Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!

Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!

249 Mahasiswa STIK Selesai Pengabdian Masyarakat di Aceh, Wakapolda Pimpin Apel Pelepasan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., memimpin apel pelepasan 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS yang telah menuntaskan tugas Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Apel pelepasan berlangsung di Meuligoe Polda Aceh yang dihadiri para Paping mahasiswa STIK, seluruh mahasiswa peserta Dianmas, Irwasda Polda Aceh, Karo SDM Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kabidhumas Polda Aceh, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, yang dibacakan Wakapolda Aceh, mengatakan bahwa sejak 9 Februari 2026, sebanyak 249 mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS telah tiba di Aceh untuk melaksanakan Dianmas di 12 kabupaten/kota terdampak bencana alam.

Disebutkan, kehadiran para mahasiswa bukan sekadar bagian dari kurikulum pendidikan, melainkan wujud komitmen Polri dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap secara konseptual, tetapi juga teruji secara moral, emosional, dan sosial di tengah masyarakat.

“Penugasan tersebut menuntut kepekaan, kemampuan adaptasi, serta kepemimpinan lapangan yang nyata. Dalam situasi pascabencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kehadiran negara yang menenangkan, menguatkan, dan memberikan harapan. Di sinilah saudara hadir sebagai wajah Polri yang humanis dan solutif,” demikian amanat Kapolda Aceh.

Selama pelaksanaan Dianmas, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, antara lain penyaluran bantuan, pembersihan fasilitas umum, pemberian trauma healing, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya mempercepat pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga membangun kembali optimisme masyarakat.

Kapolda Aceh juga menyampaikan bahwa pada Rapim Polda Aceh tanggal 24 Februari 2026 lalu, telah diberikan penghargaan kepada para Paping dan perwakilan mahasiswa STIK Angkatan ke-83 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Penghargaan tersebut merupakan refleksi bahwa kerja keras, loyalitas, dan keikhlasan tidak pernah luput dari perhatian,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pengalaman selama melaksanakan Dianmas di Aceh hendaknya menjadi laboratorium kepemimpinan yang sangat berharga. Para mahasiswa belajar bahwa memimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi juga mendengar; bukan hanya mengatur, tetapi merasakan; serta tidak sekadar hadir secara fisik, melainkan hadir dengan empati.
Ke depan, para mahasiswa akan mengemban amanah yang lebih besar sebagai perwira Polri dengan tantangan tugas yang semakin kompleks. Karena itu, mereka diharapkan menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menutup amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Paping dan seluruh mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS atas dedikasi, disiplin, serta semangat pengabdian selama pelaksanaan Dianmas di wilayah hukum Polda Aceh.

“Saudara telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik institusi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan selaras dengan tujuan pendidikan. Semoga seluruh pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan menjadi amal pengabdian yang bernilai dan membanggakan, baik bagi institusi maupun bagi diri pribadi,” pungkas Kapolda Aceh dalam amanatnya.

Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 20 Persen, Perkuat Konektivitas Antar Desa di Kute Panang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 20 persen dan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.

Jembatan tipe konvensional dengan panjang bentang 12 meter tersebut dibangun menggunakan material Bailey, yang dikenal memiliki kekuatan struktur tinggi, fleksibel, serta efektif dalam proses pemasangannya. Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Pengerjaan konstruksi dilaksanakan oleh delapan personel Satgas Gulbencal dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Satuan Zeni Angkatan Darat (Zidam). Para prajurit bekerja secara profesional dan terukur dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Di lapangan, setiap tahapan mulai dari persiapan fondasi, perakitan rangka baja, hingga penyesuaian struktur dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan hasil akhir yang kokoh dan aman digunakan.

Selain keterlibatan personel TNI, pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan, baik dalam penyediaan tenaga tambahan, pengangkutan material, maupun pekerjaan pendukung lainnya. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan.

Meskipun capaian saat ini baru mencapai 20 persen, seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para prajurit terus mengoptimalkan tenaga, waktu, serta koordinasi di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Pengawasan teknis juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.

Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga menitikberatkan pada kekuatan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang. Jembatan dirancang agar mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman, sehingga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna.

Adapun ruas jalan yang akan terhubung melalui jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang. Selama ini, akses di jalur tersebut kerap mengalami hambatan, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut sering memperlambat mobilitas warga, termasuk dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.

Salah seorang warga Desa Lukup Sabun Barat, Rahmat (45), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan Bailey sangat dinantikan oleh masyarakat karena menjadi penghubung utama antar desa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar. Dengan adanya jembatan ini nanti, akses akan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

Diketahui, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kecamatan Kute Panang. Komoditas seperti kopi, sayur-mayur, serta berbagai hasil perkebunan lainnya merupakan sumber penghasilan utama warga. Dengan terbangunnya jembatan ini, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, efisien, dan tidak lagi terhambat oleh kondisi cuaca.

Melalui sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat diharapkan terus meningkat hingga selesai sesuai jadwal. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas antar desa, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tengah secara berkelanjutan.

Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 20 Persen, Perkuat Konektivitas Antar Desa di Kute Panang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 20 persen dan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.

Jembatan tipe konvensional dengan panjang bentang 12 meter tersebut dibangun menggunakan material Bailey, yang dikenal memiliki kekuatan struktur tinggi, fleksibel, serta efektif dalam proses pemasangannya. Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Pengerjaan konstruksi dilaksanakan oleh delapan personel Satgas Gulbencal dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Satuan Zeni Angkatan Darat (Zidam). Para prajurit bekerja secara profesional dan terukur dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Di lapangan, setiap tahapan mulai dari persiapan fondasi, perakitan rangka baja, hingga penyesuaian struktur dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan hasil akhir yang kokoh dan aman digunakan.

Selain keterlibatan personel TNI, pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan, baik dalam penyediaan tenaga tambahan, pengangkutan material, maupun pekerjaan pendukung lainnya. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan.

Meskipun capaian saat ini baru mencapai 20 persen, seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para prajurit terus mengoptimalkan tenaga, waktu, serta koordinasi di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Pengawasan teknis juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.

Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga menitikberatkan pada kekuatan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang. Jembatan dirancang agar mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman, sehingga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna.

Adapun ruas jalan yang akan terhubung melalui jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang. Selama ini, akses di jalur tersebut kerap mengalami hambatan, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut sering memperlambat mobilitas warga, termasuk dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.

Salah seorang warga Desa Lukup Sabun Barat, Rahmat (45), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan Bailey sangat dinantikan oleh masyarakat karena menjadi penghubung utama antar desa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar. Dengan adanya jembatan ini nanti, akses akan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

Diketahui, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kecamatan Kute Panang. Komoditas seperti kopi, sayur-mayur, serta berbagai hasil perkebunan lainnya merupakan sumber penghasilan utama warga. Dengan terbangunnya jembatan ini, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, efisien, dan tidak lagi terhambat oleh kondisi cuaca.

Melalui sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat diharapkan terus meningkat hingga selesai sesuai jadwal. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas antar desa, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tengah secara berkelanjutan.