Kodim 0106/Aceh Tengah Bersihkan SD Negeri 11 Pegasing, Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Personel Kodim 0106/Aceh Tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lanjutan terhadap sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 11 Pegasing yang berlokasi di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemulihan pascabencana alam tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Bencana longsor tersebut mengakibatkan sejumlah ruang kelas dipenuhi lumpur, sementara beberapa bangunan sekolah lainnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas pendidikan para siswa, sehingga diperlukan penanganan cepat agar kegiatan sekolah dapat segera kembali normal.
Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pembersihan yang dilakukan oleh personel Satgas Kodim bersama masyarakat setempat. Kehadiran Dandim bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perbantuan TNI kepada pemerintah daerah dalam upaya percepatan pemulihan fasilitas umum.

“Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada fasilitas umum di wilayah Aceh Tengah yang terdampak bencana, seperti sekolah dan jembatan. Target kami jelas, yakni agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa pembersihan lanjutan di SD Negeri 11 Pegasing dilakukan untuk memastikan ruang-ruang kelas dapat segera difungsikan kembali. Dengan demikian, proses belajar mengajar para siswa tidak terus tertunda dan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami membantu pembersihan lanjutan agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali. Harapannya, proses belajar mengajar bisa berjalan normal. Melalui aksi ini, TNI terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana alam,” lanjutnya.

Kegiatan pembersihan tersebut meliputi pengangkutan lumpur dari dalam dan sekitar ruang kelas, pembersihan halaman sekolah, serta penataan kembali area yang terdampak. Personel Satgas Kodim bekerja secara bergotong royong bersama warga, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Pihak sekolah dan masyarakat Desa Tebuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka berharap kegiatan pemulihan ini dapat segera rampung sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas pendidikan di wilayah Pegasing dapat segera pulih, serta menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari bencana alam.

Kodim 0106/Aceh Tengah Bersihkan SD Negeri 11 Pegasing, Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Personel Kodim 0106/Aceh Tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lanjutan terhadap sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 11 Pegasing yang berlokasi di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemulihan pascabencana alam tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Bencana longsor tersebut mengakibatkan sejumlah ruang kelas dipenuhi lumpur, sementara beberapa bangunan sekolah lainnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas pendidikan para siswa, sehingga diperlukan penanganan cepat agar kegiatan sekolah dapat segera kembali normal.
Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pembersihan yang dilakukan oleh personel Satgas Kodim bersama masyarakat setempat. Kehadiran Dandim bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perbantuan TNI kepada pemerintah daerah dalam upaya percepatan pemulihan fasilitas umum.

“Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada fasilitas umum di wilayah Aceh Tengah yang terdampak bencana, seperti sekolah dan jembatan. Target kami jelas, yakni agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa pembersihan lanjutan di SD Negeri 11 Pegasing dilakukan untuk memastikan ruang-ruang kelas dapat segera difungsikan kembali. Dengan demikian, proses belajar mengajar para siswa tidak terus tertunda dan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami membantu pembersihan lanjutan agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali. Harapannya, proses belajar mengajar bisa berjalan normal. Melalui aksi ini, TNI terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana alam,” lanjutnya.

Kegiatan pembersihan tersebut meliputi pengangkutan lumpur dari dalam dan sekitar ruang kelas, pembersihan halaman sekolah, serta penataan kembali area yang terdampak. Personel Satgas Kodim bekerja secara bergotong royong bersama warga, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Pihak sekolah dan masyarakat Desa Tebuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka berharap kegiatan pemulihan ini dapat segera rampung sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas pendidikan di wilayah Pegasing dapat segera pulih, serta menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari bencana alam.

Personel Koramil 08/SN, Yonif TP 854/DK dan warga gotong royong bangun jembatan gantung Silih Nara Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita) Minggu 25-1-2026 Pembangunan jembatan “Gantung Langit” di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang positif. progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 39 persen. Fokus pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah pengecoran pondasi pada titik A2, yang merupakan salah satu bagian penting dalam menopang konstruksi jembatan gantung.

Pembangunan jembatan gantung ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 08/Silih Nara, personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka serta masyarakat Desa Burni Bius yang secara sukarela turut ambil bagian dalam proses pembangunan. Keterlibatan berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Prajurit di tengah masyarakat tidak hanya sebatas pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam kegiatan sosial dan pembangunan desa. Antusiasme dan semangat warga yang dengan penuh kesadaran ikut membantu proses pengerjaan jembatan, meskipun harus bekerja di medan yang cukup menantang.

Pembangunan jembatan gantung ini sangat penting bagi masyarakat Desa Burni Bius. Koramil 08/Silih Nara akan terus membantu, mendampingi dan memantau agar pekerjaan berjalan lancar, aman, serta sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Danramil 08/Silih Nara, Kapten Inf Subekti, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan secara berkelanjutan hingga proyek pembangunan jembatan selesai sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi sarana penghubung yang efektif bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses sosial dan pendidikan.

“Dengan adanya jembatan gantung ini, kami berharap masyarakat Desa Burni Bius dapat merasakan manfaat langsung berupa kemudahan akses dan peningkatan kesejahteraan. Kami juga mengajak seluruh pihak, baik instansi terkait maupun masyarakat, untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong sampai pembangunan jembatan ini rampung,” kata Kapten Inf Subekti.

