Tinjau Latsitardanus di Aceh Tamiang, Gubernur Akpol Pastikan Taruna Hadir Membantu Masyarakat

​Aceh tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi sasaran fisik Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang, Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembersihan material pascabanjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di dua titik utama, yakni Polindes dan Masjid Al Ikhlas Aceh Tamiang. Di lokasi ini, para Taruna Akpol bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan puing-puing agar fasilitas publik dapat segera digunakan kembali.

​Menanggapi kegiatan tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa kehadiran Gubernur Akpol di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan moril sekaligus pengawasan langsung terhadap pengabdian para Taruna di lapangan.

​”Gubernur Akademi Kepolisian melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir bersama Taruna Akpol dan masyarakat setempat. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap pemulihan pascabencana,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago dalam keterangannya.

​Selain meninjau pengerjaan fisik, Gubernur Akpol juga menyerahkan bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat banjir bandang. Kombes Pol. Erdi menekankan bahwa interaksi langsung dengan warga menjadi poin penting dalam kunjungan ini.

​”Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Akpol meninjau langsung progres pembersihan, memberikan bantuan, serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana,” tambah Kabag Penum.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan proses normalisasi fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pusat kesehatan desa dapat selesai lebih cepat. Selain itu, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial ini diharapkan dapat membentuk karakter perwira yang memiliki jiwa penolong dan kedekatan emosional dengan masyarakat di masa depan.

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Pemerintah Aceh meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, sebagai pemerintah daerah dengan kategori utama dalam pencapaian UHC, dan dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi penduduk di wilayahnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menko PM Muhaimin Iskandar, menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan UHC Awards tersebut. Sehingga kedepan menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mengharapkan tidak ada pemerintah daerah yang peringkat UHC mengalamo penurunan. Sebaliknya, kategori atau peringkat UHC di tahun mendatang harus meningkat.

“Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain kecuali fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” sebutnya.

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda yang memiliki komitmen tinggi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan tercapainya UHC, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Pemerintah Aceh meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, sebagai pemerintah daerah dengan kategori utama dalam pencapaian UHC, dan dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi penduduk di wilayahnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menko PM Muhaimin Iskandar, menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan UHC Awards tersebut. Sehingga kedepan menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mengharapkan tidak ada pemerintah daerah yang peringkat UHC mengalamo penurunan. Sebaliknya, kategori atau peringkat UHC di tahun mendatang harus meningkat.

“Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain kecuali fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” sebutnya.

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda yang memiliki komitmen tinggi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan tercapainya UHC, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Polri Salurkan Bantuan Al-Qur’an kepada Pesantren Terdampak Banjir

Meureudu ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Polres Pidie Jaya melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan berupa Al-Qur’an dari Polri kepada sejumlah pesantren yang terdampak bencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di empat pesantren, yaitu Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah Gampong Jurong Binjee Kecamatan Jangka Buya, Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua, serta Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 200 Al-Qur’an.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu secara langsung menyerahkan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Fefy Yunitasari, Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Meureudu.

Selanjutnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli bersama Kapolsek Jangka Buya Iptu Mustafa dan personel melaksanakan penyerahan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah. Kegiatan tersebut turut dihadiri KBO Sat Samapta Polres Pidie Jaya IPDA Mustafa, Kanit Samapta Polsek Jangka Buya Aipda Rusdy, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Jangka Buya.

Di lokasi lainnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli juga menyerahkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua yang diterima langsung oleh pimpinan pesantren, Tgk. Busyairi. Kegiatan tersebut dihadiri KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya, serta personel Polsek Bandar Dua.

Selain itu, Polres Pidie Jaya turut menyalurkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana banjir.

Kapolres Pidie Jaya melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan agar dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Polri Salurkan Bantuan Al-Qur’an kepada Pesantren Terdampak Banjir

Meureudu ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Polres Pidie Jaya melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan berupa Al-Qur’an dari Polri kepada sejumlah pesantren yang terdampak bencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di empat pesantren, yaitu Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah Gampong Jurong Binjee Kecamatan Jangka Buya, Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua, serta Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 200 Al-Qur’an.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu secara langsung menyerahkan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Fefy Yunitasari, Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Meureudu.

Selanjutnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli bersama Kapolsek Jangka Buya Iptu Mustafa dan personel melaksanakan penyerahan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah. Kegiatan tersebut turut dihadiri KBO Sat Samapta Polres Pidie Jaya IPDA Mustafa, Kanit Samapta Polsek Jangka Buya Aipda Rusdy, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Jangka Buya.

