500 Ton Beras PMI Masuk Aceh, Wagub Pastikan Segera Disalurkan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kemanusiaan PMI. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung oleh Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, kepada Wakil Gubernur Aceh sebagai bentuk dukungan PMI terhadap upaya penanganan kondisi darurat serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak di Aceh.

Adapun bantuan yang diterima Pemerintah Aceh mencakup beras sebanyak 500 ton sebagai bantuan utama, disertai berbagai logistik pendukung lainnya. Bantuan tersebut antara lain air mineral, mie instan, paket makanan, hygiene kit, paket pakaian, perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, serta perlengkapan dapur dan sanitasi.

Seluruh bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota terdampak di Aceh berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, melalui mekanisme koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah setempat.

Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil partisipasi berbagai perusahaan serta donasi perorangan yang dihimpun melalui Palang Merah Indonesia sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PMI, perusahaan-perusahaan, serta para donatur perorangan atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan kepada masyarakat Aceh. Bantuan ini akan segera disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh berkomitmen memastikan seluruh bantuan dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

500 Ton Beras PMI Masuk Aceh, Wagub Pastikan Segera Disalurkan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kemanusiaan PMI. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung oleh Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, kepada Wakil Gubernur Aceh sebagai bentuk dukungan PMI terhadap upaya penanganan kondisi darurat serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak di Aceh.

Adapun bantuan yang diterima Pemerintah Aceh mencakup beras sebanyak 500 ton sebagai bantuan utama, disertai berbagai logistik pendukung lainnya. Bantuan tersebut antara lain air mineral, mie instan, paket makanan, hygiene kit, paket pakaian, perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, serta perlengkapan dapur dan sanitasi.

Seluruh bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota terdampak di Aceh berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, melalui mekanisme koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah setempat.

Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil partisipasi berbagai perusahaan serta donasi perorangan yang dihimpun melalui Palang Merah Indonesia sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PMI, perusahaan-perusahaan, serta para donatur perorangan atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan kepada masyarakat Aceh. Bantuan ini akan segera disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh berkomitmen memastikan seluruh bantuan dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat Desa Ujung Krueng Nagan Raya Ucapkan Terima Kasih kepada Polri atas Bantuan Sumur Bor

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Masyarakat Desa Ujung Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Aceh dan Polres Nagan Raya, atas bantuan pembuatan sumur bor di desa mereka.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan akses air bersih. Bantuan sumur bor ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Ujung Krueng yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan pembuatan sumur bor tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“Bantuan pembuatan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat Desa Ujung Krueng untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Kabid Humas.

Dengan adanya sumur bor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, lanjutnya.

Polri juga terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat secara langsung, tutup Kabid Humas.

Masyarakat Desa Ujung Krueng Nagan Raya Ucapkan Terima Kasih kepada Polri atas Bantuan Sumur Bor

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Masyarakat Desa Ujung Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Aceh dan Polres Nagan Raya, atas bantuan pembuatan sumur bor di desa mereka.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan akses air bersih. Bantuan sumur bor ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Ujung Krueng yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan pembuatan sumur bor tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“Bantuan pembuatan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat Desa Ujung Krueng untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Kabid Humas.

Dengan adanya sumur bor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, lanjutnya.

Polri juga terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat secara langsung, tutup Kabid Humas.

Gerak Cepat Polres Bener Meriah, Jalan Lintas Bireuen–Takengon Kembali Aman Pascabencana

LBener Meriah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Pascabencana banjir dan tanah longsor yang sempat mengganggu arus lalu lintas, Polres Bener Meriah bersama personel Satuan Brimob Polda Aceh bergerak cepat melaksanakan bakti sosial pembersihan Jalan Lintas Bireuen–Takengon. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi sekaligus menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Kegiatan pembersihan berlangsung di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Bener Meriah IPTU Zulkarnel, personel gabungan bahu-membahu membersihkan material sisa bencana berupa lumpur, bebatuan, dan kayu yang menutupi badan jalan.

Dengan menggunakan peralatan manual, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar jalur penghubung vital antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui dengan aman dan lancar. Jalan lintas Bireuen–Takengon merupakan akses strategis bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tengah Aceh.

