Personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga Bangun Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat, Progres Capai 25 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Selasa Personel Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana dengan melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kabupaten Aceh Tengah. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul kerusakan jembatan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Hingga awal Maret 2026, progres pekerjaan pembangunan jembatan telah mencapai 25 persen. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis percepatan pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.

Jembatan Lukup Sabun Barat dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Lukup Sabun Barat dengan Blang Paku. Jalur ini merupakan akses vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, maupun sebagai penghubung kegiatan sosial dan ekonomi warga setempat. Kerusakan jembatan akibat banjir bandang sempat menghambat aktivitas warga dan memperpanjang waktu tempuh menuju pusat kecamatan maupun pasar tradisional, sehingga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Yonzipur 16/Dhika Anoraga diterjunkan guna melaksanakan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi cepat, efektif, dan tepat guna. Jembatan Bailey dipilih karena memiliki sistem konstruksi modular yang memungkinkan proses perakitan dilakukan dalam waktu relatif singkat namun tetap memenuhi standar kekuatan dan keamanan.

Di lapangan, para personel bekerja secara intensif dan terukur sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan. Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang 15 meter atau delapan petak panel. Konstruksi ini dirancang untuk mampu menahan beban kendaraan roda dua maupun roda empat serta mendukung aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Sejauh ini, tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi proses perakitan rangka jembatan Bailey. Proses perakitan dilakukan secara sistematis dengan memastikan ketepatan pemasangan panel, pin pengunci, serta komponen struktural lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Tahapan ini menjadi fase krusial sebelum dilakukan proses pendorongan (launching) jembatan ke posisi akhir di atas bentang sungai.

Meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi medan yang cukup berat serta cuaca yang berubah-ubah, semangat dan profesionalisme personel di lapangan tetap terjaga. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keselamatan kerja serta kualitas konstruksi demi memastikan jembatan dapat berfungsi optimal dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

Keberadaan Jembatan Bailey ini nantinya diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi antara Lukup Sabun Barat dan Blang Paku, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir. Selain itu, pembangunan ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi, tetap terpenuhi.

Dengan progres yang terus bergerak maju, diharapkan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah secara aman dan optimal.

Salah seorang warga setempat, Bapak Subhan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan rusak akibat banjir, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan harus memutar melalui jalur alternatif yang cukup jauh.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang sudah turun langsung membantu membangun kembali jembatan ini. Kehadiran jembatan Bailey ini sangat kami nantikan karena menjadi akses utama untuk membawa hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Beliau berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan jembatan segera dapat digunakan oleh masyarakat. Ia juga berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik dalam upaya membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana, sehingga kehidupan warga dapat kembali normal seperti sediakala.

Personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga Bangun Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat, Progres Capai 25 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Selasa Personel Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana dengan melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kabupaten Aceh Tengah. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul kerusakan jembatan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Hingga awal Maret 2026, progres pekerjaan pembangunan jembatan telah mencapai 25 persen. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis percepatan pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.

Jembatan Lukup Sabun Barat dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Lukup Sabun Barat dengan Blang Paku. Jalur ini merupakan akses vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, maupun sebagai penghubung kegiatan sosial dan ekonomi warga setempat. Kerusakan jembatan akibat banjir bandang sempat menghambat aktivitas warga dan memperpanjang waktu tempuh menuju pusat kecamatan maupun pasar tradisional, sehingga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Yonzipur 16/Dhika Anoraga diterjunkan guna melaksanakan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi cepat, efektif, dan tepat guna. Jembatan Bailey dipilih karena memiliki sistem konstruksi modular yang memungkinkan proses perakitan dilakukan dalam waktu relatif singkat namun tetap memenuhi standar kekuatan dan keamanan.

Di lapangan, para personel bekerja secara intensif dan terukur sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan. Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang 15 meter atau delapan petak panel. Konstruksi ini dirancang untuk mampu menahan beban kendaraan roda dua maupun roda empat serta mendukung aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Sejauh ini, tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi proses perakitan rangka jembatan Bailey. Proses perakitan dilakukan secara sistematis dengan memastikan ketepatan pemasangan panel, pin pengunci, serta komponen struktural lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Tahapan ini menjadi fase krusial sebelum dilakukan proses pendorongan (launching) jembatan ke posisi akhir di atas bentang sungai.

Meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi medan yang cukup berat serta cuaca yang berubah-ubah, semangat dan profesionalisme personel di lapangan tetap terjaga. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keselamatan kerja serta kualitas konstruksi demi memastikan jembatan dapat berfungsi optimal dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

Keberadaan Jembatan Bailey ini nantinya diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi antara Lukup Sabun Barat dan Blang Paku, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir. Selain itu, pembangunan ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi, tetap terpenuhi.

Dengan progres yang terus bergerak maju, diharapkan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah secara aman dan optimal.

Salah seorang warga setempat, Bapak Subhan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan rusak akibat banjir, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan harus memutar melalui jalur alternatif yang cukup jauh.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang sudah turun langsung membantu membangun kembali jembatan ini. Kehadiran jembatan Bailey ini sangat kami nantikan karena menjadi akses utama untuk membawa hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Beliau berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan jembatan segera dapat digunakan oleh masyarakat. Ia juga berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik dalam upaya membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana, sehingga kehidupan warga dapat kembali normal seperti sediakala.

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Kota Banda Aceh. Peresmian yang berlangsung khidmat pada, dihadiri dan oleh Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dan jajaran direksi Bank Aceh.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menekankan bahwa dunia perbankan saat ini menuntut kecepatan dan adaptasi teknologi yang tinggi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi PT Bank Aceh Syariah. Peresmian ATM Drive Thru ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol konsistensi kami dalam bertransformasi. Kami ingin membuktikan bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan teknologi mutakhir untuk memberikan service excellence,” ujar Fadhil Ilyas.

Fasilitas di Banda Aceh ini merupakan unit Drive Thru kedua setelah kesuksesan unit pertama yang diresmikan di Taman Riyadhah, Lhokseumawe pada tahun 2025. Respon positif masyarakat Lhokseumawe menjadi pemicu bagi Bank Aceh untuk menghadirkan layanan serupa di jantung ibu kota provinsi.

Fadhil Ilyas menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kota yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat. Fasilitas ini menawarkan tiga keunggulan utama yaitu nasabah dapat bertransaksi tanpa perlu mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan, memberikan privasi lebih tinggi bagi nasabah saat melakukan penarikan atau transaksi lainnya dan hadir di titik temu aktivitas masyarakat sehingga lebih dekat dengan nadi kehidupan warga Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inovasi yang terus dilakukan oleh Bank Aceh. Beliau menilai langkah ini sangat relevan dengan perkembangan kota Banda Aceh yang menuntut efisiensi waktu.
“Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh Bank Aceh. Kehadiran ATM Drive Thru ini secara nyata mengakomodir kebutuhan masyarakat kota yang memerlukan layanan serba cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Ibu Illiza.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki nilai tambah bagi estetika kota. “Dengan adanya Drive Thru ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, namun juga ikut memperindah wajah kota Banda Aceh. Desainnya yang modern menyatu dengan penataan Taman Kota kita yang semakin asri,” tambah Illiza.

Menutup acara tersebut, manajemen Bank Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU), Bapak Andri Wardani, serta seluruh tim yang berhasil merealisasikan pembangunan ini. Bank Aceh berkomitmen untuk terus menambah titik layanan baru dan memperkuat fitur digital demi kenyamanan seluruh nasabah.

“Semoga fasilitas ini dapat dijaga bersama dan memberikan berkah bagi seluruh umat serta menjadi bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkas Fadhil Ilyas

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Kota Banda Aceh. Peresmian yang berlangsung khidmat pada, dihadiri dan oleh Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dan jajaran direksi Bank Aceh.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menekankan bahwa dunia perbankan saat ini menuntut kecepatan dan adaptasi teknologi yang tinggi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi PT Bank Aceh Syariah. Peresmian ATM Drive Thru ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol konsistensi kami dalam bertransformasi. Kami ingin membuktikan bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan teknologi mutakhir untuk memberikan service excellence,” ujar Fadhil Ilyas.

