Wakil Bupati Aceh Tamiang Sampaikan Terima Kasih kepada Kapolda Sulsel, 10 Ton Ikan Asin Siap Dibagikan untuk Menu Sambal Lado di Bulan Ramadhan

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Munggu 15-2-2026 Bantuan kemanusiaan berupa 10 ton ikan asin dari Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, S. H., M. H, akhirnya tiba di Posko Polri Aceh Tamiang pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Bantuan yang telah dikirim sejak 21 Januari 2026 tersebut mendapat pengawalan langsung dari Dirpolairud Polda Sulsel, Pitoyo Agung Yuwono, S. I. K., M. Hum, dan diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S. E.

Prosesi serah terima turut disaksikan Kapolres Aceh Tamiang Muliadi, S. H., M. H, bersama jajaran pejabat utama Polres Aceh Tamiang. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K?

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang melakukan panggilan video dengan Kapolda Sulsel untuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian jajaran Polda Sulsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, sambung Kabid Humas.

“Saat menerima bantuan 10 ton ikan asin, Wakil Bupati Aceh Tamiang menyampaikan terima kasih kepada Polda Sulsel melalui panggilan video, yang telah membantu warga terdampak banjir. Wakil Bupati selanjutnya mengatakan bantuan ini akan dibagikan kepada masyarakat dan dimanfaatkan sebagai menu sambal lado selama bulan Ramadhan, baik untuk sahur maupun berbuka puasa,” ujar Kabid Humas.

Kapolda Sulsel dalam panggilan video tersebut juga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat pascabanjir besar yang melanda wilayah Aceh Tamiang. Menjelang bulan suci Ramadhan, ikan teri dan ikan asin yang disalurkan diharapkan menjadi tambahan bahan pangan yang bermanfaat bagi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan saat sahur dan berbuka puasa, lanjut Kabid Humas.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama jajaran kepolisian setempat akan memastikan pendistribusian bantuan dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tutup Kabid Humas.

Akses Penghubung Antar Desa Segera Pulih, Pekerjaan Gorong-Gorong Terus Dikebut

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-2-2026 Progres pekerjaan pemasangan gorong-gorong Aramco di Desa Tawar Begi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) dari Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana alam.

Kegiatan pembangunan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperbaiki fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Pemasangan gorong-gorong Aramco diharapkan mampu meningkatkan sistem drainase sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat, khususnya pada jalur penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas warga.

Danramil 05/Permata, Kodim 0119/Bener Meriah, Kapten Inf Abdul Asis mengatakan bahwa hingga saat ini pekerjaan di lapangan terus berlangsung dengan progres yang cukup signifikan.
“Pemasangan gorong-gorong Aramco saat ini sudah mencapai 60 persen. Satgas Gulbencal di lapangan terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan ini demi mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat dan kerja keras personel Satgas di lapangan menjadi kunci dalam percepatan penyelesaian pekerjaan. Pihaknya berharap proses pembangunan dapat segera rampung agar masyarakat kembali menikmati akses jalan yang aman dan nyaman.
“Kita berharap dalam waktu dekat, dengan kegigihan personel di lapangan, pengerjaan ini terus dikebut hingga sebelum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tiba, akses ini sudah selesai 100 persen,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Benny, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menuturkan bahwa keberadaan akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar desa serta mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat juga turut mendukung dengan memberikan semangat kepada personel yang bekerja di lapangan. Ia berharap pembangunan dapat segera selesai sehingga mobilitas masyarakat kembali normal.

“Akses ini merupakan jalur penghubung antar desa. Dengan tersambungnya kembali akses ini, aktivitas masyarakat tentu akan lebih cepat dan lancar, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan nanti, di mana aktivitas warga biasanya meningkat, terutama pada sore hari untuk mencari takjil dan berbagai kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur ini, diharapkan pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Permata dapat berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi rilis resmi gaya Pendam/Kodam (lebih tegas, formal, dan siap kirim ke media) atau versi berita online SEO-friendly agar lebih mudah naik di media daring.

Akses Penghubung Antar Desa Segera Pulih, Pekerjaan Gorong-Gorong Terus Dikebut

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-2-2026 Progres pekerjaan pemasangan gorong-gorong Aramco di Desa Tawar Begi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) dari Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana alam.

Kegiatan pembangunan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperbaiki fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Pemasangan gorong-gorong Aramco diharapkan mampu meningkatkan sistem drainase sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat, khususnya pada jalur penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas warga.

