Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga

Jakarta. ( Aceh dalam berita ) KAMIS 15-1-2026 Lonjakan harga emas dalam kurun waktu satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat terhadap instrumen emas makin tinggi. Hal ini juga didorong atas kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui Bank Emas (bullion bank) dengan cara yang mudah. Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas. Dengan adanya tiga izin ini, layanan bank emas BSI cukup lengkap dan komprehensif di masyarakat.

Sejak launching pada 26 Februari 2025, atau dalam waktu kurang dari satu tahun harga emas bullion naik 56,22% Year to Date. Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps BYOND by BSI. Nasabah dapat bertransaksi realtime 24 jam dengan investasi awal cukup murah di kisaran Rp50 ribuan. Melalui BYOND, nasabah dapat membeli emas, jual emas, transfer emas, atau mencetak emas yang dimiliki.

Selain nilai investasi dapat dilihat secara langsung pada BYOND, kepemilikan emas melalui aplikasi adalah jaminan keamanan karena nasabah tak perlu kuatir emas fisiknya hilang karena emas fisik disimpan di _smart vault bank_.

Selain melakukan investasi emas melalui BYOND, melalui mobile banking tersebut nasabah juga dapat mengajukan cicil emas dan gadai emas. Fasilitas cicil emas dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap hingga Desember 2025, penjualan emas BSI melalui BYOND menembus 2,18 ton emas. “Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial”.ujarnya

Tak hanya meningkatkan secara jumlah, layanan bullion juga memperluas jangkauan nasabah karena layanan emas dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan.

Superapps BYOND dirancang tidak hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup islami yang komprehensif. Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform.

Saat ini ajakan beli emas cukup dengan Rp50 ribuan terus disosialisasikan agar generasi muda mulai aware akan invetasi emas melalui BSI. Anton menambahkan “Emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, Pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat”, ujarnya.

Akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang dan akan terus dilakukan inovasi sehingga BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat. Saat ini, BSI juga terus melakukan improvisasi melalui superapps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah.

Awi Juli Dukung Sidak DPRK, Minta Penimbun Bantuan Diadili

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Ka.is 15-1-2026 Tokoh masyarakat Bireuen yang juga eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPRK Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Menurut Awi Juli, sidak tersebut menunjukkan DPRK Bireuen mulai berani menjalankan mandatnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama DPRK adalah mengawasi kinerja pemerintah kabupaten, bukan justru menjadi pendukung kebijakan pemerintah yang bermasalah.

“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan,

Ia mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara musibah banjir dan longsor di Bireuen telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam penderitaan.

“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.

Awi Juli juga menyoroti akar persoalan bencana, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kerusakan hutan di Bireuen akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Ia menyebut praktik tersebut diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.

“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.

Selain mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang diduga menimbun bantuan, Awi Juli juga meminta aparat penegak hukum turun langsung mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Ia turut mendesak adanya penertiban perkebunan sawit tanpa izin di kawasan hutan Bireuen.

“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkas Awi Juli. (R)

Awi Juli Dukung Sidak DPRK, Minta Penimbun Bantuan Diadili

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Ka.is 15-1-2026 Tokoh masyarakat Bireuen yang juga eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPRK Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Menurut Awi Juli, sidak tersebut menunjukkan DPRK Bireuen mulai berani menjalankan mandatnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama DPRK adalah mengawasi kinerja pemerintah kabupaten, bukan justru menjadi pendukung kebijakan pemerintah yang bermasalah.

“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan,

Ia mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara musibah banjir dan longsor di Bireuen telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam penderitaan.

“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.

Awi Juli juga menyoroti akar persoalan bencana, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kerusakan hutan di Bireuen akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Ia menyebut praktik tersebut diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.

“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.

Selain mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang diduga menimbun bantuan, Awi Juli juga meminta aparat penegak hukum turun langsung mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Ia turut mendesak adanya penertiban perkebunan sawit tanpa izin di kawasan hutan Bireuen.

“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkas Awi Juli. (R)

Prajurit TNI, Persit dan Relawan beri layanan medis dan bantuan ke Desa Rerebe, Gayo Lues

Gayo Lues  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-226  Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.

“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 855/RD Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., didampingi Ketua Persit KCK Yonif TP 855/RD Ny. Adinda Cutiasandhi Putri S. Ab, Pasi Pers Kodim 0113/Gayo Lues Kapten Kav Parji, Dan Pos Ramil Dabun Gelang Peltu Nurdin, dr. Muslim, S.Pa, dr. Romi Alimiko, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, pengurus Persit KCK Cabang XXVI Dim 0113, Persit Yonif 855/Raksaka Dharma, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban rakyat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegas Dandim.
Sementara itu, Ny. Dhantie Fran selaku Ketua Persit KCK sekaligus dokter dari Tim IDI Kabupaten Gayo Lues menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, guna membantu masyarakat terdampak bencana alam Aceh mendapatkan hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan.

Rasa syukur dan apresiasi dari masyarakat terus mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana alam, TNI bersama tenaga kesehatan hadir membawa solusi, kepedulian, dan harapan. Bagi masyarakat Desa Rerebe, momen ini akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa TNI benar-benar hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia.

Prajurit TNI, Persit dan Relawan beri layanan medis dan bantuan ke Desa Rerebe, Gayo Lues

Gayo Lues  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-226  Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.

