Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pasca Banjir di Kembang Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pasca banjir di wilayah Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut dipusatkan di Mesjid Nurul Mukmin serta Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 26 Pidie, yang sebelumnya terdampak banjir.

Kehadiran mahasiswa STIK ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta membantu pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubagdalpers Bag SDM Polres Pidie Iptu T. Iskandar, Kapolsek Kembang Tanjung AKP Azwar Effendi, serta personel Polres Pidie dan Polsek Kembang Tanjung.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa STIK melaksanakan silaturahmi dengan panitia Mesjid Nurul Mukmin serta melakukan kunjungan ke MIN 26 Pidie. Di sekolah tersebut, mahasiswa STIK memberikan kegiatan trauma healing kepada para siswa-siswi pasca banjir sebagai upaya mengembalikan rasa aman dan semangat belajar anak-anak.

Sementara Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pasca bencana.

“Pasca banjir, masyarakat membutuhkan dukungan tidak hanya secara fisik tetapi juga moril.

Kehadiran Mahasiswa STIK di tengah masyarakat, khususnya kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing, diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis dan menumbuhkan kembali semangat,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Ia menegaskan, Polres Pidie bersama mahasiswa STIK Lemdiklat Polri akan terus mendukung kegiatan kemanusiaan dan sosial sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, terutama dalam situasi pasca bencana.

Kapolres Pidie Buka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Samapta Tahun 2026

Mapolres Pidie  ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-20 26 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Teknis Samapta Polres Pidie Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Pelatihan tersebut diikuti oleh personel Satsamapta Polres Pidie dan jajaran sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kemampuan teknis personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Dalam sambutannya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa fungsi Samapta memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, Personel Satuan Samapta dibutuhkan kemampuan teknis yang mumpuni, sikap humanis, serta kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan,” tegas Kapolres Pidie.

Kapolres Pidie juga menekankan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

“Manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan aplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, S.H., dalam penyampaian materi menekankan pentingnya penguasaan fungsi teknis Samapta sebagai dasar pelaksanaan tugas di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa personel Samapta dituntut untuk selalu siap, sigap, dan profesional dalam menghadapi berbagai situasi kamtibmas.

“Penguasaan materi Turjawali, Pam Obvit, serta kemampuan Dalmas bukan hanya sebatas teori, namun harus mampu diaplikasikan secara tepat dan terukur dalam setiap pelaksanaan tugas.

Disiplin, kekompakan, dan kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci keberhasilan personel Samapta,” jelas AKP Syafrizal.

Adapun materi pelatihan meliputi bidang Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli), Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit), serta peningkatan kemampuan personel Dalmas dalam pengaplikasian tugas pokok fungsi Samapta Polres Pidie.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kabag SDM Polres Pidie, Kasat Samapta Polres Pidie, KBO Satsamapta, para Kanit dan Kaurmintu Satsamapta Polres Pidie, Kanit Samapta Polsek jajaran, serta seluruh personel Satsamapta Polres Pidie.

Polres Pidie Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Polres Pidie melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MIK., bertempat di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, para tamu undangan, serta diikuti peserta apel yang terdiri dari 1 Pleton Perwira, 1 Pleton Staf Gabungan Polres Pidie, 1 Pleton Sat Samapta, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim, 1 Pleton Polsek Jajaran, 1 Pleton TNI, 1 Pleton Dinas Perhubungan, serta 1 Pleton Satpol PP/WH Kabupaten Pidie.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan oleh Wakapolres Pidie, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah, mengakibatkan kerusakan ruas jalan, terputusnya jembatan, serta keterbatasan akses jalan yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat.

Kondisi tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta distribusi logistik.

Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama Polres jajaran yang didukung oleh instansi terkait akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah Provinsi Aceh, ujar Wakapolres Pidie saat membacakan amanat Kapolda Aceh.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Aceh juga memberikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, antara lain melaksanakan deteksi dini dan pemetaan terhadap seluruh titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan lalu lintas, memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, melaksanakan ramp check terpadu bersama instansi terkait di lokasi strategis yang meliputi pemeriksaan administrasi, kendaraan, serta kesehatan pengemudi, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional.

Di akhir amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh instansi terkait yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026. Melalui operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Polres Pidie Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Polres Pidie melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MIK., bertempat di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, para tamu undangan, serta diikuti peserta apel yang terdiri dari 1 Pleton Perwira, 1 Pleton Staf Gabungan Polres Pidie, 1 Pleton Sat Samapta, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim, 1 Pleton Polsek Jajaran, 1 Pleton TNI, 1 Pleton Dinas Perhubungan, serta 1 Pleton Satpol PP/WH Kabupaten Pidie.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan oleh Wakapolres Pidie, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah, mengakibatkan kerusakan ruas jalan, terputusnya jembatan, serta keterbatasan akses jalan yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat.

