Prajurit Yonarmed 17/Rencong Cakti Bersihkan Meunasah Krueng Baroh, Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh ratusan personel Batalyon Armed 17/Rencong Cakti (RC) Kodam Iskandar Muda. Mereka melaksanakan kegiatan karya bhakti pembersihan Meunasah Krueng Baroh yang terdampak banjir di Desa Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Meunasah yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat tersebut tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai kurang lebih satu meter akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Meski dihadapkan dengan lumpur tebal yang telah mengendap dan mengeras, semangat para prajurit Yonarmed 17/RC tidak surut. Dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi lantai, dinding, serta lingkungan sekitar meunasah.
Dalam pelaksanaan pembersihan tersebut, para prajurit menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, arco, serta alat manual lainnya. Lumpur yang mengendap diangkat sedikit demi sedikit, kemudian dibuang ke tempat yang telah disiapkan. Proses pembersihan dilakukan secara bergotong royong, cepat, dan terkoordinasi demi mempercepat pemulihan fungsi meunasah.

Komandan Batalyon Armed 17/RC, Letnan Kolonel Arm Denapoleon Jayakarta, S.Sos., di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa karya bhakti ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Meunasah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, kami berupaya membantu agar meunasah ini dapat segera digunakan kembali oleh warga,” ujar Danyon.

Lebih lanjut, Letkol Arm Denapoleon menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan karya bhakti, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan pembersihan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lumpur semata, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat pascabencana.

Danyon menegaskan bahwa Yonarmed 17/RC akan selalu siap mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana maupun pemulihan fasilitas umum yang terdampak, sesuai dengan tugas dan fungsi TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP).

“Selama masih dibutuhkan, kami siap membantu. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat dan negara,” tegasnya.

Letkol Arm Denapoleon Jayakarta, S.Sos., berharap dengan dilaksanakannya kegiatan pembersihan ini, Meunasah Krueng Baroh dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat dapat berjalan normal seperti sediakala.

Sementara itu, bapak Syahrul, salah satu warga Desa Mayang Cut, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada prajurit Yonarmed 17/RC yang telah membantu membersihkan meunasah di desanya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Yonarmed 17/RC. Kehadiran para prajurit sangat membantu kami yang keterbatasan tenaga dan peralatan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, mengingat meunasah merupakan sarana ibadah yang vital bagi kehidupan sehari-hari warga desa.

Syahrul berharap sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta mendoakan agar para prajurit senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Personel dan Persit Kodim 0119/Bener Meriah Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Perumpaken, Kec. Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Komando Distrik Militer (Kodim) 0119/Bener Meriah bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXV Dim 0119/BM menunjukkan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bantuan tersebut dikirimkan ke Desa Perumpaken Benjadi, Kecamatan Mesidah.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 0119/BM bersama Persit KCK Cab XXV berinisiatif menggalang dan menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap warga yang terdampak.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi bahan kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta sejumlah kebutuhan mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh para korban bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa tanggap darurat dan pemulihan awal pasca bencana.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil pengumpulan donasi dari berbagai pihak, baik dari internal satuan maupun dukungan pihak lain yang peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Kodim 0119/BM untuk meringankan beban warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0119/Bener Meriah, terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cab XXV Dim 0119/BM, Ny. Rima Ahmad Fauzi, turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Perumpaken Benjadi dan wilayah lainnya di Aceh. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dan kepedulian dari seluruh keluarga besar Kodim 0119/BM beserta Persit KCK Cab XXV terhadap sesama.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang terjadi. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari kami semua. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat membantu meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tutur Ny. Rima Ahmad Fauzi.

Ia juga berharap agar seluruh korban bencana senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta perlindungan oleh Allah SWT dalam menghadapi ujian ini. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu, khususnya di saat kondisi darurat akibat bencana alam.

Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Kodim 0119/Bener Meriah bersama Persit KCK Cab XXV kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat.

Personel dan Persit Kodim 0119/Bener Meriah Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Perumpaken, Kec. Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Komando Distrik Militer (Kodim) 0119/Bener Meriah bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXV Dim 0119/BM menunjukkan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bantuan tersebut dikirimkan ke Desa Perumpaken Benjadi, Kecamatan Mesidah.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 0119/BM bersama Persit KCK Cab XXV berinisiatif menggalang dan menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap warga yang terdampak.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi bahan kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta sejumlah kebutuhan mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh para korban bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa tanggap darurat dan pemulihan awal pasca bencana.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil pengumpulan donasi dari berbagai pihak, baik dari internal satuan maupun dukungan pihak lain yang peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Kodim 0119/BM untuk meringankan beban warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0119/Bener Meriah, terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cab XXV Dim 0119/BM, Ny. Rima Ahmad Fauzi, turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Perumpaken Benjadi dan wilayah lainnya di Aceh. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dan kepedulian dari seluruh keluarga besar Kodim 0119/BM beserta Persit KCK Cab XXV terhadap sesama.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang terjadi. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari kami semua. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat membantu meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tutur Ny. Rima Ahmad Fauzi.

Ia juga berharap agar seluruh korban bencana senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta perlindungan oleh Allah SWT dalam menghadapi ujian ini. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu, khususnya di saat kondisi darurat akibat bencana alam.

Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Kodim 0119/Bener Meriah bersama Persit KCK Cab XXV kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat.

Prajurit Yonif 115/Macan Lauser Bersihkan Sekolah MTSS Darul Ulum Aceh Tamiang 

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Satgas Penanggulangan Bencana dari Satuan Yonif 115/Macan Leuser terus menunjukkan dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.  para prajurit kembali melanjutkan kegiatan pembersihan di MTSS Darul Ulum Jln. Cut Nyak Dhiens, Desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

MTSS Darul Ulum menjadi salah satu sarana pendidikan yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Lumpur tebal bercampur sampah menutupi ruang-ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan memerlukan penanganan cepat agar sekolah dapat kembali berfungsi secara normal.

Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, prajurit Yonif 115/Macan Leuser turun langsung ke lokasi membawa berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, arco, dan sekop. Secara bergotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap di dalam ruang kelas, menyapu halaman sekolah, membuka saluran air yang tersumbat, serta mengangkat puing-puing kayu dan material lain yang terbawa arus banjir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak menjadi prioritas agar para siswa dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.

Salah seorang warga setempat, Ibu Nuri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian para prajurit TNI yang telah membantu membersihkan lingkungan sekolah. Menurutnya, kehadiran prajurit Yonif 115/Macan Leuser sangat meringankan beban masyarakat, terutama pihak sekolah dan para orang tua siswa yang terdampak banjir.

“Sejak banjir, kami merasa kesulitan untuk membersihkan sekolah ini sendiri. Alhamdulillah, bapak-bapak TNI datang membantu dengan penuh keikhlasan. Sekolah jadi lebih cepat bersih dan bisa segera digunakan kembali,” ujar Ibu Nuri.

Beliau menambahkan bahwa aksi gotong royong tersebut memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk bangkit dan bersama-sama memulihkan kondisi lingkungan pasca bencana. Ia juga menuturkan bahwa kepedulian dan kerja keras prajurit TNI menjadi contoh nyata nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah musibah.

Ibu Nuri berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut hingga seluruh fasilitas umum yang terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dapat pulih sepenuhnya. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit yang bertugas senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, prajurit Yonif 115/Macan Leuser terus membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari komitmen untuk selalu hadir, membantu, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan rakyat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Prajurit Yonif 115/Macan Lauser Bersihkan Sekolah MTSS Darul Ulum Aceh Tamiang 

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Satgas Penanggulangan Bencana dari Satuan Yonif 115/Macan Leuser terus menunjukkan dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.  para prajurit kembali melanjutkan kegiatan pembersihan di MTSS Darul Ulum Jln. Cut Nyak Dhiens, Desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

MTSS Darul Ulum menjadi salah satu sarana pendidikan yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Lumpur tebal bercampur sampah menutupi ruang-ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan memerlukan penanganan cepat agar sekolah dapat kembali berfungsi secara normal.

Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, prajurit Yonif 115/Macan Leuser turun langsung ke lokasi membawa berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, arco, dan sekop. Secara bergotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap di dalam ruang kelas, menyapu halaman sekolah, membuka saluran air yang tersumbat, serta mengangkat puing-puing kayu dan material lain yang terbawa arus banjir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak menjadi prioritas agar para siswa dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.

