*Polda Aceh Salurkan 450 Paket Bansos untuk Warga Banda Aceh Dalam Rangka Hari Bhayangkarak ke 80*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan ratusan paket bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdianto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., didampingi oleh Karorena Polda Aceh, Dirbinmas Polda Aceh, Kabid Propam Polda Aceh, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh lainnya. Turut hadir unsur Forkopimda serta para perangkat desa (Keuchik) setempat.

Kabid Humas selanjutnya menyampaikan amanah dan permohonan maaf dari Kapolda Aceh yang tidak dapat hadir secara langsung di lokasi karena harus menunaikan tugas kedinasan yang mendesak.

“Bapak Kapolda Aceh menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak dapat hadir di tengah-tengah masyarakat hari ini. Beliau sejak kemarin sore telah bertolak ke Aceh Tamiang untuk mempersiapkan kunjungan kerja Bapak Kapolri pada 26 Juni mendatang dalam rangka peresmian Hunian Tetap (Huntap) bantuan dari Kapolri,” ujar Joko.

Ia juga menambahkan, setelah rangkaian kegiatan ziarah dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara pagi ini selesai, sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh juga akan segera menyusul ke Aceh Tamiang guna memastikan kesiapan peresmian tersebut.

Walaupum diwakili Irwasda Polda Aceh yang didampingi PJU Polda Aceh juga tidak mengurangi rasa hormat serta khidmatnya nilai silaturahmi dalam kegiatan penyerahan bansos ini, lanjutnya lagi.Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Irwasda Polda Aceh mengingatkan pentingnya menjaga nikmat kesehatan dan selalu bersyukur.

Di samping itu, Polri juga mengetuk hati masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap tugas-tugas kepolisian di lapangan.”Kami menyadari bahwa jika dinilai dengan materi atau rupiah, bantuan ini mungkin tidak seberapa.

Namun, ini adalah wujud nyata kedekatan dan kepedulian jajaran Polda Aceh kepada masyarakat menjelang hari ulang tahun Polri,” kutip Kabid Humas dari pesan Irwasda.dalak kegiatan itu.”Tugas pokok fungsi (tupoksi) Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan bisa berjalan optimal tanpa adanya dukungan dan bantuan dari Bapak, Ibu, unsur TNI, pemerintah daerah, hingga perangkat desa sekalian,” pungkasnya.

Penyerahan paket sembako dilakukan secara simbolis oleh Irwasda Polda Aceh bersama para Pejabat Utama Polda Aceh kepada perwakilan warga dari enam gampong (desa) dengan rincian Gp. Keudah 150 Paket, Gp. Pelanggahan 100 Paket, Gp. Lampaseh Kota 50 Paket, Gp. Merduati 50 Paket, Gp. Jawa50 Paket,Gp. Pande 50 Paket.Polda Aceh berharap kegiatan bakti sosial ini dapat memberikan warna positif, meringankan beban ekonomi, sekaligus mempererat kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat Aceh.

Wakapolda Aceh Pimpin Ziarah di TMP Banda Aceh Peringati Hari Bhayangkara ke-80

Banda Aceh – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, memimpin upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan Banda Aceh, Rabu (24/6/2026) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Upacara ziarah diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Pamen, Pama, Bintara, Tamtama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Aceh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan peserta upacara, dilanjutkan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta. Selanjutnya, Wakapolda Aceh selaku pimpinan melakukan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pejuang bangsa.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penghormatan terakhir kepada arwah pahlawan, pembacaan doa, serta penaburan bunga di pusara para pahlawan yang dipimpin oleh Wakapolda Aceh dan diikuti para PJU serta peserta upacara lainnya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan bahwa upacara ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Melalui kegiatan ziarah ini, diharapkan seluruh personel Polri dapat meneladani semangat juang, pengabdian, dan patriotisme para pahlawan dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Joko.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa hormat tersebut menjadi wujud nyata penghargaan Polri terhadap jasa-jasa para pahlawan bangsa sekaligus momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Upacara ziarah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar oleh Polda Aceh dalam menyambut dan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, pungkasnya.

Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Progres Rehabilitasi Pascabencana Hidrometeorologi

BANDA ACEH (Inforakyataceh) – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi 15 mahasiswa lintas kampus di Posko Penanggulangan Bencana Kantor Gubernur Aceh, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Aceh.

