FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli,

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni *FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan*. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, *Bapak Fadhil Ilyas*, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

_“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar *Fadhil Ilyas*._

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

_“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap *Daddi Peryoga.*_

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

_“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,”_ ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli,

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni *FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan*. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, *Bapak Fadhil Ilyas*, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

_“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar *Fadhil Ilyas*._

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

_“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap *Daddi Peryoga.*_

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

_“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,”_ ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli,

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni *FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan*. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, *Bapak Fadhil Ilyas*, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

_“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar *Fadhil Ilyas*._

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

_“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap *Daddi Peryoga.*_

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

_“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,”_ ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Polda Aceh Mengajak Masyarakat Tenang, Pertamina : Pastikan Stok BBM Di Aceh Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Polda Aceh mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang terkait isu-isu negatif tentang stok BBM di Provinsi Aceh.

Polda Aceh memastikan stok BBM di Aceh dalam kondisi aman, sesuai pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak PT Pertamina, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Ia menjelaskan kondisi BBM di Aceh Aman mengutip keterangan resmi dari Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menjelaskan bahwa angka 20 hari merupakan cadangan operasional BBM, bukan menunjukkan keterbatasan pasokan. Menurutnya, kapasitas penyimpanan yang tersedia sebenarnya dapat menampung pasokan BBM hingga sekitar 25 sampai 26 hari.

“Dua puluh hari yang dimaksud adalah cadangannya. Secara storage kita bisa menampung hingga 25 sampai 26 hari. Angka 20 hari ini sebenarnya memang sudah dari dulu begitu,” kata Misbah dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Kamis 5 Maret 2026, kutip Kabid Humas.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (Panic Buying). Ketersediaan pasokan dipastikan aman dan proses distribusi berlangsung normal, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan saja, jelas Kabid Humas lagi mengutip keterangan Misbah Bukhori.

Dalam konteks itu, Polda Aceh mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan secara pribadi dan dapat merugikan orang lainnya.Bila menemukan ada penimbunan dan bisa menimbulkan kelangkaan BBM di Aceh, maka Polda Aceh akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, tutup Kabid Humas.

Polda Aceh Mengajak Masyarakat Tenang, Pertamina : Pastikan Stok BBM Di Aceh Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Polda Aceh mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang terkait isu-isu negatif tentang stok BBM di Provinsi Aceh.

Polda Aceh memastikan stok BBM di Aceh dalam kondisi aman, sesuai pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak PT Pertamina, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Ia menjelaskan kondisi BBM di Aceh Aman mengutip keterangan resmi dari Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menjelaskan bahwa angka 20 hari merupakan cadangan operasional BBM, bukan menunjukkan keterbatasan pasokan. Menurutnya, kapasitas penyimpanan yang tersedia sebenarnya dapat menampung pasokan BBM hingga sekitar 25 sampai 26 hari.

“Dua puluh hari yang dimaksud adalah cadangannya. Secara storage kita bisa menampung hingga 25 sampai 26 hari. Angka 20 hari ini sebenarnya memang sudah dari dulu begitu,” kata Misbah dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Kamis 5 Maret 2026, kutip Kabid Humas.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (Panic Buying). Ketersediaan pasokan dipastikan aman dan proses distribusi berlangsung normal, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan saja, jelas Kabid Humas lagi mengutip keterangan Misbah Bukhori.

Dalam konteks itu, Polda Aceh mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan secara pribadi dan dapat merugikan orang lainnya.Bila menemukan ada penimbunan dan bisa menimbulkan kelangkaan BBM di Aceh, maka Polda Aceh akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, tutup Kabid Humas.

Polda Aceh Mengajak Masyarakat Tenang, Pertamina : Pastikan Stok BBM Di Aceh Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Polda Aceh mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang terkait isu-isu negatif tentang stok BBM di Provinsi Aceh.

Polda Aceh memastikan stok BBM di Aceh dalam kondisi aman, sesuai pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak PT Pertamina, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Ia menjelaskan kondisi BBM di Aceh Aman mengutip keterangan resmi dari Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menjelaskan bahwa angka 20 hari merupakan cadangan operasional BBM, bukan menunjukkan keterbatasan pasokan. Menurutnya, kapasitas penyimpanan yang tersedia sebenarnya dapat menampung pasokan BBM hingga sekitar 25 sampai 26 hari.

