Bahas Inflasi, Penanganan Bencana dan Persiapan Nuzulul Qur’an, Kapolda Aceh Hadiri Rapat bersama Forkopimda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.,menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari pengendalian inflasi, penanganan bencana hidrometeorologi, hingga persiapan kegiatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Festival Ramadhan 1447 Hijriah.

Rapat tersebut berlangsung Rapat Potda I Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Aceh, di antaranya Wali Nanggroe Aceh, Kapolda Aceh, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kajati Aceh, Ketua DPR Aceh, Sekda Aceh, Kabinda Aceh, serta pimpinan instansi vertikal dan SKPA terkait, lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah kondisi inflasi Aceh menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,94 persen, yang dipengaruhi oleh sejumlah komoditas seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah Aceh bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, di antaranya melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai kabupaten/kota, penguatan distribusi bahan pokok, serta koordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat, katanya.

Selain isu inflasi, rapat juga membahas perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah bersama unsur TNI–Polri dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi dalam upaya penanganan dampak bencana serta percepatan pemulihan di daerah terdampak, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga mematangkan persiapan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang direncanakan berlangsung pada 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan buka puasa bersama masyarakat serta sejumlah agenda keagamaan dalam rangka memeriahkan Festival Ramadhan di Aceh, ungkapnya lagi.

” Kehadiran Kapolda Aceh dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah, baik dalam pengendalian inflasi, penanganan bencana, maupun mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat, ” sebut Kabid Humas

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan berbagai langkah strategis yang telah dirumuskan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempercepat penanganan bencana, serta memastikan kegiatan Ramadhan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, jelas Kabid Humas lagi.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan komitmen bersama seluruh instansi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Aceh, pungkas Kabid Humas.

Bahas Inflasi, Penanganan Bencana dan Persiapan Nuzulul Qur’an, Kapolda Aceh Hadiri Rapat bersama Forkopimda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.,menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari pengendalian inflasi, penanganan bencana hidrometeorologi, hingga persiapan kegiatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Festival Ramadhan 1447 Hijriah.

Rapat tersebut berlangsung Rapat Potda I Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Aceh, di antaranya Wali Nanggroe Aceh, Kapolda Aceh, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kajati Aceh, Ketua DPR Aceh, Sekda Aceh, Kabinda Aceh, serta pimpinan instansi vertikal dan SKPA terkait, lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah kondisi inflasi Aceh menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,94 persen, yang dipengaruhi oleh sejumlah komoditas seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah Aceh bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, di antaranya melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai kabupaten/kota, penguatan distribusi bahan pokok, serta koordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat, katanya.

Selain isu inflasi, rapat juga membahas perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah bersama unsur TNI–Polri dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi dalam upaya penanganan dampak bencana serta percepatan pemulihan di daerah terdampak, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga mematangkan persiapan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang direncanakan berlangsung pada 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan buka puasa bersama masyarakat serta sejumlah agenda keagamaan dalam rangka memeriahkan Festival Ramadhan di Aceh, ungkapnya lagi.

” Kehadiran Kapolda Aceh dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah, baik dalam pengendalian inflasi, penanganan bencana, maupun mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat, ” sebut Kabid Humas

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan berbagai langkah strategis yang telah dirumuskan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempercepat penanganan bencana, serta memastikan kegiatan Ramadhan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, jelas Kabid Humas lagi.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan komitmen bersama seluruh instansi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Aceh, pungkas Kabid Humas.

249 Mahasiswa STIK Selesai Pengabdian Masyarakat di Aceh, Wakapolda Pimpin Apel Pelepasan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., memimpin apel pelepasan 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS yang telah menuntaskan tugas Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Apel pelepasan berlangsung di Meuligoe Polda Aceh yang dihadiri para Paping mahasiswa STIK, seluruh mahasiswa peserta Dianmas, Irwasda Polda Aceh, Karo SDM Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kabidhumas Polda Aceh, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, yang dibacakan Wakapolda Aceh, mengatakan bahwa sejak 9 Februari 2026, sebanyak 249 mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS telah tiba di Aceh untuk melaksanakan Dianmas di 12 kabupaten/kota terdampak bencana alam.

