Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM di wilayah Aceh dipastikan dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.

Kapolda menjelaskan, informasi yang beredar di masyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukkan keterbatasan pasokan BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi.

“Pertamina telah menyampaikan bahwa angka 20 hari yang dimaksud adalah cadangan operasional BBM. Bahkan secara kapasitas penyimpanan, pasokan BBM dapat menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ucap Kapolda Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi tersebut, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan di sejumlah SPBU serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sehingga distribusi energi dapat berjalan merata dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

Kapolda juga menegaskan bahwa penjualan BBM secara eceran di atas harga normal merupakan tindakan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak Rp60 miliar,” tegas Kapolda Aceh.

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM di wilayah Aceh dipastikan dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.

Kapolda menjelaskan, informasi yang beredar di masyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukkan keterbatasan pasokan BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi.

“Pertamina telah menyampaikan bahwa angka 20 hari yang dimaksud adalah cadangan operasional BBM. Bahkan secara kapasitas penyimpanan, pasokan BBM dapat menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ucap Kapolda Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi tersebut, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan di sejumlah SPBU serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sehingga distribusi energi dapat berjalan merata dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

Kapolda juga menegaskan bahwa penjualan BBM secara eceran di atas harga normal merupakan tindakan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak Rp60 miliar,” tegas Kapolda Aceh.

Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang Bantu Padamkan Kebakaran Tumpukan Kayu Pasca Banjir Bandang di Desa Tanjung Karang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis malam 6-3-2026 Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang, Kopka Mhd. Fauzi Kurniawan, turut membantu proses pemadaman kebakaran yang terjadi pada tumpukan kayu sisa material pasca banjir bandang di belakang Pondok Pesantren Al-Mucklisin, Dusun Bukit, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali terpantau sekitar pukul 19.30 WIB ketika api mulai terlihat membesar dari tumpukan kayu yang sebelumnya terbawa arus banjir bandang dan menumpuk di area tersebut. Tumpukan kayu yang cukup banyak serta kondisi material yang kering membuat api dengan cepat membesar dan berpotensi meluas ke area sekitar.

Menyadari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, Babinsa Kopka Mhd. Fauzi Kurniawan bersama perangkat desa dan warga setempat segera melakukan langkah cepat dengan melakukan pemantauan sekaligus berupaya melakukan penanganan awal sambil berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran agar segera turun ke lokasi.

Babinsa yang berada di lokasi kejadian juga turut membantu masyarakat dalam mengamankan area sekitar serta memastikan api tidak merambat ke fasilitas lain, khususnya kawasan Pondok Pesantren Al-Mucklisin yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya tanggap cepat aparat teritorial dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

Sekitar pukul 20.27 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Kota Kuala Simpang tiba di lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Petugas pemadam kebakaran bersama Babinsa serta masyarakat bahu-membahu memadamkan api yang membakar tumpukan kayu tersebut.
Upaya pemadaman terus dilakukan secara maksimal mengingat besarnya tumpukan kayu yang terbakar. Tidak lama kemudian, tepatnya pada pukul 20.40 WIB, tambahan tujuh unit mobil pemadam kebakaran kembali tiba di lokasi untuk memperkuat proses pemadaman. Tiga unit mobil pemadam kebakaran berasal dari Mabes TNI AD, sementara empat unit lainnya berasal dari Pos Kota Kuala Simpang.

Dengan demikian, total sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Kehadiran tambahan armada pemadam kebakaran tersebut sangat membantu mempercepat proses pemadaman serta mencegah api agar tidak meluas ke area permukiman maupun fasilitas lainnya di sekitar lokasi kejadian.

Dalam proses pemadaman tersebut, Babinsa bersama perangkat desa dan masyarakat juga terus membantu petugas pemadam kebakaran dengan melakukan pengamanan lokasi, membantu pengaturan akses di sekitar area kebakaran, serta memastikan masyarakat tetap berada pada jarak aman.

Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan guna memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak kembali menyala. Koordinasi antara aparat TNI, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, serta masyarakat terus dilakukan demi mempercepat penanganan kejadian tersebut.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat adanya potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan lingkungan sekitar, terutama di area yang masih terdapat tumpukan material sisa banjir bandang.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran masih terus dipantau oleh aparat terkait guna memastikan kondisi benar-benar aman dan terkendali. Informasi perkembangan lebih lanjut akan terus dimonitor dan dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Polda Aceh Gelar Bukber Bersama Awak Media

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Polda Aceh melalui Bidhumas menggelar kegiatan buka puasa bersama ratusan awak media di MZ Coffee, Banda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K yang memimpin kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada awak media yang sudah hadir dalam buka puasa bersama ini.

Kehadiran awak media dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kebersamaan dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik, sambungnya.

Bulan suci ramadhan adalah momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta merefleksikan nilai-nilai pengabdian dalam setiap tugas dan tanggung jawab kita.

Ia menjelaskan, kemitraan antara Polda Aceh dan rekan-rekan media memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas Kamtibmas dan membangun kepercayaan publik.

” Kami menyadari sepenuhnya bahwa selama ini rekan-rekan media telah memberikan kontribusi aktif dalam mengamplifikasi rilis, menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, serta turut menjaga ruang publik tetap kondusif, ” sebut Kabid Humas.

Saya menyadari bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif merupakan kunci dalam membangun institusi Polri yang presisi, ucapnya lagi

Media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial yang objektif dan mitra strategis dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan edukatif. Berbagai kritik, masukan, dan saran yang selama ini diberikan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pembenahan internal kami, kata Kabid Humas.

Kami di Bidang Humas Polda Aceh berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, mempercepat respons terhadap isu-isu yang berkembang, serta menjalin koordinasi yang harmonis dengan seluruh insan pers, tuturnya.

Melalui momentum buka puasa bersama ini, kami berharap sinergi dan kolaborasi antara Polda Aceh dan awak media semakin solid, profesional dan berlandaskan semangat kebersamaan untuk menjaga kondusivitas Aceh yang kita cintai, tutup Kabid Humas

Kegiatan kemitraan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini dihadiri Para Kasubbid dan personel Bidhumas Polda Aceh dan ratusan insan pers dari media cetak, online dan media elektronik.

Polda Aceh Gelar Bukber Bersama Awak Media

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Polda Aceh melalui Bidhumas menggelar kegiatan buka puasa bersama ratusan awak media di MZ Coffee, Banda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K yang memimpin kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada awak media yang sudah hadir dalam buka puasa bersama ini.

Kehadiran awak media dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kebersamaan dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik, sambungnya.

Bulan suci ramadhan adalah momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta merefleksikan nilai-nilai pengabdian dalam setiap tugas dan tanggung jawab kita.

Ia menjelaskan, kemitraan antara Polda Aceh dan rekan-rekan media memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas Kamtibmas dan membangun kepercayaan publik.

” Kami menyadari sepenuhnya bahwa selama ini rekan-rekan media telah memberikan kontribusi aktif dalam mengamplifikasi rilis, menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, serta turut menjaga ruang publik tetap kondusif, ” sebut Kabid Humas.

Saya menyadari bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif merupakan kunci dalam membangun institusi Polri yang presisi, ucapnya lagi

Media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial yang objektif dan mitra strategis dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan edukatif. Berbagai kritik, masukan, dan saran yang selama ini diberikan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pembenahan internal kami, kata Kabid Humas.

Kami di Bidang Humas Polda Aceh berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, mempercepat respons terhadap isu-isu yang berkembang, serta menjalin koordinasi yang harmonis dengan seluruh insan pers, tuturnya.

