Kapolres Pidie Buka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Samapta Tahun 2026

Mapolres Pidie  ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-20 26 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Samapta Polres Pidie Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Pelatihan tersebut diikuti oleh personel Satsamapta Polres Pidie dan jajaran sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kemampuan teknis personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Dalam sambutannya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa fungsi Samapta memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, Personel Satuan Samapta dibutuhkan kemampuan teknis yang mumpuni, sikap humanis, serta kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan,” tegas Kapolres Pidie.

Kapolres Pidie juga menekankan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

“Manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan aplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, S.H., dalam penyampaian materi menekankan pentingnya penguasaan fungsi teknis Samapta sebagai dasar pelaksanaan tugas di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa personel Samapta dituntut untuk selalu siap, sigap, dan profesional dalam menghadapi berbagai situasi kamtibmas.

“Penguasaan materi Turjawali, Pam Obvit, serta kemampuan Dalmas bukan hanya sebatas teori, namun harus mampu diaplikasikan secara tepat dan terukur dalam setiap pelaksanaan tugas.

Disiplin, kekompakan, dan kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci keberhasilan personel Samapta,” jelas AKP Syafrizal.

Adapun materi pelatihan meliputi bidang Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli), Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit), serta peningkatan kemampuan personel Dalmas dalam pengaplikasian tugas pokok fungsi Samapta Polres Pidie.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kabag SDM Polres Pidie, Kasat Samapta Polres Pidie, KBO Satsamapta, para Kanit dan Kaurmintu Satsamapta Polres Pidie, Kanit Samapta Polsek jajaran, serta seluruh personel Satsamapta Polres Pidie.

Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Edukasi Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Melalui Pembagian Brosur

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Operasi Keselamatan Seulawah 2026 terus menggencarkan upaya edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pembagian brosur atau stiker kepada masyarakat dan para pengguna jalan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Terminal Batoh dan Simpang Surabaya, Kota Banda Aceh, Selain membagikan brosur, personel Satgas Preemtif juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat terkait pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, baik bagi pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya.

“Melalui pembagian brosur atau stiker ini, kami berharap pesan-pesan keselamatan lalu lintas dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh masyarakat, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, edukasi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, larangan menggunakan ponsel saat berkendara, serta pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 sendiri lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif serta humanis dengan fokus pada pembinaan serta edukasi kepada masyarakat, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Aceh, disamping melakukan penegakan hukum sebagai tindakan terakhir dalam operasi tersebut, sambung Kabid Humas lagi.

Polda Aceh mengimbau seluruh masyarakat agar mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan selalu tertib berlalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, tutup Kabid Humas.

Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Edukasi Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Melalui Pembagian Brosur

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Operasi Keselamatan Seulawah 2026 terus menggencarkan upaya edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pembagian brosur atau stiker kepada masyarakat dan para pengguna jalan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Terminal Batoh dan Simpang Surabaya, Kota Banda Aceh, Selain membagikan brosur, personel Satgas Preemtif juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat terkait pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, baik bagi pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya.

“Melalui pembagian brosur atau stiker ini, kami berharap pesan-pesan keselamatan lalu lintas dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh masyarakat, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, edukasi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, larangan menggunakan ponsel saat berkendara, serta pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 sendiri lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif serta humanis dengan fokus pada pembinaan serta edukasi kepada masyarakat, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Aceh, disamping melakukan penegakan hukum sebagai tindakan terakhir dalam operasi tersebut, sambung Kabid Humas lagi.

Polda Aceh mengimbau seluruh masyarakat agar mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan selalu tertib berlalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, tutup Kabid Humas.

Rusak Pasca Banjir, Kasad Bantu Operasional kembali sejumlah Fasilitas Pendidikan di Aceh 

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya, Yonzipur 17/Ananta Dharma, serta personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan Kodim 0103/Aceh Utara, dengan dukungan personel Korem 011/Lilawangsa, melaksanakan kegiatan rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye (TJA) yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rehabilitasi sekolah ini merupakan bagian dari program bantuan perbaikan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama personel kewilayahan bahu membahu melaksanakan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi bangunan sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur, cat dinding mengelupas, plafon rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan, sehingga menghambat aktivitas belajar para siswa.

