Wali Kota Banda Aceh Resmi Buka BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, didampingi oleh RCEO BSI Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, OJK dan BI Aceh serta Imam Besar Mesjid secara resmi membuka BSI Fest Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan menyampaikan bahwa penyelenggaraan BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan.

“Melalui BSI Fest Ramadhan, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat silaturahmi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Imsak Ramadhan.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang memadukan nilai ibadah, dakwah, dan kepedulian sosial. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif dalam menghidupkan syiar Islam serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan BSI Fest Ramadhan yang dinilai mampu menghadirkan aktivitas bermanfaat bagi masyarakat selama bulan suci.

“BSI Fest Ramadhan menjadi wadah yang sangat baik untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM,” Langkah ini selaras dengan program Pemerintah Kota Banda Aceh yang terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menekan laju inflasi, di antaranya melalui penyelenggaraan pasar murah, serta penguatan sektor UMKM,” ujarnya.

BSI Fest Ramadhan 1447 H menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat selama bulan Ramadhan, di antaranya Kajian Ramadhan sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas, Bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, serta Kuliner Ramadhan yang menjadi momen bagi masyarakat untuk menikmati hidangan berbuka puasa.

Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aneka lomba Ramadhan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat serta santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah.

Melalui BSI Fest Ramadhan 1447 H, BSI berharap dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyemarakkan suasana Ramadhan, tetapi juga memberikan manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Aceh.

BSI Aceh Hadirkan BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk Regional Aceh menyelenggarakan kegiatan BSI Fest Ramadhan 1447 H yang berlangsung pada 12–15 Maret 2026 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda bernuansa religius, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. BSI Fest Ramadhan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat kebersamaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal selama bulan suci Ramadhan.

Regional CEO BSI Aceh, **Imsak Ramadhan**, menyampaikan bahwa BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan syariah, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukasi keislaman, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui BSI Fest Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat Aceh untuk meningkatkan ibadah, memperluas wawasan keislaman melalui kajian Ramadhan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Imsak Ramadhan.

Berbagai kegiatan akan meramaikan **BSI Fest Ramadhan 1447 H**, di antaranya:

* **Kajian Ramadhan**, sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas di bulan suci.
* **Bazar UMKM**, yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
* **Festival Kuliner Ramadhan**, yang menyajikan beragam makanan dan minuman khas untuk menemani momen berbuka puasa.
* **Aneka Lomba Ramadhan**, yang menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
* **Santunan Anak Yatim**, sebagai wujud kepedulian sosial serta komitmen BSI dalam berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.

Imsak menambahkan bahwa melalui kegiatan ini BSI juga ingin memperkuat perannya sebagai **sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual** bagi masyarakat Aceh.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat ibadah, berbagi kebaikan, dan mempererat silaturahmi. Kami berharap BSI Fest Ramadhan dapat menjadi ruang kebersamaan yang membawa keberkahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Aceh,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BSI mengajak seluruh masyarakat untuk turut merasakan semarak Ramadhan dalam suasana kebersamaan, keberkahan, dan kepedulian sosial.

BSI Aceh Hadirkan BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk Regional Aceh menyelenggarakan kegiatan BSI Fest Ramadhan 1447 H yang berlangsung pada 12–15 Maret 2026 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda bernuansa religius, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. BSI Fest Ramadhan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat kebersamaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal selama bulan suci Ramadhan.

Regional CEO BSI Aceh, **Imsak Ramadhan**, menyampaikan bahwa BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan syariah, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukasi keislaman, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui BSI Fest Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat Aceh untuk meningkatkan ibadah, memperluas wawasan keislaman melalui kajian Ramadhan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Imsak Ramadhan.

Berbagai kegiatan akan meramaikan **BSI Fest Ramadhan 1447 H**, di antaranya:

* **Kajian Ramadhan**, sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas di bulan suci.
* **Bazar UMKM**, yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
* **Festival Kuliner Ramadhan**, yang menyajikan beragam makanan dan minuman khas untuk menemani momen berbuka puasa.
* **Aneka Lomba Ramadhan**, yang menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
* **Santunan Anak Yatim**, sebagai wujud kepedulian sosial serta komitmen BSI dalam berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.

Imsak menambahkan bahwa melalui kegiatan ini BSI juga ingin memperkuat perannya sebagai **sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual** bagi masyarakat Aceh.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat ibadah, berbagi kebaikan, dan mempererat silaturahmi. Kami berharap BSI Fest Ramadhan dapat menjadi ruang kebersamaan yang membawa keberkahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Aceh,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BSI mengajak seluruh masyarakat untuk turut merasakan semarak Ramadhan dalam suasana kebersamaan, keberkahan, dan kepedulian sosial.

