Wagub Fadhlullah Dampingi Menko Polkam Tinjau Kesiapan Huntap di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal (Purn) Djamari Chaniago meninjau kesiapan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wagub Fadhlullah turut didampingi Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Rombongan disambut langsung di Bandara Malikussaleh sebelum bergerak menuju lokasi utama peninjauan di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.
Pada kesempatan itu, Menko Polkam RI melakukan penyerahan hunian tetap secara simbolis kepada warga terdampak bencana sebagai bagian dari rangkaian program pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Wagub Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas langkah konkret Kemenko Polkam RI yang dinilainya responsif dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat. Ia menegaskan, Kemenko Polkam menjadi instansi pemerintah pusat pertama yang merealisasikan pembangunan huntap di Aceh Utara.

“Kami mengapresiasi komitmen Kemenko Polkam yang telah bergerak cepat membantu masyarakat terdampak. Harapan kami, dukungan seperti ini juga dapat diperluas ke daerah lain di Aceh yang masih membutuhkan penanganan pascabencana,” ujar Fadhlullah.

Selain pembangunan hunian, Wagub juga menekankan urgensi percepatan renovasi fasilitas rumah ibadah yang rusak akibat banjir. Menurutnya, hal tersebut penting mengingat bulan suci Ramadan yang kian dekat.

“Ramadan sudah semakin dekat. Kami berharap renovasi masjid dan mushala dapat menjadi prioritas agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” katanya.

Usai penyerahan simbolis, Wagub Fadhlullah bersama Menko Polkam RI dan rombongan meninjau langsung kondisi lapangan di Gampong Kuala Cangkoy. Dalam peninjauan tersebut, Fadhlullah memaparkan kesiapan lahan, kondisi infrastruktur pendukung, serta kebutuhan riil masyarakat terdampak kepada jajaran pemerintah pusat.

Sementara itu, Menko Polkam RI Djamari Chaniago menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh aspek persiapan pembangunan huntap telah siap, baik secara teknis maupun administratif. Ia menargetkan pembangunan 104 unit huntap, termasuk fasilitas mushala, dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan.

“Kita memastikan pembangunan hunian tetap ini berjalan sesuai rencana. Targetnya, sebelum Ramadan masyarakat sudah dapat menempati hunian dan menjalankan ibadah dengan layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djamari Chaniago menyampaikan bahwa Presiden RI telah menetapkan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana, termasuk Aceh. Program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, kata dia, tidak hanya mencakup pembangunan hunian, tetapi juga perbaikan jalan, jembatan, serta pemulihan fasilitas publik lainnya.

Wagub Fadhlullah Dampingi Menko Polkam Tinjau Kesiapan Huntap di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal (Purn) Djamari Chaniago meninjau kesiapan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wagub Fadhlullah turut didampingi Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Rombongan disambut langsung di Bandara Malikussaleh sebelum bergerak menuju lokasi utama peninjauan di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.
Pada kesempatan itu, Menko Polkam RI melakukan penyerahan hunian tetap secara simbolis kepada warga terdampak bencana sebagai bagian dari rangkaian program pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Wagub Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas langkah konkret Kemenko Polkam RI yang dinilainya responsif dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat. Ia menegaskan, Kemenko Polkam menjadi instansi pemerintah pusat pertama yang merealisasikan pembangunan huntap di Aceh Utara.

“Kami mengapresiasi komitmen Kemenko Polkam yang telah bergerak cepat membantu masyarakat terdampak. Harapan kami, dukungan seperti ini juga dapat diperluas ke daerah lain di Aceh yang masih membutuhkan penanganan pascabencana,” ujar Fadhlullah.

Selain pembangunan hunian, Wagub juga menekankan urgensi percepatan renovasi fasilitas rumah ibadah yang rusak akibat banjir. Menurutnya, hal tersebut penting mengingat bulan suci Ramadan yang kian dekat.

“Ramadan sudah semakin dekat. Kami berharap renovasi masjid dan mushala dapat menjadi prioritas agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” katanya.

Usai penyerahan simbolis, Wagub Fadhlullah bersama Menko Polkam RI dan rombongan meninjau langsung kondisi lapangan di Gampong Kuala Cangkoy. Dalam peninjauan tersebut, Fadhlullah memaparkan kesiapan lahan, kondisi infrastruktur pendukung, serta kebutuhan riil masyarakat terdampak kepada jajaran pemerintah pusat.

Sementara itu, Menko Polkam RI Djamari Chaniago menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh aspek persiapan pembangunan huntap telah siap, baik secara teknis maupun administratif. Ia menargetkan pembangunan 104 unit huntap, termasuk fasilitas mushala, dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan.

“Kita memastikan pembangunan hunian tetap ini berjalan sesuai rencana. Targetnya, sebelum Ramadan masyarakat sudah dapat menempati hunian dan menjalankan ibadah dengan layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djamari Chaniago menyampaikan bahwa Presiden RI telah menetapkan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana, termasuk Aceh. Program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, kata dia, tidak hanya mencakup pembangunan hunian, tetapi juga perbaikan jalan, jembatan, serta pemulihan fasilitas publik lainnya.

