Prajurit TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan darurat di Ketol Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Di tengah derasnya arus sungai dan medan yang terjal, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tak sedikit pun surut. ratusan warga bersama personel TNI bahu-membahu mengangkat kayu balok melintasi sungai demi satu tujuan mulia, yakni menghadirkan kembali akses penghubung kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Pemandangan tersebut bukan sekadar aktivitas pembangunan fisik semata, melainkan potret nyata ketulusan, pengorbanan, dan harapan yang menyatu di tengah keterbatasan. Dengan penuh kehati-hatian, kayu-kayu balok dipanggul bersama melewati arus sungai yang deras, mencerminkan kuatnya tekad bersama untuk memulihkan akses vital yang selama ini terputus.

Pembangunan jembatan darurat gantung di Desa Burlah hingga kini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung ruas jalan antar desa, mulai dari Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara. Sebelumnya, terputusnya akses ini sangat menyulitkan aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun mobilitas sehari-hari.

Pada tahap pekerjaan terbaru, fokus kegiatan diarahkan pada pengambilan kayu balok (glogor) yang akan digunakan sebagai bagian utama struktur jembatan. Proses pengambilan dilakukan secara manual karena kondisi medan di lokasi pengambilan kayu yang curam dan terjal, sehingga tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Situasi ini menuntut tenaga ekstra, kekompakan, serta tingkat kehati-hatian yang tinggi demi keselamatan seluruh personel dan warga yang terlibat.

Pengerjaan jembatan darurat tersebut melibatkan 6 personel Koramil 09/Ketol, 20 personel Yon TP 854/DK serta 31 Personel Yon Zipur 6/DS. Selain itu, sekitar 150 warga masyarakat setempat turut ambil bagian secara sukarela, menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat TNI dan rakyat.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, berbagai material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi pembangunan jembatan. Seluruh material diangkut secara bertahap menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Meski dihadapkan pada tantangan alam yang tidak ringan serta keterbatasan sarana dan prasarana, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Setiap kayu yang dipanggul, setiap langkah yang diayunkan di dalam arus sungai, menjadi bukti bahwa jembatan ini dibangun bukan hanya dari besi dan semen, melainkan juga dari harapan, kepedulian, dan rasa saling memiliki.

Apabila jembatan darurat gantung ini rampung, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya akan kembali merasakan kemudahan akses antarwilayah. Lebih dari itu, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, memperlancar aktivitas pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jembatan tersebut juga menjadi simbol bahwa dalam situasi sulit sekalipun, negara hadir dan berdiri bersama rakyatnya.

Polri Hadir Tanpa Jeda, Polsek Pegasing Gotong Royong Pulihkan Akses Jalan Pasca Bencana

Takengon – Polsek Pegasing bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan material tanah dan lumpur yang menutupi ruas Jalan Takengon–Celala di Kampung Pepalang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan akses jalan pasca bencana alam.

Gotong royong tersebut merupakan tindak lanjut pasca terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Pepalang pada 26 November 2025 lalu. Material sisa bencana sempat menutup badan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas.

Kegiatan ini melibatkan Polsek Pegasing, aparatur Kampung Pepalang, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Dengan penuh kebersamaan, seluruh peserta bergotong royong membersihkan jalan guna mengembalikan kelancaran mobilitas warga.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Pegasing AKP Mohd. Ihsan Kamil menyampaikan bahwa Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu pemulihan pasca bencana.

Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap dengan dibersihkannya jalan ini, aktivitas warga kembali berjalan normal dan aman,” ujar AKP Mohd. Ihsan Kamil.

Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat Kampung Pepalang yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pasca bencana serta memperkuat semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Pegasing berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga fasilitas umum serta meningkatkan ketahanan bersama menghadapi bencana alam.

Sekda Aceh Sambut Menko Pangan dan Dua Menteri di Bandara SIM‎


‎Aceh Besar — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Kamis (8/1/2026).

‎Kunjungan ketiga menteri tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Berdasarkan agenda resmi, rombongan menteri akan melaksanakan serangkaian kegiatan di daerah-daerah terdampak bencana.

‎Pada hari kedatangan, para menteri dijadwalkan melakukan agenda di Banda Aceh. Selanjutnya, pada Jumat (9/1/2026), rombongan akan meninjau langsung kondisi di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk di wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

‎Dalam penyambutan tersebut, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh.

