Perbaikan Saluran Air Bersih Percepat Pemulihan Warga Terdampak Longsor

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ); Sabtu 7-2-2026  Anggota Koramil 04/Pintu Rime Gayo (PRG), Kodim 0119/Bener Meriah bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki jaringan air bersih (pipanisasi) yang terdampak tanah longsor di Dusun Transad, Desa Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana alam yang mengakibatkan rusaknya jaringan distribusi air bersih. Dengan semangat kebersamaan, personel TNI dan warga bahu-membahu membersihkan material longsoran tanah yang menutup jalur pipa, memperbaiki bagian pipanisasi yang mengalami kerusakan, serta memastikan aliran air dapat kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga.

Di lokasi kegiatan, Serka Suharsoyo menyampaikan bahwa perbaikan difokuskan pada jaringan air bersih yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat sehari-hari di Dusun Transad. Menurutnya, kerusakan yang terjadi akibat tanah longsor sempat mengganggu aktivitas warga karena terhambatnya akses air bersih.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana, tetapi juga untuk membantu masyarakat agar kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari dapat segera terpenuhi kembali,” ungkapnya.

Selain memperbaiki pipa yang rusak, personel Koramil juga turut melakukan pengecekan jalur distribusi air secara menyeluruh guna memastikan tidak ada kebocoran yang berpotensi mengganggu aliran air di kemudian hari. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur dasar desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Partisipasi aktif masyarakat terlihat dari keterlibatan warga yang turut membawa peralatan kerja, membantu penggalian, hingga pemasangan kembali pipa yang terdampak. Semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian perbaikan jaringan air bersih.

Salah seorang warga Dusun Transad, Rahmad (45), menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan kehadiran TNI sangat membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan pascabencana.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan adanya gotong royong ini, air bersih bisa kembali mengalir dan kami jadi lebih semangat untuk memperbaiki kondisi kampung,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan fasilitas air bersih di Desa Alur Gading dapat kembali berfungsi optimal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam.

Rusak akibat arus sungai, Personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Warga Gotong royong Perbaiki Jembatan darurat Reje Payung

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026  Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menyebabkan Sungai yang menghubungkan Desa Jamat dan Desa Reje Payung meluap. Luapan sungai tersebut mengakibatkan jembatan apung yang menjadi akses utama masyarakat Desa Reje Payung mengalami kerusakan cukup parah dan sempat tidak dapat dilalui.

Derasnya arus sungai membawa material kayu, ranting, serta sampah yang kemudian tersangkut di badan jembatan. Akumulasi material tersebut menambah beban jembatan hingga menyebabkan bagian ujung jembatan terlepas dan putus di kedua sisi. Kondisi ini mengakibatkan terhentinya aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua, yang sehari-hari bergantung pada jembatan tersebut untuk beraktivitas.

Menanggapi situasi tersebut, personel Kodim 0106/Aceh Tengah bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Personel Koramil 05/Linge bersama anggota Yonif TP 854/DK serta masyarakat setempat langsung melaksanakan kerja bakti perbaikan jembatan apung guna memulihkan kembali akses transportasi warga.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Perbaikan yang kami lakukan meliputi penggantian gelagar jembatan yang patah, perbaikan lantai jembatan yang hanyut terbawa arus, serta pengencangan kembali tali seling pengikat yang kendur akibat derasnya aliran sungai,” jelasnya.

Berkat sinergi antara TNI dan masyarakat, jembatan apung Desa Reje Payung kini kembali dapat difungsikan dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun demikian, jembatan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan penanganan lanjutan agar dapat digunakan secara lebih aman dan permanen.

Kodim 0106/Aceh Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi wilayah, khususnya daerah rawan bencana, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu percepatan pemulihan pascabencana.

Rusak akibat arus sungai, Personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Warga Gotong royong Perbaiki Jembatan darurat Reje Payung

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026  Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menyebabkan Sungai yang menghubungkan Desa Jamat dan Desa Reje Payung meluap. Luapan sungai tersebut mengakibatkan jembatan apung yang menjadi akses utama masyarakat Desa Reje Payung mengalami kerusakan cukup parah dan sempat tidak dapat dilalui.

