Di Bulan Ramadan 1447 H, Polda Aceh Bagikan 2,7 Ton Kurma Tahap I ke 53 Lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar

BANDA ACEH ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Polda Aceh melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan kurma tahap I sebanyak 2,7 ton atau 2.700 kilogram selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan tersebut didistribusikan ke 53 lokasi yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Pembagian kurma ini merupakan wujud perhatian Kapolda Aceh dalam berbagi di bulan Ramadan, sekaligus mendukung kebutuhan berbuka puasa masyarakat di berbagai gampong, dayah, masjid, meunasah, panti asuhan, hingga komunitas pekerja.

KabidHumas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut merupakan penyaluran tahap pertama yang dilaksanakan oleh Ditbinmas Polda Aceh.

“Pembagian kurma ini merupakan tahap I. Total sebanyak 2,7 ton kurma disalurkan ke 53 lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar. Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan Polda Aceh dengan masyarakat dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Adapun lokasi penerima bantuan meliputi sejumlah dayah, pesantren, masjid, meunasah, panti asuhan, perguruan tinggi, perkantoran, hingga komunitas transportasi dan pekerja informal. Masing-masing lokasi menerima bantuan rata-rata 50 kilogram kurma, sementara beberapa titik seperti petugas parkir dan komunitas becak di Masjid Raya menerima 75 kilogram.

Secara keseluruhan, total kurma yang dibagikan pada tahap pertama ini mencapai 2.700 kilogram atau 2,7 ton.

Kabid Humas menjelaskan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya sebagai tambahan menu berbuka puasa selama Ramadan.

Semoga bantuan kurma ini dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalani ibadah puasa, serta semakin mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, harapnya.

Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menghadirkan institusi Polri yang humanis dan penuh ketulusan dalam melayani masyarakat, sejalan dengan semangat “Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu,” pungkas Kabid Humas.

Mewakili Kapolda Aceh, Ditlantas dan Polresta Banda Aceh Laksanakan Survei Teknis Traffic Light Guna Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Perkotaan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Ditlantas Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh melaksanakan survei dan evaluasi kinerja Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol Drs, Marzuki Ali Basyah., M.M dan dipimpin oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana, didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Aceh AKBP Sabri yang mewakili Dirlantas Polda Aceh, serta diikuti jajaran Ditlantas Polda Aceh, Satlantas Polresta Banda Aceh, dan personel Bidhumas Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif guna memastikan optimalisasi fungsi traffic light pada salah satu simpang dengan mobilitas tinggi, khususnya pada jam sibuk aktivitas mahasiswa dan masyarakat.

“Evaluasi ini bertujuan menilai kesesuaian durasi lampu merah, kuning, dan hijau dengan volume arus kendaraan, mengidentifikasi potensi kemacetan maupun kecelakaan, serta mengukur tingkat kepatuhan pengguna jalan,” ujar Joko.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan durasi nyala lampu sebagai berikut:
Arah Gerbang Kopelma: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 12 detik.
Arah FKIP USK: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah Tungkop: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah UIN Ar-Raniry: Merah 54 detik, Hijau 12 detik.

Selain evaluasi teknis, petugas juga mendapati adanya pengguna jalan yang tidak tertib dengan menerobos lampu lalu lintas. Personel di lapangan memberikan imbauan secara humanis guna meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh akan menempatkan personel pada titik strong point di jam rawan kepadatan serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh selaku penanggung jawab teknis APILL untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian manajemen rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

“Kehadiran jajaran Polda Aceh di lapangan merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Diharapkan melalui langkah preventif dan kolaboratif ini, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga secara optimal,” tutup Kabidhumas.

Upaya ini sekaligus menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Banda Aceh.

Mewakili Kapolda Aceh, Ditlantas dan Polresta Banda Aceh Laksanakan Survei Teknis Traffic Light Guna Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Perkotaan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Ditlantas Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh melaksanakan survei dan evaluasi kinerja Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol Drs, Marzuki Ali Basyah., M.M dan dipimpin oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana, didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Aceh AKBP Sabri yang mewakili Dirlantas Polda Aceh, serta diikuti jajaran Ditlantas Polda Aceh, Satlantas Polresta Banda Aceh, dan personel Bidhumas Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif guna memastikan optimalisasi fungsi traffic light pada salah satu simpang dengan mobilitas tinggi, khususnya pada jam sibuk aktivitas mahasiswa dan masyarakat.

“Evaluasi ini bertujuan menilai kesesuaian durasi lampu merah, kuning, dan hijau dengan volume arus kendaraan, mengidentifikasi potensi kemacetan maupun kecelakaan, serta mengukur tingkat kepatuhan pengguna jalan,” ujar Joko.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan durasi nyala lampu sebagai berikut:
Arah Gerbang Kopelma: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 12 detik.
Arah FKIP USK: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah Tungkop: Merah 65 detik, Kuning 1 detik, Hijau 14 detik.
Arah UIN Ar-Raniry: Merah 54 detik, Hijau 12 detik.

Selain evaluasi teknis, petugas juga mendapati adanya pengguna jalan yang tidak tertib dengan menerobos lampu lalu lintas. Personel di lapangan memberikan imbauan secara humanis guna meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh akan menempatkan personel pada titik strong point di jam rawan kepadatan serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh selaku penanggung jawab teknis APILL untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian manajemen rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.

“Kehadiran jajaran Polda Aceh di lapangan merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Diharapkan melalui langkah preventif dan kolaboratif ini, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga secara optimal,” tutup Kabidhumas.

Upaya ini sekaligus menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Banda Aceh.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Gelar Bakti Kesehatan untuk Warga Gampong Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS bersama Sidokkes Polres Pidie melaksanakan kegiatan bakti kesehatan di Gampong Tanjung, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut menyasar masyarakat setempat, khususnya warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan sesuai dengan hasil pemeriksaan medis.
Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS selama berada di wilayah hukum Polres Pidie.

Kehadiran para mahasiswa disambut antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan layanan kesehatan yang diberikan secara langsung dan tanpa dipungut biaya.

Perwakilan mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus bentuk implementasi nilai-nilai pengabdian dan pelayanan yang menjadi landasan tugas kepolisian.
Sementara itu, perangkat gampong setempat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan warga.

Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta kehadiran Polri di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.