‎Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh, khususnya dalam menjaga stabilitas pangan, mempercepat pemulihan pascabencana, serta mendorong keberlanjutan perekonomian masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Kapolres Pidie Hadiri Syukuran HUT Satpam ke-45

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2025 Polres Pidie menggelar kegiatan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45 Tahun 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama (PJU) Polres Pidie, serta perwakilan Satpam sebanyak 25 orang.

Syukuran HUT Satpam ke-45 tahun ini mengusung tema “Satpam Bersatu, Berdaulat, Berdedikasi, dan Profesional”, yang menjadi refleksi komitmen Satpam sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing.

Dalam sambutannya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa tema HUT Satpam Ke -45 tersebut memiliki makna mendalam dan harus menjadi pedoman bagi seluruh Satpam dalam menjalankan tugas.

Kapolres Pidie menjelaskan, “Bersatu” dimaknai sebagai soliditas dan kebersamaan antar Satpam, serta sinergi yang kuat dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Berdaulat” berarti Satpam memiliki jati diri, kewibawaan, dan kemandirian dalam melaksanakan tugas pengamanan sesuai aturan dan standar operasional prosedur yang berlaku.

“Berdedikasi” mencerminkan sikap pengabdian, loyalitas, dan keikhlasan Satpam dalam memberikan perlindungan dan rasa aman di lingkungan kerja tanpa pamrih.

Sementara “Profesional” menuntut Satpam untuk memiliki kompetensi, disiplin, integritas, serta kemampuan yang terus ditingkatkan melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan.

“Satpam merupakan garda terdepan dalam sistem pengamanan swakarsa. Oleh karena itu, saya berharap seluruh Satpam senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, meningkatkan kapasitas diri, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dan tantangan keamanan yang semakin kompleks,” ujar Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Melalui peringatan HUT Satpam ke-45 ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja, disiplin, dan profesionalisme Satpam, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Pidie.

Rangkaian kegiatan syukuran diawali pembacaan doa bersama dan sambutan dari Kapolres Pidie, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIM yang kemudian diserahkan kepada Satpam tertua dan Satpam termuda sebagai simbol penghargaan, kebersamaan, dan regenerasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta ramah tamah antara unsur Forkopimda, jajaran Polres Pidie, dan para Satpam.

Kapolres Pidie Hadiri Syukuran HUT Satpam ke-45

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2025 Polres Pidie menggelar kegiatan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45 Tahun 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama (PJU) Polres Pidie, serta perwakilan Satpam sebanyak 25 orang.

Syukuran HUT Satpam ke-45 tahun ini mengusung tema “Satpam Bersatu, Berdaulat, Berdedikasi, dan Profesional”, yang menjadi refleksi komitmen Satpam sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing.

Dalam sambutannya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa tema HUT Satpam Ke -45 tersebut memiliki makna mendalam dan harus menjadi pedoman bagi seluruh Satpam dalam menjalankan tugas.

Kapolres Pidie menjelaskan, “Bersatu” dimaknai sebagai soliditas dan kebersamaan antar Satpam, serta sinergi yang kuat dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Berdaulat” berarti Satpam memiliki jati diri, kewibawaan, dan kemandirian dalam melaksanakan tugas pengamanan sesuai aturan dan standar operasional prosedur yang berlaku.

“Berdedikasi” mencerminkan sikap pengabdian, loyalitas, dan keikhlasan Satpam dalam memberikan perlindungan dan rasa aman di lingkungan kerja tanpa pamrih.

Sementara “Profesional” menuntut Satpam untuk memiliki kompetensi, disiplin, integritas, serta kemampuan yang terus ditingkatkan melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan.

“Satpam merupakan garda terdepan dalam sistem pengamanan swakarsa. Oleh karena itu, saya berharap seluruh Satpam senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, meningkatkan kapasitas diri, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dan tantangan keamanan yang semakin kompleks,” ujar Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Melalui peringatan HUT Satpam ke-45 ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja, disiplin, dan profesionalisme Satpam, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Pidie.

Rangkaian kegiatan syukuran diawali pembacaan doa bersama dan sambutan dari Kapolres Pidie, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIM yang kemudian diserahkan kepada Satpam tertua dan Satpam termuda sebagai simbol penghargaan, kebersamaan, dan regenerasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta ramah tamah antara unsur Forkopimda, jajaran Polres Pidie, dan para Satpam.

Polres Pidie Ikuti Binrohtal Daring Biro SDM Polda Aceh, Perkuat Iman dan Integritas Personel

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polres Pidie terus berkomitmen membangun karakter dan spiritualitas personel melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal).