Derasnya arus sungai membawa material kayu, ranting, serta sampah yang kemudian tersangkut di badan jembatan. Akumulasi material tersebut menambah beban jembatan hingga menyebabkan bagian ujung jembatan terlepas dan putus di kedua sisi. Kondisi ini mengakibatkan terhentinya aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua, yang sehari-hari bergantung pada jembatan tersebut untuk beraktivitas.

Menanggapi situasi tersebut, personel Kodim 0106/Aceh Tengah bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Personel Koramil 05/Linge bersama anggota Yonif TP 854/DK serta masyarakat setempat langsung melaksanakan kerja bakti perbaikan jembatan apung guna memulihkan kembali akses transportasi warga.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Perbaikan yang kami lakukan meliputi penggantian gelagar jembatan yang patah, perbaikan lantai jembatan yang hanyut terbawa arus, serta pengencangan kembali tali seling pengikat yang kendur akibat derasnya aliran sungai,” jelasnya.

Berkat sinergi antara TNI dan masyarakat, jembatan apung Desa Reje Payung kini kembali dapat difungsikan dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun demikian, jembatan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan penanganan lanjutan agar dapat digunakan secara lebih aman dan permanen.

Kodim 0106/Aceh Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi wilayah, khususnya daerah rawan bencana, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu percepatan pemulihan pascabencana.

TNI Renovasi SD Negeri 1 Tualang Cut Pascabanjir Bandang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita) Kamis 5-2-2026 Kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota Koramil 06/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 bekerja siang dan malam membantu merenovasi SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir bandang,

Renovasi tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali berjalan normal. Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sebelumnya telah menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah warga dan bangunan sekolah.

Babinsa Koramil 06/Manyak Payed menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, sekolah merupakan fasilitas vital yang harus segera dipulihkan agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar.

“Sebagai Babinsa, kami merasa terpanggil untuk membantu. Setelah banjir bandang, banyak rumah dan sekolah yang terdampak. Sekolah sangat penting karena di sanalah masa depan anak-anak dibentuk. Karena itu, kami bersama Satgas Gulbencal berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ungkapnya.

Dalam proses renovasi, personel Koramil 06/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 melaksanakan berbagai pekerjaan fisik. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan paving block di lingkungan sekolah, perehapan pagar sekolah, pengecatan atap bangunan, serta perbaikan plafon di sejumlah ruang kelas yang rusak akibat terjangan banjir.

Kerja sama lintas satuan ini dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan. Para prajurit terlihat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan renovasi, demi memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman bagi guru maupun siswa.

Salah seorang warga setempat, Ahmad (45), yang juga orang tua murid SD Negeri 1 Tualang Cut, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras para prajurit yang tanpa lelah membantu masyarakat pascabencana.

“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Dengan cepatnya perbaikan ini, anak-anak bisa segera kembali belajar. Semoga kebaikan bapak-bapak TNI dibalas oleh Tuhan,” ujarnya.

Aksi sigap dan responsif ini menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Melalui kegiatan ini, TNI berharap dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pasca bencana.

TNI Renovasi SD Negeri 1 Tualang Cut Pascabanjir Bandang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita) Kamis 5-2-2026 Kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota Koramil 06/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 bekerja siang dan malam membantu merenovasi SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir bandang,

Renovasi tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali berjalan normal. Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sebelumnya telah menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah warga dan bangunan sekolah.

Babinsa Koramil 06/Manyak Payed menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, sekolah merupakan fasilitas vital yang harus segera dipulihkan agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar.

“Sebagai Babinsa, kami merasa terpanggil untuk membantu. Setelah banjir bandang, banyak rumah dan sekolah yang terdampak. Sekolah sangat penting karena di sanalah masa depan anak-anak dibentuk. Karena itu, kami bersama Satgas Gulbencal berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ungkapnya.

