Akses Antar Desa di Aceh Tengah Segera Lancar, Jembatan Gantung Burlah Masuki Tahap Akhir.

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah tersebut telah mencapai 50,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung antara ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari segi personel maupun material. Proses pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin oleh Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel dari Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama yang solid antara personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan.

Adapun sejumlah pekerjaan yang saat ini tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material pembangunan telah berjalan optimal. Material yang tersedia di lokasi meliputi 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material yang memadai menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan di lapangan.
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya kini semakin menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ibu Laila (47 tahun), warga Desa Burlah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depannya.

Akses Antar Desa di Aceh Tengah Segera Lancar, Jembatan Gantung Burlah Masuki Tahap Akhir.

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah tersebut telah mencapai 50,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung antara ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari segi personel maupun material. Proses pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin oleh Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel dari Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama yang solid antara personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan.

Adapun sejumlah pekerjaan yang saat ini tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material pembangunan telah berjalan optimal. Material yang tersedia di lokasi meliputi 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material yang memadai menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan di lapangan.
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya kini semakin menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ibu Laila (47 tahun), warga Desa Burlah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depannya.

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BSI Aceh dalam menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen dan Pegawai BSI Aceh, tokoh agama, serta jamaah Masjid Raya Baiturrahman. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BSI Aceh juga menyerahkan sebanyak 500 paket sembako kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial sesama.

Regional CEO BSI Aceh, *Imsak Ramadhan*, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan ampunan. Di tengah berbagai ujian yang kita hadapi, termasuk musibah yang melanda sebagian wilayah Aceh, kita diajak untuk tetap optimis, saling menguatkan, dan memperbanyak amal kebaikan,” ujar Imsak Ramadhan.

Ia menambahkan, BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual masyarakat berkomitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, *Abuya Habibie Wali*, mengapresiasi langkah BSI Aceh dalam menyelenggarakan Tarhib Ramadhan sekaligus menyalurkan bantuan sosial di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial menyambut Ramadhan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap umat. Semoga kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan institusi keagamaan terus terjalin dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya,” ungkapnya.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini turut menghadirkan tausiyah oleh *Tgk. H. Akmal Abzal, SHI., MH.* Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan harapan, meskipun Aceh baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Ramadhan adalah bulan harapan dan kebangkitan. Ujian yang datang hendaknya semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan memperkuat solidaritas sosial. Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang lapang, penuh syukur, dan semangat berbagi,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, BSI Aceh berharap semangat Ramadhan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, sekaligus menjadi penguat solidaritas dan optimisme dalam membangun Aceh yang lebih tangguh dan penuh keberkahan.

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BSI Aceh dalam menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen dan Pegawai BSI Aceh, tokoh agama, serta jamaah Masjid Raya Baiturrahman. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BSI Aceh juga menyerahkan sebanyak 500 paket sembako kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial sesama.

Regional CEO BSI Aceh, *Imsak Ramadhan*, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan ampunan. Di tengah berbagai ujian yang kita hadapi, termasuk musibah yang melanda sebagian wilayah Aceh, kita diajak untuk tetap optimis, saling menguatkan, dan memperbanyak amal kebaikan,” ujar Imsak Ramadhan.

Ia menambahkan, BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual masyarakat berkomitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, *Abuya Habibie Wali*, mengapresiasi langkah BSI Aceh dalam menyelenggarakan Tarhib Ramadhan sekaligus menyalurkan bantuan sosial di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial menyambut Ramadhan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap umat. Semoga kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan institusi keagamaan terus terjalin dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya,” ungkapnya.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini turut menghadirkan tausiyah oleh *Tgk. H. Akmal Abzal, SHI., MH.* Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan harapan, meskipun Aceh baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Ramadhan adalah bulan harapan dan kebangkitan. Ujian yang datang hendaknya semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan memperkuat solidaritas sosial. Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang lapang, penuh syukur, dan semangat berbagi,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, BSI Aceh berharap semangat Ramadhan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, sekaligus menjadi penguat solidaritas dan optimisme dalam membangun Aceh yang lebih tangguh dan penuh keberkahan.

