Kadivpropam Polri Anugerahkan Penghargaan Untuk Bidpropam Polda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-3026 Kadivpropam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, S. I. K., M. Si, menganugerahkan penghargaan untuk Bidpropam Polda Aceh. Piagam penghargaan dianugrahkan Kadivpropam Polri untuk Bidpropam Polda Aceh dalam acara Rakernis Propam Polri 2026 yang digelar pada Jum’at, 13 Februari 2026 di Ruang Serbaguna Lantai 10 Gedung Presisi III Divpropam Polri, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Piagam penghargaan diserahkan Kadivpropam kepada Kabidpropam Polda Aceh Kombes Pol. Bulang Bayu Samudra, S.I.K. Bidpropam Polda Aceh meraih Piagam penghargaan Kadivpropam Polri atas kinerja Implementasi Strategi Propam Polri, ujar Kabid Humas.

Kabid Humas menjelaskan bahwa Piagam penghargaan yang diraih Bidpropam Polda Aceh sebagai berikut :

– Peringkat – 1 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Peningkatan Citra Kepolisian Program 9 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pendekatan Empati Program 7 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Bakti Sosial dan Kepedulian Masyarakat Program 3 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pembinaan dan Evaluasi kerja Program 2 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan pengawasan Etik dan Pelayanan Pengaduan Program 4 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 3 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pengawasan khusus Program Prioritas Program 8 Implementasi Strategi Propam Polri, kata Kabid Humas mengakhiri keterangannya.

Kadivpropam Polri Anugerahkan Penghargaan Untuk Bidpropam Polda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-3026 Kadivpropam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, S. I. K., M. Si, menganugerahkan penghargaan untuk Bidpropam Polda Aceh. Piagam penghargaan dianugrahkan Kadivpropam Polri untuk Bidpropam Polda Aceh dalam acara Rakernis Propam Polri 2026 yang digelar pada Jum’at, 13 Februari 2026 di Ruang Serbaguna Lantai 10 Gedung Presisi III Divpropam Polri, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Piagam penghargaan diserahkan Kadivpropam kepada Kabidpropam Polda Aceh Kombes Pol. Bulang Bayu Samudra, S.I.K. Bidpropam Polda Aceh meraih Piagam penghargaan Kadivpropam Polri atas kinerja Implementasi Strategi Propam Polri, ujar Kabid Humas.

Kabid Humas menjelaskan bahwa Piagam penghargaan yang diraih Bidpropam Polda Aceh sebagai berikut :

– Peringkat – 1 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Peningkatan Citra Kepolisian Program 9 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pendekatan Empati Program 7 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Bakti Sosial dan Kepedulian Masyarakat Program 3 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pembinaan dan Evaluasi kerja Program 2 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 2 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan pengawasan Etik dan Pelayanan Pengaduan Program 4 Implementasi Strategi Propam Polri.

– Peringkat – 3 Zona 2, Atas kinerjanya dalam melaksanakan Pengawasan khusus Program Prioritas Program 8 Implementasi Strategi Propam Polri, kata Kabid Humas mengakhiri keterangannya.

Bermula dari Video Call dengan Kapolda Aceh, Bantuan 10 Ton Ikan Asin dari Kapolda Sulsel Tiba di Aceh Tamiang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Berawal dari percakapan melalui video call antara Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Raharjo Puro, S. H., M. H, dengan Kapolda Aceh Irjen Pol.Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, pada Rabu, 21 Januari 2026, yang menjanjikan akan mengirimkan hasil laut daerah itu, akhirnya bantuan kemanusiaan berupa 10 ton ikan asin, tiba di Posko Polri Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Sulawesi Selatan terhadap masyarakat yang terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam komunikasi tersebut, Kapolda Sulsel berjanji akan mengirimkan hasil laut khas daerahnya untuk membantu kebutuhan pangan warga.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menjelaskan, bahwa bantuan kemanusiaan itu mulai diberangkatkan sejak 21 Januari 2026. Proses pengiriman dikawal langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulsel, Pitoyo Agung Yuwono, guna memastikan bantuan tiba dengan aman.

“Bantuan berupa 10 ton ikan asin ini merupakan wujud kepedulian dan empati dari Kapolda Sulsel beserta jajaran kepada masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir,” ujar Kabid Humas dalam keterangannya.

Setibanya di Aceh Tamiang, bantuan tersebut diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang dan disaksikan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H., bersama jajaran pejabat utama Polres Aceh Tamiang.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Ikan asin dan ikan teri yang dikirimkan diharapkan menjadi tambahan bahan pangan bagi warga, khususnya untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat bangkit pasca bencana,” pungkasnya.

Progres Jembatan Armco di Desa Tawar Bengi Capai 50 Persen

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda terus mempercepat proses pembangunan jembatan tipe Armco di Desa Tawar Bengi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka kembali jalur transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan akibat kerusakan jembatan lama.

Hingga saat ini, progres perakitan jembatan Armco telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh personel gabungan TNI yang terdiri dari Kodim 0119/Bener Meriah, Batalyon Zeni Tempur 3/Yudha Wyoghra, Batalyon Zeni Tempur 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, serta Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka. Seluruh personel bekerja secara intensif di lapangan dengan memanfaatkan kemampuan teknis satuan zeni guna mempercepat penyelesaian konstruksi agar jembatan segera dapat difungsikan.

