Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!

Pengakuan WTP dari Jadi Bukti Bank Aceh Dikelola Dengan Tangan Dingin

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 27-2-2026; PT Bank Aceh Syariah mengukuhkan posisinya sebagai lembaga perbankan yang kredibel dengan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan tahun buku 2025. Penilaian ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Heliantono & Rekan sebagai bentuk pengakuan atas kepatuhan bank terhadap standar pelaporan keuangan yang berlaku.

Laporan Hasil Audit (LHA) tersebut diserahkan langsung kepada manajemen Bank Aceh di Gedung Action Center Banda Aceh, Jumat (13/1/2026). “Capaian ini menjadi sangat relevan mengingat pentingnya integritas laporan keuangan dalam menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan”, ujar Fadhil Ilyas Direktur Utama Bank Aceh.

Manajemen Bank Aceh menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih secara konsisten ini merupakan cermin dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang ketat. Opini WTP bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan indikator bahwa seluruh proses bisnis dan operasional bank telah dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

“Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam memastikan setiap kebijakan finansial dapat dipertanggungjawabkan. Kami percaya bahwa tata kelola yang bersih adalah fondasi utama untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Fadhil.

Sejalan dengan transparansi keuangan, Bank Aceh juga terus memacu inovasi digital sepanjang tahun 2025. Pengembangan fitur beberapa layanan pada Action Mobile Bank Aceh sehingga memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran. Pada tahun 2025 juga Bank Aceh meresmikan fasilitas ATM Drive Thru pertama Bank Aceh yang berlokasi di kawasan strategis Taman Riyadhah, Kota Lhokseumawe. “Peresmian ATM Drive Thru hari ini bukan hanya inovasi dari sisi teknologi, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam memberikan layanan cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Prestasi bank juga diakui melalui berbagai penghargaan tingkat nasional yang diraih sepanjang tahun operasional 2025. Bank Aceh juga berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi tingkat daerah maupun nasional sebagai bukti nyata pelayanan kepada masyarakat yang terdiri dari:
– Pilar Ekonomi Rakyat: Bank Aceh dianugerahi penghargaan The Aceh Post Awards 2025 sebagai Bank Pemajuan UMKM Daerah dan penghargaan dari BPDP Kelapa Sawit sebagai Mitra Penyaluran Terbanyak kategori BPD.
– Juara Digital & Kreatif: Di era modern, Bank Aceh meraih Platinum Award (PRIMA Awards 2025) untuk transaksi digital tertinggi dan penghargaan Serambi Ekraf 2025 sebagai bank yang berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif.
– Edukasi & Kepedulian: Bank Aceh terpilih sebagai Lembaga Jasa Keuangan Teraktif dalam program literasi keuangan (OJK Financial Literacy Award 2025) serta meraih Juara 3 Paritrana Award 2025 dari BPJS Ketenagakerjaan.
– Dukungan Media & Kolaborasi: Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 diberikan atas dukungan bank terhadap ekosistem media massa. Selain itu, prestasi juga datang dari daerah melalui penghargaan Genting Collaboration Summit 2025 yang diraih Bank Aceh Subulussalam.

Dengan raihan opini WTP ini, Bank Aceh optimis melangkah di tahun 2026 sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Fokus bank tetap pada pemberdayaan sektor produktif dan UMKM guna memberikan dampak sosial yang nyata bagi pembangunan Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS), Komisaris, Direksi, serta seluruh karyawan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

“Opini WTP ini memberikan energi positif bagi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah dan pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Aceh dapat terus mempertahankan performa terbaiknya dan terus meningkatkan kualitas layanan demi kemajuan ekonomi Aceh dan nasional,” tutup Fadhil.

Pengakuan WTP dari Jadi Bukti Bank Aceh Dikelola Dengan Tangan Dingin

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 27-2-2026; PT Bank Aceh Syariah mengukuhkan posisinya sebagai lembaga perbankan yang kredibel dengan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan tahun buku 2025. Penilaian ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Heliantono & Rekan sebagai bentuk pengakuan atas kepatuhan bank terhadap standar pelaporan keuangan yang berlaku.

