TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Kapolres Pidie Salurkan Bantuan Sembako pada Kegiatan Serah Terima Kunci Huntara dan Penyerahan DTH di Desa Blang Pandak

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Polres Pidie turut hadir dan mendukung kegiatan serah terima kunci rumah Hunian Sementara (Huntara) serta penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I kepada warga terdampak bencana banjir di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi Huntara Gampong Blang Pandak tersebut diawali dengan acara tepung tawar sebagai bentuk doa dan syukur, sekaligus penyerahan kunci Huntara kepada warga yang terdampak bencana banjir pada 26 Desember 2025 yang lalu.

Penyerahan kunci Huntara dilakukan langsung oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH, MH. kepada perwakilan warga terdampak.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan serta dukungan pemerintah kepada masyarakat yang saat ini masih menjalani masa pemulihan pascabencana.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tokoh agama yang mewakili masyarakat Gampong Blang Pandak menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang telah diberikan, serta berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan melakukan kunjungan secara berkala guna memastikan pemulihan berjalan baik.

Sementara itu, Bupati Pidie dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam penanganan pascabencana, sehingga warga terdampak dapat menempati Huntara.

Dalam kesempatan itu Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana SIK, MIK, yang diwakili oleh Kabaglog Kompol Pitriadi, SH. turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang menempati Huntara sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi kemanusiaan antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pidie, Sekda Pidie, unsur TNI-Polri, Ketua DPRK Pidie, BNPB, BPBD, Kasat Samapta Polres Pidie, Kapolsek Tangse, unsur Muspika Kecamatan Tangse, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Gampong Blang Pandak.

Lumpuh pasca Banjir, Proses Belajar – Mengajar SDN 9 Takengon kembali pulih

Takengon ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Meski sejumlah fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbancal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama YTP 854/DK dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan bahwa proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan dengan kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Takengon yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir lumpur dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Sekolah yang berlokasi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat timbunan material lumpur dan tanah yang menutupi hampir seluruh area sekolah. Kondisi ini mengakibatkan lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbancal Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan pembersihan dilaksanakan secara intensif, meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah yang mencapai ketinggian kurang lebih satu meter, pembersihan tanah di halaman serta area luar sekolah, hingga pengecatan dinding luar dan dalam ruangan kelas.

Proses pembersihan material lumpur dan tanah dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat sekitar, serta menggunakan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerjaan di area yang tertimbun cukup tebal. Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, kondisi sekolah mulai berangsur pulih dan dapat kembali digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Saat ditemui awak media, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun, karena sekolah memiliki peran penting dalam membangun semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

“Keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

Ia menambahkan, meskipun fasilitas belajar seperti bangku, kursi, dan buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Yang terpenting, menurutnya, anak-anak kembali berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas agar rutinitas mereka perlahan pulih.

“Yang utama adalah anak-anak bisa kembali ke sekolah dan berkumpul bersama guru. Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas ini sangat penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana. Dengan adanya interaksi sosial bersama teman-teman dan guru, diharapkan anak-anak dapat melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta menumbuhkan kembali semangat belajar mereka.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka untuk pulih secara psikologis dan kembali menjalani rutinitas belajar pascabencana,” tutupnya.

Melalui upaya ini, TNI AD bersama seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan pendidikan, demi memastikan masa depan generasi muda Aceh Tengah tetap terjaga meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Lumpuh pasca Banjir, Proses Belajar – Mengajar SDN 9 Takengon kembali pulih

Takengon ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Meski sejumlah fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbancal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama YTP 854/DK dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan bahwa proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan dengan kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Takengon yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir lumpur dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Sekolah yang berlokasi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat timbunan material lumpur dan tanah yang menutupi hampir seluruh area sekolah. Kondisi ini mengakibatkan lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbancal Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan pembersihan dilaksanakan secara intensif, meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah yang mencapai ketinggian kurang lebih satu meter, pembersihan tanah di halaman serta area luar sekolah, hingga pengecatan dinding luar dan dalam ruangan kelas.

Proses pembersihan material lumpur dan tanah dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat sekitar, serta menggunakan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerjaan di area yang tertimbun cukup tebal. Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, kondisi sekolah mulai berangsur pulih dan dapat kembali digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Saat ditemui awak media, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun, karena sekolah memiliki peran penting dalam membangun semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

“Keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

Ia menambahkan, meskipun fasilitas belajar seperti bangku, kursi, dan buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Yang terpenting, menurutnya, anak-anak kembali berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas agar rutinitas mereka perlahan pulih.

“Yang utama adalah anak-anak bisa kembali ke sekolah dan berkumpul bersama guru. Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas ini sangat penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana. Dengan adanya interaksi sosial bersama teman-teman dan guru, diharapkan anak-anak dapat melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta menumbuhkan kembali semangat belajar mereka.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka untuk pulih secara psikologis dan kembali menjalani rutinitas belajar pascabencana,” tutupnya.