Dalam proses renovasi, personel Koramil 06/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 melaksanakan berbagai pekerjaan fisik. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan paving block di lingkungan sekolah, perehapan pagar sekolah, pengecatan atap bangunan, serta perbaikan plafon di sejumlah ruang kelas yang rusak akibat terjangan banjir.

Kerja sama lintas satuan ini dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan. Para prajurit terlihat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan renovasi, demi memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman bagi guru maupun siswa.

Salah seorang warga setempat, Ahmad (45), yang juga orang tua murid SD Negeri 1 Tualang Cut, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras para prajurit yang tanpa lelah membantu masyarakat pascabencana.

“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Dengan cepatnya perbaikan ini, anak-anak bisa segera kembali belajar. Semoga kebaikan bapak-bapak TNI dibalas oleh Tuhan,” ujarnya.

Aksi sigap dan responsif ini menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Melalui kegiatan ini, TNI berharap dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pasca bencana.

TNI Renovasi SD Negeri 1 Tualang Cut Pascabanjir Bandang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita) Kamis 5-2-2026 Kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota Koramil 06/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 bekerja siang dan malam membantu merenovasi SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir bandang,

Renovasi tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali berjalan normal. Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sebelumnya telah menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah warga dan bangunan sekolah.

Babinsa Koramil 06/Manyak Payed menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, sekolah merupakan fasilitas vital yang harus segera dipulihkan agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar.

“Sebagai Babinsa, kami merasa terpanggil untuk membantu. Setelah banjir bandang, banyak rumah dan sekolah yang terdampak. Sekolah sangat penting karena di sanalah masa depan anak-anak dibentuk. Karena itu, kami bersama Satgas Gulbencal berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ungkapnya.

Dalam proses renovasi, personel Koramil 06/Manyak Payed bersama Satgas Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 10, Yonif TP 907, dan Yonif TP 853 melaksanakan berbagai pekerjaan fisik. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan paving block di lingkungan sekolah, perehapan pagar sekolah, pengecatan atap bangunan, serta perbaikan plafon di sejumlah ruang kelas yang rusak akibat terjangan banjir.

Kerja sama lintas satuan ini dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan. Para prajurit terlihat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan renovasi, demi memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman bagi guru maupun siswa.

Salah seorang warga setempat, Ahmad (45), yang juga orang tua murid SD Negeri 1 Tualang Cut, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras para prajurit yang tanpa lelah membantu masyarakat pascabencana.

“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Dengan cepatnya perbaikan ini, anak-anak bisa segera kembali belajar. Semoga kebaikan bapak-bapak TNI dibalas oleh Tuhan,” ujarnya.

Aksi sigap dan responsif ini menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Melalui kegiatan ini, TNI berharap dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pasca bencana.

Rusak Pasca Banjir, Kasad Bantu Operasional kembali sejumlah Fasilitas Pendidikan di Aceh 

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya, Yonzipur 17/Ananta Dharma, serta personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan Kodim 0103/Aceh Utara, dengan dukungan personel Korem 011/Lilawangsa, melaksanakan kegiatan rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye (TJA) yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rehabilitasi sekolah ini merupakan bagian dari program bantuan perbaikan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama personel kewilayahan bahu membahu melaksanakan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi bangunan sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur, cat dinding mengelupas, plafon rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan, sehingga menghambat aktivitas belajar para siswa.

Adapun kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan meliputi pengecatan ruang kelas, ventilasi, plafon, serta kursi belajar siswa, pemasangan plafon ruang kelas, mobilisasi material bangunan, plester dinding toilet dan pemasangan atap, penimbunan balai pengajian, pengecatan ulang kamar mandi lama, pemasangan tiang bendera, hingga pemasangan keramik pada toilet sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Komandan Koramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, sehingga para siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Melalui kegiatan karya bhakti ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman. Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, tidak hanya dalam perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga dalam memberikan semangat, motivasi, dan harapan baru bagi warga pascabencana.