Salah seorang warga setempat, Ibu Nuri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian para prajurit TNI yang telah membantu membersihkan lingkungan sekolah. Menurutnya, kehadiran prajurit Yonif 115/Macan Leuser sangat meringankan beban masyarakat, terutama pihak sekolah dan para orang tua siswa yang terdampak banjir.

“Sejak banjir, kami merasa kesulitan untuk membersihkan sekolah ini sendiri. Alhamdulillah, bapak-bapak TNI datang membantu dengan penuh keikhlasan. Sekolah jadi lebih cepat bersih dan bisa segera digunakan kembali,” ujar Ibu Nuri.

Beliau menambahkan bahwa aksi gotong royong tersebut memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk bangkit dan bersama-sama memulihkan kondisi lingkungan pasca bencana. Ia juga menuturkan bahwa kepedulian dan kerja keras prajurit TNI menjadi contoh nyata nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah musibah.

Ibu Nuri berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut hingga seluruh fasilitas umum yang terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dapat pulih sepenuhnya. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit yang bertugas senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, prajurit Yonif 115/Macan Leuser terus membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari komitmen untuk selalu hadir, membantu, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan rakyat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Kodim 0102/Pidie Salurkan Air Bersih bagi Warga Korban Banjir di Meurah Dua, Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026:Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendistribusikan air bersih siap konsumsi ke sejumlah posko pengungsian warga.

Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan menggunakan mobil Water Treatment yang merupakan bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia. Mobil Water Treatment ini dioperasionalkan secara langsung oleh Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi.
Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Desa Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, mobil Water Treatment tersebut aktif memproduksi dan menyalurkan air bersih layak konsumsi kepada warga pengungsi. Warga tampak antusias dan tertib mengantre untuk mendapatkan air bersih yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat pascabanjir.

Mobil Water Treatment ini secara rutin berkeliling dari satu posko pengungsian ke posko lainnya di wilayah terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi pascabanjir yang menyebabkan sumber air bersih tercemar, sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air yang aman untuk dikonsumsi.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menjelaskan bahwa mobil Water Treatment tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam yang secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana alam.

“Mobil Water Treatment ini merupakan bantuan dari Kemenko Polhukam untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih siap konsumsi bagi masyarakat terdampak banjir. Saat ini mobil tersebut rutin beroperasi dan berkeliling ke posko-posko pengungsian, dengan pengoperasian langsung oleh Babinsa Kodim 0102/Pidie,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, mengingat air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pengungsian.
Sementara itu, Sekretaris Desa Lueng Bimba, Imam Bussalim, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dan TNI atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menko Polhukam atas bantuan mobil air bersih siap konsumsi, serta kepada TNI yang telah mengoperasionalkannya langsung ke desa kami. Bantuan ini sangat membantu warga pengungsi dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ungkap Imam.

Dengan pendistribusian air bersih yang terus dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mencegah munculnya berbagai penyakit akibat keterbatasan air bersih di lingkungan pengungsian, sehingga kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.

Polres Pidie Kembali Lakukan Pembersihan Rumah Warga Pascabanjir di Mutiara Timur.

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Kepolisian Resor (Polres) Pidie kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur rumah warga pasca banjir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah milik Farah Diba (52), warga Gampong Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasi Humas AKP Anwar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang terdampak bencana alam. Selain meringankan beban masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Ditambahkannya, di rumah yang kita bersihkan ini masih banyak lumpur akibat banjir dan sebagiannya menempel di lantai serta dinding rumah warga tersebut .

Sejumlah personel Polres Pidie secara kita terjunkan umtuk membersihkan lumpur dengan menggunakan peralatan manual, seperti cangkul, sekop serta dibantu dengan selang air untuk mempercepat proses pembersihan, ujar Kasi Humas.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, warga dapat segera kembali menempati rumahnya dengan nyaman serta aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali,” kata AKBP Anwar

Kehadiran personel Polres Pidie disambut baik oleh pemilik rumah dan warga sekitar yang turut membantu kegiatan tersebut.