Prajurit Yonif 117/KY Bersihkan Lumpur Pasca Banjir di SD Swasta Dharma Patria Aceh Tamian

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan dunia pendidikan yang terdampak bencana alam, sebanyak 18 orang prajurit Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha (KY) melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur pascabanjir bandang dan tanah longsor di SD Swasta Dharma Patria, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas sekolah tertutup lumpur dan sisa material, sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar. Menyikapi kondisi tersebut, prajurit Yonif 117/KY turun langsung ke lokasi untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan sekolah agar dapat kembali digunakan secara normal.

Kegiatan pembersihan difokuskan pada ruang-ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas penunjang lainnya yang terdampak lumpur. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para prajurit bekerja bahu-membahu bersama pihak sekolah membersihkan sisa material banjir, mengangkat lumpur, serta menata kembali lingkungan sekolah agar lebih aman dan layak digunakan.

Komandan Batalyon Infanteri 117/KY, Letkol Inf Dikdik Sukayat, menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI Angkatan Darat dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan serta pemulihan pascabencana alam.

“Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan beban warga, terutama dalam mempercepat pemulihan fasilitas umum yang sangat penting seperti sarana pendidikan,” ujar Danyon.

Ia menambahkan bahwa sekolah merupakan tempat strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa, sehingga perlu mendapat perhatian bersama agar proses pendidikan tidak terhenti terlalu lama akibat bencana alam. Oleh karena itu, Yonif 117/KY berupaya memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki.

Pihak SD Swasta Dharma Patria menyambut baik serta mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh prajurit Yonif 117/KY. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, mengingat keterbatasan tenaga dan peralatan yang dimiliki pihak sekolah dalam menangani dampak bencana tersebut.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pembersihan ini, diharapkan aktivitas belajar mengajar di SD Swasta Dharma Patria dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat, sehingga para siswa dapat melanjutkan proses pendidikan dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan kemanusiaan tersebut, Yonif 117/KY menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta pengabdian tanpa batas dalam setiap kondisi, termasuk pada masa pemulihan pascabencana alam..

Prajurit Yonarmed 17/Rencong Cakti Bersihkan Meunasah Krueng Baroh, Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh ratusan personel Batalyon Armed 17/Rencong Cakti (RC) Kodam Iskandar Muda. Mereka melaksanakan kegiatan karya bhakti pembersihan Meunasah Krueng Baroh yang terdampak banjir di Desa Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Meunasah yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat tersebut tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai kurang lebih satu meter akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Meski dihadapkan dengan lumpur tebal yang telah mengendap dan mengeras, semangat para prajurit Yonarmed 17/RC tidak surut. Dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi lantai, dinding, serta lingkungan sekitar meunasah.
Dalam pelaksanaan pembersihan tersebut, para prajurit menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, arco, serta alat manual lainnya. Lumpur yang mengendap diangkat sedikit demi sedikit, kemudian dibuang ke tempat yang telah disiapkan. Proses pembersihan dilakukan secara bergotong royong, cepat, dan terkoordinasi demi mempercepat pemulihan fungsi meunasah.

Komandan Batalyon Armed 17/RC, Letnan Kolonel Arm Denapoleon Jayakarta, S.Sos., di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa karya bhakti ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Meunasah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, kami berupaya membantu agar meunasah ini dapat segera digunakan kembali oleh warga,” ujar Danyon.

Lebih lanjut, Letkol Arm Denapoleon menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan karya bhakti, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan pembersihan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lumpur semata, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat pascabencana.

Danyon menegaskan bahwa Yonarmed 17/RC akan selalu siap mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana maupun pemulihan fasilitas umum yang terdampak, sesuai dengan tugas dan fungsi TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP).

“Selama masih dibutuhkan, kami siap membantu. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat dan negara,” tegasnya.

Letkol Arm Denapoleon Jayakarta, S.Sos., berharap dengan dilaksanakannya kegiatan pembersihan ini, Meunasah Krueng Baroh dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat dapat berjalan normal seperti sediakala.

Sementara itu, bapak Syahrul, salah satu warga Desa Mayang Cut, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada prajurit Yonarmed 17/RC yang telah membantu membersihkan meunasah di desanya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Yonarmed 17/RC. Kehadiran para prajurit sangat membantu kami yang keterbatasan tenaga dan peralatan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, mengingat meunasah merupakan sarana ibadah yang vital bagi kehidupan sehari-hari warga desa.