Pembangunan jembatan gantung “Gantung Langit” ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah bersama TNI dalam meningkatkan infrastruktur pedesaan, khususnya di wilayah terpencil. Diharapkan, setelah selesai dibangun, jembatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Burni Bius serta wilayah sekitarnya.

Satgas Yonif 112/DJ Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Keliling Bagi Warga Papua

Puncak Jaya  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis dengan metode keliling bagi warga Kampung Kalome Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan konsistensi dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh dan medan sulit untuk mendapatkan layanan medis tentang kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan dan hubungan harmonis antara Prajurit TNI dan masyarakat Papua.

Kehadiran Personel Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ disambut hangat dan antusias oleh warga Kampung Kalome, mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis tersebut, karena tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh menuju Distrik Mulia untuk mencari fasilitas kesehatan.

Melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan ini, Satgas Yonif 112/DJ terus berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan wilayah sektor penugasannya, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan pelayan masyarakat demi terwujudnya masyarakat Papua yang lebih sehat dan sejahtera.

Satgas Yonif 112/DJ Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Keliling Bagi Warga Papua

Puncak Jaya  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis dengan metode keliling bagi warga Kampung Kalome Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan konsistensi dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh dan medan sulit untuk mendapatkan layanan medis tentang kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan dan hubungan harmonis antara Prajurit TNI dan masyarakat Papua.

Kehadiran Personel Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ disambut hangat dan antusias oleh warga Kampung Kalome, mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis tersebut, karena tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh menuju Distrik Mulia untuk mencari fasilitas kesehatan.

Melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan ini, Satgas Yonif 112/DJ terus berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan wilayah sektor penugasannya, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan pelayan masyarakat demi terwujudnya masyarakat Papua yang lebih sehat dan sejahtera.

TNI Kerahkan Puluhan Alat berat bersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga. Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.

Di lapangan, anggota Koramil 29/Langkahan, termasuk para Babinsa Desa Geudumbak turut melakukan pendampingan dan pengamanan kegiatan. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, Mabes TNI, dan seluruh pihak terkait. Menurut mereka, keberadaan tumpukan kayu selama ini sangat menghambat mobilitas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir ulang. Dengan adanya pembersihan ini, warga berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman.

TNI Kerahkan Puluhan Alat berat bersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga. Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.

Di lapangan, anggota Koramil 29/Langkahan, termasuk para Babinsa Desa Geudumbak turut melakukan pendampingan dan pengamanan kegiatan. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, Mabes TNI, dan seluruh pihak terkait. Menurut mereka, keberadaan tumpukan kayu selama ini sangat menghambat mobilitas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir ulang. Dengan adanya pembersihan ini, warga berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman.

TNI Kerahkan Puluhan Alat berat bersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga. Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.

Di lapangan, anggota Koramil 29/Langkahan, termasuk para Babinsa Desa Geudumbak turut melakukan pendampingan dan pengamanan kegiatan. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, Mabes TNI, dan seluruh pihak terkait. Menurut mereka, keberadaan tumpukan kayu selama ini sangat menghambat mobilitas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir ulang. Dengan adanya pembersihan ini, warga berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman.

Polres Pidie Kerahkan Mobil AWC untuk Padamkan Kebakaran di SPBU Kuala Beukah

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Polres Pidie mengerahkan mobil Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta untuk membantu proses pemadaman titik api kebakaran yang terjadi di SPBU Kuala Beukah, Kecamatan Kota Sigli.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Sat Samapta Polres Pidie bersama personel Damkar Pemkab Pidie serta didukung oleh personel Polsek Kota Sigli dan gabungan personel Polres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasat Samapta AKP Syafrizal, SH mengatakan penggunaan mobil AWC Satuan Samapta Polres Pidie dilakukan sebagai langkah cepat dan efektif untuk mengendalikan api di area SPBU yang memiliki potensi risiko tinggi.

“Selain melakukan pemadaman, personel juga melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

“Personel langsung bergerak melakukan pengamanan area SPBU, membantu proses pemadaman menggunakan mobil AWC, serta mengatur arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar,” ujar AKP Syafrizal.

Personel Polres Pidie bersinergi dengan Damkar, petugas SPBU, serta masyarakat sekitar untuk memastikan api dapat dipadamkan secara cepat dan tidak meluas ke area lain.
Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, proses pemadaman dapat dilakukan dengan optimal, ungkapnya

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Tamiang,

Kunjungan diawali dengan pemberian arahan Menteri Dalam Negeri kepada taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlangsung di Markas Batalion Raider 111/Tualang Cut. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di wilayah yang terdampak bencana.

Mendagri juga mengingatkan peran strategis taruna sebagai calon pemimpin masa depan yang dituntut memiliki kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kemampuan bekerja lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebencanaan maupun dinamika sosial di daerah.

Usai agenda tersebut, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan kegiatan dengan penyerahan Bantuan Presiden kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan yang diserahkan berupa sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan sisa lumpur dan pemulihan lingkungan pascabencana.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan normal.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.