Kondisi tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta distribusi logistik.

Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama Polres jajaran yang didukung oleh instansi terkait akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah Provinsi Aceh, ujar Wakapolres Pidie saat membacakan amanat Kapolda Aceh.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Aceh juga memberikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, antara lain melaksanakan deteksi dini dan pemetaan terhadap seluruh titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan lalu lintas, memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, melaksanakan ramp check terpadu bersama instansi terkait di lokasi strategis yang meliputi pemeriksaan administrasi, kendaraan, serta kesehatan pengemudi, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional.

Di akhir amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh instansi terkait yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026. Melalui operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Perkuat Kompetensi Personel, Polres Pidie Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Reserse Narkoba

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas penegakan hukum di bidang pemberantasan narkotika, Polres Pidie menggelar Pelatihan Kepolisian Fungsi Teknis Reserse Narkoba yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK, MH., yang mewakili Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Dalam sambutannya, Wakapolres Pidie menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan pembaruan pengetahuan bagi personel Reserse Narkoba merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar, seiring dengan semakin dinamis dan kompleksnya tantangan penegakan hukum di bidang narkotika.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel semakin siap, responsif, dan profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, serta mampu menangani perkara secara akuntabel dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Wakapolres.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan institusi Polri dalam mewujudkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Pidie Iptu Syahrul Akhyar, SE. menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh seluruh personel Satresnarkoba Polres Pidie sebagai bagian dari upaya penyamaan persepsi dan peningkatan kualitas kinerja penyidik.

Adapun materi pelatihan meliputi peran penyidik dalam transformasi Polri, isu-isu strategis dalam penerapan KUHP dan KUHAP baru, proses penyelidikan dan penyidikan pidana berdasarkan ketentuan terbaru, serta penyamaan persepsi dalam pemidanaan tindak pidana narkotika. Seluruh materi disampaikan secara aplikatif guna memudahkan pemahaman serta implementasi di lapangan, ujar Kasat Resnarkoba

Perkuat Kompetensi Personel, Polres Pidie Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Reserse Narkoba

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas penegakan hukum di bidang pemberantasan narkotika, Polres Pidie menggelar Pelatihan Kepolisian Fungsi Teknis Reserse Narkoba yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK, MH., yang mewakili Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Dalam sambutannya, Wakapolres Pidie menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan pembaruan pengetahuan bagi personel Reserse Narkoba merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar, seiring dengan semakin dinamis dan kompleksnya tantangan penegakan hukum di bidang narkotika.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel semakin siap, responsif, dan profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, serta mampu menangani perkara secara akuntabel dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Wakapolres.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan institusi Polri dalam mewujudkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Pidie Iptu Syahrul Akhyar, SE. menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh seluruh personel Satresnarkoba Polres Pidie sebagai bagian dari upaya penyamaan persepsi dan peningkatan kualitas kinerja penyidik.

Adapun materi pelatihan meliputi peran penyidik dalam transformasi Polri, isu-isu strategis dalam penerapan KUHP dan KUHAP baru, proses penyelidikan dan penyidikan pidana berdasarkan ketentuan terbaru, serta penyamaan persepsi dalam pemidanaan tindak pidana narkotika. Seluruh materi disampaikan secara aplikatif guna memudahkan pemahaman serta implementasi di lapangan, ujar Kasat Resnarkoba

Akademisi, Ulama, dan Tokoh Masyarakat Pidie Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 29-1-2026 Dukungan terhadap kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia terus menguat. Kali ini, dukungan tersebut datang dari kalangan akademisi, ulama, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Pidie.

Rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Dr. Heri Fajri, M.Pd, menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional serta memperkuat profesionalitas institusi kepolisian.

“Polri memiliki tugas yang sangat strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. Oleh karena itu, sudah tepat jika Polri berada langsung di bawah Presiden agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif, profesional, dan tetap netral,” ujar Dr. Heri Fajri,. M.Pd

Ia menambahkan, kedudukan tersebut juga sejalan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia serta memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pidie, Ustaz Isafuddin, S.Ag, MH. Menurutnya, keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.

“Polri adalah institusi negara yang bertugas menjaga keamanan dan persatuan bangsa. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat bekerja lebih maksimal dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ketua PCNU Pidie

Dari kalangan pendidikan kesehatan, pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Medical Nurul Islam Sigli, Risna, S.Kep, M.Kep juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kedudukan Polri saat ini.

“Kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden. Dengan struktur yang jelas dan kuat, Polri akan semakin profesional serta mampu merespons berbagai tantangan keamanan dan sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Pidie, H. Jamaluddin Abdullah, menilai Polri telah menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat melihat Polri terus berbenah dan semakin humanis. Dengan tetap berada di bawah Presiden, Polri diharapkan semakin kuat, solid, dan selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata H. Jamaluddin Abdullah.