“Dua puluh hari yang dimaksud adalah cadangannya. Secara storage kita bisa menampung hingga 25 sampai 26 hari. Angka 20 hari ini sebenarnya memang sudah dari dulu begitu,” kata Misbah dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Kamis 5 Maret 2026, kutip Kabid Humas.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (Panic Buying). Ketersediaan pasokan dipastikan aman dan proses distribusi berlangsung normal, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan saja, jelas Kabid Humas lagi mengutip keterangan Misbah Bukhori.

Dalam konteks itu, Polda Aceh mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan secara pribadi dan dapat merugikan orang lainnya.Bila menemukan ada penimbunan dan bisa menimbulkan kelangkaan BBM di Aceh, maka Polda Aceh akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, tutup Kabid Humas.

Kapolda Aceh Berikan Arahan kepada Personel Ditpamobvit dan Ditbinmas

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memberikan arahan kepada seluruh personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) dan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Aceh di Gedung Presisi Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Aceh yang didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Dirpamobvit Polda Aceh, Dirbinmas Polda Aceh, dan Kabid Propam Polda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa arahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta memperkuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi personel Ditpamobvit dan Ditbinmas dalam mendukung terbangunnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Jumlah personel yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 124 orang, terdiri dari 55 personel Ditbinmas dan 69 personel Ditpamobvit,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Ditpamobvit dan Ditbinmas yang telah berkontribusi dalam membangun citra positif Polri melalui pelaksanaan tugas pembinaan kepada masyarakat serta pengamanan objek vital secara profesional.

Kapolda juga menyampaikan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), meningkatkan pemahaman terhadap sistem kinerja, serta menguasai standar pengamanan objek vital yang meliputi pengamanan markas komando (mako), aktivitas, arsip, dan personel.

Selain itu, personel Ditbinmas diharapkan terus meningkatkan kegiatan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat guna memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Di akhir arahannya, Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan melalui latihan rutin seperti beladiri Polri, menembak, dan kesiapan operasional, jelas Kabid Humas lagi.

“Personel juga diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial sehingga dapat mendukung dan menjaga citra positif Polri di tengah masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Berikan Arahan kepada Personel Ditpamobvit dan Ditbinmas

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memberikan arahan kepada seluruh personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) dan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Aceh di Gedung Presisi Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Aceh yang didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Dirpamobvit Polda Aceh, Dirbinmas Polda Aceh, dan Kabid Propam Polda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa arahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta memperkuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi personel Ditpamobvit dan Ditbinmas dalam mendukung terbangunnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Jumlah personel yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 124 orang, terdiri dari 55 personel Ditbinmas dan 69 personel Ditpamobvit,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Ditpamobvit dan Ditbinmas yang telah berkontribusi dalam membangun citra positif Polri melalui pelaksanaan tugas pembinaan kepada masyarakat serta pengamanan objek vital secara profesional.

Kapolda juga menyampaikan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), meningkatkan pemahaman terhadap sistem kinerja, serta menguasai standar pengamanan objek vital yang meliputi pengamanan markas komando (mako), aktivitas, arsip, dan personel.

Selain itu, personel Ditbinmas diharapkan terus meningkatkan kegiatan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat guna memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Di akhir arahannya, Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan melalui latihan rutin seperti beladiri Polri, menembak, dan kesiapan operasional, jelas Kabid Humas lagi.

“Personel juga diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial sehingga dapat mendukung dan menjaga citra positif Polri di tengah masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

Polres Aceh Timur Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir di Tiga kecamatan

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi melalui kasat intelkam IPTU Jolly Ronny Mamarimbing kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di kecamatan Idi Rayeuk didesa meunasah Puuk.

kegiatan penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) berlangsung didesa meunasah Puuk langsung di sambut oleh kepala desa setempat.

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata jajaran kepolisian, khususnya Kasat Intelkam, terhadap warga yang masih merasakan dampak banjir besar yang melanda.

