Bahas Inflasi, Penanganan Bencana dan Persiapan Nuzulul Qur’an, Kapolda Aceh Hadiri Rapat bersama Forkopimda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.,menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari pengendalian inflasi, penanganan bencana hidrometeorologi, hingga persiapan kegiatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Festival Ramadhan 1447 Hijriah.

Rapat tersebut berlangsung Rapat Potda I Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Aceh, di antaranya Wali Nanggroe Aceh, Kapolda Aceh, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kajati Aceh, Ketua DPR Aceh, Sekda Aceh, Kabinda Aceh, serta pimpinan instansi vertikal dan SKPA terkait, lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah kondisi inflasi Aceh menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,94 persen, yang dipengaruhi oleh sejumlah komoditas seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah Aceh bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, di antaranya melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai kabupaten/kota, penguatan distribusi bahan pokok, serta koordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat, katanya.

Selain isu inflasi, rapat juga membahas perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah bersama unsur TNI–Polri dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi dalam upaya penanganan dampak bencana serta percepatan pemulihan di daerah terdampak, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga mematangkan persiapan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang direncanakan berlangsung pada 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan buka puasa bersama masyarakat serta sejumlah agenda keagamaan dalam rangka memeriahkan Festival Ramadhan di Aceh, ungkapnya lagi.

” Kehadiran Kapolda Aceh dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah, baik dalam pengendalian inflasi, penanganan bencana, maupun mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat, ” sebut Kabid Humas

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan berbagai langkah strategis yang telah dirumuskan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempercepat penanganan bencana, serta memastikan kegiatan Ramadhan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, jelas Kabid Humas lagi.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan komitmen bersama seluruh instansi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Aceh, pungkas Kabid Humas.

Bahas Inflasi, Penanganan Bencana dan Persiapan Nuzulul Qur’an, Kapolda Aceh Hadiri Rapat bersama Forkopimda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.,menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari pengendalian inflasi, penanganan bencana hidrometeorologi, hingga persiapan kegiatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Festival Ramadhan 1447 Hijriah.

Rapat tersebut berlangsung Rapat Potda I Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Aceh, di antaranya Wali Nanggroe Aceh, Kapolda Aceh, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kajati Aceh, Ketua DPR Aceh, Sekda Aceh, Kabinda Aceh, serta pimpinan instansi vertikal dan SKPA terkait, lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah kondisi inflasi Aceh menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,94 persen, yang dipengaruhi oleh sejumlah komoditas seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah Aceh bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, di antaranya melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai kabupaten/kota, penguatan distribusi bahan pokok, serta koordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat, katanya.

Selain isu inflasi, rapat juga membahas perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah bersama unsur TNI–Polri dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi dalam upaya penanganan dampak bencana serta percepatan pemulihan di daerah terdampak, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga mematangkan persiapan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang direncanakan berlangsung pada 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan buka puasa bersama masyarakat serta sejumlah agenda keagamaan dalam rangka memeriahkan Festival Ramadhan di Aceh, ungkapnya lagi.

” Kehadiran Kapolda Aceh dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah, baik dalam pengendalian inflasi, penanganan bencana, maupun mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat, ” sebut Kabid Humas

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan berbagai langkah strategis yang telah dirumuskan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempercepat penanganan bencana, serta memastikan kegiatan Ramadhan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, jelas Kabid Humas lagi.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan komitmen bersama seluruh instansi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Aceh, pungkas Kabid Humas.

Yon Zipur 16/DA kebut Pembangunan Jembatan Bailey Blang Reubik–Buket Sendang Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-3-2026 Pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Blang Reubik dan Desa Buket Sendang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Maret 2026, progres pengerjaan telah mencapai 92 persen.

Jembatan ini dibangun sebagai pengganti jembatan sebelumnya yang mengalami kerusakan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kerusakan tersebut sempat memutus akses utama masyarakat, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga di kedua desa mengalami hambatan yang cukup signifikan.

Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh personel Batalyon Zeni Tempur 16/Dhika Anoraga (Yonzipur 16/DA) sebagai bagian dari tugas kemanusiaan dan dukungan terhadap percepatan pemulihan infrastruktur daerah terdampak bencana. Kehadiran satuan Zeni TNI AD di lokasi menjadi bentuk respons cepat dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan akses transportasi dapat segera dipulihkan.

Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang bentang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak panel. Material jembatan merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa material modular luar negeri tahun 2026 yang memiliki standar kekuatan dan keamanan tinggi. Konstruksi ini dirancang untuk mampu menopang beban kendaraan roda dua maupun roda empat serta menjamin keselamatan pengguna jalan dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

Ruas jalan yang menghubungkan Desa Blang Reubik dan Desa Buket Sendang memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas masyarakat. Jalur ini menjadi akses utama bagi warga untuk menuju pusat kecamatan, pasar tradisional, fasilitas pendidikan, serta layanan kesehatan. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Akibat kerusakan jembatan sebelumnya, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dengan kondisi jalan yang kurang memadai. Hal ini berdampak pada bertambahnya waktu tempuh, meningkatnya biaya transportasi, serta terhambatnya distribusi hasil perkebunan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam proses pengerjaannya, personel Yonzipur 16/DA bekerja secara profesional, terukur, dan sistematis sesuai dengan tahapan konstruksi jembatan Bailey. Hingga saat ini, pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pemasangan plat lantai jembatan sebagai bagian dari tahap akhir penyempurnaan struktur atas. Setiap tahapan dikerjakan dengan memperhatikan ketepatan posisi, kekuatan sambungan, serta kesesuaian dengan spesifikasi teknis agar jembatan dapat difungsikan secara aman dan optimal.

Dengan capaian progres 92 persen, pembangunan ini ditargetkan dapat segera rampung sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan. Penyelesaian jembatan diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi antar desa serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir.
Keberadaan jembatan Bailey ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendukung pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan infrastruktur akibat bencana. Selain memastikan akses transportasi kembali normal, pembangunan ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat negara dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Masyarakat setempat menyambut baik hampir selesainya pembangunan jembatan tersebut dan berharap jembatan dapat segera difungsikan sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar, aman, dan optimal seperti sediakala. Mereka berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang serta menjadi sarana penghubung yang kokoh dalam mendukung kemajuan Desa Blang Reubik dan Desa Buket Sendang di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga Bangun Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat, Progres Capai 25 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Selasa Personel Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana dengan melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kabupaten Aceh Tengah. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul kerusakan jembatan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Hingga awal Maret 2026, progres pekerjaan pembangunan jembatan telah mencapai 25 persen. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis percepatan pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.

Jembatan Lukup Sabun Barat dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Lukup Sabun Barat dengan Blang Paku. Jalur ini merupakan akses vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, maupun sebagai penghubung kegiatan sosial dan ekonomi warga setempat. Kerusakan jembatan akibat banjir bandang sempat menghambat aktivitas warga dan memperpanjang waktu tempuh menuju pusat kecamatan maupun pasar tradisional, sehingga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Yonzipur 16/Dhika Anoraga diterjunkan guna melaksanakan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi cepat, efektif, dan tepat guna. Jembatan Bailey dipilih karena memiliki sistem konstruksi modular yang memungkinkan proses perakitan dilakukan dalam waktu relatif singkat namun tetap memenuhi standar kekuatan dan keamanan.

Di lapangan, para personel bekerja secara intensif dan terukur sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan. Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang 15 meter atau delapan petak panel. Konstruksi ini dirancang untuk mampu menahan beban kendaraan roda dua maupun roda empat serta mendukung aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Sejauh ini, tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi proses perakitan rangka jembatan Bailey. Proses perakitan dilakukan secara sistematis dengan memastikan ketepatan pemasangan panel, pin pengunci, serta komponen struktural lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Tahapan ini menjadi fase krusial sebelum dilakukan proses pendorongan (launching) jembatan ke posisi akhir di atas bentang sungai.

Meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi medan yang cukup berat serta cuaca yang berubah-ubah, semangat dan profesionalisme personel di lapangan tetap terjaga. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keselamatan kerja serta kualitas konstruksi demi memastikan jembatan dapat berfungsi optimal dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

Keberadaan Jembatan Bailey ini nantinya diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi antara Lukup Sabun Barat dan Blang Paku, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir. Selain itu, pembangunan ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi, tetap terpenuhi.

Dengan progres yang terus bergerak maju, diharapkan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah secara aman dan optimal.

Salah seorang warga setempat, Bapak Subhan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan rusak akibat banjir, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan harus memutar melalui jalur alternatif yang cukup jauh.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang sudah turun langsung membantu membangun kembali jembatan ini. Kehadiran jembatan Bailey ini sangat kami nantikan karena menjadi akses utama untuk membawa hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Beliau berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan jembatan segera dapat digunakan oleh masyarakat. Ia juga berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik dalam upaya membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana, sehingga kehidupan warga dapat kembali normal seperti sediakala.

Personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga Bangun Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat, Progres Capai 25 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Selasa Personel Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana dengan melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kabupaten Aceh Tengah. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul kerusakan jembatan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Hingga awal Maret 2026, progres pekerjaan pembangunan jembatan telah mencapai 25 persen. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis percepatan pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.