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Jakarta  ( Aceh dalam berita) Selasa 10-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026, kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.,

Rapim TNI–Polri Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dihadiri jajaran pimpinan TNI serta Polri, sambungnya.

Dari unsur Polri, hadir Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para Pejabat Utama Mabes Polri, serta seluruh Kapolda se-Indonesia, jelas Kabid Humas.

“Rapat pimpinan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional ke depan,” ujar Kabid Humas.

Menurutnya, kehadiran Polri dalam Rapim tersebut menegaskan komitmen institusi untuk menindaklanjuti arahan Presiden, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita, menjaga stabilitas nasional, menegakkan hukum secara berkeadilan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Jakarta  ( Aceh dalam berita) Selasa 10-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026, kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.,

Rapim TNI–Polri Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dihadiri jajaran pimpinan TNI serta Polri, sambungnya.

Dari unsur Polri, hadir Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para Pejabat Utama Mabes Polri, serta seluruh Kapolda se-Indonesia, jelas Kabid Humas.

“Rapat pimpinan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional ke depan,” ujar Kabid Humas.

Menurutnya, kehadiran Polri dalam Rapim tersebut menegaskan komitmen institusi untuk menindaklanjuti arahan Presiden, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita, menjaga stabilitas nasional, menegakkan hukum secara berkeadilan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kabid Humas.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pasca Banjir di Kembang Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pasca banjir di wilayah Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut dipusatkan di Mesjid Nurul Mukmin serta Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 26 Pidie, yang sebelumnya terdampak banjir.

Kehadiran mahasiswa STIK ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta membantu pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubagdalpers Bag SDM Polres Pidie Iptu T. Iskandar, Kapolsek Kembang Tanjung AKP Azwar Effendi, serta personel Polres Pidie dan Polsek Kembang Tanjung.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa STIK melaksanakan silaturahmi dengan panitia Mesjid Nurul Mukmin serta melakukan kunjungan ke MIN 26 Pidie. Di sekolah tersebut, mahasiswa STIK memberikan kegiatan trauma healing kepada para siswa-siswi pasca banjir sebagai upaya mengembalikan rasa aman dan semangat belajar anak-anak.

Sementara Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pasca bencana.

“Pasca banjir, masyarakat membutuhkan dukungan tidak hanya secara fisik tetapi juga moril.

Kehadiran Mahasiswa STIK di tengah masyarakat, khususnya kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing, diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis dan menumbuhkan kembali semangat,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Ia menegaskan, Polres Pidie bersama mahasiswa STIK Lemdiklat Polri akan terus mendukung kegiatan kemanusiaan dan sosial sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, terutama dalam situasi pasca bencana.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pasca Banjir di Kembang Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pasca banjir di wilayah Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut dipusatkan di Mesjid Nurul Mukmin serta Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 26 Pidie, yang sebelumnya terdampak banjir.

Kehadiran mahasiswa STIK ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta membantu pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubagdalpers Bag SDM Polres Pidie Iptu T. Iskandar, Kapolsek Kembang Tanjung AKP Azwar Effendi, serta personel Polres Pidie dan Polsek Kembang Tanjung.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa STIK melaksanakan silaturahmi dengan panitia Mesjid Nurul Mukmin serta melakukan kunjungan ke MIN 26 Pidie. Di sekolah tersebut, mahasiswa STIK memberikan kegiatan trauma healing kepada para siswa-siswi pasca banjir sebagai upaya mengembalikan rasa aman dan semangat belajar anak-anak.

Sementara Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pasca bencana.

“Pasca banjir, masyarakat membutuhkan dukungan tidak hanya secara fisik tetapi juga moril.

Kehadiran Mahasiswa STIK di tengah masyarakat, khususnya kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing, diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis dan menumbuhkan kembali semangat,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Ia menegaskan, Polres Pidie bersama mahasiswa STIK Lemdiklat Polri akan terus mendukung kegiatan kemanusiaan dan sosial sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, terutama dalam situasi pasca bencana.