IPTU Zulkarnel mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat pascabencana sekaligus mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Oleh karena itu, kami bergerak cepat membersihkan material longsor agar aktivitas warga kembali normal dan pengguna jalan merasa aman,” ujar IPTU Zulkarnel.

Selain pembersihan, personel kepolisian juga memberikan imbauan humanis kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana susulan. Di sejumlah titik rawan, petugas turut memasang police line sebagai langkah preventif guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

Ia menambahkan, Polres Bener Meriah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap melakukan langkah lanjutan apabila terjadi gangguan kembali akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu pemulihan dan menjaga keselamatan pascabencana alam.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Prajurit TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan darurat di Ketol Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Di tengah derasnya arus sungai dan medan yang terjal, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tak sedikit pun surut. ratusan warga bersama personel TNI bahu-membahu mengangkat kayu balok melintasi sungai demi satu tujuan mulia, yakni menghadirkan kembali akses penghubung kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Pemandangan tersebut bukan sekadar aktivitas pembangunan fisik semata, melainkan potret nyata ketulusan, pengorbanan, dan harapan yang menyatu di tengah keterbatasan. Dengan penuh kehati-hatian, kayu-kayu balok dipanggul bersama melewati arus sungai yang deras, mencerminkan kuatnya tekad bersama untuk memulihkan akses vital yang selama ini terputus.

Pembangunan jembatan darurat gantung di Desa Burlah hingga kini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung ruas jalan antar desa, mulai dari Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara. Sebelumnya, terputusnya akses ini sangat menyulitkan aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun mobilitas sehari-hari.

Pada tahap pekerjaan terbaru, fokus kegiatan diarahkan pada pengambilan kayu balok (glogor) yang akan digunakan sebagai bagian utama struktur jembatan. Proses pengambilan dilakukan secara manual karena kondisi medan di lokasi pengambilan kayu yang curam dan terjal, sehingga tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Situasi ini menuntut tenaga ekstra, kekompakan, serta tingkat kehati-hatian yang tinggi demi keselamatan seluruh personel dan warga yang terlibat.

Pengerjaan jembatan darurat tersebut melibatkan 6 personel Koramil 09/Ketol, 20 personel Yon TP 854/DK serta 31 Personel Yon Zipur 6/DS. Selain itu, sekitar 150 warga masyarakat setempat turut ambil bagian secara sukarela, menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat TNI dan rakyat.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, berbagai material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi pembangunan jembatan. Seluruh material diangkut secara bertahap menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Meski dihadapkan pada tantangan alam yang tidak ringan serta keterbatasan sarana dan prasarana, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Setiap kayu yang dipanggul, setiap langkah yang diayunkan di dalam arus sungai, menjadi bukti bahwa jembatan ini dibangun bukan hanya dari besi dan semen, melainkan juga dari harapan, kepedulian, dan rasa saling memiliki.

Apabila jembatan darurat gantung ini rampung, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya akan kembali merasakan kemudahan akses antarwilayah. Lebih dari itu, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, memperlancar aktivitas pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jembatan tersebut juga menjadi simbol bahwa dalam situasi sulit sekalipun, negara hadir dan berdiri bersama rakyatnya.

Polri Hadir Tanpa Jeda, Polsek Pegasing Gotong Royong Pulihkan Akses Jalan Pasca Bencana

Takengon – Polsek Pegasing bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan material tanah dan lumpur yang menutupi ruas Jalan Takengon–Celala di Kampung Pepalang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan akses jalan pasca bencana alam.

Gotong royong tersebut merupakan tindak lanjut pasca terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Pepalang pada 26 November 2025 lalu. Material sisa bencana sempat menutup badan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas.

Kegiatan ini melibatkan Polsek Pegasing, aparatur Kampung Pepalang, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Dengan penuh kebersamaan, seluruh peserta bergotong royong membersihkan jalan guna mengembalikan kelancaran mobilitas warga.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Pegasing AKP Mohd. Ihsan Kamil menyampaikan bahwa Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu pemulihan pasca bencana.

Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap dengan dibersihkannya jalan ini, aktivitas warga kembali berjalan normal dan aman,” ujar AKP Mohd. Ihsan Kamil.

Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat Kampung Pepalang yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pasca bencana serta memperkuat semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Pegasing berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga fasilitas umum serta meningkatkan ketahanan bersama menghadapi bencana alam.