Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-4-2026 Pemerintah Kota Banda Aceh kembali memperingati Hari Yatim yang jatuh setiap 15 Ramadhan dengan menggelar kegiatan penuh makna di halaman Balai Kota Banda Aceh, Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan anak yatim dari berbagai gampong di Banda Aceh, serta jajaran pemerintah kota, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para dermawan.
Mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak yatim yang mendapatkan santunan sekaligus kesempatan berbuka puasa bersama para pemimpin kota. Momentum tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat Banda Aceh terhadap anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan masih terus hidup di Kota Banda Aceh.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan ini. Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa nilai kepedulian masih hidup di kota yang kita cintai ini,” ujar Illiza.
Secara khusus, ia juga menyampaikan rasa sayang dan kebanggaannya kepada para anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menghadirkan suasana yang lebih hangat dan bermakna bagi seluruh yang hadir.
“Kehadiran ananda sekalian membuat tempat ini terasa lebih hangat, lebih hidup, dan lebih bermakna. Sore ini kami belajar dari anak-anak hebat tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam,” katanya.
Illiza menegaskan bahwa peringatan Hari Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi seluruh masyarakat untuk terus memperhatikan dan melindungi anak-anak yang kehilangan orang tua.
Ia menilai kota yang diberkahi bukan hanya kota yang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kesendirian dan kekurangan kasih sayang.
“Hari ini, 15 Ramadhan, kita tidak hanya memperingati Hari Yatim. Kita sedang memperbaharui komitmen moral kota ini. Kota yang diberkahi adalah kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam rasa sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para anak yatim agar tetap percaya diri dan terus bermimpi besar dalam meraih masa depan.
Menurutnya, meskipun mereka pernah merasakan kehilangan, kasih sayang Allah SWT tidak pernah terputus. Bahkan dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang sangat mulia.
“Kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kalian disebut secara khusus dalam Al-Quran dan dilindungi dalam ajaran Rasulullah. Betapa mulianya kedudukan kalian,” ucapnya.
Ia kemudian mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Imam Bukhari, yang menyebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan sangat dekat kedudukannya dengan Rasulullah di surga.
Melalui momentum tersebut, Illiza juga mengajak para anak yatim untuk tidak pernah merasa kecil ataupun putus asa dalam meraih cita-cita.

“Jangan pernah merasa kecil. Dari kota ini akan lahir dokter, guru, hafiz Al-Quran, pemimpin, bahkan wali kota di masa depan. Bisa jadi salah satunya ada di antara kalian yang duduk di sini hari ini,” ujarnya penuh harap.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ahmad Rizal yang memberikan pesan tentang pentingnya menyantuni anak yatim serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sebelum tausiah dan berbuka puasa bersama, Wali Kota Banda Aceh bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, serta pimpinan perbankan dan BUMN turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada sepuluh anak yatim.
Santunan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang diharapkan dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan kemudian mengikuti tausiah Ramadhan dan berbuka puasa bersama. Tawa dan keceriaan anak-anak yatim mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan momen hangat yang penuh makna.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Di hari berikutnya, Jum’at tanggal 6 Maret 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima penyerahan zakat perdana dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh, Penyerahan zakat ini menjadi bentuk komitmen dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi pengelola zakat di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dengan Baitul Mal dalam pengelolaan dana umat.
Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, S.E., M.M., kepada Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, M.H. Prosesi penyerahan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan aparatur negara dan masyarakat luas.
Kegiatan ini juga menandai dimulainya kerja sama yang lebih erat antara KPP Pratama Banda Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari kalangan pegawai dan aparatur di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga pengelolaannya lebih terarah dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, mengatakan bahwa penyerahan zakat ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat Islam sekaligus dukungan terhadap sistem pengelolaan zakat yang telah diatur secara resmi di Aceh.
Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal, diharapkan distribusinya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi para mustahik.

Sementara itu, Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KPP Pratama Banda Aceh dalam menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Baitul Mal memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan, sehingga dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan kepada fakir miskin, santunan anak yatim, pemberdayaan ekonomi umat, hingga program sosial dan keagamaan lainnya.
Lebih lanjut, Yusuf Al-Qardhawy berharap penyerahan zakat perdana ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pegawai instansi pemerintah, agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Kota Banda Aceh dapat dikelola secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.
Penyaluran zakat melalui Baitul Mal juga merupakan implementasi dari ketentuan yang berlaku di Aceh sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang perubahan atas qanun sebelumnya, serta Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 21 Tahun 2025 tentang pengelolaan zakat.
Regulasi tersebut menegaskan bahwa zakat bagi umat Islam di Aceh dapat disalurkan melalui lembaga resmi pengelola zakat, yaitu Baitul Mal, agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara terkoordinasi, transparan, serta akuntabel.
Dengan adanya dukungan dari berbagai instansi pemerintah, diharapkan pengelolaan zakat di Kota Banda Aceh semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di daerah.
Ke depan, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, guna mengoptimalkan potensi zakat yang ada. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen ekonomi Islam yang mampu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan umat