Melalui momentum buka puasa bersama ini, kami berharap sinergi dan kolaborasi antara Polda Aceh dan awak media semakin solid, profesional dan berlandaskan semangat kebersamaan untuk menjaga kondusivitas Aceh yang kita cintai, tutup Kabid Humas

Kegiatan kemitraan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini dihadiri Para Kasubbid dan personel Bidhumas Polda Aceh dan ratusan insan pers dari media cetak, online dan media elektronik.

Polres Aceh Timur Salurkan Bantuan untuk Dayah Terdampak Banjir

Idi Rayeuk ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Menjelang waktu berbuka puasa, jajaran Polres Aceh Timur mendatangi Dayah Istiqamatuddin Hidayatul Mu’arrif di Desa Meunasah Pu’uk, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur,  Kedatangan mereka bukan untuk kegiatan seremonial semata, melainkan membawa bantuan bagi para santri yang sebelumnya terdampak banjir.

Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. memimpin langsung penyerahan bantuan sosial tersebut. Turut mendampingi Wakapolres Kompol Abdul Muin, S.H.,M.M. beserta sejumlah pejabat utama Polres Aceh Timur dan Kapolsek Idi Rayeuk AKP Rahmadsyah.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kapolres Aceh Timur kepada pimpinan dayah, Tgk. Budi Hidayat, di halaman kompleks dayah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh pimpinan dayah Istiqamatuddin Hidayatul Mu’arrif.

Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan ibadah dan kebutuhan pokok untuk para santri. Di antaranya 50 sarung, 50 mukena, 50 baju koko, 50 sajadah, 20 kilogram kurma, serta 10 karung beras kemasan masing-masing 5 kilogram.

Kapolres Aceh Timur mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan yang sempat terdampak bencana.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para santri dan membantu kebutuhan mereka selama menjalani aktivitas belajar dan beribadah.” Ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.

Sementara itu Tgk. Budi Hidayat, menyampakan terima kasih kepada Kapolres Aceh Timur yang mana bantuan tersebut menjadi yang pertama diterima dayahnya setelah musibah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November tahun lalu.

“Dayah kami sempat terendam banjir hingga mencapai dua meter. dan baru kali ini ada bantuan yang datang setelah musibah itu. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Aceh Timur atas bantuannya semoga menjadi ladang amal bagi Bapak Kapolres Aceh Timur beserta jajarannya,” ungkap Tgk. Budi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan para santri, terlebih di bulan Ramadan yang sedang dijalani.

Polres Aceh Timur Salurkan Bantuan untuk Dayah Terdampak Banjir

Idi Rayeuk ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Menjelang waktu berbuka puasa, jajaran Polres Aceh Timur mendatangi Dayah Istiqamatuddin Hidayatul Mu’arrif di Desa Meunasah Pu’uk, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur,  Kedatangan mereka bukan untuk kegiatan seremonial semata, melainkan membawa bantuan bagi para santri yang sebelumnya terdampak banjir.

Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. memimpin langsung penyerahan bantuan sosial tersebut. Turut mendampingi Wakapolres Kompol Abdul Muin, S.H.,M.M. beserta sejumlah pejabat utama Polres Aceh Timur dan Kapolsek Idi Rayeuk AKP Rahmadsyah.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kapolres Aceh Timur kepada pimpinan dayah, Tgk. Budi Hidayat, di halaman kompleks dayah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh pimpinan dayah Istiqamatuddin Hidayatul Mu’arrif.

Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan ibadah dan kebutuhan pokok untuk para santri. Di antaranya 50 sarung, 50 mukena, 50 baju koko, 50 sajadah, 20 kilogram kurma, serta 10 karung beras kemasan masing-masing 5 kilogram.

Kapolres Aceh Timur mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan yang sempat terdampak bencana.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para santri dan membantu kebutuhan mereka selama menjalani aktivitas belajar dan beribadah.” Ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.

Sementara itu Tgk. Budi Hidayat, menyampakan terima kasih kepada Kapolres Aceh Timur yang mana bantuan tersebut menjadi yang pertama diterima dayahnya setelah musibah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November tahun lalu.