Adapun kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan meliputi pengecatan ruang kelas, ventilasi, plafon, serta kursi belajar siswa, pemasangan plafon ruang kelas, mobilisasi material bangunan, plester dinding toilet dan pemasangan atap, penimbunan balai pengajian, pengecatan ulang kamar mandi lama, pemasangan tiang bendera, hingga pemasangan keramik pada toilet sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Komandan Koramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, sehingga para siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Melalui kegiatan karya bhakti ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman. Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, tidak hanya dalam perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga dalam memberikan semangat, motivasi, dan harapan baru bagi warga pascabencana.

Masyarakat berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang membutuhkan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Rusak Pasca Banjir, Kasad Bantu Operasional kembali sejumlah Fasilitas Pendidikan di Aceh 

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya, Yonzipur 17/Ananta Dharma, serta personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan Kodim 0103/Aceh Utara, dengan dukungan personel Korem 011/Lilawangsa, melaksanakan kegiatan rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye (TJA) yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rehabilitasi sekolah ini merupakan bagian dari program bantuan perbaikan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama personel kewilayahan bahu membahu melaksanakan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi bangunan sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur, cat dinding mengelupas, plafon rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan, sehingga menghambat aktivitas belajar para siswa.

Adapun kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan meliputi pengecatan ruang kelas, ventilasi, plafon, serta kursi belajar siswa, pemasangan plafon ruang kelas, mobilisasi material bangunan, plester dinding toilet dan pemasangan atap, penimbunan balai pengajian, pengecatan ulang kamar mandi lama, pemasangan tiang bendera, hingga pemasangan keramik pada toilet sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Komandan Koramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, sehingga para siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Melalui kegiatan karya bhakti ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman. Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, tidak hanya dalam perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga dalam memberikan semangat, motivasi, dan harapan baru bagi warga pascabencana.

Masyarakat berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang membutuhkan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Rusak Pasca Banjir, Kasad Bantu Operasional kembali sejumlah Fasilitas Pendidikan di Aceh 

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya, Yonzipur 17/Ananta Dharma, serta personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan Kodim 0103/Aceh Utara, dengan dukungan personel Korem 011/Lilawangsa, melaksanakan kegiatan rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye (TJA) yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Rehabilitasi sekolah ini merupakan bagian dari program bantuan perbaikan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama personel kewilayahan bahu membahu melaksanakan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi bangunan sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur, cat dinding mengelupas, plafon rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan, sehingga menghambat aktivitas belajar para siswa.

Adapun kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan meliputi pengecatan ruang kelas, ventilasi, plafon, serta kursi belajar siswa, pemasangan plafon ruang kelas, mobilisasi material bangunan, plester dinding toilet dan pemasangan atap, penimbunan balai pengajian, pengecatan ulang kamar mandi lama, pemasangan tiang bendera, hingga pemasangan keramik pada toilet sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Komandan Koramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, sehingga para siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan layak.

“Melalui kegiatan karya bhakti ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman. Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah dan masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, tidak hanya dalam perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga dalam memberikan semangat, motivasi, dan harapan baru bagi warga pascabencana.

Masyarakat berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang membutuhkan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Di Forum Konsultasi, Sekda Aceh Bahas Rencana Aksi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, didampingi Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zulkifli, menghadiri Forum Konsultasi Publik Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Provinsi Aceh, yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh.

‎Dalam sambutannya, Sekda Aceh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas atas inisiasi dan koordinasi penyusunan Renduk PRRP Provinsi Aceh.

‎Ia menilai, kehadiran Renduk PRRP ini sangat penting untuk memastikan pembangunan kembali tidak hanya memulihkan kondisi sebelum bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah.

‎M. Nasir menjelaskan bahwa Aceh merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga proses pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

‎Pemerintah Aceh menyambut baik upaya konfirmasi dan penyelarasan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk verifikasi Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) dan penetapan Zona Rawan Bencana (ZRB), sekaligus mendorong penyempurnaan analisis melalui dialog konstruktif yang mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, dan budaya Aceh.

