Mualem–Dek Fadh Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Perkuat Sinergi Pusat–Daerah

Bogor  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kehadiran keduanya didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh kepala dan wakil kepala daerah se-Indonesia.

Partisipasi aktif Mualem dan Fadhlullah dalam forum strategis nasional ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diposisikan sebagai jembatan strategis antara kepentingan pusat dan kebutuhan riil masyarakat Aceh.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat konsolidasi lintas sektor, sekaligus menyerap arahan langsung Presiden terkait prioritas pembangunan nasional, stabilitas pemerintahan, dan kesiapan daerah menghadapi tantangan global.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran pemerintahan terhadap dinamika dan tantangan global yang terus berkembang. Presiden mengingatkan bahwa hanya dengan persatuan, kerja sama, dan kesiapsiagaan antara pusat dan daerah, Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 secara berkelanjutan.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dalam konteks ini, kepala daerah didorong untuk menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan. “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.

Menanggapi arahan tersebut, kehadiran Mualem dan Fadhlullah dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Aceh dalam memperkuat pembangunan berbasis keberlanjutan, kesehatan masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang lebih baik di daerah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai upaya menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui Rakornas ini, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diharapkan mampu mengakselerasi implementasi program prioritas nasional di Aceh, sekaligus menghadirkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. []

Mualem–Dek Fadh Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Perkuat Sinergi Pusat–Daerah

Bogor  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kehadiran keduanya didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh kepala dan wakil kepala daerah se-Indonesia.

Partisipasi aktif Mualem dan Fadhlullah dalam forum strategis nasional ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diposisikan sebagai jembatan strategis antara kepentingan pusat dan kebutuhan riil masyarakat Aceh.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat konsolidasi lintas sektor, sekaligus menyerap arahan langsung Presiden terkait prioritas pembangunan nasional, stabilitas pemerintahan, dan kesiapan daerah menghadapi tantangan global.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran pemerintahan terhadap dinamika dan tantangan global yang terus berkembang. Presiden mengingatkan bahwa hanya dengan persatuan, kerja sama, dan kesiapsiagaan antara pusat dan daerah, Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 secara berkelanjutan.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dalam konteks ini, kepala daerah didorong untuk menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan. “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.

Menanggapi arahan tersebut, kehadiran Mualem dan Fadhlullah dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Aceh dalam memperkuat pembangunan berbasis keberlanjutan, kesehatan masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang lebih baik di daerah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai upaya menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui Rakornas ini, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diharapkan mampu mengakselerasi implementasi program prioritas nasional di Aceh, sekaligus menghadirkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. []

Wagub Lakukan Peninjauan Wahana Manasik Pesawat Pertama di Indonesia

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 31-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meninjau langsung progres pembangunan pesawat Boeing 737 non-operasional yang ditempatkan di kawasan Asrama Haji Aceh,  Pesawat tersebut dipersiapkan sebagai wahana simulasi perjalanan udara bagi calon jamaah haji dan umrah, sekaligus digadang menjadi wahana manasik berbasis pesawat pertama di Indonesia.

Dalam peninjauan itu, Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa pembangunan wahana ini memiliki nilai historis dan simbolik bagi Aceh, mengingat peran daerah ini dalam sejarah penerbangan nasional yang tidak terlepas dari pengorbanan para pendahulu demi kepentingan bangsa.

Selain itu, kehadiran wahana pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kenyamanan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia serta mereka yang belum memiliki pengalaman naik pesawat, sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Seluruh jamaah umrah dari Aceh nantinya akan dipusatkan di Asrama Haji. Manasik dilakukan di sini, pemeriksaan x-ray di sini, cap paspor di sini, lalu jamaah langsung naik bus menuju pesawat. Dengan sistem ini, jamaah umrah dari Aceh bisa merasakan pengalaman seperti berhaji,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih efisien, hemat waktu, dan ramah lansia, sekaligus menciptakan alur layanan terpadu yang modern dan profesional.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Aceh.

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Wilayah Aceh, Nano Setiawan, menyampaikan bahwa wahana pesawat Boeing 737 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana manasik, tetapi juga sebagai media edukasi penerbangan bagi jamaah umrah. Ia berharap calon jamaah dapat memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Aceh yang kini semakin representatif agar lebih siap dan nyaman sebelum keberangkatan.

Selain mendukung peningkatan kualitas pelayanan ibadah, wahana pesawat ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik baru yang mampu mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Asrama Haji Aceh.

Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh General Manager Garuda Indonesia Aceh Nano Setiawan, Kepala UPT Asrama Haji Aceh Irsyadi, S.E., Ak., M.Si., serta perwakilan vendor pembangunan dari PT Naka Avia Sakti, Sukandar.