“Dayah kami sempat terendam banjir hingga mencapai dua meter. dan baru kali ini ada bantuan yang datang setelah musibah itu. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Aceh Timur atas bantuannya semoga menjadi ladang amal bagi Bapak Kapolres Aceh Timur beserta jajarannya,” ungkap Tgk. Budi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan para santri, terlebih di bulan Ramadan yang sedang dijalani.

Kapolres Pidie: Stok BBM di Sejumlah SPBU Masih Aman

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Pidie dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan guna menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir.

Kapolres Pidie menyampaikan bahwa hingga saat ini distribusi BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pidie masih berjalan normal dan tidak mengalami kendala.

“Stok BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Pidie masih aman. Sampai saat ini distribusi BBM masih berjalan lancar dan tidak ada hambatan,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK,

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan serta menerima laporan dari para Kapolsek di jajaran Polres Pidie terkait kondisi ketersediaan BBM di wilayah masing-masing.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa stok BBM di setiap SPBU masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, situasi di lapangan juga terpantau kondusif tanpa adanya antrean panjang maupun kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami telah memonitor langsung dan menerima laporan dari para Kapolsek terkait kondisi di SPBU di wilayahnya. Hasilnya, stok BBM masih aman dan tidak ditemukan antrean panjang maupun kepanikan masyarakat,” jelasnya.

Kapolres Pidie juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Gunakan BBM sesuai kebutuhan karena stok saat ini masih aman dan distribusi berjalan normal,” pungkasnya.

Polres Pidie akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM di wilayah hukum Polres Pidie guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga serta situasi kamtibmas tetap kondusif.

Wali Kota, Illiza Sa’addudin Jamal Berbagi Kebahagian Bersama Yatim

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-4-2026 Pemerintah Kota Banda Aceh kembali memperingati Hari Yatim yang jatuh setiap 15 Ramadhan dengan menggelar kegiatan penuh makna di halaman Balai Kota Banda Aceh, Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan anak yatim dari berbagai gampong di Banda Aceh, serta jajaran pemerintah kota, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para dermawan.

Mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak yatim yang mendapatkan santunan sekaligus kesempatan berbuka puasa bersama para pemimpin kota. Momentum tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat Banda Aceh terhadap anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan masih terus hidup di Kota Banda Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan ini. Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa nilai kepedulian masih hidup di kota yang kita cintai ini,” ujar Illiza.

Secara khusus, ia juga menyampaikan rasa sayang dan kebanggaannya kepada para anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menghadirkan suasana yang lebih hangat dan bermakna bagi seluruh yang hadir.

“Kehadiran ananda sekalian membuat tempat ini terasa lebih hangat, lebih hidup, dan lebih bermakna. Sore ini kami belajar dari anak-anak hebat tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam,” katanya.

Illiza menegaskan bahwa peringatan Hari Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi seluruh masyarakat untuk terus memperhatikan dan melindungi anak-anak yang kehilangan orang tua.

Ia menilai kota yang diberkahi bukan hanya kota yang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kesendirian dan kekurangan kasih sayang.

“Hari ini, 15 Ramadhan, kita tidak hanya memperingati Hari Yatim. Kita sedang memperbaharui komitmen moral kota ini. Kota yang diberkahi adalah kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam rasa sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para anak yatim agar tetap percaya diri dan terus bermimpi besar dalam meraih masa depan.

Menurutnya, meskipun mereka pernah merasakan kehilangan, kasih sayang Allah SWT tidak pernah terputus. Bahkan dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang sangat mulia.

“Kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kalian disebut secara khusus dalam Al-Quran dan dilindungi dalam ajaran Rasulullah. Betapa mulianya kedudukan kalian,” ucapnya.

Ia kemudian mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Imam Bukhari, yang menyebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan sangat dekat kedudukannya dengan Rasulullah di surga.

