Wagub Aceh Pastikan TKD Kembali, Pemulihan Pascabencana Dipacu

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keputusan mengembalikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Aceh sebesar Rp1,7 triliun pada Tahun Anggaran 2026.
Sebelumnya, anggaran TKD Aceh sempat mengalami pemangkasan sebagai dampak kebijakan efisiensi fiskal nasional. Namun, melalui keputusan Presiden, alokasi anggaran tersebut dipastikan kembali utuh.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar yang diberikan kepada Aceh, terutama dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Fadhlullah.

Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang berperan aktif menjembatani komunikasi antara Pemerintah Aceh dan Presiden RI hingga keputusan strategis tersebut dapat segera diambil.

Pengembalian anggaran TKD Aceh tersebut bermula dari Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar di Banda Aceh.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta anggota DPR RI, Fadhlullah secara tegas meminta Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk mengembalikan alokasi TKD Aceh guna mendukung pemulihan pascabencana banjir di wilayah Sumatra.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, di sela rapat, Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan Presiden Prabowo Subianto. Setelah itu, Dasco menyerahkan sambungan telepon kepada Menteri Keuangan untuk memastikan keputusan teknis anggaran.

Tak berselang lama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran Aceh tidak mengalami pemangkasan.
“Untuk tahun ini, anggaran Aceh tetap penuh, tidak dipotong,” ujar Purbaya kepada Wakil Gubernur Aceh dalam rapat tersebut.

Selain isu TKD, dalam forum yang sama Fadhlullah juga mendorong pemerintah pusat agar mempercepat pencairan bantuan pascabencana, khususnya bantuan uang harian dari Kementerian Sosial dan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak banjir.

Ia menegaskan, bantuan uang harian sebesar Rp15 ribu per jiwa bagi korban dengan kategori rumah rusak berat seharusnya tidak menunggu hingga pembangunan hunian sementara (huntara) selesai.

“Jika harus menunggu huntara rampung, masyarakat akan terlalu lama bertahan di pengungsian. Ini perlu solusi cepat,” tegasnya.
Menurut Fadhlullah, data penerima bantuan telah melalui proses validasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan BNPB, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait.

Wagub Aceh juga menyoroti besaran bantuan pembangunan rumah layak huni dari pemerintah pusat. Ia menjelaskan bahwa standar pembangunan rumah layak huni di Aceh selama ini mencapai Rp98 juta per unit, sementara bantuan pusat saat ini masih berada di angka Rp60 juta untuk rumah rusak berat, Rp30 juta rusak sedang, dan Rp15 juta rusak ringan.

“Kami berharap besaran bantuan tersebut dapat dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi di Aceh, agar pemulihan pascabencana tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” pungkas Fadhlullah. []

UPTD SMP Negeri 1 Samalanga Dibersihkan Polri Pasca Banjir

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Personel Polri dari Polres Bireuen melakukan pembersihan di UPTD SMP Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan untuk membersihkan lingkungan sekolah dari sisa lumpur dan material yang terbawa banjir.

“Pembersihan lembaga pendidikan ini bertujuan agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk proses belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana diharapkan dapat memberikan rasa aman, kenyamanan, serta membantu mempercepat pemulihan kondisi normal, sehingga aktivitas pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan baik.

Menurutnya, Polri terus berkomitmen melayani dan melindungi masyarakat melalui berbagai tugas kemanusiaan pascabencana alam, termasuk memastikan lingkungan pendidikan aman dan layak digunakan.

“Upaya ini merupakan bagian dari kepedulian Polri demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta terselenggaranya kembali proses belajar mengajar di sekolah,” tutup Kabid Humas.

UPTD SMP Negeri 1 Samalanga Dibersihkan Polri Pasca Banjir

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Personel Polri dari Polres Bireuen melakukan pembersihan di UPTD SMP Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan untuk membersihkan lingkungan sekolah dari sisa lumpur dan material yang terbawa banjir.

“Pembersihan lembaga pendidikan ini bertujuan agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk proses belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana diharapkan dapat memberikan rasa aman, kenyamanan, serta membantu mempercepat pemulihan kondisi normal, sehingga aktivitas pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan baik.

Menurutnya, Polri terus berkomitmen melayani dan melindungi masyarakat melalui berbagai tugas kemanusiaan pascabencana alam, termasuk memastikan lingkungan pendidikan aman dan layak digunakan.

“Upaya ini merupakan bagian dari kepedulian Polri demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta terselenggaranya kembali proses belajar mengajar di sekolah,” tutup Kabid Humas.

Kapolres Pidie Turun Langsung Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lapangan Voli Pasca Banjir

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, turun langsung memimpin kegiatan gotong royong pembersihan lapangan voli pasca bencana banjir di Gampong Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur.

Didampingi sejumlah perwira Polres Pidie dengan melibatkan 31 personel Posko Pemulihan Pasca bencana Polres Pidie, Kapolres Pidie ikut membersihkan lumpur dan sampah yang menutupi lapangan voli akibat banjir beberapa waktu yang lalu.

Dengan menggunakan peralatan seperti mesin apung pompa air, cangkul, sekop, dan gerobak dorong, Kapolres Pidie bersama personel bahu-membahu memulihkan fasilitas olahraga milik masyarakat tersebut.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa kehadirannya secara langsung di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan bahwa Polri benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan kegiatan tersebut, kami berharap proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat dan fasilitas umum segera dapat digunakan kembali,” ujar Kapolres Pidie.

Dikatannya, setelah lapangan voli ball dibersihkan dari lumpur dan sampah, permukaan lapangan voli ball kembali rata, serta aman digunakan untuk aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat Gampong Dayah Adan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Kapolres Pidie beserta jajaran yang turun langsung membersihkan lapangan voli pascabencana banjir.
Salah seorang warga setempat, Usman (45), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Polres Pidie di Gampongnya.

Menurutnya, lumpur sisa banjir cukup tebal dan sulit dibersihkan secara mandiri oleh warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Pidie dan seluruh personel Polres Pidie yang sudah turun langsung membantu. Lapangan ini sangat penting bagi kami sebagai tempat olahraga dan kegiatan pemuda. Alhamdulillah sekarang sudah bersih dan bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Dayah Adan, yang menilai kehadiran Polri tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat pascabencana.

“Kehadiran Kapolres dan jajaran yang ikut bekerja bersama warga menjadi penyemangat bagi kami. Ini menunjukkan bahwa Polri benar-benar dekat dengan masyarakat dan peduli terhadap kondisi warga yang terdampak banjir,” ujarnya.

Polri Bantu Proses Penurunan Sembako dari Helikopter BNPB di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Personel Polri dari Satbrimob Polda Aceh yang tergabung dalam Penugasan Aman Nusa II BKO Polres Bener Meriah membantu proses penurunan bantuan sembako dari helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan penurunan sembako berupa bahan makanan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai. Proses penurunan bantuan dilakukan oleh personel Satbrimob Polda Aceh yang sedang melaksanakan tugas BKO di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

“Helikopter BNPB menurunkan bantuan sembako di kawasan Seladang Kafe, Kabupaten Bener Meriah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel Satbrimob yang dipimpin oleh Aipda Ramadhan turut berperan aktif membantu proses penurunan dan pengamanan bantuan, serta dibantu masyarakat dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam mempercepat pendistribusian bahan makanan bagi warga yang membutuhkan pascabencana alam.

“Perbantuan ini adalah wujud komitmen Polri untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” tutup Kabid

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Pusdokkes ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Pusdokkes ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Pusdokkes ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

Cegah Risiko ISPA, Polres Aceh Selatan Terjunkan Water Cannon Bersihkan Debu Sisa Banjir

Aceh Selatan ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat pasca-bencana, Polres Aceh Selatan melakukan aksi penyemprotan dan pembersihan jalan protokol Fokus utama kegiatan ini adalah menghilangkan tumpukan lumpur kering yang memicu polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan.

Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan menyisakan material lumpur tebal. Saat mengering, lumpur ini berubah menjadi debu yang beterbangan ketika dilintasi kendaraan, sehingga sangat berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk mengatasinya, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon guna menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan menurunkan kadar debu di udara secara signifikan.

Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.

“Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.

Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan turut mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah:

– Selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak.

– Meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan.

Langkah preventif dan humanis ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih pasca-bencana.

Prajurit TNI, Guru dan Siswa Gotong Royong bersihkan SMKN 1 Kuala Simpang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodam Iskandar Muda. Puluhan prajurit Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Bencana alam yang melanda wilayah Aceh Tamiang beberapa waktu lalu menyebabkan lumpur dan material banjir mengendap di sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Menyikapi kondisi tersebut, prajurit Yonif 115/ML bergerak cepat membantu pemulihan sarana pendidikan agar aktivitas sekolah dapat kembali berjalan normal.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit Macan Leuser bergotong royong bersama para guru dan murid SMKN 1 Kuala Simpang membersihkan ruang-ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas penunjang lainnya. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, arco, dan alat sederhana lainnya, mereka bahu-membahu mengangkat lumpur yang telah mengering dan menumpuk di dalam ruangan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan peralatan dan medan yang cukup berat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para prajurit, guru, dan siswa. Suasana penuh kebersamaan, semangat, serta keikhlasan tampak jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Komandan Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser, Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya di bidang pendidikan yang terdampak bencana alam.

“Pembersihan sekolah ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai prajurit TNI untuk hadir dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, terutama dalam upaya pemulihan pasca bencana,” ujarnya.

Beliau menambahkan, keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda harus menjadi perhatian bersama, sehingga sarana dan prasarana sekolah perlu segera dipulihkan agar kegiatan belajar mengajar tidak terhambat terlalu lama.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan langsung prajurit bersama guru dan siswa diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Danyonif 115/ML menegaskan bahwa TNI akan selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial.

“Kami berharap kehadiran prajurit di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi penyemangat bagi warga yang terdampak bencana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap setelah kegiatan pembersihan ini, SMKN 1 Kuala Simpang dapat segera digunakan kembali secara optimal, sehingga para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, salah seorang guru SMKN 1 Kuala Simpang yang turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada prajurit Yonif 115/Macan Leuser atas bantuan dan kepedulian yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Yonif 115/Macan Leuser, yang telah dengan tulus dan ikhlas membantu membersihkan sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

Ia juga menuturkan bahwa kehadiran prajurit TNI memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi para guru dan siswa untuk bangkit pasca bencana.

Beliau berharap sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat seperti ini dapat terus terjalin, serta menjadi contoh positif bagi generasi muda dalam menumbuhkan rasa kepedulian dan semangat gotong royong.