Usai pelaksanaan apel pagi, seluruh personel Polres Pidie mengikuti kegiatan Binrohtal yang diselenggarakan oleh Biro SDM Polda Aceh secara Zoom/daring.

Kegiatan yang berlangsung di Musolla Ar-Rahim Polres Pidie dan diikuti langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), perwira, brigadir, serta ASN Polres Pidie.

Binrohtal diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tausiyah keagamaan, serta doa bersama yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel kepada Allah SWT, sekaligus sebagai sarana introspeksi diri dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kabag SDM Kompol Immarsal, SE menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dalam membentuk karakter personel Polri yang berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.

“Melalui kegiatan Binrohtal ini, kita berharap seluruh personel Polres Pidie senantiasa diberikan kekuatan iman, kesehatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kompol Immarsal, SE.

Seluruh rangkaian berjalan dengan khidmat dan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan soliditas internal di lingkungan Polres Pidie, ujarnya.

Polres Pidie Ikuti Binrohtal Daring Biro SDM Polda Aceh, Perkuat Iman dan Integritas Personel

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polres Pidie terus berkomitmen membangun karakter dan spiritualitas personel melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal).

Usai pelaksanaan apel pagi, seluruh personel Polres Pidie mengikuti kegiatan Binrohtal yang diselenggarakan oleh Biro SDM Polda Aceh secara Zoom/daring.

Kegiatan yang berlangsung di Musolla Ar-Rahim Polres Pidie dan diikuti langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), perwira, brigadir, serta ASN Polres Pidie.

Binrohtal diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tausiyah keagamaan, serta doa bersama yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel kepada Allah SWT, sekaligus sebagai sarana introspeksi diri dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kabag SDM Kompol Immarsal, SE menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dalam membentuk karakter personel Polri yang berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.

“Melalui kegiatan Binrohtal ini, kita berharap seluruh personel Polres Pidie senantiasa diberikan kekuatan iman, kesehatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kompol Immarsal, SE.

Seluruh rangkaian berjalan dengan khidmat dan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan soliditas internal di lingkungan Polres Pidie, ujarnya.

Polres Pidie Ikuti Binrohtal Daring Biro SDM Polda Aceh, Perkuat Iman dan Integritas Personel

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polres Pidie terus berkomitmen membangun karakter dan spiritualitas personel melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal).

Usai pelaksanaan apel pagi, seluruh personel Polres Pidie mengikuti kegiatan Binrohtal yang diselenggarakan oleh Biro SDM Polda Aceh secara Zoom/daring.

Kegiatan yang berlangsung di Musolla Ar-Rahim Polres Pidie dan diikuti langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), perwira, brigadir, serta ASN Polres Pidie.

Binrohtal diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tausiyah keagamaan, serta doa bersama yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel kepada Allah SWT, sekaligus sebagai sarana introspeksi diri dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kabag SDM Kompol Immarsal, SE menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dalam membentuk karakter personel Polri yang berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.

“Melalui kegiatan Binrohtal ini, kita berharap seluruh personel Polres Pidie senantiasa diberikan kekuatan iman, kesehatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kompol Immarsal, SE.

Seluruh rangkaian berjalan dengan khidmat dan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan soliditas internal di lingkungan Polres Pidie, ujarnya.

Pergub Disabilitas Aceh Disusun, Dinsos Dorong Kebijakan Inklusif dan Implementatif

Program Skala ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Pemerintah Aceh bersama Program SKALA menggelar konsultasi publik Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh tentang Pelaksanaan Qanun Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Banda Aceh, Penyusunan Pergub ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan pemenuhan hak penyandang disabilitas berjalan nyata, terukur, dan berkeadilan, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Aceh dalam mewujudkan Aceh yang inklusif, sejahtera, dan bermartabat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menegaskan bahwa Pergub tersebut dirancang sebagai regulasi teknis yang operasional dan mudah diimplementasikan di lapangan. Regulasi ini akan diperkuat dengan sistem data terpadu sebagai fondasi utama dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

“Kebijakan yang inklusif harus bertumpu pada data yang valid dan terintegrasi dalam satu pintu. Dengan begitu, seluruh program pemerintah dapat tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Chaidir.

Kegiatan konsultasi publik ini diselenggarakan Lead Program SKALA Aceh sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor, sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Aceh yang menempatkan inklusivitas sebagai prioritas.

Chaidir menjelaskan, Pergub tersebut merupakan tindak lanjut dari Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Pergub ini akan memuat norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) sebagai pedoman bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial.

