Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Pukul Bedug, Kadis PMG Aceh Besar Resmikan Bazar Ramadhan dan Launching Meunasah Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pukul bedug menjadi penanda dimulainya Bazar Ramadhan serba seribu sekaligus launching pemakaian meunasah Gampong Leu Ue yang telah direhabilitasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG) Aceh Besar, Jakfar SP, MSi, yang ditandai dengan pemukulan bedug, pemotongan pita, serta kunjungan ke lapak pedagang takjil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Darul Imarah Hasrul Fuadi, SE, D
Kepala cabang PDAM Tirta Mountala Darul Imarah, Imuem Mukim Daroy Burhanuddin, perangkat gampong, masyarakat Gampong Leu Ue, serta mahasiswa KKN Abulyatama.

Dalam sambutannya, Jakfar menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan bazar Ramadhan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Gampong Leu Ue. Bazar serba seribu ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh atau pilot project bagi gampong lain di Aceh Besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis komunitas, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

“Dengan adanya bazar ini, tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Kita harapkan ini bisa ditiru oleh daerah lain,” tambahnya.

Penggagas kegiatan tersebut, Irwan Efendi Lubis, turut menyampaikan bahwa inisiatif Bazar Ramadhan dan program takjil murah lahir dari keinginannya untuk membantu masyarakat sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di gampong selama bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah momentum berbagi. Saya berharap melalui bazar ini masyarakat bisa saling membantu, terutama bagi warga yang ingin mendapatkan takjil dengan harga terjangkau,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, melalui inisiatifnya disediakan 200 paket takjil setiap hari selama Ramadhan. Paket takjil yang biasanya dijual Rp 5.000 dapat dibeli masyarakat hanya Rp 1.000. Program ini berlangsung selama 30 hari dengan total donasi sekitar Rp 30 juta.

Tidak hanya itu, Irwan yang merupakan purnabakti Bank Indonesia juga turut mendonasikan dana sebesar Rp 50 juta untuk rehabilitasi Meunasah Gampong Leu Ue.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, mengungkapkan bahwa bazar tersebut berawal dari gagasan salah satu tokoh masyarakat yang ingin menghadirkan takjil serba seribu bagi warga. Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Awalnya hanya ide sederhana menyediakan takjil murah, namun berkat dukungan semua pihak, termasuk BUMG, kini bisa terlaksana dengan lebih baik,” jelas Yusri.

Selain peresmian bazar dan meunasah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan 100 sak semen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada Gampong Leu Ue. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kadis PMG Aceh Besar.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, menyerahkan 100 sak semen secara simbolis kepada Imuem Meunasah Gampong Leu Ue di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, berbelanja secara simbolis saat peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memukul bedug tanda dimulainya Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Pukul Bedug, Kadis PMG Aceh Besar Resmikan Bazar Ramadhan dan Launching Meunasah Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pukul bedug menjadi penanda dimulainya Bazar Ramadhan serba seribu sekaligus launching pemakaian meunasah Gampong Leu Ue yang telah direhabilitasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG) Aceh Besar, Jakfar SP, MSi, yang ditandai dengan pemukulan bedug, pemotongan pita, serta kunjungan ke lapak pedagang takjil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Darul Imarah Hasrul Fuadi, SE, D
Kepala cabang PDAM Tirta Mountala Darul Imarah, Imuem Mukim Daroy Burhanuddin, perangkat gampong, masyarakat Gampong Leu Ue, serta mahasiswa KKN Abulyatama.

Dalam sambutannya, Jakfar menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan bazar Ramadhan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Gampong Leu Ue. Bazar serba seribu ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh atau pilot project bagi gampong lain di Aceh Besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis komunitas, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

“Dengan adanya bazar ini, tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Kita harapkan ini bisa ditiru oleh daerah lain,” tambahnya.

Penggagas kegiatan tersebut, Irwan Efendi Lubis, turut menyampaikan bahwa inisiatif Bazar Ramadhan dan program takjil murah lahir dari keinginannya untuk membantu masyarakat sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di gampong selama bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah momentum berbagi. Saya berharap melalui bazar ini masyarakat bisa saling membantu, terutama bagi warga yang ingin mendapatkan takjil dengan harga terjangkau,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, melalui inisiatifnya disediakan 200 paket takjil setiap hari selama Ramadhan. Paket takjil yang biasanya dijual Rp 5.000 dapat dibeli masyarakat hanya Rp 1.000. Program ini berlangsung selama 30 hari dengan total donasi sekitar Rp 30 juta.

Tidak hanya itu, Irwan yang merupakan purnabakti Bank Indonesia juga turut mendonasikan dana sebesar Rp 50 juta untuk rehabilitasi Meunasah Gampong Leu Ue.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, mengungkapkan bahwa bazar tersebut berawal dari gagasan salah satu tokoh masyarakat yang ingin menghadirkan takjil serba seribu bagi warga. Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Awalnya hanya ide sederhana menyediakan takjil murah, namun berkat dukungan semua pihak, termasuk BUMG, kini bisa terlaksana dengan lebih baik,” jelas Yusri.