Dua Bulan Berlalu, Wagub Aceh Desak Pusat Percepat Jadup dan Pemulihan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta percepatan penyaluran berbagai bantuan dan program pemulihan bagi korban banjir dan longsor saat menerima kunjungan pimpinan dan anggota MPR RI di Kantor Gubernur Aceh.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyerahan bantuan bagi delapan kabupaten yang terdampak paling parah, yakni Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Hadir dalam kunjungan itu Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Turut hadir Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Dari jajaran Pemerintah Aceh hadir Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir serta para bupati dan wakil bupati dari daerah terdampak.

Wagub Fadhlullah mengatakan bencana banjir dan longsor telah berlangsung lebih dari dua bulan dan pemerintah terus melakukan penanganan secara bertahap. Saat ini, tercatat sekitar 17 ribu kepala keluarga atau 69 ribu jiwa masih berada di pengungsian, meskipun jumlah tersebut terus menurun seiring sebagian warga kembali ke rumah atau menempati hunian sementara.

“Kami berharap penyaluran dana bantuan dari Kementerian Sosial dapat dipercepat, khususnya jadup bagi warga di huntara, bantuan perabotan, serta dana pemulihan ekonomi. Harapan kami bisa terealisasi secepat mungkin, kalau bisa sebelum meugang puasa,” ujar Fadhlullah.

Selain itu, Wagub Aceh meminta percepatan realisasi bantuan 1.455 ekor sapi meugang yang sebelumnya dijanjikan Presiden. Ia juga mengusulkan agar iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 500 ribu warga Aceh yang selama ini ditanggung Pemerintah Aceh melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dapat dialihkan ke APBN melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengingat fokus daerah saat ini pada penanganan bencana.
“Kami berharap dengan kehadiran pimpinan MPR RI, berbagai kebutuhan Aceh bisa ditindaklanjuti lebih cepat,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa sejak pembentukan satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi pada 8 Januari 2026, sejumlah sektor mulai menunjukkan pemulihan, mulai dari pemerintahan, layanan publik, pendidikan, akses darat, hingga aktivitas ekonomi dan sosial. Meski demikian, data pemerintah pusat masih mencatat sekitar 74 ribu pengungsi di Aceh.

Menurut Tito, solusi utama saat ini adalah percepatan pemberian uang pengganti bagi warga dengan kategori rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Ia meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data calon penerima dan menekankan pentingnya percepatan validasi data oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data yang valid menjadi kunci, karena kita tidak ingin di kemudian hari ada persoalan saat dilakukan pemeriksaan,” tegas Tito.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraannya dengan

Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait penanganan bencana besar di Aceh. Ia menyebut Gubernur menyampaikan perlunya pembentukan badan rehabilitasi dan rekonstruksi serta keterbatasan keuangan daerah dalam penyediaan hunian sementara dan keberlanjutan pekerjaan masyarakat terdampak.

“Semua yang disampaikan telah kami teruskan kepada Presiden. Apa yang terjadi di Aceh adalah bagian dari yang kami rasakan. Sakit Aceh adalah sakit kami,” ujar Muzani.

Menanggapi permintaan Wagub Aceh, Muzani menyatakan pihaknya akan memperjuangkan penghapusan sementara kebijakan barcode BBM dengan berkoordinasi bersama Pertamina, serta mengupayakan agar sekitar 500 ribu peserta JKA dapat ditanggung melalui APBN. Terkait bantuan sapi meugang, ia menyebut akan dicarikan solusi tidak hanya bagi korban banjir, tetapi juga masyarakat Aceh secara umum.