Masyarakat berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang membutuhkan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Rusak Pasca Banjir, Kasad Bantu Operasional kembali sejumlah Fasilitas Pendidikan di Aceh 

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya, Yonzipur 17/Ananta Dharma, serta personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan Kodim 0103/Aceh Utara, dengan dukungan personel Korem 011/Lilawangsa, melaksanakan kegiatan rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye (TJA) yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rehabilitasi sekolah ini merupakan bagian dari program bantuan perbaikan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama personel kewilayahan bahu membahu melaksanakan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi bangunan sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur, cat dinding mengelupas, plafon rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan, sehingga menghambat aktivitas belajar para siswa.

Adapun kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan meliputi pengecatan ruang kelas, ventilasi, plafon, serta kursi belajar siswa, pemasangan plafon ruang kelas, mobilisasi material bangunan, plester dinding toilet dan pemasangan atap, penimbunan balai pengajian, pengecatan ulang kamar mandi lama, pemasangan tiang bendera, hingga pemasangan keramik pada toilet sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Komandan Koramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, sehingga para siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Melalui kegiatan karya bhakti ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman. Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, tidak hanya dalam perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga dalam memberikan semangat, motivasi, dan harapan baru bagi warga pascabencana.

Masyarakat berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang membutuhkan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Rusak Pasca Banjir, Kasad Bantu Operasional kembali sejumlah Fasilitas Pendidikan di Aceh 

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya, Yonzipur 17/Ananta Dharma, serta personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan Kodim 0103/Aceh Utara, dengan dukungan personel Korem 011/Lilawangsa, melaksanakan kegiatan rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye (TJA) yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rehabilitasi sekolah ini merupakan bagian dari program bantuan perbaikan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama personel kewilayahan bahu membahu melaksanakan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi bangunan sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur, cat dinding mengelupas, plafon rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan, sehingga menghambat aktivitas belajar para siswa.

Adapun kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan meliputi pengecatan ruang kelas, ventilasi, plafon, serta kursi belajar siswa, pemasangan plafon ruang kelas, mobilisasi material bangunan, plester dinding toilet dan pemasangan atap, penimbunan balai pengajian, pengecatan ulang kamar mandi lama, pemasangan tiang bendera, hingga pemasangan keramik pada toilet sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Komandan Koramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, sehingga para siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Melalui kegiatan karya bhakti ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman. Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, tidak hanya dalam perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga dalam memberikan semangat, motivasi, dan harapan baru bagi warga pascabencana.

Masyarakat berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang membutuhkan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

TNI AD Manunggal Air, Kodam IM Bangun sumur Bor di Lokasi Huntara Tunyang Induk Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, yang terdiri dari personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) dan Kodim 0119/Bener Meriah, menghadirkan satu unit mesin bor air tipe portabel (Rig Bor Mobile) di lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Kehadiran mesin bor air portabel tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian pascabencana. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat vital bagi warga, baik untuk keperluan konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas fisik, melainkan merupakan misi kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi rakyat yang terdampak bencana,” tegas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa dengan hadirnya mesin bor air portabel milik TNI Angkatan Darat tersebut, pihaknya memastikan warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian memperoleh akses air bersih yang memadai. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama TNI dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.

“Air adalah sumber kehidupan. Dengan hadirnya mesin bor portabel ini, kita pastikan warga yang terdampak bencana, khususnya yang berada di pengungsian, mendapatkan akses air bersih yang cukup. Kesejahteraan rakyat adalah prioritas TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ahmad Fauzi berharap kehadiran fasilitas pengeboran air tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pengeboran sumur di area Huntara, sehingga dalam waktu dekat warga dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya rig bor mobile ini, kami berharap pengeboran sumur dapat segera selesai dan warga di lokasi pengungsian bisa menggunakan air bersih secara layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen dan pengabdian dalam membantu pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana.

“Kehadiran Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” pungkas Letkol Inf Ahmad Fauzi.