Jembatan Lukup Sabun Barat dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Lukup Sabun Barat dengan Blang Paku. Jalur ini merupakan akses vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, maupun sebagai penghubung kegiatan sosial dan ekonomi warga setempat. Kerusakan jembatan akibat banjir bandang sempat menghambat aktivitas warga dan memperpanjang waktu tempuh menuju pusat kecamatan maupun pasar tradisional, sehingga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Yonzipur 16/Dhika Anoraga diterjunkan guna melaksanakan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi cepat, efektif, dan tepat guna. Jembatan Bailey dipilih karena memiliki sistem konstruksi modular yang memungkinkan proses perakitan dilakukan dalam waktu relatif singkat namun tetap memenuhi standar kekuatan dan keamanan.

Di lapangan, para personel bekerja secara intensif dan terukur sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan. Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang 15 meter atau delapan petak panel. Konstruksi ini dirancang untuk mampu menahan beban kendaraan roda dua maupun roda empat serta mendukung aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Sejauh ini, tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi proses perakitan rangka jembatan Bailey. Proses perakitan dilakukan secara sistematis dengan memastikan ketepatan pemasangan panel, pin pengunci, serta komponen struktural lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Tahapan ini menjadi fase krusial sebelum dilakukan proses pendorongan (launching) jembatan ke posisi akhir di atas bentang sungai.

Meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi medan yang cukup berat serta cuaca yang berubah-ubah, semangat dan profesionalisme personel di lapangan tetap terjaga. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keselamatan kerja serta kualitas konstruksi demi memastikan jembatan dapat berfungsi optimal dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

Keberadaan Jembatan Bailey ini nantinya diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi antara Lukup Sabun Barat dan Blang Paku, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir. Selain itu, pembangunan ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi, tetap terpenuhi.

Dengan progres yang terus bergerak maju, diharapkan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah secara aman dan optimal.

Salah seorang warga setempat, Bapak Subhan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan rusak akibat banjir, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan harus memutar melalui jalur alternatif yang cukup jauh.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang sudah turun langsung membantu membangun kembali jembatan ini. Kehadiran jembatan Bailey ini sangat kami nantikan karena menjadi akses utama untuk membawa hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Beliau berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan jembatan segera dapat digunakan oleh masyarakat. Ia juga berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik dalam upaya membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana, sehingga kehidupan warga dapat kembali normal seperti sediakala.

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Kota Banda Aceh. Peresmian yang berlangsung khidmat pada, dihadiri dan oleh Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dan jajaran direksi Bank Aceh.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menekankan bahwa dunia perbankan saat ini menuntut kecepatan dan adaptasi teknologi yang tinggi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi PT Bank Aceh Syariah. Peresmian ATM Drive Thru ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol konsistensi kami dalam bertransformasi. Kami ingin membuktikan bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan teknologi mutakhir untuk memberikan service excellence,” ujar Fadhil Ilyas.

Fasilitas di Banda Aceh ini merupakan unit Drive Thru kedua setelah kesuksesan unit pertama yang diresmikan di Taman Riyadhah, Lhokseumawe pada tahun 2025. Respon positif masyarakat Lhokseumawe menjadi pemicu bagi Bank Aceh untuk menghadirkan layanan serupa di jantung ibu kota provinsi.

Fadhil Ilyas menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kota yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat. Fasilitas ini menawarkan tiga keunggulan utama yaitu nasabah dapat bertransaksi tanpa perlu mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan, memberikan privasi lebih tinggi bagi nasabah saat melakukan penarikan atau transaksi lainnya dan hadir di titik temu aktivitas masyarakat sehingga lebih dekat dengan nadi kehidupan warga Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inovasi yang terus dilakukan oleh Bank Aceh. Beliau menilai langkah ini sangat relevan dengan perkembangan kota Banda Aceh yang menuntut efisiensi waktu.
“Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh Bank Aceh. Kehadiran ATM Drive Thru ini secara nyata mengakomodir kebutuhan masyarakat kota yang memerlukan layanan serba cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Ibu Illiza.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki nilai tambah bagi estetika kota. “Dengan adanya Drive Thru ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, namun juga ikut memperindah wajah kota Banda Aceh. Desainnya yang modern menyatu dengan penataan Taman Kota kita yang semakin asri,” tambah Illiza.

Menutup acara tersebut, manajemen Bank Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU), Bapak Andri Wardani, serta seluruh tim yang berhasil merealisasikan pembangunan ini. Bank Aceh berkomitmen untuk terus menambah titik layanan baru dan memperkuat fitur digital demi kenyamanan seluruh nasabah.