‎“Kami menyatakan kesiapan untuk mendukung proses validasi Jitupasna dan ZRB, serta mendampingi pemerintah kabupaten/ kota agar rencana aksi yang disepakati dapat diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Di Forum Konsultasi, Sekda Aceh Bahas Rencana Aksi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, didampingi Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zulkifli, menghadiri Forum Konsultasi Publik Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Provinsi Aceh, yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh.

‎Dalam sambutannya, Sekda Aceh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas atas inisiasi dan koordinasi penyusunan Renduk PRRP Provinsi Aceh.

‎Ia menilai, kehadiran Renduk PRRP ini sangat penting untuk memastikan pembangunan kembali tidak hanya memulihkan kondisi sebelum bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah.

‎M. Nasir menjelaskan bahwa Aceh merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga proses pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

‎Pemerintah Aceh menyambut baik upaya konfirmasi dan penyelarasan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk verifikasi Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) dan penetapan Zona Rawan Bencana (ZRB), sekaligus mendorong penyempurnaan analisis melalui dialog konstruktif yang mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, dan budaya Aceh.

‎“Kami menyatakan kesiapan untuk mendukung proses validasi Jitupasna dan ZRB, serta mendampingi pemerintah kabupaten/ kota agar rencana aksi yang disepakati dapat diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

TNI AD Manunggal Air, Kodam IM Bangun sumur Bor di Lokasi Huntara Tunyang Induk Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, yang terdiri dari personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) dan Kodim 0119/Bener Meriah, menghadirkan satu unit mesin bor air tipe portabel (Rig Bor Mobile) di lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Kehadiran mesin bor air portabel tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian pascabencana. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat vital bagi warga, baik untuk keperluan konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas fisik, melainkan merupakan misi kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi rakyat yang terdampak bencana,” tegas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa dengan hadirnya mesin bor air portabel milik TNI Angkatan Darat tersebut, pihaknya memastikan warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian memperoleh akses air bersih yang memadai. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama TNI dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.

“Air adalah sumber kehidupan. Dengan hadirnya mesin bor portabel ini, kita pastikan warga yang terdampak bencana, khususnya yang berada di pengungsian, mendapatkan akses air bersih yang cukup. Kesejahteraan rakyat adalah prioritas TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ahmad Fauzi berharap kehadiran fasilitas pengeboran air tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pengeboran sumur di area Huntara, sehingga dalam waktu dekat warga dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya rig bor mobile ini, kami berharap pengeboran sumur dapat segera selesai dan warga di lokasi pengungsian bisa menggunakan air bersih secara layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen dan pengabdian dalam membantu pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana.

“Kehadiran Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” pungkas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

TNI AD Manunggal Air, Kodam IM Bangun sumur Bor di Lokasi Huntara Tunyang Induk Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, yang terdiri dari personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) dan Kodim 0119/Bener Meriah, menghadirkan satu unit mesin bor air tipe portabel (Rig Bor Mobile) di lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Kehadiran mesin bor air portabel tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian pascabencana. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat vital bagi warga, baik untuk keperluan konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas fisik, melainkan merupakan misi kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi rakyat yang terdampak bencana,” tegas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa dengan hadirnya mesin bor air portabel milik TNI Angkatan Darat tersebut, pihaknya memastikan warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian memperoleh akses air bersih yang memadai. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama TNI dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.

“Air adalah sumber kehidupan. Dengan hadirnya mesin bor portabel ini, kita pastikan warga yang terdampak bencana, khususnya yang berada di pengungsian, mendapatkan akses air bersih yang cukup. Kesejahteraan rakyat adalah prioritas TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ahmad Fauzi berharap kehadiran fasilitas pengeboran air tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pengeboran sumur di area Huntara, sehingga dalam waktu dekat warga dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya rig bor mobile ini, kami berharap pengeboran sumur dapat segera selesai dan warga di lokasi pengungsian bisa menggunakan air bersih secara layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen dan pengabdian dalam membantu pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana.

“Kehadiran Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” pungkas Letkol Inf Ahmad Fauzi.