Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri Resmikan Sumur Bor Bantuan Mahasiswa STIK 83/WPS di Kembang Tanjung Pidie

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Singgamata, SIK, MH meresmikan bantuan sumur bor dari Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Mabes Polri, bertempat di Balai Pengajian Madinatuddiniyah Babussa’adah, Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, Kamis (26/2/2026).

Peresmian sumur bor tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS yang tengah melaksanakan kegiatan di wilayah hukum Polres Pidie.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen Pol. Dr. Nur Syahputra, M.Han, Perwira Pendamping Mahasiswa STIK/WPS Kombes Pol Muhammad Edi Purwanto, SIK., MM, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, SIK, para Pejabat Utama Polres Pidie, Camat Kembang Tanjung Fauzi, SKM, Kapolsek Kembang Tanjung AKP Azwar Effendi, Danramil 08 Kembang Tanjung yang diwakili Serma Eby H, Keuchik Gampong Lamkawe, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Singgamata, SIK, MH, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian sumur bor yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga hari ini kita dapat bersama-sama meresmikan sumur bor yang diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Gampong Lamkawe, khususnya bagi para santri dan kegiatan pengajian,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan air bersih, namun juga menjadi simbol kedekatan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Balai Pengajian Madinatuddiniyah Babussa’adah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan sumur bor ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para santri dan mendukung kelancaran aktivitas belajar mengajar di balai pengajian,” ungkapnya.

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Modular di Aceh Tamiang, Akses warga kembali pulih

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Personel gabungan TNI Angkatan Darat yang terdiri dari Kodim 0117/Aceh Tamiang, Zidam IM, Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, dan Yonif TP 899/BSG berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru, Desa Tanjung Genteng, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat atas terputusnya akses penghubung utama masyarakat akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Bencana tersebut mengakibatkan jembatan lama di Desa Tanjung Genteng mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan, sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun merupakan Jembatan Modular tipe 1-1 dengan panjang 30 meter dan lebar 4 meter.

“Jembatan Modular ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pembangunannya menjadi langkah strategis dalam memulihkan kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Tanjung Genteng dengan Desa Tanjung Macang. Jalur ini merupakan akses vital yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kehadiran Jembatan Modular ini menjadi infrastruktur penting yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga. Dengan kembali normalnya akses ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan stabil,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan wilayah pascabencana dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Dandim.

Sementara itu, Datok Penghulu Desa Tanjung Genteng, Yuli Mansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI AD serta seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun jembatan tersebut.

“Jembatan Modular ini merupakan harapan besar masyarakat Tanjung Genteng setelah jembatan lama terputus diterjang banjir bandang. Kami sangat bersyukur karena kini akses penghubung antarwilayah sudah kembali dapat digunakan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tetap dalam kondisi baik.

Kehadiran Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kejuruan Muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan pulihnya akses transportasi, berbagai aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut semakin terjaga.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.