Melalui upaya ini, TNI AD bersama seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan pendidikan, demi memastikan masa depan generasi muda Aceh Tengah tetap terjaga meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Tertimbun lumpur pasca banjir Bandang, TNI Pulihkan MIN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 22-1-2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir dan longsor, kini kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Pemulihan sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda melalui kerja terpadu pembersihan timbunan lumpur dan material banjir.

Sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya tersebut sebelumnya tertutup lumpur tebal mulai dari akses masuk hingga seluruh ruang kelas di tingkat bawah tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan terhenti dan lumpuh selama beberapa waktu pasca bencana.

Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda yang terlibat dalam pemulihan ini terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif 836/BY, Yonarmed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA. Dengan dukungan berbagai alat berat TNI Angkatan Darat, puluhan personel dikerahkan secara berkelanjutan untuk membersihkan area sekolah yang terdampak yang dinilai cukup parah.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa MIN 2 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan konsisten selama kurang lebih satu bulan hingga seluruh area sekolah dinyatakan aman dan layak digunakan.

“Awalnya sekolah ini sama sekali tidak bisa difungsikan karena tertimbun lumpur cukup tebal. Melalui kerja keras dan kebersamaan personel Satgas Gulbencal, serta dukungan alat berat TNI AD, kini sekolah ini sudah kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Letkol Abdul Hadi.

Lebih lanjut Dandim 0102/Pidie mengatakan, selama kegitan tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, Satgas Gulbencal Kodam IM tersebut juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah, penataan lingkungan, serta merapikan meja dan kursi belajar di dalam kelas.

Selain itu tambahnya, Kodim 0102/Pidie juga turut memberikan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,nyaman dan lancar.

“Selain pemberihan,kami juga melakukan pengecatan ulang sekolah, dan membagikan alat tulis untuk siswa, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan”tambahnya

Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI atas upaya pemulihan yang telah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa sejak bencana terjadi, sekolah tidak dapat digunakan dan aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah kami sempat lumpuh total akibat lumpur dan banjir, namun sekarang sudah bersih dan kembali difungsikan. Alhamdulillah, proses belajar mengajar sudah berjalan normal,” tutur Rusli.

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Ulfa, siswi kelas V MIN 2 Pidie Jaya, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang bersih dan nyaman. Ia bersama teman-temannya juga merasa bahagia menerima bantuan alat tulis dari Dandim 0102/Pidie dan personel TNI.

“Kami senang sekali bisa sekolah lagi. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membersihkan sekolah kami,” ucap Ulfa polos.

Kehadiran TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam penanganan pascabencana ini tidak hanya mempercepat pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah kondisi bencana.

Tertimbun lumpur pasca banjir Bandang, TNI Pulihkan MIN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 22-1-2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir dan longsor, kini kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Pemulihan sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda melalui kerja terpadu pembersihan timbunan lumpur dan material banjir.

Sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya tersebut sebelumnya tertutup lumpur tebal mulai dari akses masuk hingga seluruh ruang kelas di tingkat bawah tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan terhenti dan lumpuh selama beberapa waktu pasca bencana.

Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda yang terlibat dalam pemulihan ini terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif 836/BY, Yonarmed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA. Dengan dukungan berbagai alat berat TNI Angkatan Darat, puluhan personel dikerahkan secara berkelanjutan untuk membersihkan area sekolah yang terdampak yang dinilai cukup parah.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa MIN 2 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan konsisten selama kurang lebih satu bulan hingga seluruh area sekolah dinyatakan aman dan layak digunakan.

“Awalnya sekolah ini sama sekali tidak bisa difungsikan karena tertimbun lumpur cukup tebal. Melalui kerja keras dan kebersamaan personel Satgas Gulbencal, serta dukungan alat berat TNI AD, kini sekolah ini sudah kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Letkol Abdul Hadi.

Lebih lanjut Dandim 0102/Pidie mengatakan, selama kegitan tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, Satgas Gulbencal Kodam IM tersebut juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah, penataan lingkungan, serta merapikan meja dan kursi belajar di dalam kelas.

Selain itu tambahnya, Kodim 0102/Pidie juga turut memberikan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,nyaman dan lancar.

“Selain pemberihan,kami juga melakukan pengecatan ulang sekolah, dan membagikan alat tulis untuk siswa, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan”tambahnya

Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI atas upaya pemulihan yang telah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa sejak bencana terjadi, sekolah tidak dapat digunakan dan aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah kami sempat lumpuh total akibat lumpur dan banjir, namun sekarang sudah bersih dan kembali difungsikan. Alhamdulillah, proses belajar mengajar sudah berjalan normal,” tutur Rusli.

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Ulfa, siswi kelas V MIN 2 Pidie Jaya, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang bersih dan nyaman. Ia bersama teman-temannya juga merasa bahagia menerima bantuan alat tulis dari Dandim 0102/Pidie dan personel TNI.

“Kami senang sekali bisa sekolah lagi. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membersihkan sekolah kami,” ucap Ulfa polos.

Kehadiran TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam penanganan pascabencana ini tidak hanya mempercepat pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah kondisi bencana.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.