Fasilitas di Banda Aceh ini merupakan unit Drive Thru kedua setelah kesuksesan unit pertama yang diresmikan di Taman Riyadhah, Lhokseumawe pada tahun 2025. Respon positif masyarakat Lhokseumawe menjadi pemicu bagi Bank Aceh untuk menghadirkan layanan serupa di jantung ibu kota provinsi.

Fadhil Ilyas menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kota yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat. Fasilitas ini menawarkan tiga keunggulan utama yaitu nasabah dapat bertransaksi tanpa perlu mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan, memberikan privasi lebih tinggi bagi nasabah saat melakukan penarikan atau transaksi lainnya dan hadir di titik temu aktivitas masyarakat sehingga lebih dekat dengan nadi kehidupan warga Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inovasi yang terus dilakukan oleh Bank Aceh. Beliau menilai langkah ini sangat relevan dengan perkembangan kota Banda Aceh yang menuntut efisiensi waktu.
“Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh Bank Aceh. Kehadiran ATM Drive Thru ini secara nyata mengakomodir kebutuhan masyarakat kota yang memerlukan layanan serba cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Ibu Illiza.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki nilai tambah bagi estetika kota. “Dengan adanya Drive Thru ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, namun juga ikut memperindah wajah kota Banda Aceh. Desainnya yang modern menyatu dengan penataan Taman Kota kita yang semakin asri,” tambah Illiza.

Menutup acara tersebut, manajemen Bank Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU), Bapak Andri Wardani, serta seluruh tim yang berhasil merealisasikan pembangunan ini. Bank Aceh berkomitmen untuk terus menambah titik layanan baru dan memperkuat fitur digital demi kenyamanan seluruh nasabah.

“Semoga fasilitas ini dapat dijaga bersama dan memberikan berkah bagi seluruh umat serta menjadi bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkas Fadhil Ilyas

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

Warga Leupung Hidupkan KDKMP dengan Ragam Kegiatan Sosial dan Religi

Aceh Besar ( Aceh dalam berita) Senin 2-3-2026 Suasana berbeda tampak di kawasan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Meski secara administratif bangunan tersebut belum secara resmi diserahterimakan kepada masyarakat, denyut aktivitas di lingkungan gedung justru telah terasa hidup dan penuh semangat kebersamaan.

Alih-alih membiarkan bangunan baru itu kosong tanpa aktivitas, masyarakat Leupung berinisiatif memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bukti nyata tingginya rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap fasilitas desa yang dibangun untuk kepentingan bersama.

Sejak pagi hari, area KDKMP telah dipadati warga yang mengikuti dan menyukseskan sejumlah agenda. Di salah satu sisi halaman, digelar Bazar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan tersebut berubah menjadi pusat penjualan takjil. Deretan lapak sederhana milik pelaku UMKM lokal tampak ramai dikunjungi warga. Momentum ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat. Para pedagang mengaku terbantu dengan adanya ruang usaha yang representatif dan strategis.

Selain sektor ekonomi, perhatian terhadap aspek kesehatan juga menjadi prioritas. Bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan umum. Layanan ini disambut antusias, terutama oleh kalangan lanjut usia dan warga yang ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya itu, suasana religius turut mewarnai aktivitas di gedung KDKMP. Sejumlah perlombaan keagamaan digelar, di antaranya pencarian bakat mu’azin serta Musabaqah Hafiz dan Hafizah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam gedung menghadirkan nuansa syahdu dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Keuchik Desa Layeun, Junaidi, menyampaikan bahwa pemanfaatan lokasi KDKMP dilakukan murni demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun proses administrasi serah terima bangunan masih berlangsung, secara fungsi fasilitas tersebut sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami ingin fasilitas ini segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. Walaupun secara formal proses serah terima belum selesai, namun warga sudah memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Inisiatif masyarakat Leupung ini patut diapresiasi sebagai bentuk kemandirian dan kedewasaan dalam mengelola aset desa. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan mental serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan sinergi yang terbangun antara fasilitas yang tersedia dan semangat warga untuk memanfaatkannya secara positif, KDKMP Kecamatan Leupung diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, mandiri, dan religius di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Warga Leupung Hidupkan KDKMP dengan Ragam Kegiatan Sosial dan Religi

Aceh Besar ( Aceh dalam berita) Senin 2-3-2026 Suasana berbeda tampak di kawasan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Meski secara administratif bangunan tersebut belum secara resmi diserahterimakan kepada masyarakat, denyut aktivitas di lingkungan gedung justru telah terasa hidup dan penuh semangat kebersamaan.