Melalui momentum tersebut, Illiza juga mengajak para anak yatim untuk tidak pernah merasa kecil ataupun putus asa dalam meraih cita-cita.

“Jangan pernah merasa kecil. Dari kota ini akan lahir dokter, guru, hafiz Al-Quran, pemimpin, bahkan wali kota di masa depan. Bisa jadi salah satunya ada di antara kalian yang duduk di sini hari ini,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ahmad Rizal yang memberikan pesan tentang pentingnya menyantuni anak yatim serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebelum tausiah dan berbuka puasa bersama, Wali Kota Banda Aceh bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, serta pimpinan perbankan dan BUMN turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada sepuluh anak yatim.

Santunan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang diharapkan dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan kemudian mengikuti tausiah Ramadhan dan berbuka puasa bersama. Tawa dan keceriaan anak-anak yatim mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan momen hangat yang penuh makna.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Di hari berikutnya, Jum’at tanggal 6 Maret 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima penyerahan zakat perdana dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh, Penyerahan zakat ini menjadi bentuk komitmen dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi pengelola zakat di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dengan Baitul Mal dalam pengelolaan dana umat.

Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, S.E., M.M., kepada Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, M.H. Prosesi penyerahan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan aparatur negara dan masyarakat luas.

Kegiatan ini juga menandai dimulainya kerja sama yang lebih erat antara KPP Pratama Banda Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari kalangan pegawai dan aparatur di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga pengelolaannya lebih terarah dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, mengatakan bahwa penyerahan zakat ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat Islam sekaligus dukungan terhadap sistem pengelolaan zakat yang telah diatur secara resmi di Aceh.

Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal, diharapkan distribusinya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi para mustahik.

Sementara itu, Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KPP Pratama Banda Aceh dalam menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Baitul Mal memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan, sehingga dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan kepada fakir miskin, santunan anak yatim, pemberdayaan ekonomi umat, hingga program sosial dan keagamaan lainnya.

Lebih lanjut, Yusuf Al-Qardhawy berharap penyerahan zakat perdana ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pegawai instansi pemerintah, agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Kota Banda Aceh dapat dikelola secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.

Penyaluran zakat melalui Baitul Mal juga merupakan implementasi dari ketentuan yang berlaku di Aceh sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang perubahan atas qanun sebelumnya, serta Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 21 Tahun 2025 tentang pengelolaan zakat.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa zakat bagi umat Islam di Aceh dapat disalurkan melalui lembaga resmi pengelola zakat, yaitu Baitul Mal, agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara terkoordinasi, transparan, serta akuntabel.

Dengan adanya dukungan dari berbagai instansi pemerintah, diharapkan pengelolaan zakat di Kota Banda Aceh semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Ke depan, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, guna mengoptimalkan potensi zakat yang ada. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen ekonomi Islam yang mampu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan umat

Wali Kota, Illiza Sa’addudin Jamal Berbagi Kebahagian Bersama Yatim

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-4-2026 Pemerintah Kota Banda Aceh kembali memperingati Hari Yatim yang jatuh setiap 15 Ramadhan dengan menggelar kegiatan penuh makna di halaman Balai Kota Banda Aceh, Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan anak yatim dari berbagai gampong di Banda Aceh, serta jajaran pemerintah kota, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para dermawan.

Mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak yatim yang mendapatkan santunan sekaligus kesempatan berbuka puasa bersama para pemimpin kota. Momentum tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat Banda Aceh terhadap anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan masih terus hidup di Kota Banda Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan ini. Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa nilai kepedulian masih hidup di kota yang kita cintai ini,” ujar Illiza.

Secara khusus, ia juga menyampaikan rasa sayang dan kebanggaannya kepada para anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menghadirkan suasana yang lebih hangat dan bermakna bagi seluruh yang hadir.

“Kehadiran ananda sekalian membuat tempat ini terasa lebih hangat, lebih hidup, dan lebih bermakna. Sore ini kami belajar dari anak-anak hebat tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam,” katanya.