“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 855/RD Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., didampingi Ketua Persit KCK Yonif TP 855/RD Ny. Adinda Cutiasandhi Putri S. Ab, Pasi Pers Kodim 0113/Gayo Lues Kapten Kav Parji, Dan Pos Ramil Dabun Gelang Peltu Nurdin, dr. Muslim, S.Pa, dr. Romi Alimiko, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, pengurus Persit KCK Cabang XXVI Dim 0113, Persit Yonif 855/Raksaka Dharma, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban rakyat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegas Dandim.
Sementara itu, Ny. Dhantie Fran selaku Ketua Persit KCK sekaligus dokter dari Tim IDI Kabupaten Gayo Lues menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, guna membantu masyarakat terdampak bencana alam Aceh mendapatkan hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan.

Rasa syukur dan apresiasi dari masyarakat terus mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana alam, TNI bersama tenaga kesehatan hadir membawa solusi, kepedulian, dan harapan. Bagi masyarakat Desa Rerebe, momen ini akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa TNI benar-benar hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia.

Wagub Aceh: Dukungan Mentan Jadi Kunci Pemulihan Sawah Terdampak Bencana

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026 Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan pascabencana.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh dan disambut Wakil Gubernur Aceh. Turut hadir dalam rombongan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) bersama sejumlah anggota DPR RI.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, perwakilan kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan komitmen kuat Kementerian Pertanian sejak masa tanggap darurat bencana. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pangan dan keberlanjutan ekonomi petani di wilayah terdampak.

“Sejak awal bencana, Kementerian Pertanian hadir nyata. Bantuan pangan disalurkan melalui berbagai jalur, mulai dari udara, laut, hingga darat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam melindungi petani Aceh,” ujar Wagub.

Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan ke wilayah terdampak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian secara menyeluruh.
Untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana produksi, di antaranya pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Program rehabilitasi lahan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen. Pendekatan ini diharapkan memungkinkan petani segera kembali menanam dan berproduksi. Skema rehabilitasi juga dirancang berbasis padat karya agar petani terlibat langsung sekaligus memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.

Melalui groundbreaking ini, pemerintah menandai dimulainya langkah jangka panjang pemulihan sektor pertanian Aceh, sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani pascabencana.

Wagub Aceh: Dukungan Mentan Jadi Kunci Pemulihan Sawah Terdampak Bencana

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026 Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan pascabencana.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh dan disambut Wakil Gubernur Aceh. Turut hadir dalam rombongan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) bersama sejumlah anggota DPR RI.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, perwakilan kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan komitmen kuat Kementerian Pertanian sejak masa tanggap darurat bencana. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pangan dan keberlanjutan ekonomi petani di wilayah terdampak.

“Sejak awal bencana, Kementerian Pertanian hadir nyata. Bantuan pangan disalurkan melalui berbagai jalur, mulai dari udara, laut, hingga darat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam melindungi petani Aceh,” ujar Wagub.

Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan ke wilayah terdampak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian secara menyeluruh.
Untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana produksi, di antaranya pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Program rehabilitasi lahan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen. Pendekatan ini diharapkan memungkinkan petani segera kembali menanam dan berproduksi. Skema rehabilitasi juga dirancang berbasis padat karya agar petani terlibat langsung sekaligus memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.

Melalui groundbreaking ini, pemerintah menandai dimulainya langkah jangka panjang pemulihan sektor pertanian Aceh, sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani pascabencana.

Krisis Air Bersih, Prajurit TNI salurkan Pipa untuk air bersih ke Desa Kute Reje, Kec. Linge, Aceh Tengah

Takengon  ( Aceh dalam berita )! Kamis 15-1-2026 Dalam upaya membantu mempermudah akses air bersih bagi masyarakat pascabencana banjir, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa pipa air bersih kepada masyarakat Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pendistribusian pipa air bersih tersebut dilakukan dengan penuh semangat dan kerja sama, mengingat kondisi medan yang cukup sulit. Logistik diangkut menggunakan kendaraan dinas Kodim 0106/Aceh Tengah dari Kota Takengon menuju hulu Sungai Jembatan Kala Ili. Selanjutnya, pipa-pipa tersebut diseberangkan secara manual ke seberang sungai oleh personel TNI bersama warga setempat. Setelah itu, pendistribusian dilanjutkan menggunakan angkutan umum milik masyarakat menuju Desa Kute Reje.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tengah telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak permukiman dan sejumlah fasilitas umum, banjir juga menyebabkan terganggunya akses terhadap sumber air bersih, sehingga menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pascabanjir, banyak warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, baik untuk memasak, membersihkan diri, maupun menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dandim.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan pipa air bersih guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih di wilayah terdampak, khususnya di Desa Kute Reje dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Dandim berharap agar pipa-pipa air bersih tersebut dapat segera dipasang dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga mampu meringankan beban dan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar penyaluran serta pemanfaatan bantuan dapat tepat sasaran dan berjalan efektif.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan serta kepedulian pemerintah dan Kodim 0106/Aceh Tengah kepada masyarakat terdampak bencana. Kami berharap proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0106/Aceh Tengah kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya pada masa pemulihan pascabencana alam.

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR