Berbagi Rasa Syukur di Awal Tahun, Satgas Yonif 112/DJ Tebar kebahagiaan di Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Satgas Yonif 112/DJ Pos

Tinggi Nambut hadir ditengah tengah masyarakat untuk berbagi rasa syukur di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Di awal tahun 2026 ini Pos Tinggi Nambut Satgas Yonif 112/DJ Melaksanakan Binter melalui metode berbagi sembako dan sargal berupa baju layak pakai ini menjadi sarana penting untuk menjalin hubungan dan komunikasi sosial secara langsung, para Prajurit tidak hanya berbagi sembako dan Sargal Baju Layak Pakai, tetapi juga ikut serta dalam acara Adat Bakar Batu bersama Masyarakat guna membangun hubungan lebih erat dan kebersamaan.

Wadanpos Tinggi Nambut, Letda Inf S Tanjung, menegaskan bahwa Pos berkomitmen dengan Moto “DHAMARA” Dharma Jaya Mengayomi Rakyat, TNI akan selalu Bersama Rakyat dan menjadikan Pos bukan hanya sekadar tempat ngobrol, tetapi juga tempat mendengarkan, memberi solusi, dan memastikan masyarakat merasa diperhatikan, Pos Tinggi Nambut selalu terbuka untuk warga,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut hangat kehadiran TNI, Bapak Moro (55 Th), salah satu Tokoh Tinggi Nambut, mengaku senang dengan kehadiran TNI, Ia merasa TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga selalu hadir membantu ditengah tengah kami, ” ucapnya penuh syukur.

Satgas Yonif 112/DJ membuktikan bahwa Kegiatan Teritorial dan Komunikasi sosial merupakan kunci mempererat ikatan antara masyarakat dan aparat keamanan, dengan adanya kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi bersama, sehingga tercipta suasana yang aman, harmonis, dan penuh keakraban di wilayah Papua.

Berbagi Rasa Syukur di Awal Tahun, Satgas Yonif 112/DJ Tebar kebahagiaan di Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Satgas Yonif 112/DJ Pos

Tinggi Nambut hadir ditengah tengah masyarakat untuk berbagi rasa syukur di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Di awal tahun 2026 ini Pos Tinggi Nambut Satgas Yonif 112/DJ Melaksanakan Binter melalui metode berbagi sembako dan sargal berupa baju layak pakai ini menjadi sarana penting untuk menjalin hubungan dan komunikasi sosial secara langsung, para Prajurit tidak hanya berbagi sembako dan Sargal Baju Layak Pakai, tetapi juga ikut serta dalam acara Adat Bakar Batu bersama Masyarakat guna membangun hubungan lebih erat dan kebersamaan.

Wadanpos Tinggi Nambut, Letda Inf S Tanjung, menegaskan bahwa Pos berkomitmen dengan Moto “DHAMARA” Dharma Jaya Mengayomi Rakyat, TNI akan selalu Bersama Rakyat dan menjadikan Pos bukan hanya sekadar tempat ngobrol, tetapi juga tempat mendengarkan, memberi solusi, dan memastikan masyarakat merasa diperhatikan, Pos Tinggi Nambut selalu terbuka untuk warga,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut hangat kehadiran TNI, Bapak Moro (55 Th), salah satu Tokoh Tinggi Nambut, mengaku senang dengan kehadiran TNI, Ia merasa TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga selalu hadir membantu ditengah tengah kami, ” ucapnya penuh syukur.

Satgas Yonif 112/DJ membuktikan bahwa Kegiatan Teritorial dan Komunikasi sosial merupakan kunci mempererat ikatan antara masyarakat dan aparat keamanan, dengan adanya kebersamaan, setiap tantangan dapat dihadapi bersama, sehingga tercipta suasana yang aman, harmonis, dan penuh keakraban di wilayah Papua.

500 Ton Beras PMI Masuk Aceh, Wagub Pastikan Segera Disalurkan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kemanusiaan PMI. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung oleh Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, kepada Wakil Gubernur Aceh sebagai bentuk dukungan PMI terhadap upaya penanganan kondisi darurat serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak di Aceh.

Adapun bantuan yang diterima Pemerintah Aceh mencakup beras sebanyak 500 ton sebagai bantuan utama, disertai berbagai logistik pendukung lainnya. Bantuan tersebut antara lain air mineral, mie instan, paket makanan, hygiene kit, paket pakaian, perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, serta perlengkapan dapur dan sanitasi.