Laporan Hasil Audit (LHA) tersebut diserahkan langsung kepada manajemen Bank Aceh di Gedung Action Center Banda Aceh, Jumat (13/1/2026). “Capaian ini menjadi sangat relevan mengingat pentingnya integritas laporan keuangan dalam menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan”, ujar Fadhil Ilyas Direktur Utama Bank Aceh.

Manajemen Bank Aceh menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih secara konsisten ini merupakan cermin dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang ketat. Opini WTP bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan indikator bahwa seluruh proses bisnis dan operasional bank telah dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

“Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam memastikan setiap kebijakan finansial dapat dipertanggungjawabkan. Kami percaya bahwa tata kelola yang bersih adalah fondasi utama untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Fadhil.

Sejalan dengan transparansi keuangan, Bank Aceh juga terus memacu inovasi digital sepanjang tahun 2025. Pengembangan fitur beberapa layanan pada Action Mobile Bank Aceh sehingga memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran. Pada tahun 2025 juga Bank Aceh meresmikan fasilitas ATM Drive Thru pertama Bank Aceh yang berlokasi di kawasan strategis Taman Riyadhah, Kota Lhokseumawe. “Peresmian ATM Drive Thru hari ini bukan hanya inovasi dari sisi teknologi, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam memberikan layanan cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Prestasi bank juga diakui melalui berbagai penghargaan tingkat nasional yang diraih sepanjang tahun operasional 2025. Bank Aceh juga berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi tingkat daerah maupun nasional sebagai bukti nyata pelayanan kepada masyarakat yang terdiri dari:
– Pilar Ekonomi Rakyat: Bank Aceh dianugerahi penghargaan The Aceh Post Awards 2025 sebagai Bank Pemajuan UMKM Daerah dan penghargaan dari BPDP Kelapa Sawit sebagai Mitra Penyaluran Terbanyak kategori BPD.
– Juara Digital & Kreatif: Di era modern, Bank Aceh meraih Platinum Award (PRIMA Awards 2025) untuk transaksi digital tertinggi dan penghargaan Serambi Ekraf 2025 sebagai bank yang berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif.
– Edukasi & Kepedulian: Bank Aceh terpilih sebagai Lembaga Jasa Keuangan Teraktif dalam program literasi keuangan (OJK Financial Literacy Award 2025) serta meraih Juara 3 Paritrana Award 2025 dari BPJS Ketenagakerjaan.
– Dukungan Media & Kolaborasi: Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 diberikan atas dukungan bank terhadap ekosistem media massa. Selain itu, prestasi juga datang dari daerah melalui penghargaan Genting Collaboration Summit 2025 yang diraih Bank Aceh Subulussalam.

Dengan raihan opini WTP ini, Bank Aceh optimis melangkah di tahun 2026 sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Fokus bank tetap pada pemberdayaan sektor produktif dan UMKM guna memberikan dampak sosial yang nyata bagi pembangunan Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS), Komisaris, Direksi, serta seluruh karyawan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

“Opini WTP ini memberikan energi positif bagi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah dan pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Aceh dapat terus mempertahankan performa terbaiknya dan terus meningkatkan kualitas layanan demi kemajuan ekonomi Aceh dan nasional,” tutup Fadhil.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 20-1-2026 Sehubungan dengan maraknya upaya penipuan yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah baik berupa iming-iming hadiah Gebyar Bank ataupun Undian Berhadiah Bank Aceh, manajemen Bank Aceh secara resmi mengeluarkan menghimbau kepada seluruh nasabah untuk senantiasa waspada terhadap berbagai modus operandi hoax yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, maupun telepon seluler.

Belakangan ini, ditemukan sejumlah akun palsu dan pesan berantai yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah yang mencatut nama Bank Aceh. Hal ini merupakan upaya phishing atau penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan saldo rekening nasabah.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama perbankan. Namun, keamanan tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari sisi nasabah.

“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku seringkali menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan identitas resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau dengan sangat agar nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank,” ujar Ilham.

Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia melalui saluran yang tidak resmi.
“Perlu diingat bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, Password, kode OTP melalui media sosial maupun telepon. Jika ada yang meminta data tersebut, kami pastikan itu adalah hoax dan upaya penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi kami,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat modus utama yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan yaitu informasi mengenai pemenang undian berhadiah yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu serta akun-akun yang menggunakan logo Bank Aceh proaktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.

Bank Aceh memberikan panduan bagi nasabah agar terhindar dari kerugian finansial diantaranya pastikan nasabah hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, jangan pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun. Kode ini adalah kunci akses terakhir ke rekening nasabah.
Selalu gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store dan hindari mengklik tautan dari nomor tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center: 1500845 dan Website Resmi: www.bankaceh.co.id

“Bank Aceh terus berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan siber kami secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk berkomitmen dalam menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tutup Ilham.

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 20-1-2026 Sehubungan dengan maraknya upaya penipuan yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah baik berupa iming-iming hadiah Gebyar Bank ataupun Undian Berhadiah Bank Aceh, manajemen Bank Aceh secara resmi mengeluarkan menghimbau kepada seluruh nasabah untuk senantiasa waspada terhadap berbagai modus operandi hoax yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, maupun telepon seluler.

Belakangan ini, ditemukan sejumlah akun palsu dan pesan berantai yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah yang mencatut nama Bank Aceh. Hal ini merupakan upaya phishing atau penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan saldo rekening nasabah.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama perbankan. Namun, keamanan tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari sisi nasabah.

“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku seringkali menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan identitas resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau dengan sangat agar nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank,” ujar Ilham.

Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia melalui saluran yang tidak resmi.
“Perlu diingat bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, Password, kode OTP melalui media sosial maupun telepon. Jika ada yang meminta data tersebut, kami pastikan itu adalah hoax dan upaya penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi kami,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat modus utama yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan yaitu informasi mengenai pemenang undian berhadiah yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu serta akun-akun yang menggunakan logo Bank Aceh proaktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.

Bank Aceh memberikan panduan bagi nasabah agar terhindar dari kerugian finansial diantaranya pastikan nasabah hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, jangan pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun. Kode ini adalah kunci akses terakhir ke rekening nasabah.
Selalu gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store dan hindari mengklik tautan dari nomor tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center: 1500845 dan Website Resmi: www.bankaceh.co.id

“Bank Aceh terus berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan siber kami secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk berkomitmen dalam menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tutup Ilham.

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Pikabas ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Perkumpulan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS) menunjukkan komitmen sosialnya dengan menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir di beberapa wilayah Aceh. Aksi bertajuk “PIKABAS Peduli” ini tidak hanya menyasar kebutuhan logistik dasar, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan gratis dengan melibatkan tenaga dokter spesialis.

​Rangkaian kegiatan ini dimulai pada Kamis, 08 Januari 2026, ditandai dengan pelepasan rombongan bantuan oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, bertempat di area UMKM Expo, Lampineung, Banda Aceh.

​Ketua Umum PIKABAS, Ibu Ernita Fadhil Ilyas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara maraton menyisir titik-titik terdampak di Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Panton Labu. Bantuan yang disalurkan dirancang untuk memenuhi berbagai aspek kebutuhan warga, mulai dari pangan, sandang, hingga pendidikan.

​“Kami membawa amanah berupa paket sembako, perlengkapan sholat, perlengkapan tidur (kasur dan selimut), hingga kebutuhan khusus untuk anak-anak seperti snack dan perlengkapan sekolah agar mereka tetap semangat belajar meski di tengah kondisi sulit,” ujar Ibu Ernita di sela-sela kegiatan.

​Salah satu pembeda utama dalam aksi kali ini adalah hadirnya Layanan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis yang dilakukan langsung oleh anggota PIKABAS yang berprofesi sebagai dokter spesialis. PIKABAS memboyong dokter spesialis untuk memberikan konsultasi medis langsung kepada warga di lokasi pengungsian.