Di lokasi lainnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli juga menyerahkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua yang diterima langsung oleh pimpinan pesantren, Tgk. Busyairi. Kegiatan tersebut dihadiri KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya, serta personel Polsek Bandar Dua.

Selain itu, Polres Pidie Jaya turut menyalurkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana banjir.

Kapolres Pidie Jaya melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan agar dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Gagasan Kapolda Aceh Tunjukkan Hasil, Lumpur Banjir Ternyata Bisa Jadi Media Tanam Produktif

Kuala Simpang  ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Gagasan inovatif Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah dalam memanfaatkan lumpur sisa banjir bandang sebagai media tanam produktif mulai menunjukkan hasil nyata. Memasuki usia dua pekan, tanaman yang ditanam di atas tanah lumpur banjir tersebut terpantau tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Perkembangan tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Kiri, Bripka Sukma Hadi, melaksanakan kegiatan monitoring terhadap tanaman yang ditanam di lahan sisa lumpur banjir di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Monitoring itu dilakukan untuk memastikan kondisi dan pertumbuhan tanaman pascabencana, sekaligus mengevaluasi efektivitas pemanfaatan lumpur banjir sebagai media tanam alternatif.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bibit tanaman tumbuh sehat dan subur. Kondisi ini memperkuat bahwa lumpur sisa banjir, yang sebelumnya dianggap sebagai material sisa bencana, dapat diolah dan dimanfaatkan kembali secara produktif untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang dikembangkan Kapolda Aceh dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis lingkungan, guna mendorong pemanfaatan potensi lokal agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan kembali produktif.

Untuk mendukung gagasan tersebut, Kapolda Aceh juga menyalurkan bantuan benih tanaman dan polibag kepada warga saat berkunjung ke Aceh Tamiang beberapa hari lalu. Bantuan itu diharapkan dapat mendorong masyarakat mengelola lahan pertanian dan perkebunan skala rumah tangga sebagai upaya pemulihan ekonomi pascabencana.

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata, tetapi harus mendorong masyarakat bangkit dengan memanfaatkan sekecil apa pun sumber daya yang ada, termasuk tanah lumpur sisa banjir sebagai media tanam.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga mampu bangkit dan kembali mandiri. Salah satunya dengan menanam tanaman di tanah lumpur sisa banjir, sehingga dapat menjadi model pemulihan ekonomi berbasis lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan bagi wilayah terdampak bencana di Aceh,” ujarnya.

Prajurit TNI Bersihkan dan Renovasi SDN 19 Tanah Jambo Aye Aceh Utara Pascabanjir

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah terdampak bencana banjir. Personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye Kodim 0103/Aceh Utara, bersama personel BKO dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya, turun langsung membersihkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye yang lumpuh total akibat timbunan lumpur sisa material banjir yang terjadi sekitar dua bulan lalu.

Sekolah tersebut sebelumnya tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena halaman hingga ruang-ruang kelas tertutup lumpur tebal. Kondisi ini membuat proses pendidikan para siswa terhenti, sehingga diperlukan langkah cepat dan terpadu untuk memulihkan fungsi sekolah agar dapat kembali digunakan secara normal.

Dengan penuh semangat pengabdian, para prajurit TNI AD berjibaku di tengah lumpur yang menutupi area sekolah. Mereka bekerja bahu-membahu mengangkat material banjir, membersihkan ruang kelas, serta menata kembali lingkungan sekolah. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yang terdampak langsung bencana alam.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel TNI mengerahkan alat berat berupa satu unit ekskavator mini untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dan material banjir. Selain itu, satu unit tangki air juga digunakan untuk menyemprot dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel di lantai, dinding, dan fasilitas sekolah lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan terencana agar hasil pembersihan maksimal serta aman bagi bangunan sekolah.

Tidak hanya fokus pada pembersihan, personel TNI juga melaksanakan renovasi sarana dan prasarana sekolah guna mempercepat pemulihan fungsi bangunan. Renovasi yang dilakukan meliputi pengecatan enam ruang kelas, perbaikan plafon yang rusak akibat terendam air, pembenahan bangunan toilet, serta penataan kembali halaman sekolah agar lebih rapi dan layak digunakan. Seluruh pekerjaan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah.

Hingga hari ketujuh pelaksanaan kegiatan, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40 persen dan terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Personel gabungan dari Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan satuan Zeni TNI AD bekerja secara bergiliran dan terkoordinasi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Kegiatan renovasi dan pembersihan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan, sehingga Sekolah Dasar Negeri 19 Tanah Jambo Aye dapat kembali digunakan dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal seperti sedia kala. Diharapkan, setelah proses ini selesai, para siswa dapat kembali menimba ilmu dengan nyaman dan aman tanpa harus khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah.

