Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

12 Lokasi Terdampak Bencana Alam di Aceh Tamiang Dibersihkan Polri

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri membersihkan sebanyak 12 lokasi yang terdampak bencana banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 12 lokasi terdampak bencana alam di Aceh Tamiang yang telah dibersihkan oleh personel Polri.

“Lokasi tersebut meliputi enam sekolah, satu klinik Polres, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), satu masjid, satu ruas jalan, satu kantor BNNK, dan satu Puskesmas Pembantu,” ujar Kabid Humas

Ia menambahkan, hingga Kamis, 8 Januari 2026, total lokasi yang telah dibersihkan Polri di wilayah Aceh Tamiang mencapai 33 lokasi.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan material sisa banjir dilakukan secara intensif sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta untuk mempercepat proses pemulihan dan normalisasi aktivitas di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

12 Lokasi Terdampak Bencana Alam di Aceh Tamiang Dibersihkan Polri

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri membersihkan sebanyak 12 lokasi yang terdampak bencana banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 12 lokasi terdampak bencana alam di Aceh Tamiang yang telah dibersihkan oleh personel Polri.

“Lokasi tersebut meliputi enam sekolah, satu klinik Polres, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), satu masjid, satu ruas jalan, satu kantor BNNK, dan satu Puskesmas Pembantu,” ujar Kabid Humas

Ia menambahkan, hingga Kamis, 8 Januari 2026, total lokasi yang telah dibersihkan Polri di wilayah Aceh Tamiang mencapai 33 lokasi.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan material sisa banjir dilakukan secara intensif sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta untuk mempercepat proses pemulihan dan normalisasi aktivitas di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

BSI Secara Resmi Berikan 90 Kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang

Hidrometeorologi  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9 1-2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak. BSI turut membangun 90 unit Huntara atau sekitar 15% dari total keseluruhan sebanyak 600 unit.

BSI bersama Danantara Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN turut hadir saat penyerahan kunci rumah Huntara di lokasi Aceh Tamiang. Di antaranya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T Ananta dan beberapa perwakilan BUMN lainnya serta turut hadir Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan “Program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat. Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).

BSI Hadir Serah Terima Huntara di Aceh.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (tengah), didampingi Managing Director, Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (dua dari kiri) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T. Ananta (kanan) meninjau langsung masyarakat yang akan menempati Huntara (Hunian Danantara) sekaligus menyerahkan kunci sebagai komitmen kehadiran negara untuk masyarakat Aceh.

Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi membangun 90 unit Huntara dari total keseluruhan 600 unit.

BSI Secara Resmi Berikan 90 Kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang

Hidrometeorologi  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9 1-2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak. BSI turut membangun 90 unit Huntara atau sekitar 15% dari total keseluruhan sebanyak 600 unit.

BSI bersama Danantara Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN turut hadir saat penyerahan kunci rumah Huntara di lokasi Aceh Tamiang. Di antaranya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T Ananta dan beberapa perwakilan BUMN lainnya serta turut hadir Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan “Program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat. Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).

BSI Hadir Serah Terima Huntara di Aceh.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (tengah), didampingi Managing Director, Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (dua dari kiri) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T. Ananta (kanan) meninjau langsung masyarakat yang akan menempati Huntara (Hunian Danantara) sekaligus menyerahkan kunci sebagai komitmen kehadiran negara untuk masyarakat Aceh.

Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi membangun 90 unit Huntara dari total keseluruhan 600 unit.

Puluhan Personel Yonif 115/ML Bersihkan Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2025 Dalam rangka mempercepat proses pemulihan pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Yonif 115/Macan Leuser kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian di lapangan. Kali ini, Satgas Yonif 115/ML mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan pembersihan salah satu fasilitas umum strategis, yakni Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembersihan tersebut dilakukan menyusul kondisi kantor yang masih dipenuhi lumpur tebal, endapan pasir, serta sampah material sisa banjir yang sebelumnya merendam wilayah tersebut. Kantor Kesbangpol sebagai salah satu pusat administrasi pemerintahan daerah dinilai perlu segera dipulihkan agar roda pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan secara optimal.

Dengan memanfaatkan semprotan air bertekanan tinggi dari armada damkar, prajurit Yonif 115/Macan Leuser bahu-membahu membersihkan area luar dan dalam kantor. Sasaran pembersihan meliputi halaman depan, saluran air dan selokan yang tersumbat, hingga ruang-ruang kerja yang sebelumnya terendam air dan lumpur akibat banjir.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

“Pembersihan Kantor Kesbangpol ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai prajurit TNI. Kami ingin memastikan fasilitas pemerintahan dapat segera digunakan kembali sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Danyonif 115/ML.

Beliau menambahkan, keterlibatan prajurit Yonif 115/ML dalam penanganan pascabencana tidak hanya terbatas pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas umum yang memiliki peran vital bagi masyarakat.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, termasuk dukungan armada damkar, agar proses pembersihan dapat berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh. Lingkungan kantor harus benar-benar bersih dan aman untuk digunakan kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mempercepat pemulihan Aceh Tamiang serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk saling bahu-membahu. TNI akan terus hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Aksi pembersihan ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat serta staf Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang. Mereka menilai kehadiran prajurit TNI yang sigap, tanggap, dan penuh semangat telah memberikan dampak positif serta mempercepat proses normalisasi aktivitas pemerintahan.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Satgas Yonif 115/Macan Leuser tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga semakin mempererat hubungan emosional antara TNI, masyarakat, dan instansi pemerintahan daerah dalam membangun kembali Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.