Dalam kesempatan tersebut, MPR RI menyerahkan sebanyak 15 ribu paket sembako berisi mi instan, minyak goreng, teh, biskuit, minyak kayu putih, popok, dan pembalut perempuan. Selain itu, diserahkan pula paket perlengkapan ibadah berupa sajadah, kain sarung, baju, mukena, serta Alquran untuk menyambut bulan suci Ramadan. []

Dua Bulan Berlalu, Wagub Aceh Desak Pusat Percepat Jadup dan Pemulihan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta percepatan penyaluran berbagai bantuan dan program pemulihan bagi korban banjir dan longsor saat menerima kunjungan pimpinan dan anggota MPR RI di Kantor Gubernur Aceh.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyerahan bantuan bagi delapan kabupaten yang terdampak paling parah, yakni Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Hadir dalam kunjungan itu Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Turut hadir Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Dari jajaran Pemerintah Aceh hadir Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir serta para bupati dan wakil bupati dari daerah terdampak.

Wagub Fadhlullah mengatakan bencana banjir dan longsor telah berlangsung lebih dari dua bulan dan pemerintah terus melakukan penanganan secara bertahap. Saat ini, tercatat sekitar 17 ribu kepala keluarga atau 69 ribu jiwa masih berada di pengungsian, meskipun jumlah tersebut terus menurun seiring sebagian warga kembali ke rumah atau menempati hunian sementara.

“Kami berharap penyaluran dana bantuan dari Kementerian Sosial dapat dipercepat, khususnya jadup bagi warga di huntara, bantuan perabotan, serta dana pemulihan ekonomi. Harapan kami bisa terealisasi secepat mungkin, kalau bisa sebelum meugang puasa,” ujar Fadhlullah.

Selain itu, Wagub Aceh meminta percepatan realisasi bantuan 1.455 ekor sapi meugang yang sebelumnya dijanjikan Presiden. Ia juga mengusulkan agar iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 500 ribu warga Aceh yang selama ini ditanggung Pemerintah Aceh melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dapat dialihkan ke APBN melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengingat fokus daerah saat ini pada penanganan bencana.
“Kami berharap dengan kehadiran pimpinan MPR RI, berbagai kebutuhan Aceh bisa ditindaklanjuti lebih cepat,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa sejak pembentukan satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi pada 8 Januari 2026, sejumlah sektor mulai menunjukkan pemulihan, mulai dari pemerintahan, layanan publik, pendidikan, akses darat, hingga aktivitas ekonomi dan sosial. Meski demikian, data pemerintah pusat masih mencatat sekitar 74 ribu pengungsi di Aceh.

Menurut Tito, solusi utama saat ini adalah percepatan pemberian uang pengganti bagi warga dengan kategori rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Ia meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data calon penerima dan menekankan pentingnya percepatan validasi data oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data yang valid menjadi kunci, karena kita tidak ingin di kemudian hari ada persoalan saat dilakukan pemeriksaan,” tegas Tito.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraannya dengan

Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait penanganan bencana besar di Aceh. Ia menyebut Gubernur menyampaikan perlunya pembentukan badan rehabilitasi dan rekonstruksi serta keterbatasan keuangan daerah dalam penyediaan hunian sementara dan keberlanjutan pekerjaan masyarakat terdampak.

“Semua yang disampaikan telah kami teruskan kepada Presiden. Apa yang terjadi di Aceh adalah bagian dari yang kami rasakan. Sakit Aceh adalah sakit kami,” ujar Muzani.

Menanggapi permintaan Wagub Aceh, Muzani menyatakan pihaknya akan memperjuangkan penghapusan sementara kebijakan barcode BBM dengan berkoordinasi bersama Pertamina, serta mengupayakan agar sekitar 500 ribu peserta JKA dapat ditanggung melalui APBN. Terkait bantuan sapi meugang, ia menyebut akan dicarikan solusi tidak hanya bagi korban banjir, tetapi juga masyarakat Aceh secara umum.

Dalam kesempatan tersebut, MPR RI menyerahkan sebanyak 15 ribu paket sembako berisi mi instan, minyak goreng, teh, biskuit, minyak kayu putih, popok, dan pembalut perempuan. Selain itu, diserahkan pula paket perlengkapan ibadah berupa sajadah, kain sarung, baju, mukena, serta Alquran untuk menyambut bulan suci Ramadan. []