Di sela-sela kegiatan, Danramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa pengerjaan renovasi dan pembersihan telah berlangsung sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap ditanamkan semangat untuk bekerja maksimal dalam membantu masyarakat, khususnya demi kepentingan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

“Pengerjaan ini sudah berjalan sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Kami tetap menanamkan semangat kepada seluruh personel untuk bekerja maksimal membantu masyarakat, khususnya anak-anak agar dapat segera kembali bersekolah. Kami berharap fasilitas pendidikan ini bisa segera digunakan kembali,” ujar Danramil 14/Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD, khususnya Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan personel Zeni TNI AD, atas bantuan yang telah diberikan. Menurut pihak sekolah, tanpa dukungan dan kerja keras dari TNI, proses pembersihan dan renovasi sekolah tentu akan memakan waktu lebih lama dan menghambat kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membersihkan dan merenovasi sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, para guru, dan terutama bagi para siswa yang sudah lama tidak dapat belajar di sekolah. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap salah satu perwakilan pihak sekolah.

Diharapkan, melalui sinergi antara TNI, pihak sekolah, dan masyarakat setempat, proses pemulihan pascabanjir di wilayah Tanah Jambo Aye dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga demi mewujudkan Aceh Utara yang lebih tangguh dan sejahtera pascabanjir.

Prajurit TNI Bersihkan dan Renovasi SDN 19 Tanah Jambo Aye Aceh Utara Pascabanjir

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah terdampak bencana banjir. Personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye Kodim 0103/Aceh Utara, bersama personel BKO dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya, turun langsung membersihkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye yang lumpuh total akibat timbunan lumpur sisa material banjir yang terjadi sekitar dua bulan lalu.

Sekolah tersebut sebelumnya tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena halaman hingga ruang-ruang kelas tertutup lumpur tebal. Kondisi ini membuat proses pendidikan para siswa terhenti, sehingga diperlukan langkah cepat dan terpadu untuk memulihkan fungsi sekolah agar dapat kembali digunakan secara normal.

Dengan penuh semangat pengabdian, para prajurit TNI AD berjibaku di tengah lumpur yang menutupi area sekolah. Mereka bekerja bahu-membahu mengangkat material banjir, membersihkan ruang kelas, serta menata kembali lingkungan sekolah. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yang terdampak langsung bencana alam.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel TNI mengerahkan alat berat berupa satu unit ekskavator mini untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dan material banjir. Selain itu, satu unit tangki air juga digunakan untuk menyemprot dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel di lantai, dinding, dan fasilitas sekolah lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan terencana agar hasil pembersihan maksimal serta aman bagi bangunan sekolah.

Tidak hanya fokus pada pembersihan, personel TNI juga melaksanakan renovasi sarana dan prasarana sekolah guna mempercepat pemulihan fungsi bangunan. Renovasi yang dilakukan meliputi pengecatan enam ruang kelas, perbaikan plafon yang rusak akibat terendam air, pembenahan bangunan toilet, serta penataan kembali halaman sekolah agar lebih rapi dan layak digunakan. Seluruh pekerjaan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah.

Hingga hari ketujuh pelaksanaan kegiatan, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40 persen dan terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Personel gabungan dari Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan satuan Zeni TNI AD bekerja secara bergiliran dan terkoordinasi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Kegiatan renovasi dan pembersihan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan, sehingga Sekolah Dasar Negeri 19 Tanah Jambo Aye dapat kembali digunakan dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal seperti sedia kala. Diharapkan, setelah proses ini selesai, para siswa dapat kembali menimba ilmu dengan nyaman dan aman tanpa harus khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah.

Di sela-sela kegiatan, Danramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa pengerjaan renovasi dan pembersihan telah berlangsung sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap ditanamkan semangat untuk bekerja maksimal dalam membantu masyarakat, khususnya demi kepentingan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

“Pengerjaan ini sudah berjalan sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Kami tetap menanamkan semangat kepada seluruh personel untuk bekerja maksimal membantu masyarakat, khususnya anak-anak agar dapat segera kembali bersekolah. Kami berharap fasilitas pendidikan ini bisa segera digunakan kembali,” ujar Danramil 14/Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD, khususnya Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan personel Zeni TNI AD, atas bantuan yang telah diberikan. Menurut pihak sekolah, tanpa dukungan dan kerja keras dari TNI, proses pembersihan dan renovasi sekolah tentu akan memakan waktu lebih lama dan menghambat kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membersihkan dan merenovasi sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, para guru, dan terutama bagi para siswa yang sudah lama tidak dapat belajar di sekolah. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap salah satu perwakilan pihak sekolah.

