TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Modular di Aceh Tamiang, Akses warga kembali pulih

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Personel gabungan TNI Angkatan Darat yang terdiri dari Kodim 0117/Aceh Tamiang, Zidam IM, Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, dan Yonif TP 899/BSG berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru, Desa Tanjung Genteng, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat atas terputusnya akses penghubung utama masyarakat akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Bencana tersebut mengakibatkan jembatan lama di Desa Tanjung Genteng mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan, sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun merupakan Jembatan Modular tipe 1-1 dengan panjang 30 meter dan lebar 4 meter.

“Jembatan Modular ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pembangunannya menjadi langkah strategis dalam memulihkan kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Tanjung Genteng dengan Desa Tanjung Macang. Jalur ini merupakan akses vital yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kehadiran Jembatan Modular ini menjadi infrastruktur penting yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga. Dengan kembali normalnya akses ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan stabil,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan wilayah pascabencana dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Dandim.

Sementara itu, Datok Penghulu Desa Tanjung Genteng, Yuli Mansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI AD serta seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun jembatan tersebut.

“Jembatan Modular ini merupakan harapan besar masyarakat Tanjung Genteng setelah jembatan lama terputus diterjang banjir bandang. Kami sangat bersyukur karena kini akses penghubung antarwilayah sudah kembali dapat digunakan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tetap dalam kondisi baik.

Kehadiran Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kejuruan Muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan pulihnya akses transportasi, berbagai aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut semakin terjaga.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

TNI Tuntaskan Finishing Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Akses Transportasi Warga Segera Pulih

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Kodim 0119/Bener Meriah melalui Satuan Tugas (Satgas) Gulbencal Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah.  personel gabungan melaksanakan tahap akhir pengerjaan Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, berupa pengecatan sebagai bagian dari proses finishing sebelum jembatan tersebut resmi difungsikan untuk masyarakat.

Kegiatan pengecatan ini menjadi penanda bahwa progres pembangunan jembatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejak awal pengerjaan, Satgas Gulbencal bekerja secara intensif dan terkoordinasi guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar teknis serta memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan jembatan.

Satgas Gulbencal yang terlibat dalam pengerjaan tersebut terdiri dari prajurit Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, Detasemen Zeni Tempur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Koramil 06/Bukit. Sinergi antar satuan tersebut mencerminkan soliditas dan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah dan masyarakat.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, melalui Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid yang berada di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa proses pengecatan bukan sekadar memperindah tampilan jembatan, melainkan memiliki fungsi teknis yang sangat penting.
“Pengecatan Jembatan Bailey dengan warna merah putih ini merupakan tahap akhir atau finishing. Selain memberikan tampilan yang rapi, bersih, dan representatif, lapisan cat juga berfungsi melindungi material baja dari korosi akibat paparan cuaca, sehingga usia pakai jembatan dapat lebih panjang dan tetap aman digunakan dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan warna merah putih pada pagar dan bagian tertentu jembatan juga memiliki makna simbolis sebagai representasi semangat kebangsaan. Di samping itu, kombinasi warna tersebut berfungsi sebagai penanda visual yang kontras bagi pengendara yang melintas, sehingga meningkatkan aspek keselamatan, terutama pada malam hari maupun dalam kondisi cuaca berkabut atau hujan.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarwilayah di Desa Karang Rejo dan sekitarnya, yang menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi para pelajar, serta mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani, keberadaan jembatan yang layak dan aman sangat berpengaruh terhadap kelancaran roda perekonomian. Selama akses terganggu, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Oleh karena itu, percepatan penyelesaian jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Sulaiman (45), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi serta kerja keras personel TNI yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja tanpa kenal lelah. Dengan adanya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil kebun ke pasar dan aktivitas anak-anak ke sekolah juga menjadi lebih lancar. Semoga jembatan ini segera bisa digunakan,” ungkapnya.

Diharapkan, setelah rampungnya tahap finishing pengecatan ini, Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera diresmikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Dengan kembali normalnya akses transportasi, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah di Kabupaten Bener Meriah.

Babinsa Koramil 03/Lhoknga Beri Materi Pengurusan Jenazah di SMA Fajar Hidayah Aceh Besar

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah, Babinsa Ramil 03/Lhoknga Kodim 0101/KBA, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) kepada para siswa SMA Fajar Hidayah yang berlokasi di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Fajar Hidayah, Bapak Afwadi, M.Pd., beserta para dewan guru dan siswa. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.

Serda Hazami menjelaskan bahwa Tajhizul Jenazah merupakan serangkaian proses pengurusan jenazah dalam Islam yang hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Namun demikian, pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah tetap penting untuk dimiliki setiap muslim agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Serda Hazami menguraikan empat tahapan utama dalam Tajhizul Jenazah. Tahap pertama adalah memandikan jenazah, yaitu membersihkan seluruh tubuh jenazah dari hadas dan najis dengan tetap menjaga aurat serta dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya. Tahap kedua adalah mengkafani jenazah dengan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, sekurang-kurangnya menutup aurat.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menshalatkan jenazah melalui shalat jenazah yang dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud, serta dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tahap terakhir adalah menguburkan jenazah dengan meletakkannya di dalam liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah.