Danramil 05/Permata, Kodim 0119/Bener Meriah, Kapten Inf Abdul Asis mengatakan bahwa hingga saat ini pekerjaan di lapangan terus berlangsung dengan progres yang cukup signifikan.
“Pemasangan gorong-gorong Aramco saat ini sudah mencapai 60 persen. Satgas Gulbencal di lapangan terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan ini demi mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat dan kerja keras personel Satgas di lapangan menjadi kunci dalam percepatan penyelesaian pekerjaan. Pihaknya berharap proses pembangunan dapat segera rampung agar masyarakat kembali menikmati akses jalan yang aman dan nyaman.
“Kita berharap dalam waktu dekat, dengan kegigihan personel di lapangan, pengerjaan ini terus dikebut hingga sebelum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tiba, akses ini sudah selesai 100 persen,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Benny, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menuturkan bahwa keberadaan akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar desa serta mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat juga turut mendukung dengan memberikan semangat kepada personel yang bekerja di lapangan. Ia berharap pembangunan dapat segera selesai sehingga mobilitas masyarakat kembali normal.

“Akses ini merupakan jalur penghubung antar desa. Dengan tersambungnya kembali akses ini, aktivitas masyarakat tentu akan lebih cepat dan lancar, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan nanti, di mana aktivitas warga biasanya meningkat, terutama pada sore hari untuk mencari takjil dan berbagai kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur ini, diharapkan pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Permata dapat berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi rilis resmi gaya Pendam/Kodam (lebih tegas, formal, dan siap kirim ke media) atau versi berita online SEO-friendly agar lebih mudah naik di media daring.

PENGUASAAN LAHAN KEBUN TEH PTPN SECARA ILEGAL DI PANGALENGAN MENYEBABKAN BAHAYA LONGSOR

Pangalengan  ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-2-2026 Kondisi lingkungan di wilayah Pangalengan saat ini dinilai memprihatinkan akibat maraknya penguasaan lahan kebun teh milik PTPN secara ilegal yang kemudian dialihfungsikan menjadi lahan pertanian sayuran. Praktik alih fungsi lahan tersebut dinilai sangat berisiko karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan meningkatkan ancaman terjadinya bencana tanah longsor.

Fenomena ini menjadi perhatian serius setelah terjadinya bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan lingkungan yang cukup besar. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan fungsi lahan tanpa memperhatikan aspek konservasi dan keselamatan dapat menimbulkan dampak serius bagi masyarakat sekitar.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, sebelumnya menyampaikan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya longsor di Cisarua adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Ia menyoroti pembukaan lahan hingga ke area lereng dengan penggunaan pertanian intensif sebagai kondisi yang meningkatkan kerentanan tanah terhadap bencana.

Di wilayah Pangalengan, lahan yang sebelumnya merupakan area perkebunan teh diketahui banyak dialihfungsikan menjadi lahan penanaman kentang yang dikelola oleh petani binaan Sabani Farm. Aktivitas tersebut dilaporkan telah menimbulkan tanda-tanda retakan atau belahan tanah di sejumlah titik, yang mengindikasikan adanya pergerakan tanah dan potensi longsor apabila tidak segera ditangani secara serius.

Alih fungsi lahan yang tidak terkendali menyebabkan berkurangnya vegetasi penahan air dan akar pohon yang berfungsi menjaga kestabilan tanah. Penggundulan lahan untuk kepentingan pertanian sayuran dinilai menghilangkan lapisan alami yang selama ini mampu menahan erosi serta menyerap air hujan. Kondisi ini diperparah apabila pola tanam tidak mempertimbangkan kontur tanah dan tidak disertai penanaman pohon keras sebagai penyangga di area rawan longsor.

Selain itu, karakteristik tanah di kawasan Pangalengan yang relatif labil turut menjadi faktor risiko. Ketika struktur tanah tidak dikelola secara tepat dan terus mengalami tekanan akibat aktivitas budidaya yang tidak berkelanjutan, maka potensi pergeseran tanah menjadi semakin besar. Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut juga mempercepat proses pelapukan tanah dan meningkatkan tekanan air di dalam tanah, sehingga risiko longsor dapat terjadi sewaktu-waktu.

Melihat kondisi tersebut, diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara berkelanjutan. Pemerintah diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap pemanfaatan lahan serta memastikan setiap aktivitas pertanian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat. Penataan kembali tata guna lahan serta penegakan aturan terhadap aktivitas ilegal menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.