Diharapkan, melalui sinergi antara TNI, pihak sekolah, dan masyarakat setempat, proses pemulihan pascabanjir di wilayah Tanah Jambo Aye dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga demi mewujudkan Aceh Utara yang lebih tangguh dan sejahtera pascabanjir.

UKT Wadokai Aceh 2026 Berlangsung Sukses di Stadion Harapan Bangsa

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Perguruan Wadokai Karate-Do Indonesia Provinsi Aceh melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tahun 2026 yang berlangsung di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai dojo yang tersebar di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ujian Kenaikan Tingkat tersebut merupakan agenda rutin organisasi sebagai bagian dari proses pembinaan, evaluasi kemampuan, serta peningkatan kualitas teknik para karateka. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta mampu menunjukkan perkembangan keterampilan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai dasar karate-do yang menjunjung tinggi sportivitas, etika, dan semangat pantang menyerah.

Para peserta mengikuti ujian sesuai dengan jenjang sabuk masing-masing, mulai dari kenaikan tingkat sabuk putih menuju sabuk kuning, sabuk kuning menuju sabuk hijau, sabuk hijau menuju sabuk biru, sabuk biru menuju sabuk coklat, hingga sabuk coklat menuju sabuk hitam. Seluruh tahapan ujian dilaksanakan dengan standar penilaian yang ketat dan objektif, meliputi penguasaan teknik dasar, kata, kumite, serta sikap mental dan disiplin.

Ketua Umum Wadokai Karate-Do Indonesia Provinsi Aceh, Hasballah, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UKT bukan sekadar ajang untuk naik tingkat sabuk, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan mental para atlet. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dalam setiap proses pembinaan.

“Melalui ujian kenaikan tingkat ini, kami ingin memastikan bahwa setiap karateka tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga memiliki sikap mental yang tangguh, beretika, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Hasballah.

Sementara itu, Ketua Majelis Sabuk Hitam Wadokai Aceh, Sihan Fauzi, menjelaskan bahwa seluruh penguji yang ditugaskan merupakan instruktur berpengalaman dan bersertifikat, sehingga proses penilaian dapat berjalan secara profesional dan transparan. Ia juga mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan sportivitas.

“Kami berharap para karateka yang lulus ujian ini dapat terus meningkatkan prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional, serta membawa nama baik Wadokai Aceh,” ungkap Fauzi.

Kegiatan UKT Wadokai Karate-Do Indonesia Banda Aceh dan Aceh Besar Tahun 2026 ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Selain sebagai ajang evaluasi kemampuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar-dojo serta memperkuat soliditas organisasi dalam membina generasi muda yang berkarakter, sehat, dan berprestasi melalui olahraga bela diri karate.

Kodim 0106/Aceh Tengah Bersihkan SD Negeri 11 Pegasing, Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Personel Kodim 0106/Aceh Tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lanjutan terhadap sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 11 Pegasing yang berlokasi di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemulihan pascabencana alam tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Bencana longsor tersebut mengakibatkan sejumlah ruang kelas dipenuhi lumpur, sementara beberapa bangunan sekolah lainnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas pendidikan para siswa, sehingga diperlukan penanganan cepat agar kegiatan sekolah dapat segera kembali normal.
Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pembersihan yang dilakukan oleh personel Satgas Kodim bersama masyarakat setempat. Kehadiran Dandim bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perbantuan TNI kepada pemerintah daerah dalam upaya percepatan pemulihan fasilitas umum.

“Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada fasilitas umum di wilayah Aceh Tengah yang terdampak bencana, seperti sekolah dan jembatan. Target kami jelas, yakni agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa pembersihan lanjutan di SD Negeri 11 Pegasing dilakukan untuk memastikan ruang-ruang kelas dapat segera difungsikan kembali. Dengan demikian, proses belajar mengajar para siswa tidak terus tertunda dan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami membantu pembersihan lanjutan agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali. Harapannya, proses belajar mengajar bisa berjalan normal. Melalui aksi ini, TNI terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana alam,” lanjutnya.

Kegiatan pembersihan tersebut meliputi pengangkutan lumpur dari dalam dan sekitar ruang kelas, pembersihan halaman sekolah, serta penataan kembali area yang terdampak. Personel Satgas Kodim bekerja secara bergotong royong bersama warga, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Pihak sekolah dan masyarakat Desa Tebuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka berharap kegiatan pemulihan ini dapat segera rampung sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas pendidikan di wilayah Pegasing dapat segera pulih, serta menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari bencana alam.