Tidak hanya menyampaikan teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung tata cara pengurusan jenazah menggunakan alat peraga. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah. Melalui praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan Kodim 0101/KBA dalam rangka membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya pembekalan materi dan praktik Tajhizul Jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Fajar Hidayah memiliki pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga mampu mengimplementasikannya secara baik dan benar di tengah kehidupan bermasyarakat.

Babinsa Koramil 03/Lhoknga Beri Materi Pengurusan Jenazah di SMA Fajar Hidayah Aceh Besar

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah, Babinsa Ramil 03/Lhoknga Kodim 0101/KBA, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) kepada para siswa SMA Fajar Hidayah yang berlokasi di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Fajar Hidayah, Bapak Afwadi, M.Pd., beserta para dewan guru dan siswa. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.

Serda Hazami menjelaskan bahwa Tajhizul Jenazah merupakan serangkaian proses pengurusan jenazah dalam Islam yang hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Namun demikian, pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah tetap penting untuk dimiliki setiap muslim agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Serda Hazami menguraikan empat tahapan utama dalam Tajhizul Jenazah. Tahap pertama adalah memandikan jenazah, yaitu membersihkan seluruh tubuh jenazah dari hadas dan najis dengan tetap menjaga aurat serta dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya. Tahap kedua adalah mengkafani jenazah dengan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, sekurang-kurangnya menutup aurat.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menshalatkan jenazah melalui shalat jenazah yang dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud, serta dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tahap terakhir adalah menguburkan jenazah dengan meletakkannya di dalam liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah.

Tidak hanya menyampaikan teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung tata cara pengurusan jenazah menggunakan alat peraga. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah. Melalui praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan Kodim 0101/KBA dalam rangka membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya pembekalan materi dan praktik Tajhizul Jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Fajar Hidayah memiliki pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga mampu mengimplementasikannya secara baik dan benar di tengah kehidupan bermasyarakat.

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Selasa 24-2-2026 Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pesejuk sekaligus peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung vital antara Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan Desa Blang Gurun, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma sebagai wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.

Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu, Danramil 19/Sawang beserta delapan anggota, Danki Yonzipur 5/ABW bersama sepuluh personel, Sekcam Sawang Muslim, S.Sos, Keuchik Gampong Tengoh M. Jakfar, para tokoh masyarakat, serta sekitar 25 warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual pesejuk yang dipimpin oleh imam desa setempat. Tradisi adat Aceh ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan agar jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang menggunakannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, memohon agar jembatan tersebut senantiasa kokoh, aman, dan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba melintas menggunakan kendaraan roda dua serta berjalan kaki oleh para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka untuk pertama kalinya melintasi jembatan secara bersama-sama dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gampong Tengoh menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI AD, khususnya kepada prajurit Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 17/AD, yang telah mencurahkan tenaga, waktu, serta pikiran demi terwujudnya jembatan gantung ini. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya akses penyeberangan cukup sulit dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Keuchik Gampong Tengoh dalam sambutannya berharap agar jembatan yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh seluruh masyarakat sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pesejuk dan peresmian Jembatan Gantung Garuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Selasa 24-2-2026 Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pesejuk sekaligus peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung vital antara Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan Desa Blang Gurun, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma sebagai wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.

Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu, Danramil 19/Sawang beserta delapan anggota, Danki Yonzipur 5/ABW bersama sepuluh personel, Sekcam Sawang Muslim, S.Sos, Keuchik Gampong Tengoh M. Jakfar, para tokoh masyarakat, serta sekitar 25 warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual pesejuk yang dipimpin oleh imam desa setempat. Tradisi adat Aceh ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan agar jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang menggunakannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, memohon agar jembatan tersebut senantiasa kokoh, aman, dan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba melintas menggunakan kendaraan roda dua serta berjalan kaki oleh para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka untuk pertama kalinya melintasi jembatan secara bersama-sama dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gampong Tengoh menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI AD, khususnya kepada prajurit Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 17/AD, yang telah mencurahkan tenaga, waktu, serta pikiran demi terwujudnya jembatan gantung ini. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya akses penyeberangan cukup sulit dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Keuchik Gampong Tengoh dalam sambutannya berharap agar jembatan yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh seluruh masyarakat sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pesejuk dan peresmian Jembatan Gantung Garuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Selasa 24-2-2026 Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pesejuk sekaligus peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung vital antara Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan Desa Blang Gurun, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma sebagai wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.

Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu, Danramil 19/Sawang beserta delapan anggota, Danki Yonzipur 5/ABW bersama sepuluh personel, Sekcam Sawang Muslim, S.Sos, Keuchik Gampong Tengoh M. Jakfar, para tokoh masyarakat, serta sekitar 25 warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual pesejuk yang dipimpin oleh imam desa setempat. Tradisi adat Aceh ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan agar jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang menggunakannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, memohon agar jembatan tersebut senantiasa kokoh, aman, dan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba melintas menggunakan kendaraan roda dua serta berjalan kaki oleh para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka untuk pertama kalinya melintasi jembatan secara bersama-sama dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gampong Tengoh menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI AD, khususnya kepada prajurit Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 17/AD, yang telah mencurahkan tenaga, waktu, serta pikiran demi terwujudnya jembatan gantung ini. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya akses penyeberangan cukup sulit dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Keuchik Gampong Tengoh dalam sambutannya berharap agar jembatan yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh seluruh masyarakat sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pesejuk dan peresmian Jembatan Gantung Garuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.