Illiza menegaskan bahwa peringatan Hari Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi seluruh masyarakat untuk terus memperhatikan dan melindungi anak-anak yang kehilangan orang tua.

Ia menilai kota yang diberkahi bukan hanya kota yang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kesendirian dan kekurangan kasih sayang.

“Hari ini, 15 Ramadhan, kita tidak hanya memperingati Hari Yatim. Kita sedang memperbaharui komitmen moral kota ini. Kota yang diberkahi adalah kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam rasa sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para anak yatim agar tetap percaya diri dan terus bermimpi besar dalam meraih masa depan.

Menurutnya, meskipun mereka pernah merasakan kehilangan, kasih sayang Allah SWT tidak pernah terputus. Bahkan dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang sangat mulia.

“Kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kalian disebut secara khusus dalam Al-Quran dan dilindungi dalam ajaran Rasulullah. Betapa mulianya kedudukan kalian,” ucapnya.

Ia kemudian mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Imam Bukhari, yang menyebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan sangat dekat kedudukannya dengan Rasulullah di surga.

Melalui momentum tersebut, Illiza juga mengajak para anak yatim untuk tidak pernah merasa kecil ataupun putus asa dalam meraih cita-cita.

“Jangan pernah merasa kecil. Dari kota ini akan lahir dokter, guru, hafiz Al-Quran, pemimpin, bahkan wali kota di masa depan. Bisa jadi salah satunya ada di antara kalian yang duduk di sini hari ini,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ahmad Rizal yang memberikan pesan tentang pentingnya menyantuni anak yatim serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebelum tausiah dan berbuka puasa bersama, Wali Kota Banda Aceh bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, serta pimpinan perbankan dan BUMN turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada sepuluh anak yatim.

Santunan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang diharapkan dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan kemudian mengikuti tausiah Ramadhan dan berbuka puasa bersama. Tawa dan keceriaan anak-anak yatim mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan momen hangat yang penuh makna.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Di hari berikutnya, Jum’at tanggal 6 Maret 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima penyerahan zakat perdana dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh, Penyerahan zakat ini menjadi bentuk komitmen dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi pengelola zakat di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dengan Baitul Mal dalam pengelolaan dana umat.

Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, S.E., M.M., kepada Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, M.H. Prosesi penyerahan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan aparatur negara dan masyarakat luas.

Kegiatan ini juga menandai dimulainya kerja sama yang lebih erat antara KPP Pratama Banda Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari kalangan pegawai dan aparatur di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga pengelolaannya lebih terarah dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, mengatakan bahwa penyerahan zakat ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat Islam sekaligus dukungan terhadap sistem pengelolaan zakat yang telah diatur secara resmi di Aceh.

Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal, diharapkan distribusinya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi para mustahik.

Sementara itu, Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KPP Pratama Banda Aceh dalam menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Baitul Mal memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan, sehingga dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan kepada fakir miskin, santunan anak yatim, pemberdayaan ekonomi umat, hingga program sosial dan keagamaan lainnya.

Lebih lanjut, Yusuf Al-Qardhawy berharap penyerahan zakat perdana ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pegawai instansi pemerintah, agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Kota Banda Aceh dapat dikelola secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.

Penyaluran zakat melalui Baitul Mal juga merupakan implementasi dari ketentuan yang berlaku di Aceh sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang perubahan atas qanun sebelumnya, serta Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 21 Tahun 2025 tentang pengelolaan zakat.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa zakat bagi umat Islam di Aceh dapat disalurkan melalui lembaga resmi pengelola zakat, yaitu Baitul Mal, agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara terkoordinasi, transparan, serta akuntabel.

Dengan adanya dukungan dari berbagai instansi pemerintah, diharapkan pengelolaan zakat di Kota Banda Aceh semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Ke depan, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, guna mengoptimalkan potensi zakat yang ada. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen ekonomi Islam yang mampu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan umat