Disebutkan, kehadiran para mahasiswa bukan sekadar bagian dari kurikulum pendidikan, melainkan wujud komitmen Polri dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap secara konseptual, tetapi juga teruji secara moral, emosional, dan sosial di tengah masyarakat.

“Penugasan tersebut menuntut kepekaan, kemampuan adaptasi, serta kepemimpinan lapangan yang nyata. Dalam situasi pascabencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kehadiran negara yang menenangkan, menguatkan, dan memberikan harapan. Di sinilah saudara hadir sebagai wajah Polri yang humanis dan solutif,” demikian amanat Kapolda Aceh.

Selama pelaksanaan Dianmas, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, antara lain penyaluran bantuan, pembersihan fasilitas umum, pemberian trauma healing, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya mempercepat pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga membangun kembali optimisme masyarakat.

Kapolda Aceh juga menyampaikan bahwa pada Rapim Polda Aceh tanggal 24 Februari 2026 lalu, telah diberikan penghargaan kepada para Paping dan perwakilan mahasiswa STIK Angkatan ke-83 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Penghargaan tersebut merupakan refleksi bahwa kerja keras, loyalitas, dan keikhlasan tidak pernah luput dari perhatian,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pengalaman selama melaksanakan Dianmas di Aceh hendaknya menjadi laboratorium kepemimpinan yang sangat berharga. Para mahasiswa belajar bahwa memimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi juga mendengar; bukan hanya mengatur, tetapi merasakan; serta tidak sekadar hadir secara fisik, melainkan hadir dengan empati.
Ke depan, para mahasiswa akan mengemban amanah yang lebih besar sebagai perwira Polri dengan tantangan tugas yang semakin kompleks. Karena itu, mereka diharapkan menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menutup amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Paping dan seluruh mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS atas dedikasi, disiplin, serta semangat pengabdian selama pelaksanaan Dianmas di wilayah hukum Polda Aceh.

“Saudara telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik institusi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan selaras dengan tujuan pendidikan. Semoga seluruh pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan menjadi amal pengabdian yang bernilai dan membanggakan, baik bagi institusi maupun bagi diri pribadi,” pungkas Kapolda Aceh dalam amanatnya.

Di Bulan Ramadan 1447 H, Polda Aceh Bagikan 2,7 Ton Kurma Tahap I ke 53 Lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar

BANDA ACEH ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Polda Aceh melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan kurma tahap I sebanyak 2,7 ton atau 2.700 kilogram selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan tersebut didistribusikan ke 53 lokasi yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Pembagian kurma ini merupakan wujud perhatian Kapolda Aceh dalam berbagi di bulan Ramadan, sekaligus mendukung kebutuhan berbuka puasa masyarakat di berbagai gampong, dayah, masjid, meunasah, panti asuhan, hingga komunitas pekerja.

KabidHumas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut merupakan penyaluran tahap pertama yang dilaksanakan oleh Ditbinmas Polda Aceh.

“Pembagian kurma ini merupakan tahap I. Total sebanyak 2,7 ton kurma disalurkan ke 53 lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar. Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan Polda Aceh dengan masyarakat dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Adapun lokasi penerima bantuan meliputi sejumlah dayah, pesantren, masjid, meunasah, panti asuhan, perguruan tinggi, perkantoran, hingga komunitas transportasi dan pekerja informal. Masing-masing lokasi menerima bantuan rata-rata 50 kilogram kurma, sementara beberapa titik seperti petugas parkir dan komunitas becak di Masjid Raya menerima 75 kilogram.

Secara keseluruhan, total kurma yang dibagikan pada tahap pertama ini mencapai 2.700 kilogram atau 2,7 ton.

Kabid Humas menjelaskan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya sebagai tambahan menu berbuka puasa selama Ramadan.