Puluhan Personel Yonif 115/ML Bersihkan Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2025 Dalam rangka mempercepat proses pemulihan pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Yonif 115/Macan Leuser kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian di lapangan. Kali ini, Satgas Yonif 115/ML mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan pembersihan salah satu fasilitas umum strategis, yakni Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembersihan tersebut dilakukan menyusul kondisi kantor yang masih dipenuhi lumpur tebal, endapan pasir, serta sampah material sisa banjir yang sebelumnya merendam wilayah tersebut. Kantor Kesbangpol sebagai salah satu pusat administrasi pemerintahan daerah dinilai perlu segera dipulihkan agar roda pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan secara optimal.

Dengan memanfaatkan semprotan air bertekanan tinggi dari armada damkar, prajurit Yonif 115/Macan Leuser bahu-membahu membersihkan area luar dan dalam kantor. Sasaran pembersihan meliputi halaman depan, saluran air dan selokan yang tersumbat, hingga ruang-ruang kerja yang sebelumnya terendam air dan lumpur akibat banjir.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

“Pembersihan Kantor Kesbangpol ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai prajurit TNI. Kami ingin memastikan fasilitas pemerintahan dapat segera digunakan kembali sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Danyonif 115/ML.

Beliau menambahkan, keterlibatan prajurit Yonif 115/ML dalam penanganan pascabencana tidak hanya terbatas pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas umum yang memiliki peran vital bagi masyarakat.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, termasuk dukungan armada damkar, agar proses pembersihan dapat berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh. Lingkungan kantor harus benar-benar bersih dan aman untuk digunakan kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mempercepat pemulihan Aceh Tamiang serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk saling bahu-membahu. TNI akan terus hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Aksi pembersihan ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat serta staf Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang. Mereka menilai kehadiran prajurit TNI yang sigap, tanggap, dan penuh semangat telah memberikan dampak positif serta mempercepat proses normalisasi aktivitas pemerintahan.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Satgas Yonif 115/Macan Leuser tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga semakin mempererat hubungan emosional antara TNI, masyarakat, dan instansi pemerintahan daerah dalam membangun kembali Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.

Berbagi Rasa Syukur di Awal Tahun, Satgas Yonif 112/DJ Tebar kebahagiaan di Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Satgas Yonif 112/DJ Pos

Tinggi Nambut hadir ditengah tengah masyarakat untuk berbagi rasa syukur di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Di awal tahun 2026 ini Pos Tinggi Nambut Satgas Yonif 112/DJ Melaksanakan Binter melalui metode berbagi sembako dan sargal berupa baju layak pakai ini menjadi sarana penting untuk menjalin hubungan dan komunikasi sosial secara langsung, para Prajurit tidak hanya berbagi sembako dan Sargal Baju Layak Pakai, tetapi juga ikut serta dalam acara Adat Bakar Batu bersama Masyarakat guna membangun hubungan lebih erat dan kebersamaan.

Wadanpos Tinggi Nambut, Letda Inf S Tanjung, menegaskan bahwa Pos berkomitmen dengan Moto “DHAMARA” Dharma Jaya Mengayomi Rakyat, TNI akan selalu Bersama Rakyat dan menjadikan Pos bukan hanya sekadar tempat ngobrol, tetapi juga tempat mendengarkan, memberi solusi, dan memastikan masyarakat merasa diperhatikan, Pos Tinggi Nambut selalu terbuka untuk warga,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut hangat kehadiran TNI, Bapak Moro (55 Th), salah satu Tokoh Tinggi Nambut, mengaku senang dengan kehadiran TNI, Ia merasa TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga selalu hadir membantu ditengah tengah kami, ” ucapnya penuh syukur.

Satgas Yonif 112/DJ membuktikan bahwa Kegiatan Teritorial dan Komunikasi sosial merupakan kunci mempererat ikatan antara masyarakat dan aparat keamanan, dengan adanya kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi bersama, sehingga tercipta suasana yang aman, harmonis, dan penuh keakraban di wilayah Papua.

Berbagi Rasa Syukur di Awal Tahun, Satgas Yonif 112/DJ Tebar kebahagiaan di Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Satgas Yonif 112/DJ Pos

Tinggi Nambut hadir ditengah tengah masyarakat untuk berbagi rasa syukur di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Di awal tahun 2026 ini Pos Tinggi Nambut Satgas Yonif 112/DJ Melaksanakan Binter melalui metode berbagi sembako dan sargal berupa baju layak pakai ini menjadi sarana penting untuk menjalin hubungan dan komunikasi sosial secara langsung, para Prajurit tidak hanya berbagi sembako dan Sargal Baju Layak Pakai, tetapi juga ikut serta dalam acara Adat Bakar Batu bersama Masyarakat guna membangun hubungan lebih erat dan kebersamaan.

Wadanpos Tinggi Nambut, Letda Inf S Tanjung, menegaskan bahwa Pos berkomitmen dengan Moto “DHAMARA” Dharma Jaya Mengayomi Rakyat, TNI akan selalu Bersama Rakyat dan menjadikan Pos bukan hanya sekadar tempat ngobrol, tetapi juga tempat mendengarkan, memberi solusi, dan memastikan masyarakat merasa diperhatikan, Pos Tinggi Nambut selalu terbuka untuk warga,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut hangat kehadiran TNI, Bapak Moro (55 Th), salah satu Tokoh Tinggi Nambut, mengaku senang dengan kehadiran TNI, Ia merasa TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga selalu hadir membantu ditengah tengah kami, ” ucapnya penuh syukur.

Satgas Yonif 112/DJ membuktikan bahwa Kegiatan Teritorial dan Komunikasi sosial merupakan kunci mempererat ikatan antara masyarakat dan aparat keamanan, dengan adanya kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi bersama, sehingga tercipta suasana yang aman, harmonis, dan penuh keakraban di wilayah Papua.