​”Kami menyadari bahwa pasca-banjir, masalah kesehatan seringkali muncul. Oleh karena itu, selain memberikan obat-obatan, kami juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis dengan dokter spesialis. Kami ingin memastikan warga tidak hanya cukup pangan, tetapi juga kembali bugar untuk beraktivitas,” tambah Ibu Ernita.

​Dalam sambutan pelepasannya, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh PIKABAS. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga besar Bank Aceh untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.

​“Saya berpesan kepada ibu-ibu PIKABAS, jadikan perjalanan ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan bentuk pengabdian yang tulus. Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat, maka saat masyarakat berduka, kita wajib hadir memberikan solusi. Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” pesan Fadhil Ilyas.

​Rombongan PIKABAS bergerak dari Banda Aceh menuju Panton Labu melakukan penyerahan bantuan tahap awal bagi warga sekitar. Selanjutnya menuju Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Darul Mukhlisin di Karang Baru dan Desa Alur Cucur di Kecamatan Rantau Aceh Tamiang dan berakhir di Idie Rayeuk dan Desa Sahraja (Pante Bidari) untuk penyaluran bantuan dan silaturahmi dengan pengurus cabang setempat.

​Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk turut berkolaborasi dalam pemulihan wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, sejalan dengan semangat syariah yang menjunjung tinggi nilai tolong-menolong.

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Pikabas ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Perkumpulan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS) menunjukkan komitmen sosialnya dengan menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir di beberapa wilayah Aceh. Aksi bertajuk “PIKABAS Peduli” ini tidak hanya menyasar kebutuhan logistik dasar, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan gratis dengan melibatkan tenaga dokter spesialis.

​Rangkaian kegiatan ini dimulai pada Kamis, 08 Januari 2026, ditandai dengan pelepasan rombongan bantuan oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, bertempat di area UMKM Expo, Lampineung, Banda Aceh.

​Ketua Umum PIKABAS, Ibu Ernita Fadhil Ilyas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara maraton menyisir titik-titik terdampak di Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Panton Labu. Bantuan yang disalurkan dirancang untuk memenuhi berbagai aspek kebutuhan warga, mulai dari pangan, sandang, hingga pendidikan.

​“Kami membawa amanah berupa paket sembako, perlengkapan sholat, perlengkapan tidur (kasur dan selimut), hingga kebutuhan khusus untuk anak-anak seperti snack dan perlengkapan sekolah agar mereka tetap semangat belajar meski di tengah kondisi sulit,” ujar Ibu Ernita di sela-sela kegiatan.

​Salah satu pembeda utama dalam aksi kali ini adalah hadirnya Layanan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis yang dilakukan langsung oleh anggota PIKABAS yang berprofesi sebagai dokter spesialis. PIKABAS memboyong dokter spesialis untuk memberikan konsultasi medis langsung kepada warga di lokasi pengungsian.

​”Kami menyadari bahwa pasca-banjir, masalah kesehatan seringkali muncul. Oleh karena itu, selain memberikan obat-obatan, kami juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis dengan dokter spesialis. Kami ingin memastikan warga tidak hanya cukup pangan, tetapi juga kembali bugar untuk beraktivitas,” tambah Ibu Ernita.

​Dalam sambutan pelepasannya, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh PIKABAS. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga besar Bank Aceh untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.

​“Saya berpesan kepada ibu-ibu PIKABAS, jadikan perjalanan ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan bentuk pengabdian yang tulus. Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat, maka saat masyarakat berduka, kita wajib hadir memberikan solusi. Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” pesan Fadhil Ilyas.

​Rombongan PIKABAS bergerak dari Banda Aceh menuju Panton Labu melakukan penyerahan bantuan tahap awal bagi warga sekitar. Selanjutnya menuju Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Darul Mukhlisin di Karang Baru dan Desa Alur Cucur di Kecamatan Rantau Aceh Tamiang dan berakhir di Idie Rayeuk dan Desa Sahraja (Pante Bidari) untuk penyaluran bantuan dan silaturahmi dengan pengurus cabang setempat.

​Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk turut berkolaborasi dalam pemulihan wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, sejalan dengan semangat syariah yang menjunjung tinggi nilai tolong-menolong.