Di sisi lain, para petani diharapkan dapat menerapkan teknik pertanian yang ramah lingkungan dengan menjaga keseimbangan vegetasi dan melakukan penanaman pohon keras di area yang berpotensi longsor. Pola budidaya yang memperhatikan kontur lahan serta konservasi tanah perlu menjadi perhatian bersama guna mengurangi kerusakan lingkungan jangka panjang.

Masyarakat sekitar juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal longsor seperti munculnya retakan tanah, perubahan aliran air, maupun pergeseran kecil pada permukaan lereng. Pelaporan dini kepada pihak berwenang dinilai sangat penting agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan sebelum terjadi bencana yang lebih besar.

Melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan lahan di kawasan Pangalengan dapat kembali dilakukan secara bijak dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga produktivitas pertanian, tetapi juga melindungi keselamatan warga serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman bencana longsor di masa mendatang.

Kadivpropam Polri Anugerahkan Penghargaan Untuk Bidpropam Polda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-3026 Kadivpropam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, S. I. K., M. Si, menganugerahkan penghargaan untuk Bidpropam Polda Aceh. Piagam penghargaan dianugrahkan Kadivpropam Polri untuk Bidpropam Polda Aceh dalam acara Rakernis Propam Polri 2026 yang digelar pada Jum’at, 13 Februari 2026 di Ruang Serbaguna Lantai 10 Gedung Presisi III Divpropam Polri, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Piagam penghargaan diserahkan Kadivpropam kepada Kabidpropam Polda Aceh Kombes Pol. Bulang Bayu Samudra, S.I.K. Bidpropam Polda Aceh meraih Piagam penghargaan Kadivpropam Polri atas kinerja Implementasi Strategi Propam Polri, ujar Kabid Humas.

Kabid Humas menjelaskan bahwa Piagam penghargaan yang diraih Bidpropam Polda Aceh sebagai berikut :

– Peringkat – 1 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Peningkatan Citra Kepolisian Program 9 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pendekatan Empati Program 7 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Bakti Sosial dan Kepedulian Masyarakat Program 3 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pembinaan dan Evaluasi kerja Program 2 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan pengawasan Etik dan Pelayanan Pengaduan Program 4 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 3 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pengawasan khusus Program Prioritas Program 8 Implementasi Strategi Propam Polri, kata Kabid Humas mengakhiri keterangannya.

Kadivpropam Polri Anugerahkan Penghargaan Untuk Bidpropam Polda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-3026 Kadivpropam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, S. I. K., M. Si, menganugerahkan penghargaan untuk Bidpropam Polda Aceh. Piagam penghargaan dianugrahkan Kadivpropam Polri untuk Bidpropam Polda Aceh dalam acara Rakernis Propam Polri 2026 yang digelar pada Jum’at, 13 Februari 2026 di Ruang Serbaguna Lantai 10 Gedung Presisi III Divpropam Polri, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Piagam penghargaan diserahkan Kadivpropam kepada Kabidpropam Polda Aceh Kombes Pol. Bulang Bayu Samudra, S.I.K. Bidpropam Polda Aceh meraih Piagam penghargaan Kadivpropam Polri atas kinerja Implementasi Strategi Propam Polri, ujar Kabid Humas.

Kabid Humas menjelaskan bahwa Piagam penghargaan yang diraih Bidpropam Polda Aceh sebagai berikut :

– Peringkat – 1 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Peningkatan Citra Kepolisian Program 9 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pendekatan Empati Program 7 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Bakti Sosial dan Kepedulian Masyarakat Program 3 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pembinaan dan Evaluasi kerja Program 2 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan pengawasan Etik dan Pelayanan Pengaduan Program 4 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 3 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pengawasan khusus Program Prioritas Program 8 Implementasi Strategi Propam Polri, kata Kabid Humas mengakhiri keterangannya.

Bermula dari Video Call dengan Kapolda Aceh, Bantuan 10 Ton Ikan Asin dari Kapolda Sulsel Tiba di Aceh Tamiang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Berawal dari percakapan melalui video call antara Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Raharjo Puro, S. H., M. H, dengan Kapolda Aceh Irjen Pol.Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, pada Rabu, 21 Januari 2026, yang menjanjikan akan mengirimkan hasil laut daerah itu, akhirnya bantuan kemanusiaan berupa 10 ton ikan asin, tiba di Posko Polri Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Sulawesi Selatan terhadap masyarakat yang terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam komunikasi tersebut, Kapolda Sulsel berjanji akan mengirimkan hasil laut khas daerahnya untuk membantu kebutuhan pangan warga.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menjelaskan, bahwa bantuan kemanusiaan itu mulai diberangkatkan sejak 21 Januari 2026. Proses pengiriman dikawal langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulsel, Pitoyo Agung Yuwono, guna memastikan bantuan tiba dengan aman.