BSI Aceh Hadirkan BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk Regional Aceh menyelenggarakan kegiatan BSI Fest Ramadhan 1447 H yang berlangsung pada 12–15 Maret 2026 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda bernuansa religius, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. BSI Fest Ramadhan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat kebersamaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal selama bulan suci Ramadhan.

Regional CEO BSI Aceh, **Imsak Ramadhan**, menyampaikan bahwa BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan syariah, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukasi keislaman, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui BSI Fest Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat Aceh untuk meningkatkan ibadah, memperluas wawasan keislaman melalui kajian Ramadhan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Imsak Ramadhan.

Berbagai kegiatan akan meramaikan **BSI Fest Ramadhan 1447 H**, di antaranya:

* **Kajian Ramadhan**, sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas di bulan suci.
* **Bazar UMKM**, yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
* **Festival Kuliner Ramadhan**, yang menyajikan beragam makanan dan minuman khas untuk menemani momen berbuka puasa.
* **Aneka Lomba Ramadhan**, yang menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
* **Santunan Anak Yatim**, sebagai wujud kepedulian sosial serta komitmen BSI dalam berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.

Imsak menambahkan bahwa melalui kegiatan ini BSI juga ingin memperkuat perannya sebagai **sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual** bagi masyarakat Aceh.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat ibadah, berbagi kebaikan, dan mempererat silaturahmi. Kami berharap BSI Fest Ramadhan dapat menjadi ruang kebersamaan yang membawa keberkahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Aceh,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BSI mengajak seluruh masyarakat untuk turut merasakan semarak Ramadhan dalam suasana kebersamaan, keberkahan, dan kepedulian sosial.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Polres Pidie Buka Layanan Penitipan Kendaraan untuk Warga Selama Mudik Lebaran

Mapolres sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-3-2026 Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan mudik pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Polres Pidie membuka layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis bagi warga Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Layanan penitipan kendaraan tersebut disediakan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang akan meninggalkan rumah dalam waktu beberapa hari untuk melakukan perjalanan mudik maupun berlibur saat Hari Raya Idulfitri, hal tersebut disampaikan Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK kepada wartawan.

“Layanan penitipan kendaraan ini kami sediakan secara gratis bagi masyarakat yang akan mudik atau bepergian selama libur Lebaran, sehingga kendaraan dapat disimpan dengan aman di lingkungan Mapolres maupun Polsek jajaran,” ujar Kapolres Pidie.

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Polres Pidie dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang meninggalkan rumah selama perjalanan mudik. Dengan adanya fasilitas penitipan kendaraan tersebut, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan kendaraan yang ditinggalkan.

Selain itu, Kapolres Pidie juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, seperti mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan, memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik, serta memberitahukan kepada tetangga atau aparat gampong setempat.

Menurutnya, Polres Pidie berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pada momen Hari Raya Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

“Melalui layanan penitipan kendaraan ini, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan lebih tenang dan nyaman, karena kendaraan mereka berada dalam pengawasan pihak kepolisian,” tutup Kapolres Pidie

Pulihkan Akses tranportasi, Prajurit TNI bersihkan Longsor di Ruas Jalan Takengon–Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita )  Personel TNI dari Satuan Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan pada ruas Takengon–Bintang, tepatnya di Dusun Kalang, kawasan Ujung Sere, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam membantu penanganan dampak bencana alam sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Melalui pengerahan personel di lapangan, proses pembersihan dilakukan dengan memindahkan material tanah, batu, serta puing-puing yang menutupi badan jalan agar jalur penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Penanganan cepat terhadap kejadian ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan konektivitas wilayah yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Selain itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam menjaga ketahanan wilayah dan keselamatan masyarakat.

Diharapkan dengan langkah cepat yang dilakukan tersebut, akses jalan pada ruas Takengon–Bintang dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah kembali berjalan dengan aman dan lancar.

Pulihkan Akses tranportasi, Prajurit TNI bersihkan Longsor di Ruas Jalan Takengon–Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita )  Personel TNI dari Satuan Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan pada ruas Takengon–Bintang, tepatnya di Dusun Kalang, kawasan Ujung Sere, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam membantu penanganan dampak bencana alam sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Melalui pengerahan personel di lapangan, proses pembersihan dilakukan dengan memindahkan material tanah, batu, serta puing-puing yang menutupi badan jalan agar jalur penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Penanganan cepat terhadap kejadian ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan konektivitas wilayah yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Selain itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam menjaga ketahanan wilayah dan keselamatan masyarakat.

Diharapkan dengan langkah cepat yang dilakukan tersebut, akses jalan pada ruas Takengon–Bintang dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah kembali berjalan dengan aman dan lancar.