Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Utara, Kapolres: Wujud Nyata Kepedulian Polri

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) sekaligus upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi perwira pendamping dan mahasiswa STIK.

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan survei dan pendataan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dari hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan prioritas dalam mendukung proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan melibatkan 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83 M. Rizky Ali Akbar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK). Ia turut berperan aktif dalam koordinasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Proses pembangunan sumur bor dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif para mahasiswa STIK dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar warga. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.

Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap dinamika kewilayahan.

Warga setempat pun menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap fasilitas sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Utara, Kapolres: Wujud Nyata Kepedulian Polri

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) sekaligus upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi perwira pendamping dan mahasiswa STIK.

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan survei dan pendataan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dari hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan prioritas dalam mendukung proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan melibatkan 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83 M. Rizky Ali Akbar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK). Ia turut berperan aktif dalam koordinasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Proses pembangunan sumur bor dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif para mahasiswa STIK dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar warga. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.

Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap dinamika kewilayahan.

Warga setempat pun menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap fasilitas sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Polri ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sumatera Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,M.M, menghadiri kegiatan pelepasan pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol.Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelepasan bantuan berlangsung di Markas Polda Sumatera Utara sekitar pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, serta Gubernur Sumatera Utara.

“Bantuan kemanusiaan dari Polri untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar diberangkatkan menggunakan 22 kontainer truk dari Mapolda Sumut,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, setiap kontainer memuat berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting, yaitu, sembako, rendang siap saji, ikan teri siap saji, pakaian anak-anak dan dewasa, kebutuhan khusus perempuan, panel surya, serta obat-obatan.

Sebelum pelepasan distribusi bantuan, rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian gedung di lingkungan Mapolda Sumatera Utara oleh Kapolri.

Menurut Kabid Humas, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta mempercepat proses pemulihan,” tutupnya.

Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Polri ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sumatera Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,M.M, menghadiri kegiatan pelepasan pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol.Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelepasan bantuan berlangsung di Markas Polda Sumatera Utara sekitar pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, serta Gubernur Sumatera Utara.

“Bantuan kemanusiaan dari Polri untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar diberangkatkan menggunakan 22 kontainer truk dari Mapolda Sumut,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, setiap kontainer memuat berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting, yaitu, sembako, rendang siap saji, ikan teri siap saji, pakaian anak-anak dan dewasa, kebutuhan khusus perempuan, panel surya, serta obat-obatan.

Sebelum pelepasan distribusi bantuan, rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian gedung di lingkungan Mapolda Sumatera Utara oleh Kapolri.

Menurut Kabid Humas, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta mempercepat proses pemulihan,” tutupnya.

Bantuan Sosial untuk Warga Huntara Tangse, Wujud Empati Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie, tepatnya di Hunian Sementara (Huntara) Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi huntara sebagai bentuk kepedulian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Pendamping STIK Kombes.Pol. M. Edi Purwanto, SIK, MM, Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, Kapolsek Tangse Iptu M.Jamil, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi trauma healing bagi masyarakat dan anak-anak di lokasi huntara, pemberian bantuan sosial, bakti sosial, serta bakti kesehatan bagi warga setempat.

Kegiatan trauma healing difokuskan untuk memberikan dukungan psikologis dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap optimis dan tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selain itu, mahasiswa STIK bersama personel Polres Pidie juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, semangat, dan rasa aman bagi warga di Huntara Blang Pandak, Kecamatan Tangse” ungkap Kapolres Pidie.

Bantuan Sosial untuk Warga Huntara Tangse, Wujud Empati Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie, tepatnya di Hunian Sementara (Huntara) Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi huntara sebagai bentuk kepedulian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Pendamping STIK Kombes.Pol. M. Edi Purwanto, SIK, MM, Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, Kapolsek Tangse Iptu M.Jamil, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi trauma healing bagi masyarakat dan anak-anak di lokasi huntara, pemberian bantuan sosial, bakti sosial, serta bakti kesehatan bagi warga setempat.

Kegiatan trauma healing difokuskan untuk memberikan dukungan psikologis dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap optimis dan tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selain itu, mahasiswa STIK bersama personel Polres Pidie juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, semangat, dan rasa aman bagi warga di Huntara Blang Pandak, Kecamatan Tangse” ungkap Kapolres Pidie.

Bantuan Sosial untuk Warga Huntara Tangse, Wujud Empati Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie, tepatnya di Hunian Sementara (Huntara) Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi huntara sebagai bentuk kepedulian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Pendamping STIK Kombes.Pol. M. Edi Purwanto, SIK, MM, Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, Kapolsek Tangse Iptu M.Jamil, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi trauma healing bagi masyarakat dan anak-anak di lokasi huntara, pemberian bantuan sosial, bakti sosial, serta bakti kesehatan bagi warga setempat.

Kegiatan trauma healing difokuskan untuk memberikan dukungan psikologis dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap optimis dan tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selain itu, mahasiswa STIK bersama personel Polres Pidie juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, semangat, dan rasa aman bagi warga di Huntara Blang Pandak, Kecamatan Tangse” ungkap Kapolres Pidie.