“Semoga fasilitas ini dapat dijaga bersama dan memberikan berkah bagi seluruh umat serta menjadi bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkas Fadhil Ilyas

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Kota Banda Aceh. Peresmian yang berlangsung khidmat pada, dihadiri dan oleh Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dan jajaran direksi Bank Aceh.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menekankan bahwa dunia perbankan saat ini menuntut kecepatan dan adaptasi teknologi yang tinggi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi PT Bank Aceh Syariah. Peresmian ATM Drive Thru ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol konsistensi kami dalam bertransformasi. Kami ingin membuktikan bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan teknologi mutakhir untuk memberikan service excellence,” ujar Fadhil Ilyas.

Fasilitas di Banda Aceh ini merupakan unit Drive Thru kedua setelah kesuksesan unit pertama yang diresmikan di Taman Riyadhah, Lhokseumawe pada tahun 2025. Respon positif masyarakat Lhokseumawe menjadi pemicu bagi Bank Aceh untuk menghadirkan layanan serupa di jantung ibu kota provinsi.

Fadhil Ilyas menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kota yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat. Fasilitas ini menawarkan tiga keunggulan utama yaitu nasabah dapat bertransaksi tanpa perlu mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan, memberikan privasi lebih tinggi bagi nasabah saat melakukan penarikan atau transaksi lainnya dan hadir di titik temu aktivitas masyarakat sehingga lebih dekat dengan nadi kehidupan warga Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inovasi yang terus dilakukan oleh Bank Aceh. Beliau menilai langkah ini sangat relevan dengan perkembangan kota Banda Aceh yang menuntut efisiensi waktu.
“Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh Bank Aceh. Kehadiran ATM Drive Thru ini secara nyata mengakomodir kebutuhan masyarakat kota yang memerlukan layanan serba cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Ibu Illiza.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki nilai tambah bagi estetika kota. “Dengan adanya Drive Thru ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, namun juga ikut memperindah wajah kota Banda Aceh. Desainnya yang modern menyatu dengan penataan Taman Kota kita yang semakin asri,” tambah Illiza.

Menutup acara tersebut, manajemen Bank Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU), Bapak Andri Wardani, serta seluruh tim yang berhasil merealisasikan pembangunan ini. Bank Aceh berkomitmen untuk terus menambah titik layanan baru dan memperkuat fitur digital demi kenyamanan seluruh nasabah.

“Semoga fasilitas ini dapat dijaga bersama dan memberikan berkah bagi seluruh umat serta menjadi bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkas Fadhil Ilyas

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

Warga Leupung Hidupkan KDKMP dengan Ragam Kegiatan Sosial dan Religi

Aceh Besar ( Aceh dalam berita) Senin 2-3-2026 Suasana berbeda tampak di kawasan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Meski secara administratif bangunan tersebut belum secara resmi diserahterimakan kepada masyarakat, denyut aktivitas di lingkungan gedung justru telah terasa hidup dan penuh semangat kebersamaan.

Alih-alih membiarkan bangunan baru itu kosong tanpa aktivitas, masyarakat Leupung berinisiatif memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bukti nyata tingginya rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap fasilitas desa yang dibangun untuk kepentingan bersama.

Sejak pagi hari, area KDKMP telah dipadati warga yang mengikuti dan menyukseskan sejumlah agenda. Di salah satu sisi halaman, digelar Bazar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan tersebut berubah menjadi pusat penjualan takjil. Deretan lapak sederhana milik pelaku UMKM lokal tampak ramai dikunjungi warga. Momentum ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat. Para pedagang mengaku terbantu dengan adanya ruang usaha yang representatif dan strategis.

Selain sektor ekonomi, perhatian terhadap aspek kesehatan juga menjadi prioritas. Bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan umum. Layanan ini disambut antusias, terutama oleh kalangan lanjut usia dan warga yang ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya itu, suasana religius turut mewarnai aktivitas di gedung KDKMP. Sejumlah perlombaan keagamaan digelar, di antaranya pencarian bakat mu’azin serta Musabaqah Hafiz dan Hafizah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam gedung menghadirkan nuansa syahdu dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Keuchik Desa Layeun, Junaidi, menyampaikan bahwa pemanfaatan lokasi KDKMP dilakukan murni demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun proses administrasi serah terima bangunan masih berlangsung, secara fungsi fasilitas tersebut sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami ingin fasilitas ini segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. Walaupun secara formal proses serah terima belum selesai, namun warga sudah memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Inisiatif masyarakat Leupung ini patut diapresiasi sebagai bentuk kemandirian dan kedewasaan dalam mengelola aset desa. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan mental serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan sinergi yang terbangun antara fasilitas yang tersedia dan semangat warga untuk memanfaatkannya secara positif, KDKMP Kecamatan Leupung diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, mandiri, dan religius di wilayah Kabupaten Aceh Besar.