Wagub Lakukan Peninjauan Wahana Manasik Pesawat Pertama di Indonesia

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 31-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meninjau langsung progres pembangunan pesawat Boeing 737 non-operasional yang ditempatkan di kawasan Asrama Haji Aceh,  Pesawat tersebut dipersiapkan sebagai wahana simulasi perjalanan udara bagi calon jamaah haji dan umrah, sekaligus digadang menjadi wahana manasik berbasis pesawat pertama di Indonesia.

Dalam peninjauan itu, Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa pembangunan wahana ini memiliki nilai historis dan simbolik bagi Aceh, mengingat peran daerah ini dalam sejarah penerbangan nasional yang tidak terlepas dari pengorbanan para pendahulu demi kepentingan bangsa.

Selain itu, kehadiran wahana pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kenyamanan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia serta mereka yang belum memiliki pengalaman naik pesawat, sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Seluruh jamaah umrah dari Aceh nantinya akan dipusatkan di Asrama Haji. Manasik dilakukan di sini, pemeriksaan x-ray di sini, cap paspor di sini, lalu jamaah langsung naik bus menuju pesawat. Dengan sistem ini, jamaah umrah dari Aceh bisa merasakan pengalaman seperti berhaji,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih efisien, hemat waktu, dan ramah lansia, sekaligus menciptakan alur layanan terpadu yang modern dan profesional.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Aceh.

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Wilayah Aceh, Nano Setiawan, menyampaikan bahwa wahana pesawat Boeing 737 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana manasik, tetapi juga sebagai media edukasi penerbangan bagi jamaah umrah. Ia berharap calon jamaah dapat memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Aceh yang kini semakin representatif agar lebih siap dan nyaman sebelum keberangkatan.

Selain mendukung peningkatan kualitas pelayanan ibadah, wahana pesawat ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik baru yang mampu mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Asrama Haji Aceh.

Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh General Manager Garuda Indonesia Aceh Nano Setiawan, Kepala UPT Asrama Haji Aceh Irsyadi, S.E., Ak., M.Si., serta perwakilan vendor pembangunan dari PT Naka Avia Sakti, Sukandar.

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Pemerintah Aceh meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, sebagai pemerintah daerah dengan kategori utama dalam pencapaian UHC, dan dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi penduduk di wilayahnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menko PM Muhaimin Iskandar, menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan UHC Awards tersebut. Sehingga kedepan menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mengharapkan tidak ada pemerintah daerah yang peringkat UHC mengalamo penurunan. Sebaliknya, kategori atau peringkat UHC di tahun mendatang harus meningkat.

“Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain kecuali fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” sebutnya.

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda yang memiliki komitmen tinggi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan tercapainya UHC, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Pemerintah Aceh meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, sebagai pemerintah daerah dengan kategori utama dalam pencapaian UHC, dan dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi penduduk di wilayahnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menko PM Muhaimin Iskandar, menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan UHC Awards tersebut. Sehingga kedepan menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mengharapkan tidak ada pemerintah daerah yang peringkat UHC mengalamo penurunan. Sebaliknya, kategori atau peringkat UHC di tahun mendatang harus meningkat.

“Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain kecuali fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” sebutnya.

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda yang memiliki komitmen tinggi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan tercapainya UHC, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Tamiang,

Kunjungan diawali dengan pemberian arahan Menteri Dalam Negeri kepada taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlangsung di Markas Batalion Raider 111/Tualang Cut. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di wilayah yang terdampak bencana.

Mendagri juga mengingatkan peran strategis taruna sebagai calon pemimpin masa depan yang dituntut memiliki kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kemampuan bekerja lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebencanaan maupun dinamika sosial di daerah.

Usai agenda tersebut, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan kegiatan dengan penyerahan Bantuan Presiden kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan yang diserahkan berupa sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan sisa lumpur dan pemulihan lingkungan pascabencana.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan normal.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Tamiang,

Kunjungan diawali dengan pemberian arahan Menteri Dalam Negeri kepada taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlangsung di Markas Batalion Raider 111/Tualang Cut. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di wilayah yang terdampak bencana.

Mendagri juga mengingatkan peran strategis taruna sebagai calon pemimpin masa depan yang dituntut memiliki kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kemampuan bekerja lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebencanaan maupun dinamika sosial di daerah.

Usai agenda tersebut, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan kegiatan dengan penyerahan Bantuan Presiden kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan yang diserahkan berupa sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan sisa lumpur dan pemulihan lingkungan pascabencana.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan normal.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.