“Bantuan berupa 10 ton ikan asin ini merupakan wujud kepedulian dan empati dari Kapolda Sulsel beserta jajaran kepada masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir,” ujar Kabid Humas dalam keterangannya.

Setibanya di Aceh Tamiang, bantuan tersebut diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang dan disaksikan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H., bersama jajaran pejabat utama Polres Aceh Tamiang.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Ikan asin dan ikan teri yang dikirimkan diharapkan menjadi tambahan bahan pangan bagi warga, khususnya untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat bangkit pasca bencana,” pungkasnya.

Progres Jembatan Armco di Desa Tawar Bengi Capai 50 Persen

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda terus mempercepat proses pembangunan jembatan tipe Armco di Desa Tawar Bengi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka kembali jalur transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan akibat kerusakan jembatan lama.

Hingga saat ini, progres perakitan jembatan Armco telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh personel gabungan TNI yang terdiri dari Kodim 0119/Bener Meriah, Batalyon Zeni Tempur 3/Yudha Wyoghra, Batalyon Zeni Tempur 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, serta Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka. Seluruh personel bekerja secara intensif di lapangan dengan memanfaatkan kemampuan teknis satuan zeni guna mempercepat penyelesaian konstruksi agar jembatan segera dapat difungsikan.

Danramil 05/Permata, Kapten Inf Abdul Asis, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Armco ini merupakan bagian dari komitmen TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam membantu pemerintah daerah mempercepat proses rehabilitasi pascabencana. Selain itu, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala akibat terputusnya jalur penghubung antarwilayah.

“Pembangunan jembatan Armco ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka kembali akses transportasi warga yang sempat terhambat. Jalan yang terputus ini merupakan jalur penting yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Permata,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kehadiran personel Satgas Gulbencal tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana. Dengan terbukanya kembali akses jalan, diharapkan distribusi kebutuhan pokok, kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Salah seorang warga setempat, Bapak Haris, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kerja keras personel TNI yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan ini sangat vital bagi warga karena menjadi jalur utama aktivitas harian masyarakat.

Ia menuturkan bahwa selama jembatan mengalami kerusakan, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terhambat. Dengan adanya pembangunan jembatan Armco ini, masyarakat merasa optimis akses transportasi akan segera pulih dan kehidupan dapat kembali berjalan normal.

Beliau berharap proses pembangunan dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar. Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bersama-sama mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Dengan dukungan semua pihak, percepatan pembangunan jembatan Armco di Desa Tawar Bengi diharapkan menjadi prioritas dalam upaya pemulihan pascabencana. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memulihkan aksesibilitas warga, tetapi juga menjadi penggerak kembali roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Permata, pungkasnya.

TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun memiliki tipe 2-1 dengan panjang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan merupakan dukungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi infrastruktur penting karena menghubungkan ruas jalan utama yang mengakses tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek, sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan konektivitas wilayah.

Peresmian Jembatan Bailey tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Kodim 0103/Aceh, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak serta masyarakat setempat yang menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Gampong Desa Alue Leuhob Tgk. Ladi sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Jembatan Bailey tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Desa Alue Leuhob, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting menuju wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu Kecamatan Lhoksukon. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Bapak Adi Lestari, A.Md, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dalam membangun jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa jembatan ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang layak dan aman.

Beliau juga berharap agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan Bailey tersebut, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pengawasan dan perawatan berkala sangat diperlukan agar kondisi jembatan tetap aman dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Bailey ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.

TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun memiliki tipe 2-1 dengan panjang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan merupakan dukungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi infrastruktur penting karena menghubungkan ruas jalan utama yang mengakses tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek, sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan konektivitas wilayah.

Peresmian Jembatan Bailey tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Kodim 0103/Aceh, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak serta masyarakat setempat yang menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Gampong Desa Alue Leuhob Tgk. Ladi sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Jembatan Bailey tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Desa Alue Leuhob, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting menuju wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu Kecamatan Lhoksukon. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Bapak Adi Lestari, A.Md, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dalam membangun jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa jembatan ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang layak dan aman.

Beliau juga berharap agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan Bailey tersebut, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pengawasan dan perawatan berkala sangat diperlukan agar kondisi jembatan tetap aman dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Bailey ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.