Semoga bantuan kurma ini dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalani ibadah puasa, serta semakin mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, harapnya.

Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menghadirkan institusi Polri yang humanis dan penuh ketulusan dalam melayani masyarakat, sejalan dengan semangat “Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu,” pungkas Kabid Humas.

Mewakili Kapolda Aceh, Ditlantas dan Polresta Banda Aceh Laksanakan Survei Teknis Traffic Light Guna Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Perkotaan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Ditlantas Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh melaksanakan survei dan evaluasi kinerja Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol Drs, Marzuki Ali Basyah., M.M dan dipimpin oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana, didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Aceh AKBP Sabri yang mewakili Dirlantas Polda Aceh, serta diikuti jajaran Ditlantas Polda Aceh, Satlantas Polresta Banda Aceh, dan personel Bidhumas Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif guna memastikan optimalisasi fungsi traffic light pada salah satu simpang dengan mobilitas tinggi, khususnya pada jam sibuk aktivitas mahasiswa dan masyarakat.

“Evaluasi ini bertujuan menilai kesesuaian durasi lampu merah, kuning, dan hijau dengan volume arus kendaraan, mengidentifikasi potensi kemacetan maupun kecelakaan, serta mengukur tingkat kepatuhan pengguna jalan,” ujar Joko.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan durasi nyala lampu sebagai berikut:
Arah Gerbang Kopelma: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 12 detik.
Arah FKIP USK: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah Tungkop: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah UIN Ar-Raniry: Merah 54 detik, Hijau 12 detik.

Selain evaluasi teknis, petugas juga mendapati adanya pengguna jalan yang tidak tertib dengan menerobos lampu lalu lintas. Personel di lapangan memberikan imbauan secara humanis guna meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh akan menempatkan personel pada titik strong point di jam rawan kepadatan serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh selaku penanggung jawab teknis APILL untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian manajemen rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

“Kehadiran jajaran Polda Aceh di lapangan merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Diharapkan melalui langkah preventif dan kolaboratif ini, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga secara optimal,” tutup Kabidhumas.

Upaya ini sekaligus menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Banda Aceh.

Mewakili Kapolda Aceh, Ditlantas dan Polresta Banda Aceh Laksanakan Survei Teknis Traffic Light Guna Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Perkotaan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Ditlantas Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh melaksanakan survei dan evaluasi kinerja Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol Drs, Marzuki Ali Basyah., M.M dan dipimpin oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana, didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Aceh AKBP Sabri yang mewakili Dirlantas Polda Aceh, serta diikuti jajaran Ditlantas Polda Aceh, Satlantas Polresta Banda Aceh, dan personel Bidhumas Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif guna memastikan optimalisasi fungsi traffic light pada salah satu simpang dengan mobilitas tinggi, khususnya pada jam sibuk aktivitas mahasiswa dan masyarakat.

“Evaluasi ini bertujuan menilai kesesuaian durasi lampu merah, kuning, dan hijau dengan volume arus kendaraan, mengidentifikasi potensi kemacetan maupun kecelakaan, serta mengukur tingkat kepatuhan pengguna jalan,” ujar Joko.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan durasi nyala lampu sebagai berikut:
Arah Gerbang Kopelma: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 12 detik.
Arah FKIP USK: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah Tungkop: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah UIN Ar-Raniry: Merah 54 detik, Hijau 12 detik.

Selain evaluasi teknis, petugas juga mendapati adanya pengguna jalan yang tidak tertib dengan menerobos lampu lalu lintas. Personel di lapangan memberikan imbauan secara humanis guna meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh akan menempatkan personel pada titik strong point di jam rawan kepadatan serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh selaku penanggung jawab teknis APILL untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian manajemen rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

“Kehadiran jajaran Polda Aceh di lapangan merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Diharapkan melalui langkah preventif dan kolaboratif ini, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga secara optimal,” tutup Kabidhumas.

Upaya ini sekaligus menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Banda Aceh.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.