Danramil 05/Permata, Kapten Inf Abdul Asis, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Armco ini merupakan bagian dari komitmen TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam membantu pemerintah daerah mempercepat proses rehabilitasi pascabencana. Selain itu, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala akibat terputusnya jalur penghubung antarwilayah.

“Pembangunan jembatan Armco ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka kembali akses transportasi warga yang sempat terhambat. Jalan yang terputus ini merupakan jalur penting yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Permata,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kehadiran personel Satgas Gulbencal tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana. Dengan terbukanya kembali akses jalan, diharapkan distribusi kebutuhan pokok, kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Salah seorang warga setempat, Bapak Haris, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kerja keras personel TNI yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan ini sangat vital bagi warga karena menjadi jalur utama aktivitas harian masyarakat.

Ia menuturkan bahwa selama jembatan mengalami kerusakan, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terhambat. Dengan adanya pembangunan jembatan Armco ini, masyarakat merasa optimis akses transportasi akan segera pulih dan kehidupan dapat kembali berjalan normal.

Beliau berharap proses pembangunan dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar. Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bersama-sama mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Dengan dukungan semua pihak, percepatan pembangunan jembatan Armco di Desa Tawar Bengi diharapkan menjadi prioritas dalam upaya pemulihan pascabencana. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memulihkan aksesibilitas warga, tetapi juga menjadi penggerak kembali roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Permata, pungkasnya.

TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun memiliki tipe 2-1 dengan panjang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan merupakan dukungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi infrastruktur penting karena menghubungkan ruas jalan utama yang mengakses tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek, sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan konektivitas wilayah.

Peresmian Jembatan Bailey tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Kodim 0103/Aceh, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak serta masyarakat setempat yang menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Gampong Desa Alue Leuhob Tgk. Ladi sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Jembatan Bailey tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Desa Alue Leuhob, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting menuju wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu Kecamatan Lhoksukon. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Bapak Adi Lestari, A.Md, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dalam membangun jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa jembatan ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang layak dan aman.

Beliau juga berharap agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan Bailey tersebut, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pengawasan dan perawatan berkala sangat diperlukan agar kondisi jembatan tetap aman dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Bailey ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.

TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun memiliki tipe 2-1 dengan panjang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan merupakan dukungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi infrastruktur penting karena menghubungkan ruas jalan utama yang mengakses tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek, sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan konektivitas wilayah.

Peresmian Jembatan Bailey tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Kodim 0103/Aceh, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak serta masyarakat setempat yang menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Gampong Desa Alue Leuhob Tgk. Ladi sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Jembatan Bailey tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Desa Alue Leuhob, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting menuju wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu Kecamatan Lhoksukon. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Bapak Adi Lestari, A.Md, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dalam membangun jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa jembatan ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang layak dan aman.

Beliau juga berharap agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan Bailey tersebut, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pengawasan dan perawatan berkala sangat diperlukan agar kondisi jembatan tetap aman dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Bailey ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Utara, Kapolres: Wujud Nyata Kepedulian Polri

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) sekaligus upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi perwira pendamping dan mahasiswa STIK.

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan survei dan pendataan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dari hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan prioritas dalam mendukung proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan melibatkan 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83 M. Rizky Ali Akbar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK). Ia turut berperan aktif dalam koordinasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Proses pembangunan sumur bor dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif para mahasiswa STIK dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar warga. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.

Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap dinamika kewilayahan.

Warga setempat pun menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap fasilitas sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Utara, Kapolres: Wujud Nyata Kepedulian Polri

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) sekaligus upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi perwira pendamping dan mahasiswa STIK.

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan survei dan pendataan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dari hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan prioritas dalam mendukung proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan melibatkan 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83 M. Rizky Ali Akbar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK). Ia turut berperan aktif dalam koordinasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Proses pembangunan sumur bor dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif para mahasiswa STIK dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar warga. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.

Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap dinamika kewilayahan.

Warga setempat pun menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap fasilitas sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Polri ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sumatera Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,M.M, menghadiri kegiatan pelepasan pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol.Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelepasan bantuan berlangsung di Markas Polda Sumatera Utara sekitar pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, serta Gubernur Sumatera Utara.

“Bantuan kemanusiaan dari Polri untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar diberangkatkan menggunakan 22 kontainer truk dari Mapolda Sumut,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, setiap kontainer memuat berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting, yaitu, sembako, rendang siap saji, ikan teri siap saji, pakaian anak-anak dan dewasa, kebutuhan khusus perempuan, panel surya, serta obat-obatan.

Sebelum pelepasan distribusi bantuan, rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian gedung di lingkungan Mapolda Sumatera Utara oleh Kapolri.

Menurut Kabid Humas, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta mempercepat proses pemulihan,” tutupnya.

Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Polri ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sumatera Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,M.M, menghadiri kegiatan pelepasan pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol.Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelepasan bantuan berlangsung di Markas Polda Sumatera Utara sekitar pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, serta Gubernur Sumatera Utara.

“Bantuan kemanusiaan dari Polri untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar diberangkatkan menggunakan 22 kontainer truk dari Mapolda Sumut,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, setiap kontainer memuat berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting, yaitu, sembako, rendang siap saji, ikan teri siap saji, pakaian anak-anak dan dewasa, kebutuhan khusus perempuan, panel surya, serta obat-obatan.

Sebelum pelepasan distribusi bantuan, rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian gedung di lingkungan Mapolda Sumatera Utara oleh Kapolri.

Menurut Kabid Humas, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta mempercepat proses pemulihan,” tutupnya.