Mengenal Sosok Ipda Hamnil, Danup Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81 di Aceh Selatan

Tapaktuan ( Inforakyataceh ) Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Naga, Aceh Selatan, berlangsung khidmat, Senin, 17 Agustus 2026.

Di balik jalannya upacara yang tertib dan khidmat itu, terdapat sosok Komandan Upacara (Danup) yang mencuri perhatian karena memegang peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan sesuai rencana. Sosok tersebut adalah Ipda Hamnil, S.H., M.H., CPM.Dari informasi yang berhasil dihimpun redaksi, Ipda Hamnil saat ini menjabat sebagai Pamapta 2 SPKT Polres Aceh Selatan Polda Aceh.

Ia merupakan lulusan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Brimob tahun 2006 dan mengawali kariernya di Satbrimobda Polda Aceh pada 2006 hingga 2013.Setelah beberapa tahun mengabdi di pasukan baret biru, perjalanan kariernya berlanjut di bidang lalu lintas. Pada 2013, ia dipercaya sebagai Bintara Umum SIBPKB Subditregident Ditlantas Polda Aceh.

Di bidang tersebut, Hamnil tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan pengembangan, antara lain pelatihan penerbitan BPKB dan STNK serta pendidikan pengembangan personel bidang kepemilikan kendaraan bermotor.Namun, yang sangat membanggakan, Ipda Hamnil juga merupakan satu-satunya personel di Polda Aceh yang dipercaya sebagai Tenaga Pendidik (Gadik) Korlantas Polri di bidang Registrasi dan Identifikasi (Regident).

Pengalaman di berbagai bidang kepolisian itu kemudian menjadi bekal bagi Hamnil untuk mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) tahun 2025. Setelah lulus dengan nama resimen Citta Dharma Laksita (CDL), ia ditempatkan di Polres Aceh Selatan hingga kini.Perjalanan pengabdiannya juga dihiasi sejumlah penghargaan.

Hamnil tercatat menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2014 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2022. Ia juga pernah menerima penghargaan dari Presiden pada 2016 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.Di luar pendidikan kepolisian, Ipda Hamnil juga memiliki latar belakang akademik yang cukup mentereng. Ia lulusan Sarjana Hukum Universitas Abulyatama, Banda Aceh, pada 2022.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Sumatera Utara dan menyelesaikannya pada 2025.Ia juga memiliki sertifikasi profesi Certified Professional Mediator (CPM), yang memperkuat kapasitasnya dalam membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, dan mencari jalan keluar melalui pendekatan mediasi.Perjalanan karier hingga dipercaya menjadi komandan upacara penurunan bendera merah putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI di daerah kelahirannya menjadi bagian dari proses panjang pengabdian seorang anggota Polri.

Bagi Hamnil, setiap penugasan memiliki makna dan tanggung jawab tersendiri.Pria kelahiran Aceh Selatan, 17 April 1987, itu menilai penunjukan dirinya untuk memimpin upacara hari kemerdekaan di daerah kelahirannya bukan sekadar tugas kedinasan, tetapi juga sebuah kehormatan dan tanggung jawab moral untuk memberikan yang terbaik bagi daerah dan masyarakatnya.“Menjadi Komandan Upacara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu kehormatan bagi saya, terlebih saya diberikan kepercayaan untuk memimpin upacara di daerah kelahiran saya,” ujar Hamnil usai upacara.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya, termasuk dukungan dari Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadhliansah beserta seluruh jajaran. Kepercayaan tersebut, kata dia, menjadi motivasi untuk menjalankan setiap tugas dengan penuh disiplin, ketenangan, dan tanggung jawab.“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Polres, melainkan membawa kehormatan bagi Kabupaten Aceh Selatan.

Karena itu, sebagai putra daerah, saya telah berusaha memberikan yang terbaik dalam prosesi paling sakral pada peringatan Hari Kemerdekaan ini,” jawabnya singkat dan tegas.