Syahrul berharap sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta mendoakan agar para prajurit senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Personel dan Persit Kodim 0119/Bener Meriah Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Perumpaken, Kec. Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Komando Distrik Militer (Kodim) 0119/Bener Meriah bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXV Dim 0119/BM menunjukkan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bantuan tersebut dikirimkan ke Desa Perumpaken Benjadi, Kecamatan Mesidah.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 0119/BM bersama Persit KCK Cab XXV berinisiatif menggalang dan menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap warga yang terdampak.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi bahan kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta sejumlah kebutuhan mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh para korban bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa tanggap darurat dan pemulihan awal pasca bencana.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil pengumpulan donasi dari berbagai pihak, baik dari internal satuan maupun dukungan pihak lain yang peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Kodim 0119/BM untuk meringankan beban warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0119/Bener Meriah, terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cab XXV Dim 0119/BM, Ny. Rima Ahmad Fauzi, turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Perumpaken Benjadi dan wilayah lainnya di Aceh. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dan kepedulian dari seluruh keluarga besar Kodim 0119/BM beserta Persit KCK Cab XXV terhadap sesama.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang terjadi. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari kami semua. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat membantu meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tutur Ny. Rima Ahmad Fauzi.

Ia juga berharap agar seluruh korban bencana senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta perlindungan oleh Allah SWT dalam menghadapi ujian ini. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu, khususnya di saat kondisi darurat akibat bencana alam.

Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Kodim 0119/Bener Meriah bersama Persit KCK Cab XXV kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat.

Personel dan Persit Kodim 0119/Bener Meriah Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Perumpaken, Kec. Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Komando Distrik Militer (Kodim) 0119/Bener Meriah bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXV Dim 0119/BM menunjukkan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bantuan tersebut dikirimkan ke Desa Perumpaken Benjadi, Kecamatan Mesidah.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 0119/BM bersama Persit KCK Cab XXV berinisiatif menggalang dan menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap warga yang terdampak.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi bahan kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta sejumlah kebutuhan mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh para korban bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa tanggap darurat dan pemulihan awal pasca bencana.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil pengumpulan donasi dari berbagai pihak, baik dari internal satuan maupun dukungan pihak lain yang peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Kodim 0119/BM untuk meringankan beban warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0119/Bener Meriah, terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cab XXV Dim 0119/BM, Ny. Rima Ahmad Fauzi, turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Perumpaken Benjadi dan wilayah lainnya di Aceh. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud solidaritas kemanusiaan dan kepedulian dari seluruh keluarga besar Kodim 0119/BM beserta Persit KCK Cab XXV terhadap sesama.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang terjadi. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dari kami semua. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat membantu meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tutur Ny. Rima Ahmad Fauzi.

Ia juga berharap agar seluruh korban bencana senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta perlindungan oleh Allah SWT dalam menghadapi ujian ini. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu, khususnya di saat kondisi darurat akibat bencana alam.

Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Kodim 0119/Bener Meriah bersama Persit KCK Cab XXV kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat.

Prajurit Yonif 115/Macan Lauser Bersihkan Sekolah MTSS Darul Ulum Aceh Tamiang 

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Satgas Penanggulangan Bencana dari Satuan Yonif 115/Macan Leuser terus menunjukkan dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.  para prajurit kembali melanjutkan kegiatan pembersihan di MTSS Darul Ulum Jln. Cut Nyak Dhiens, Desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

MTSS Darul Ulum menjadi salah satu sarana pendidikan yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Lumpur tebal bercampur sampah menutupi ruang-ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan memerlukan penanganan cepat agar sekolah dapat kembali berfungsi secara normal.

Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, prajurit Yonif 115/Macan Leuser turun langsung ke lokasi membawa berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, arco, dan sekop. Secara bergotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap di dalam ruang kelas, menyapu halaman sekolah, membuka saluran air yang tersumbat, serta mengangkat puing-puing kayu dan material lain yang terbawa arus banjir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak menjadi prioritas agar para siswa dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.

Salah seorang warga setempat, Ibu Nuri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian para prajurit TNI yang telah membantu membersihkan lingkungan sekolah. Menurutnya, kehadiran prajurit Yonif 115/Macan Leuser sangat meringankan beban masyarakat, terutama pihak sekolah dan para orang tua siswa yang terdampak banjir.

“Sejak banjir, kami merasa kesulitan untuk membersihkan sekolah ini sendiri. Alhamdulillah, bapak-bapak TNI datang membantu dengan penuh keikhlasan. Sekolah jadi lebih cepat bersih dan bisa segera digunakan kembali,” ujar Ibu Nuri.

Beliau menambahkan bahwa aksi gotong royong tersebut memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk bangkit dan bersama-sama memulihkan kondisi lingkungan pasca bencana. Ia juga menuturkan bahwa kepedulian dan kerja keras prajurit TNI menjadi contoh nyata nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah musibah.

Ibu Nuri berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut hingga seluruh fasilitas umum yang terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dapat pulih sepenuhnya. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit yang bertugas senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, prajurit Yonif 115/Macan Leuser terus membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari komitmen untuk selalu hadir, membantu, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan rakyat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.