihan pascabencana.

“Seluruh personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama jajaran terkait akan terus bersinergi dan hadir membantu proses pemulihan hingga kondisi benar-benar pulih sepenuhnya. Kami siap memberikan perbantuan kepada Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana, baik dukungan tenaga, moral, maupun material,” ujarnya.

Ia juga berharap kehadiran TNI bersama instansi terkait dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi musibah, serta Polindes di Desa Toweren Uken dapat segera kembali aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.

“Semoga dengan kerja sama ini, fasilitas kesehatan desa dapat segera difungsikan kembali sehingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Kapten Inf Supriadi.

Sementara itu, Sutrisno, salah seorang warga Desa Toweren Uken, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada TNI yang telah turun langsung membantu warga membersihkan Polindes.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu tanpa pamrih. Kehadiran mereka sangat berarti bagi kami, terutama dalam mempercepat pemulihan Polindes,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan keterbatasan tenaga dan peralatan yang dimiliki warga, bantuan dari TNI sangat membantu mempercepat proses pembersihan pascabencana.

Sutrisno juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin, sehingga masyarakat merasa tidak sendiri saat menghadapi musibah.

“Kami berharap kebersamaan dan kepedulian TNI kepada masyarakat terus berlanjut. Semoga Polindes ini segera beroperasi kembali dan kondisi desa kami cepat pulih,” pungkasnya.

Wagub Aceh Terima Bantuan Rp10,3 Miliar, Simbol Kebersamaan Antar Daerah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Gelombang solidaritas lintas daerah mengalir deras untuk masyarakat Aceh yang tengah terdampak bencana banjir dan longsor. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Bone, serta Pemerintah Kota Batam bersama masyarakatnya menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp10,3 miliar.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima langsung bantuan senilai Rp4,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat Sulsel. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam jamuan makan malam di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, turut menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

Sebelumnya pada hari yang sama, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Wagub Aceh juga menerima bantuan dari Pemerintah Kota Batam dan masyarakat Batam dengan total nilai lebih dari Rp4,8 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas Rp2,5 miliar dari APBD Pemko Batam dan Rp2,3 miliar dari donasi masyarakat Batam.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia yang menunjukkan solidaritas nyata bagi Aceh.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh yang sedang menghadapi musibah. Ini adalah bukti kuat kebersamaan dan kepedulian antar daerah dalam semangat gotong royong nasional,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, seluruh bantuan yang diterima akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, serta diprioritaskan untuk penanganan darurat dan pemulihan korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Solidaritas lintas daerah ini menegaskan bahwa dalam situasi bencana, Aceh tidak sendiri. Dukungan dari berbagai penjuru Tanah Air menjadi energi kolektif untuk membantu masyarakat terdampak bangkit dan pulih kembali. []

Skandal Kuota Haji Terbongkar, KPK Seret Mantan Menag Yaqut ke Meja Tersangka

Jakarta | Jumat, 9 Januari 2026( Aceh dalam berita.com)— Tabir gelap pengelolaan kuota haji akhirnya tersibak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9/1/2026). KPK menegaskan langkah hukum ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup kuat.

“Kami pastikan proses ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujar Fitroh.

Kasus ini menyentak publik lantaran menyangkut ibadah umat Islam yang selama ini selalu dibungkus dengan dalih pelayanan dan amanah. Namun di balik itu, KPK menduga terjadi permainan kuota yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penetapan tersangka, meski belum membuka secara gamblang konstruksi perkara maupun kemungkinan menyeret aktor lain. “Penyidikan masih berjalan,” katanya singkat.

Kuota Tambahan Diduga Disulap, Regulasi Dilanggar

Perkara ini bermula dari kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Alih-alih dikelola sesuai aturan, penyidik KPK menduga kuota tersebut dibagi tidak sesuai undang-undang.

Padahal, Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 dengan tegas mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen, sementara 92 persen dialokasikan untuk haji reguler. Namun dalam praktiknya, kuota tambahan itu justru dibagi rata 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus—sebuah kebijakan yang kini disorot tajam penyidik.

KPK menduga pembagian menyimpang tersebut membuka ruang keuntungan bagi pihak tertentu, termasuk biro perjalanan haji, sekaligus memangkas hak jemaah reguler yang telah antre bertahun-tahun.

Lingkaran Dalam Ikut Terseret

Tak hanya Yaqut, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, sebagai tersangka. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kuota haji.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah tiga orang ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro haji Maktour—menandakan perkara ini tidak berdiri sendiri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana berat.

Ujian Moral Pengelolaan Ibadah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi negara, khususnya Kementerian Agama. Ibadah haji yang semestinya dijaga kesuciannya justru diduga dijadikan ladang transaksi kekuasaan dan kepentingan.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK:

apakah kasus ini akan berhenti pada dua nama, atau justru membuka borok sistemik pengelolaan haji yang selama ini tertutup rapat.

Kapolres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem, Kembali Salurkan Bantuan ke Kampung Terisolir di Kecamatan Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan memimpin langsung kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Tiga kampung yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Kampung Jamur Konyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule. Hingga saat ini, ketiganya masih terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor yang merusak akses jalan utama.

Untuk menjangkau lokasi, Kapolres bersama rombongan harus menembus medan ekstrem dan jalan rusak parah menggunakan sepeda motor trail. Rombongan berangkat dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 10.00 WIB dan baru tiba di Kampung Serule pada pukul 18.10 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana.

Layanan kesehatan didukung tim medis gabungan yang terdiri dari Dokter Polisi Pusdokkes Polri, Tim Medis Polres Aceh Tengah, serta personel Kesehatan Lapangan BKO Brimob Polda Aceh. Pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan vitamin diberikan sesuai kebutuhan warga.

Kehadiran Kapolres Aceh Tengah bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak, di tengah keterbatasan yang masih dirasakan pascabencana. Kapolres AKBP Muhammad Taufik bersama IPDA Monang Parlindungan Ambarita turut menyapa dan menghibur warga serta anak-anak sebagai bentuk trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Kapolres Aceh Tengah menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.

“Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit, kami memastikan masyarakat di daerah terisolir tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah telah menurunkan tiga unit alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor. Polres Aceh Tengah akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan hingga kondisi masyarakat serta akses wilayah kembali normal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tengah, para Pejabat Utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang, personel Polres dan Polsek Bintang, serta BKO Brimob Polda Aceh.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.