Alih-alih membiarkan bangunan baru itu kosong tanpa aktivitas, masyarakat Leupung berinisiatif memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bukti nyata tingginya rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap fasilitas desa yang dibangun untuk kepentingan bersama.

Sejak pagi hari, area KDKMP telah dipadati warga yang mengikuti dan menyukseskan sejumlah agenda. Di salah satu sisi halaman, digelar Bazar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan tersebut berubah menjadi pusat penjualan takjil. Deretan lapak sederhana milik pelaku UMKM lokal tampak ramai dikunjungi warga. Momentum ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat. Para pedagang mengaku terbantu dengan adanya ruang usaha yang representatif dan strategis.

Selain sektor ekonomi, perhatian terhadap aspek kesehatan juga menjadi prioritas. Bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan umum. Layanan ini disambut antusias, terutama oleh kalangan lanjut usia dan warga yang ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya itu, suasana religius turut mewarnai aktivitas di gedung KDKMP. Sejumlah perlombaan keagamaan digelar, di antaranya pencarian bakat mu’azin serta Musabaqah Hafiz dan Hafizah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam gedung menghadirkan nuansa syahdu dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Keuchik Desa Layeun, Junaidi, menyampaikan bahwa pemanfaatan lokasi KDKMP dilakukan murni demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun proses administrasi serah terima bangunan masih berlangsung, secara fungsi fasilitas tersebut sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami ingin fasilitas ini segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. Walaupun secara formal proses serah terima belum selesai, namun warga sudah memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Inisiatif masyarakat Leupung ini patut diapresiasi sebagai bentuk kemandirian dan kedewasaan dalam mengelola aset desa. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan mental serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan sinergi yang terbangun antara fasilitas yang tersedia dan semangat warga untuk memanfaatkannya secara positif, KDKMP Kecamatan Leupung diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, mandiri, dan religius di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendorong nasabah untuk mengedepankan transaksi digital (digital first) pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menghadapi lonjakan transaksi selama periode persiapan hari raya, BSI memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya superapps BYOND by BSI, sebagai salah satu kanal utama transaksi masyarakat. Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, rata-rata peningkatan transaksi melalui e-channel BSI naik sekitar 24% (month to month).

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, tren transaksi menunjukkan peningkatan signifikan pada layanan digital menjelang dan selama Lebaran, terutama untuk pembayaran, pembelian, transfer, serta layanan ZISWAF. “Momentum Lebaran selalu mendorong lonjakan transaksi di kanal digital. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, melakukan monitoring transaksi secara real time, dan memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar nasabah dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI yang menyediakan berbagai fitur khas perbankan syariah, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat dan arah kiblat, hingga layanan Bank Emas untuk pembelian emas dan transfer saldo emas (gramase) secara real time. Selain itu, BSI juga memperkuat layanan BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE,remitansi, serta BSI Call Center 14040 sebagai bagian dari ekosistem digital perseroan.

Nasabah juga dapat berbagi kepada keluarga atau berbelanja kebutuhan hari raya dengan cara digital sehingga mengurangi penggunaan uang tunai. Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian berbagai kebutuhan harian.

Sebagai penopang layanan digital, BSI juga menyiapkan kecukupan likuiditas sekitar Rp45 triliun guna mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idul Fitri. Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia.

Selain itu, BSI turut berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia hingga 15 Maret 2026 dengan menyediakan layanan penukaran uang di 178 titik dan layanan terpadu di 41 titik ruang publik.

Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, BSI juga mengimbau nasabah untuk waspada terhadap potensi penipuan dengan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook: Bank Syariah Indonesia|Instagram: @banksyariahindonesia; Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.
Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik, BSI menargetkan layanan transaksi masyarakat selama Lebaran tetap stabil, cepat, dan aman, seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat.

Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!