4.833 Narapidana dan Anak Binaan di Aceh Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Sebanyak 4.833 narapidana dan anak binaan pemasyarakatan di Aceh memperoleh Remisi Umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.‎‎

Penyerahan remisi secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek Fadh) kepada sejumlah penerima dalam seremoni yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (17/8/2026).‎‎

Berdasarkan data Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Aceh, terdapat 4.849 orang yang diusulkan memperoleh Remisi Umum pada tahun ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.833 orang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum, sementara 16 orang tidak mendapatkan SK remisi.‎‎Dari 4.833 penerima remisi, sebanyak 4.806 merupakan narapidana dewasa dan 27 orang merupakan anak binaan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).‎‎

Remisi yang diberikan terbagi dalam dua kategori, yakni Remisi Umum I (RU I) dan Remisi Umum II (RU II). Sebanyak 4.808 orang menerima RU I, sedangkan 25 orang menerima RU II yang membuat penerimanya langsung bebas.‎‎Untuk RU I, sebanyak 525 orang memperoleh remisi satu bulan, 1.006 orang memperoleh remisi dua bulan, 1.379 orang memperoleh remisi tiga bulan, 796 orang memperoleh remisi empat bulan, 721 orang memperoleh remisi lima bulan, dan 381 orang memperoleh remisi enam bulan.‎‎Sementara itu, penerima RU II terdiri atas tujuh orang yang memperoleh remisi satu bulan, lima orang memperoleh remisi dua bulan, delapan orang memperoleh remisi tiga bulan, tiga orang memperoleh remisi empat bulan, dan dua orang memperoleh remisi lima bulan.

‎‎Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia pada pemberian Remisi Umum bagi narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan.‎‎Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk meneguhkan komitmen dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

‎‎Dalam sistem pemasyarakatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penegakan hukum yang berkeadilan, perlakuan yang manusiawi, serta pemberian kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.‎‎”Pemberian remisi merupakan penghargaan atas keberhasilan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan sekaligus menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial,” ujar Fadhlullah membacakan sambutan Menteri.‎‎

Pada 2026, Pemerintah memberikan Remisi Umum kepada 173.706 narapidana dan Pengurangan Masa Pidana kepada 1.085 Anak Binaan di seluruh Indonesia.‎‎Kepada para penerima remisi, Menteri menyampaikan ucapan selamat dan meminta agar kesempatan tersebut dijadikan motivasi untuk terus mengikuti pembinaan, meningkatkan keterampilan, menjaga disiplin, serta tidak mengulangi tindak pidana.‎‎Sementara kepada Anak Binaan, Menteri berpesan agar mereka terus belajar, membangun cita-cita, menghormati orang tua dan guru, serta mempersiapkan masa depan sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.‎‎

Dalam sambutan tersebut Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi Menteri kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan dan meminta agar integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan terus dijaga.‎‎Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, maupun pelanggaran hukum dan etik.‎‎Untuk itu, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama membangun Sistem Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, dan berintegritas demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur menuju Indonesia Emas 2045. []

*Sekda Aceh Apresiasi Paskibraka 2026, Tekankan Semangat Pengabdian Generasi Muda*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, M.PA, menghadiri temu ramah dan jamuan makan malam bersama anggota Paskibraka Provinsi Aceh Tahun 2026 di Restoran Pendopo Meuligoe Gubernur Aceh, Senin malam (17/8/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh; Kepala Dinas Pendidikan Aceh; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh; serta jajaran Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Aceh.

Temu ramah dan jamuan makan malam tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi Pemerintah Aceh kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Atas nama Pemerintah Aceh, Sekda menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka Aceh 2026 yang telah melaksanakan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan kehormatan.Sekda menyampaikan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara.

Di balik setiap langkah dan gerakan, terdapat tanggung jawab untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih sekaligus membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Provinsi Aceh.Untuk sampai pada tahap tersebut, para Paskibraka telah melalui proses yang tidak ringan, mulai dari latihan yang melelahkan, menjaga kedisiplinan, hingga menghadapi berbagai tantangan dengan kesabaran dan kekompakan.

Dalam suasana ramah tamah tersebut, Sekda mengajak para Paskibraka menikmati kebersamaan sekaligus menjadikan pengalaman selama bertugas sebagai bekal berharga untuk perjalanan mereka di masa mendatang.“Teruslah belajar, jaga akhlak dan pergaulan, hormati orang tua dan guru, serta tumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat,” pesan Sekda.

Sekda berharap dari barisan Paskibraka Aceh lahir generasi muda yang memiliki integritas, keberanian, kedisiplinan, dan semangat pengabdian, serta menjadi pemimpin yang berilmu, rendah hati, mencintai Aceh, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, pelatih, pamong, pengurus DPPI, serta seluruh panitia yang telah memberikan doa, perhatian, dan kerja keras dalam mendampingi para anggota Paskibraka.“Tugas mungkin telah selesai, tetapi semangat pengabdian baru saja dimulai,” ujar Sekda.🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia!