Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendorong nasabah untuk mengedepankan transaksi digital (digital first) pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menghadapi lonjakan transaksi selama periode persiapan hari raya, BSI memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya superapps BYOND by BSI, sebagai salah satu kanal utama transaksi masyarakat. Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, rata-rata peningkatan transaksi melalui e-channel BSI naik sekitar 24% (month to month).

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, tren transaksi menunjukkan peningkatan signifikan pada layanan digital menjelang dan selama Lebaran, terutama untuk pembayaran, pembelian, transfer, serta layanan ZISWAF. “Momentum Lebaran selalu mendorong lonjakan transaksi di kanal digital. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, melakukan monitoring transaksi secara real time, dan memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar nasabah dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI yang menyediakan berbagai fitur khas perbankan syariah, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat dan arah kiblat, hingga layanan Bank Emas untuk pembelian emas dan transfer saldo emas (gramase) secara real time. Selain itu, BSI juga memperkuat layanan BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE,remitansi, serta BSI Call Center 14040 sebagai bagian dari ekosistem digital perseroan.

Nasabah juga dapat berbagi kepada keluarga atau berbelanja kebutuhan hari raya dengan cara digital sehingga mengurangi penggunaan uang tunai. Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian berbagai kebutuhan harian.

Sebagai penopang layanan digital, BSI juga menyiapkan kecukupan likuiditas sekitar Rp45 triliun guna mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idul Fitri. Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia.

Selain itu, BSI turut berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia hingga 15 Maret 2026 dengan menyediakan layanan penukaran uang di 178 titik dan layanan terpadu di 41 titik ruang publik.

Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, BSI juga mengimbau nasabah untuk waspada terhadap potensi penipuan dengan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook: Bank Syariah Indonesia|Instagram: @banksyariahindonesia; Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.
Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik, BSI menargetkan layanan transaksi masyarakat selama Lebaran tetap stabil, cepat, dan aman, seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

BSI Aceh Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BSI Aceh dalam menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen dan Pegawai BSI Aceh, tokoh agama, serta jamaah Masjid Raya Baiturrahman. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BSI Aceh juga menyerahkan sebanyak 500 paket sembako kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial sesama.

Regional CEO BSI Aceh, *Imsak Ramadhan*, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan ampunan. Di tengah berbagai ujian yang kita hadapi, termasuk musibah yang melanda sebagian wilayah Aceh, kita diajak untuk tetap optimis, saling menguatkan, dan memperbanyak amal kebaikan,” ujar Imsak Ramadhan.

Ia menambahkan, BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual masyarakat berkomitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, *Abuya Habibie Wali*, mengapresiasi langkah BSI Aceh dalam menyelenggarakan Tarhib Ramadhan sekaligus menyalurkan bantuan sosial di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial menyambut Ramadhan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap umat. Semoga kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan institusi keagamaan terus terjalin dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya,” ungkapnya.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini turut menghadirkan tausiyah oleh *Tgk. H. Akmal Abzal, SHI., MH.* Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan harapan, meskipun Aceh baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Ramadhan adalah bulan harapan dan kebangkitan. Ujian yang datang hendaknya semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan memperkuat solidaritas sosial. Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang lapang, penuh syukur, dan semangat berbagi,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, BSI Aceh berharap semangat Ramadhan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, sekaligus menjadi penguat solidaritas dan optimisme dalam membangun Aceh yang lebih tangguh dan penuh keberkahan.