Banyak masyarakat yang kehilangan harta benda dan membutuhkan dukungan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lokasi kegiatan penyaluran Bansos dipusatkan di beberapa desa kecamatan Idi Rayeuk, kecamatan darul Aman dan Pante Bidari

Warga terlihat antusias menyambut rombongan Kasat Intelkam yang datang langsung membawa bantuan didampingi anggotanya dan anggota Polsek setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Jolly menyerahkan sebanyak 50 paket sembako kepada warga yang terdampak. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam beberapa hari ke depan.

Kasat Intelkam Polres Aceh Timur IPTU Jolly menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud empati dan dukungan pihak kepolisian kepada warga yang sedang mengalami kesulitan. Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, namun juga hadir untuk memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan.

Warga penerima bantuan tampak berterima kasih dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Polres Aceh Timur. Mereka menilai bahwa bantuan sembako tersebut sangat berarti di tengah kondisi pascabencana yang membuat sebagian keluarga masih berusaha bangkit.

Selain itu, kegiatan sosial ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran Kasat Intelkam secara langsung di tengah warga menunjukkan komitmen Polres Langsa untuk terus aktif membantu di berbagai kondisi.

Proses pembagian bantuan berlangsung tertib dan terorganisir. Para personel yang bertugas memastikan seluruh paket sembako disalurkan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan tanpa adanya kendala di lapangan.

Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 14.20 WIB, dengan situasi berjalan aman, tertib, dan penuh kehangatan antara aparat kepolisian dan warga. Tidak ada hambatan berarti selama penyerahan berlangsung.

Melalui kegiatan Bansos ini, Kasat Intelkam Polres Aceh Timur berharap agar bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak banjir serta menjadi penyemangat untuk bangkit dan pulih dari bencana yang melanda Aceh Timur.

Polres Aceh Timur Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir di Tiga kecamatan

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi melalui kasat intelkam IPTU Jolly Ronny Mamarimbing kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di kecamatan Idi Rayeuk didesa meunasah Puuk.

kegiatan penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) berlangsung didesa meunasah Puuk langsung di sambut oleh kepala desa setempat.

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata jajaran kepolisian, khususnya Kasat Intelkam, terhadap warga yang masih merasakan dampak banjir besar yang melanda.

Banyak masyarakat yang kehilangan harta benda dan membutuhkan dukungan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lokasi kegiatan penyaluran Bansos dipusatkan di beberapa desa kecamatan Idi Rayeuk, kecamatan darul Aman dan Pante Bidari

Warga terlihat antusias menyambut rombongan Kasat Intelkam yang datang langsung membawa bantuan didampingi anggotanya dan anggota Polsek setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Jolly menyerahkan sebanyak 50 paket sembako kepada warga yang terdampak. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam beberapa hari ke depan.

Kasat Intelkam Polres Aceh Timur IPTU Jolly menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud empati dan dukungan pihak kepolisian kepada warga yang sedang mengalami kesulitan. Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, namun juga hadir untuk memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan.

Warga penerima bantuan tampak berterima kasih dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Polres Aceh Timur. Mereka menilai bahwa bantuan sembako tersebut sangat berarti di tengah kondisi pascabencana yang membuat sebagian keluarga masih berusaha bangkit.

Selain itu, kegiatan sosial ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran Kasat Intelkam secara langsung di tengah warga menunjukkan komitmen Polres Langsa untuk terus aktif membantu di berbagai kondisi.

Proses pembagian bantuan berlangsung tertib dan terorganisir. Para personel yang bertugas memastikan seluruh paket sembako disalurkan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan tanpa adanya kendala di lapangan.

Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 14.20 WIB, dengan situasi berjalan aman, tertib, dan penuh kehangatan antara aparat kepolisian dan warga. Tidak ada hambatan berarti selama penyerahan berlangsung.

Melalui kegiatan Bansos ini, Kasat Intelkam Polres Aceh Timur berharap agar bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak banjir serta menjadi penyemangat untuk bangkit dan pulih dari bencana yang melanda Aceh Timur.