TNI Tuntaskan Finishing Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Akses Transportasi Warga Segera Pulih

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Kodim 0119/Bener Meriah melalui Satuan Tugas (Satgas) Gulbencal Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah.  personel gabungan melaksanakan tahap akhir pengerjaan Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, berupa pengecatan sebagai bagian dari proses finishing sebelum jembatan tersebut resmi difungsikan untuk masyarakat.

Kegiatan pengecatan ini menjadi penanda bahwa progres pembangunan jembatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejak awal pengerjaan, Satgas Gulbencal bekerja secara intensif dan terkoordinasi guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar teknis serta memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan jembatan.

Satgas Gulbencal yang terlibat dalam pengerjaan tersebut terdiri dari prajurit Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, Detasemen Zeni Tempur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Koramil 06/Bukit. Sinergi antar satuan tersebut mencerminkan soliditas dan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah dan masyarakat.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, melalui Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid yang berada di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa proses pengecatan bukan sekadar memperindah tampilan jembatan, melainkan memiliki fungsi teknis yang sangat penting.
“Pengecatan Jembatan Bailey dengan warna merah putih ini merupakan tahap akhir atau finishing. Selain memberikan tampilan yang rapi, bersih, dan representatif, lapisan cat juga berfungsi melindungi material baja dari korosi akibat paparan cuaca, sehingga usia pakai jembatan dapat lebih panjang dan tetap aman digunakan dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan warna merah putih pada pagar dan bagian tertentu jembatan juga memiliki makna simbolis sebagai representasi semangat kebangsaan. Di samping itu, kombinasi warna tersebut berfungsi sebagai penanda visual yang kontras bagi pengendara yang melintas, sehingga meningkatkan aspek keselamatan, terutama pada malam hari maupun dalam kondisi cuaca berkabut atau hujan.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarwilayah di Desa Karang Rejo dan sekitarnya, yang menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi para pelajar, serta mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani, keberadaan jembatan yang layak dan aman sangat berpengaruh terhadap kelancaran roda perekonomian. Selama akses terganggu, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Oleh karena itu, percepatan penyelesaian jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Sulaiman (45), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi serta kerja keras personel TNI yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja tanpa kenal lelah. Dengan adanya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil kebun ke pasar dan aktivitas anak-anak ke sekolah juga menjadi lebih lancar. Semoga jembatan ini segera bisa digunakan,” ungkapnya.

Diharapkan, setelah rampungnya tahap finishing pengecatan ini, Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera diresmikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Dengan kembali normalnya akses transportasi, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah di Kabupaten Bener Meriah.

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Gelar Bakti Kesehatan untuk Warga Gampong Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS bersama Sidokkes Polres Pidie melaksanakan kegiatan bakti kesehatan di Gampong Tanjung, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut menyasar masyarakat setempat, khususnya warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan sesuai dengan hasil pemeriksaan medis.
Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS selama berada di wilayah hukum Polres Pidie.

Kehadiran para mahasiswa disambut antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan layanan kesehatan yang diberikan secara langsung dan tanpa dipungut biaya.

Perwakilan mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus bentuk implementasi nilai-nilai pengabdian dan pelayanan yang menjadi landasan tugas kepolisian.
Sementara itu, perangkat gampong setempat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan warga.

Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta kehadiran Polri di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Babinsa Koramil 03/Lhoknga Beri Materi Pengurusan Jenazah di SMA Fajar Hidayah Aceh Besar

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah, Babinsa Ramil 03/Lhoknga Kodim 0101/KBA, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) kepada para siswa SMA Fajar Hidayah yang berlokasi di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Fajar Hidayah, Bapak Afwadi, M.Pd., beserta para dewan guru dan siswa. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.

Serda Hazami menjelaskan bahwa Tajhizul Jenazah merupakan serangkaian proses pengurusan jenazah dalam Islam yang hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Namun demikian, pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah tetap penting untuk dimiliki setiap muslim agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Serda Hazami menguraikan empat tahapan utama dalam Tajhizul Jenazah. Tahap pertama adalah memandikan jenazah, yaitu membersihkan seluruh tubuh jenazah dari hadas dan najis dengan tetap menjaga aurat serta dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya. Tahap kedua adalah mengkafani jenazah dengan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, sekurang-kurangnya menutup aurat.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menshalatkan jenazah melalui shalat jenazah yang dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud, serta dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tahap terakhir adalah menguburkan jenazah dengan meletakkannya di dalam liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah.

Tidak hanya menyampaikan teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung tata cara pengurusan jenazah menggunakan alat peraga. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah. Melalui praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan Kodim 0101/KBA dalam rangka membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya pembekalan materi dan praktik Tajhizul Jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Fajar Hidayah memiliki pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga mampu mengimplementasikannya secara baik dan benar di tengah kehidupan bermasyarakat.

Babinsa Koramil 03/Lhoknga Beri Materi Pengurusan Jenazah di SMA Fajar Hidayah Aceh Besar

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah, Babinsa Ramil 03/Lhoknga Kodim 0101/KBA, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) kepada para siswa SMA Fajar Hidayah yang berlokasi di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Fajar Hidayah, Bapak Afwadi, M.Pd., beserta para dewan guru dan siswa. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.

Serda Hazami menjelaskan bahwa Tajhizul Jenazah merupakan serangkaian proses pengurusan jenazah dalam Islam yang hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Namun demikian, pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah tetap penting untuk dimiliki setiap muslim agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Serda Hazami menguraikan empat tahapan utama dalam Tajhizul Jenazah. Tahap pertama adalah memandikan jenazah, yaitu membersihkan seluruh tubuh jenazah dari hadas dan najis dengan tetap menjaga aurat serta dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya. Tahap kedua adalah mengkafani jenazah dengan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, sekurang-kurangnya menutup aurat.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menshalatkan jenazah melalui shalat jenazah yang dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud, serta dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tahap terakhir adalah menguburkan jenazah dengan meletakkannya di dalam liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah.

Tidak hanya menyampaikan teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung tata cara pengurusan jenazah menggunakan alat peraga. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah. Melalui praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan Kodim 0101/KBA dalam rangka membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya pembekalan materi dan praktik Tajhizul Jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Fajar Hidayah memiliki pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga mampu mengimplementasikannya secara baik dan benar di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.