Dukungan dari akademisi, ulama, dan tokoh masyarakat ini menjadi cerminan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi negara yang memiliki peran vital dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Akademisi, Ulama, dan Tokoh Masyarakat Pidie Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 29-1-2026 Dukungan terhadap kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia terus menguat. Kali ini, dukungan tersebut datang dari kalangan akademisi, ulama, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Pidie.

Rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Dr. Heri Fajri, M.Pd, menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional serta memperkuat profesionalitas institusi kepolisian.

“Polri memiliki tugas yang sangat strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. Oleh karena itu, sudah tepat jika Polri berada langsung di bawah Presiden agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif, profesional, dan tetap netral,” ujar Dr. Heri Fajri,. M.Pd

Ia menambahkan, kedudukan tersebut juga sejalan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia serta memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pidie, Ustaz Isafuddin, S.Ag, MH. Menurutnya, keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.

“Polri adalah institusi negara yang bertugas menjaga keamanan dan persatuan bangsa. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat bekerja lebih maksimal dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ketua PCNU Pidie

Dari kalangan pendidikan kesehatan, pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Medical Nurul Islam Sigli, Risna, S.Kep, M.Kep juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kedudukan Polri saat ini.

“Kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden. Dengan struktur yang jelas dan kuat, Polri akan semakin profesional serta mampu merespons berbagai tantangan keamanan dan sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Pidie, H. Jamaluddin Abdullah, menilai Polri telah menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat melihat Polri terus berbenah dan semakin humanis. Dengan tetap berada di bawah Presiden, Polri diharapkan semakin kuat, solid, dan selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata H. Jamaluddin Abdullah.

Dukungan dari akademisi, ulama, dan tokoh masyarakat ini menjadi cerminan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi negara yang memiliki peran vital dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Akademisi, Ulama, dan Tokoh Masyarakat Pidie Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 29-1-2026 Dukungan terhadap kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia terus menguat. Kali ini, dukungan tersebut datang dari kalangan akademisi, ulama, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Pidie.

Rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Dr. Heri Fajri, M.Pd, menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional serta memperkuat profesionalitas institusi kepolisian.

“Polri memiliki tugas yang sangat strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. Oleh karena itu, sudah tepat jika Polri berada langsung di bawah Presiden agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif, profesional, dan tetap netral,” ujar Dr. Heri Fajri,. M.Pd

Ia menambahkan, kedudukan tersebut juga sejalan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia serta memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pidie, Ustaz Isafuddin, S.Ag, MH. Menurutnya, keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.

“Polri adalah institusi negara yang bertugas menjaga keamanan dan persatuan bangsa. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat bekerja lebih maksimal dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ketua PCNU Pidie

Dari kalangan pendidikan kesehatan, pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Medical Nurul Islam Sigli, Risna, S.Kep, M.Kep juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kedudukan Polri saat ini.

“Kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden. Dengan struktur yang jelas dan kuat, Polri akan semakin profesional serta mampu merespons berbagai tantangan keamanan dan sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Pidie, H. Jamaluddin Abdullah, menilai Polri telah menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat melihat Polri terus berbenah dan semakin humanis. Dengan tetap berada di bawah Presiden, Polri diharapkan semakin kuat, solid, dan selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata H. Jamaluddin Abdullah.

Dukungan dari akademisi, ulama, dan tokoh masyarakat ini menjadi cerminan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi negara yang memiliki peran vital dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Polres Pidie Kerahkan Mobil AWC untuk Padamkan Kebakaran di SPBU Kuala Beukah

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Polres Pidie mengerahkan mobil Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta untuk membantu proses pemadaman titik api kebakaran yang terjadi di SPBU Kuala Beukah, Kecamatan Kota Sigli.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Sat Samapta Polres Pidie bersama personel Damkar Pemkab Pidie serta didukung oleh personel Polsek Kota Sigli dan gabungan personel Polres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasat Samapta AKP Syafrizal, SH mengatakan penggunaan mobil AWC Satuan Samapta Polres Pidie dilakukan sebagai langkah cepat dan efektif untuk mengendalikan api di area SPBU yang memiliki potensi risiko tinggi.

“Selain melakukan pemadaman, personel juga melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

“Personel langsung bergerak melakukan pengamanan area SPBU, membantu proses pemadaman menggunakan mobil AWC, serta mengatur arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar,” ujar AKP Syafrizal.

Personel Polres Pidie bersinergi dengan Damkar, petugas SPBU, serta masyarakat sekitar untuk memastikan api dapat dipadamkan secara cepat dan tidak meluas ke area lain.
Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, proses pemadaman dapat dilakukan dengan optimal, ungkapnya