“Melalui Pergub ini, koordinasi lintas sektor dan lintas kabupaten/kota diharapkan semakin kuat, sehingga pemenuhan hak penyandang disabilitas dapat terlaksana secara konsisten di seluruh wilayah Aceh,” katanya.

Ruang lingkup pengaturan meliputi perencanaan dan penganggaran inklusif, pendataan dan pemutakhiran data penyandang disabilitas, akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, pemberdayaan ekonomi, perlindungan dari diskriminasi, serta penyediaan aksesibilitas yang ramah disabilitas.

Dalam implementasinya, Dinas Sosial Aceh berperan sebagai koordinator pemenuhan hak sosial penyandang disabilitas, pelaksana rehabilitasi sosial, penyedia alat bantu, penguatan keluarga dan komunitas, serta perlindungan sosial, termasuk dalam situasi darurat dan kebencanaan.

Sepanjang tahun anggaran 2025, Dinas Sosial Aceh telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan, antara lain pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal usaha, penyediaan alat bantu disabilitas, serta pelatihan keterampilan seperti barbershop dan tata rias yang bekerja sama dengan mitra terkait.

Melalui integrasi lintas sektor, sinkronisasi data terpadu, serta pelibatan aktif organisasi penyandang disabilitas dan pilar-pilar sosial Aceh, Pemerintah Aceh menargetkan terwujudnya Aceh yang inklusif, adil, dan ramah bagi seluruh warga.

“Pergub ini membutuhkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, baik aparatur negara maupun elemen masyarakat, agar pemenuhan hak penyandang disabilitas benar-benar terwujud tanpa diskriminasi, sesuai visi dan misi Pemerintah Aceh Mualem–Dek Fadh,” tutup Chaidir.

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Pikabas ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Perkumpulan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS) menunjukkan komitmen sosialnya dengan menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir di beberapa wilayah Aceh. Aksi bertajuk “PIKABAS Peduli” ini tidak hanya menyasar kebutuhan logistik dasar, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan gratis dengan melibatkan tenaga dokter spesialis.

​Rangkaian kegiatan ini dimulai pada Kamis, 08 Januari 2026, ditandai dengan pelepasan rombongan bantuan oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, bertempat di area UMKM Expo, Lampineung, Banda Aceh.

​Ketua Umum PIKABAS, Ibu Ernita Fadhil Ilyas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara maraton menyisir titik-titik terdampak di Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Panton Labu. Bantuan yang disalurkan dirancang untuk memenuhi berbagai aspek kebutuhan warga, mulai dari pangan, sandang, hingga pendidikan.

​“Kami membawa amanah berupa paket sembako, perlengkapan sholat, perlengkapan tidur (kasur dan selimut), hingga kebutuhan khusus untuk anak-anak seperti snack dan perlengkapan sekolah agar mereka tetap semangat belajar meski di tengah kondisi sulit,” ujar Ibu Ernita di sela-sela kegiatan.

​Salah satu pembeda utama dalam aksi kali ini adalah hadirnya Layanan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis yang dilakukan langsung oleh anggota PIKABAS yang berprofesi sebagai dokter spesialis. PIKABAS memboyong dokter spesialis untuk memberikan konsultasi medis langsung kepada warga di lokasi pengungsian.

​”Kami menyadari bahwa pasca-banjir, masalah kesehatan seringkali muncul. Oleh karena itu, selain memberikan obat-obatan, kami juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis dengan dokter spesialis. Kami ingin memastikan warga tidak hanya cukup pangan, tetapi juga kembali bugar untuk beraktivitas,” tambah Ibu Ernita.

​Dalam sambutan pelepasannya, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh PIKABAS. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga besar Bank Aceh untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.

​“Saya berpesan kepada ibu-ibu PIKABAS, jadikan perjalanan ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan bentuk pengabdian yang tulus. Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat, maka saat masyarakat berduka, kita wajib hadir memberikan solusi. Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” pesan Fadhil Ilyas.

​Rombongan PIKABAS bergerak dari Banda Aceh menuju Panton Labu melakukan penyerahan bantuan tahap awal bagi warga sekitar. Selanjutnya menuju Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Darul Mukhlisin di Karang Baru dan Desa Alur Cucur di Kecamatan Rantau Aceh Tamiang dan berakhir di Idie Rayeuk dan Desa Sahraja (Pante Bidari) untuk penyaluran bantuan dan silaturahmi dengan pengurus cabang setempat.

​Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk turut berkolaborasi dalam pemulihan wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, sejalan dengan semangat syariah yang menjunjung tinggi nilai tolong-menolong.