Dalam audiensi itu, Sekda didampingi Asisten Sekda, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Juru Bicara Pemerintah Aceh, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan biro terkait.M. Nasir menjelaskan bahwa penanganan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota.

Luasnya wilayah terdampak menyebabkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan waktu, koordinasi, serta dukungan anggaran yang besar.“Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi ini bahkan lebih luas dibanding dampak tsunami 2004. Pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujar M. Nasir.

Ia menyampaikan, berdasarkan data terbaru, Aceh masih berada dalam masa transisi darurat hingga 28 Juli 2026. Setelah masa tersebut berakhir, pemerintah akan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.

Menurut Sekda, berbagai program pemulihan saat ini telah berjalan dengan dukungan pendanaan yang bersumber dari APBA 2025 dan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Hingga saat ini, realisasi penanganan pascabencana telah mencapai sekitar 50 persen.M. Nasir juga mengungkapkan hasil verifikasi terbaru menunjukkan kebutuhan perumahan bagi masyarakat terdampak bencana mencapai 395.873 unit.

Karena itu, Pemerintah Aceh terus melakukan penyelarasan dan pemutakhiran data agar seluruh program rehabilitasi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.“Data terus kami verifikasi dan sinkronkan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah masukan dan harapan terkait percepatan pemulihan daerah terdampak bencana.

Mereka juga mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Aceh dalam menyampaikan perkembangan penanganan bencana kepada publik.Pemerintah Aceh berharap dukungan pendanaan dari pemerintah pusat yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi dapat segera disalurkan. Dengan demikian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih optimal, tuntas, tepat sasaran, serta berkelanjutan demi pemulihan kehidupan masyarakat Aceh. []

Polres Pidie Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat

SIGLI (Inforakyataceh) – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Polres Pidie menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 melalui program “Bola Gembira” Polri di Aula Wira Satya Polres Pidie, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Jufrida, S.T., M.Si, para Kabag, Kasat, perwira, personel Polres Pidie, serta sejumlah mahasiswa yang turut memeriahkan suasana nobar.Pada kesempatan itu, peserta menyaksikan pertandingan Grup D antara Turki dan Paraguay. Laga berlangsung sengit dan menarik hingga akhirnya Paraguay berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Turki.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., melalui Wakapolres Kompol Firdaus Jufrida mengatakan bahwa kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi personel dan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.“Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban,” ujar Firdaus.

Menurutnya, suasana kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan sambil berinteraksi dan menjalin komunikasi yang lebih erat.Piala Dunia FIFA 2026 merupakan edisi ke-23 turnamen sepak bola terbesar di dunia yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Turnamen tahun ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta diikuti oleh 48 negara peserta.

Firdaus menambahkan, Polres Pidie akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dan melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan.

Melalui program “Bola Gembira” Polri, Polres Pidie berharap dapat terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang edukatif dan rekreatif, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta kedekatan antara Polri dan masyarakat.***

Sekda Aceh Muhammad Nasir Jabat Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

BANDA ACEH (Inforakyataceh) Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah untuk masa jabatan 2026–2030 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (23/6/2026).

Penetapan tersebut dilakukan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Aceh Syariah dan disetujui seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat.Dalam kesempatan itu, Gubernur yang akrab disapa Mualem menyampaikan bahwa keputusan terkait susunan komisaris dan direksi Bank Aceh Syariah telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga dapat segera menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menetapkan Muhammad Nasir sebagai Komisaris Utama, RUPSLB juga menyetujui Faisal sebagai Komisaris Independen Bank Aceh Syariah dan Erwin Konadi sebagai Direktur Bisnis Bank Aceh Syariah untuk periode 2026–2030.Rapat tersebut turut dihadiri jajaran direksi Bank Aceh Syariah, Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh Syariah, serta para pemegang saham yang terdiri atas bupati dan wali kota se-Aceh.

Mualem berharap susunan baru komisaris dan direksi Bank Aceh Syariah mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong kinerja bank agar semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah di Aceh.

Menurutnya, Bank Aceh Syariah memiliki peran strategis sebagai lembaga keuangan daerah yang diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.Dengan penetapan tersebut, Muhammad Nasir akan mengemban amanah sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah hingga tahun 2030, bersama jajaran komisaris dan direksi yang baru ditetapkan dalam RUPSLB.***