Selain peresmian bazar dan meunasah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan 100 sak semen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada Gampong Leu Ue. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kadis PMG Aceh Besar.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, menyerahkan 100 sak semen secara simbolis kepada Imuem Meunasah Gampong Leu Ue di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, berbelanja secara simbolis saat peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memukul bedug tanda dimulainya Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Hari Pertama Ramadhan, Kapolda Aceh Tinjau Lokasi Jembatan Putus di Jeunieb

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pada hari pertama Puasa Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs Marzuki Ali Basyah, M. M, meninjau langsung lokasi jembatan putus yang menghubungkan Desa Meunasah Tambo dan Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengecekan sekaligus percepatan pembangunan jembatan darurat jenis Bailey yang akan dikerjakan oleh Satuan Brimob Polda Aceh. Dalam peninjauan itu, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, Karo Log dan Dansat Brimob Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K, menyampaikan bahwa kedatangan Kapolda bersama rombongan menggunakan Helikopter Jenis AW berangkat dari Banda Aceh.

Setiba di lokasi, rombongan Kapolda Aceh disambut oleh unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Kapolsek Jeunieb, Camat Jeunieb, personel Polsek Jeunieb, Keuchik Meunasah Keutapang dan Meunasah Tambo, lanjut Kabid Humas

Menurut Kabid Humas, percepatan pembangunan jembatan Bailey menjadi harapan besar masyarakat terutama untuk memperlancar akses di kedua desa itu dan juga bagi masyarakat di Kabupaten Bireuen pada umumnya.

Pasalnya, putusnya jembatan akibat bencana banjir beberapa waktu lalu telah menghambat arus lalu lintas dan aktivitas warga yang bergantung pada akses jembatan tersebut, tambah Kabid Humas

Saat ini, di lokasi telah tersedia pondasi beton sebagai dasar pembangunan. Selanjutnya, proses pemasangan konstruksi jembatan Bailey akan segera dilakukan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan, sehingga arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Polda Aceh memastikan pembangunan jembatan darurat ini akan dilaksanakan secara maksimal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar, pungkas Kabid Humas

Hari Pertama Ramadhan, Kapolda Aceh Tinjau Lokasi Jembatan Putus di Jeunieb

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pada hari pertama Puasa Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs Marzuki Ali Basyah, M. M, meninjau langsung lokasi jembatan putus yang menghubungkan Desa Meunasah Tambo dan Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengecekan sekaligus percepatan pembangunan jembatan darurat jenis Bailey yang akan dikerjakan oleh Satuan Brimob Polda Aceh. Dalam peninjauan itu, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, Karo Log dan Dansat Brimob Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K, menyampaikan bahwa kedatangan Kapolda bersama rombongan menggunakan Helikopter Jenis AW berangkat dari Banda Aceh.

Setiba di lokasi, rombongan Kapolda Aceh disambut oleh unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Kapolsek Jeunieb, Camat Jeunieb, personel Polsek Jeunieb, Keuchik Meunasah Keutapang dan Meunasah Tambo, lanjut Kabid Humas

Menurut Kabid Humas, percepatan pembangunan jembatan Bailey menjadi harapan besar masyarakat terutama untuk memperlancar akses di kedua desa itu dan juga bagi masyarakat di Kabupaten Bireuen pada umumnya.

Pasalnya, putusnya jembatan akibat bencana banjir beberapa waktu lalu telah menghambat arus lalu lintas dan aktivitas warga yang bergantung pada akses jembatan tersebut, tambah Kabid Humas

Saat ini, di lokasi telah tersedia pondasi beton sebagai dasar pembangunan. Selanjutnya, proses pemasangan konstruksi jembatan Bailey akan segera dilakukan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan, sehingga arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Polda Aceh memastikan pembangunan jembatan darurat ini akan dilaksanakan secara maksimal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar, pungkas Kabid Humas

Polda Aceh Patroli Udara dan Koordinasi Titik Koordinat dengan Polisi Darat Cegah Penananam Hingga Panen Ganja

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Polda Aceh bersama jajaran Polres meningkatkan upaya pencegahan penanaman hingga panen ganja di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh melalui patroli udara yang dipadukan dengan koordinasi cepat bersama personel di darat.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pihaknya mengoptimalkan patroli melalui jalur udara untuk mendeteksi lokasi-lokasi yang diduga menjadi area penanaman ganja.

“Apabila dalam patroli udara ditemukan area tanam hingga panen ganja, maka personel Polisi di darat akan segera menerima titik koordinat dari tim udara. Selanjutnya, Polisi di lapangan langsung bergerak mengamankan lokasi dan melakukan pemusnahan tanaman ganja tersebut,” ujar Kapolda Aceh.

Adapun sejumlah wilayah yang menjadi fokus pencegahan meliputi Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Besar. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan sehingga memerlukan pengawasan intensif dan berkelanjutan.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa sinergi antara patroli udara dan pergerakan cepat personel di darat merupakan langkah strategis untuk menekan peredaran dan produksi ganja sejak dari sumbernya.

“Dengan langkah ini, kami berkomitmen mewujudkan Aceh yang bebas dari tanaman ganja melalui upaya pencegahan, penindakan, dan pemusnahan secara konsisten,” pungkas Kapolda Aceh.