Seluruh bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota terdampak di Aceh berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, melalui mekanisme koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah setempat.

Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil partisipasi berbagai perusahaan serta donasi perorangan yang dihimpun melalui Palang Merah Indonesia sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PMI, perusahaan-perusahaan, serta para donatur perorangan atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan kepada masyarakat Aceh. Bantuan ini akan segera disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh berkomitmen memastikan seluruh bantuan dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

500 Ton Beras PMI Masuk Aceh, Wagub Pastikan Segera Disalurkan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kemanusiaan PMI. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung oleh Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, kepada Wakil Gubernur Aceh sebagai bentuk dukungan PMI terhadap upaya penanganan kondisi darurat serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak di Aceh.

Adapun bantuan yang diterima Pemerintah Aceh mencakup beras sebanyak 500 ton sebagai bantuan utama, disertai berbagai logistik pendukung lainnya. Bantuan tersebut antara lain air mineral, mie instan, paket makanan, hygiene kit, paket pakaian, perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, serta perlengkapan dapur dan sanitasi.

Seluruh bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota terdampak di Aceh berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, melalui mekanisme koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah setempat.

Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil partisipasi berbagai perusahaan serta donasi perorangan yang dihimpun melalui Palang Merah Indonesia sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PMI, perusahaan-perusahaan, serta para donatur perorangan atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan kepada masyarakat Aceh. Bantuan ini akan segera disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh berkomitmen memastikan seluruh bantuan dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat Desa Ujung Krueng Nagan Raya Ucapkan Terima Kasih kepada Polri atas Bantuan Sumur Bor

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Masyarakat Desa Ujung Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Aceh dan Polres Nagan Raya, atas bantuan pembuatan sumur bor di desa mereka.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan akses air bersih. Bantuan sumur bor ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Ujung Krueng yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan pembuatan sumur bor tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“Bantuan pembuatan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat Desa Ujung Krueng untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Kabid Humas.

Dengan adanya sumur bor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, lanjutnya.

Polri juga terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat secara langsung, tutup Kabid Humas.

Masyarakat Desa Ujung Krueng Nagan Raya Ucapkan Terima Kasih kepada Polri atas Bantuan Sumur Bor

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Masyarakat Desa Ujung Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Aceh dan Polres Nagan Raya, atas bantuan pembuatan sumur bor di desa mereka.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan akses air bersih. Bantuan sumur bor ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Ujung Krueng yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan pembuatan sumur bor tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“Bantuan pembuatan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat Desa Ujung Krueng untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Kabid Humas.

Dengan adanya sumur bor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, lanjutnya.

Polri juga terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat secara langsung, tutup Kabid Humas.

Gerak Cepat Polres Bener Meriah, Jalan Lintas Bireuen–Takengon Kembali Aman Pascabencana

LBener Meriah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Pascabencana banjir dan tanah longsor yang sempat mengganggu arus lalu lintas, Polres Bener Meriah bersama personel Satuan Brimob Polda Aceh bergerak cepat melaksanakan bakti sosial pembersihan Jalan Lintas Bireuen–Takengon. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi sekaligus menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Kegiatan pembersihan berlangsung di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Bener Meriah IPTU Zulkarnel, personel gabungan bahu-membahu membersihkan material sisa bencana berupa lumpur, bebatuan, dan kayu yang menutupi badan jalan.

Dengan menggunakan peralatan manual, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar jalur penghubung vital antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui dengan aman dan lancar. Jalan lintas Bireuen–Takengon merupakan akses strategis bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tengah Aceh.

IPTU Zulkarnel mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat pascabencana sekaligus mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Oleh karena itu, kami bergerak cepat membersihkan material longsor agar aktivitas warga kembali normal dan pengguna jalan merasa aman,” ujar IPTU Zulkarnel.

Selain pembersihan, personel kepolisian juga memberikan imbauan humanis kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana susulan. Di sejumlah titik rawan, petugas turut memasang police line sebagai langkah preventif guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

Ia menambahkan, Polres Bener Meriah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap melakukan langkah lanjutan apabila terjadi gangguan kembali akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu pemulihan dan menjaga keselamatan pascabencana alam.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.