Delegasi PBB UNDSS Kunjungan Kerja ke Polda Aceh, Bahas Isu Keamanan dan Penanganan Pengungsi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Delegasi United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) melakukan kunjungan kerja ke Polda Aceh.

Rombongan disambut Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M. M., M. H, di ruang kerjanya mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.

Delegasi UNDSS dipimpin oleh Security Adviser and Representative UNDSS untuk Indonesia dan Timor Leste, Allan Mendoza. Turut hadir dalam rombongan AKBP (Purn) Elsa Tarigan dan AKBP (Purn) Tri Lestari selaku Field Security Adviser (FSA) UNDSS Indonesia, serta Briptu Aditya Ashary dari Divhubinter Polri.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan diawali dengan penyampaian apresiasi atas kehadiran delegasi PBB di Polda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Allan Mendoza memperkenalkan mandat UNDSS sebagai bagian dari sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada 2004 berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB. UNDSS memiliki fungsi utama sebagai penghubung koordinasi aspek keamanan antara PBB dan pemerintah negara tuan rumah, termasuk Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Allan Mendoza juga menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir besar yang melanda Aceh pada tahun sebelumnya serta menegaskan dukungan teknis PBB terhadap upaya rehabilitasi yang dipimpin Pemerintah Indonesia. Ia turut mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam mendukung isu-isu kemanusiaan global.

Lebih lanjut, pihak UNDSS menjelaskan bahwa PBB saat ini menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya dan anggaran global yang berdampak pada pengurangan bantuan bagi para pengungsi, termasuk di wilayah Sumatera.

Oleh karena itu, PBB mengharapkan dukungan dan kerja sama aparat keamanan, khususnya Polri, dalam mendukung kelancaran operasional kegiatan di lapangan. UNDSS juga menegaskan bahwa focal point di wilayah Sumatera adalah Elsa Tarigan yang berkedudukan di Medan dan siap berkoordinasi dengan jajaran kepolisian apabila terdapat isu keamanan.

Menanggapi hal tersebut, Dirintelkam Polda Aceh menyampaikan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan segera berkoordinasi apabila terjadi situasi yang berdampak pada stabilitas keamanan di Aceh. Pembahasan turut menyoroti pentingnya transparansi bantuan kepada pengungsi, khususnya keterbukaan informasi dari organisasi internasional seperti United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) terkait besaran serta bentuk bantuan yang diberikan, sambut Kabid Humas.

Hal tersebut dinilai penting agar aparat di lapangan memiliki pemahaman menyeluruh ketika menghadapi keluhan maupun potensi konflik sosial akibat isu keterbatasan bantuan.
Menanggapi hal itu, Allan Mendoza menjelaskan bahwa pengurangan bantuan dilakukan melalui proses penilaian kerentanan (vulnerability assessment) guna mengidentifikasi kelompok paling membutuhkan, seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Dirintelkam berkomitmen meneruskan masukan tersebut kepada UNHCR dan IOM serta membuka mekanisme pertukaran informasi yang lebih baik dengan aparat keamanan, jelas Kabid Humas.

Selain itu, Dirintelkam Polda Aceh juga mengangkat isu penyelundupan manusia (human trafficking), khususnya adanya indikasi pihak-pihak yang menyamar sebagai pengungsi untuk memfasilitasi jaringan penyelundupan. Polda Aceh menegaskan bahwa praktik tersebut merugikan Indonesia, PBB, maupun para pengungsi sendiri, terang Kabid Humas.

Menanggapi hal tersebut, Allan Mendoza menyatakan bahwa penyelundupan manusia merupakan tindak pidana yang menjadi kewenangan penegakan hukum oleh Polri. Dari perspektif PBB, praktik itu juga merusak reputasi pengungsi dan organisasi internasional. Ia menyarankan penguatan kampanye informasi, pembentukan mekanisme pengawasan komunitas di antara pengungsi, serta peningkatan kerja sama lintas negara untuk mencegah praktik tersebut sejak dari negara asal, ucap Kabid Humas.

Dalam pembahasan selanjutnya, Dirintelkam Polda Aceh meminta agar setiap rencana pembukaan kantor atau pos PBB di Aceh terlebih dahulu diinformasikan kepada kepolisian guna memastikan legalitas serta mencegah penyalahgunaan nama PBB oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak UNDSS menegaskan bahwa setiap pembukaan maupun penutupan kantor selalu melalui proses penilaian keamanan serta koordinasi resmi dengan pemerintah dan aparat keamanan, tutur Kabid Humas.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi berkelanjutan. UNDSS menyatakan rencana tindak lanjut berupa kunjungan lanjutan serta kemungkinan pelaksanaan pelatihan bersama yang dapat melibatkan personel kepolisian, jelas Kabid Humas lagi.

Secara keseluruhan, pertemuan berlangsung konstruktif dan mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh, khususnya terkait penanganan pengungsi dan pencegahan tindak pidana penyelundupan manusia melalui kerja sama yang transparan dan terkoordinasi, tutup Kabid Humas.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.