Polres Pidie Gelar Apel Operasi Ketupat Seulawah 2026, Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran

Mapolres sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK., didampingi Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH., bertindak selaku inspektur apel pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel yang diikuti ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan lintas sektor dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Pidie.

Adapun peserta apel terdiri dari unsur TNI, personel Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran serta unsur terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakapolres Pidie, para pejabat utama Polres Pidie serta para Kapolsek jajaran.

Rangkaian kegiatan apel diawali dengan laporan komandan apel, dilanjutkan dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam amanatnya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK., menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 bertujuan untuk memastikan keamanan, keselamatan serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Pidie juga menjelaskan bahwa dalam operasi tahun ini pihaknya menyiapkan sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan serta pos pantau di titik-titik strategis guna memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Pidie.

Selain itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi diharapkan dapat melaksanakan tugas secara maksimal dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Kapolres juga mengimbau agar fasilitas seperti Mapolsek maupun kantor instansi terkait dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik yang kelelahan di perjalanan.

“Kami mengajak seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026 untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga sinergitas antarinstansi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Kapolres Pidie juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan mudik.

Apel gelar pasukan ini menjadi wujud kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah Kabupaten Pidie.

Polres Pidie Gelar Apel Operasi Ketupat Seulawah 2026, Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran

Mapolres sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK., didampingi Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH., bertindak selaku inspektur apel pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel yang diikuti ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan lintas sektor dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Pidie.

Adapun peserta apel terdiri dari unsur TNI, personel Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran serta unsur terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakapolres Pidie, para pejabat utama Polres Pidie serta para Kapolsek jajaran.

Rangkaian kegiatan apel diawali dengan laporan komandan apel, dilanjutkan dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam amanatnya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK., menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 bertujuan untuk memastikan keamanan, keselamatan serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Pidie juga menjelaskan bahwa dalam operasi tahun ini pihaknya menyiapkan sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan serta pos pantau di titik-titik strategis guna memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Pidie.

Selain itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi diharapkan dapat melaksanakan tugas secara maksimal dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Kapolres juga mengimbau agar fasilitas seperti Mapolsek maupun kantor instansi terkait dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik yang kelelahan di perjalanan.

“Kami mengajak seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026 untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga sinergitas antarinstansi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Kapolres Pidie juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan mudik.

Apel gelar pasukan ini menjadi wujud kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah Kabupaten Pidie.

Polres Pidie Gelar Apel Operasi Ketupat Seulawah 2026, Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran

Mapolres sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK., didampingi Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH., bertindak selaku inspektur apel pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel yang diikuti ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan lintas sektor dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Pidie.

Adapun peserta apel terdiri dari unsur TNI, personel Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran serta unsur terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakapolres Pidie, para pejabat utama Polres Pidie serta para Kapolsek jajaran.

Rangkaian kegiatan apel diawali dengan laporan komandan apel, dilanjutkan dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam amanatnya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK., menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 bertujuan untuk memastikan keamanan, keselamatan serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Pidie juga menjelaskan bahwa dalam operasi tahun ini pihaknya menyiapkan sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan serta pos pantau di titik-titik strategis guna memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Pidie.

Selain itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi diharapkan dapat melaksanakan tugas secara maksimal dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Kapolres juga mengimbau agar fasilitas seperti Mapolsek maupun kantor instansi terkait dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik yang kelelahan di perjalanan.

“Kami mengajak seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026 untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga sinergitas antarinstansi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Kapolres Pidie juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan mudik.

Apel gelar pasukan ini menjadi wujud kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah Kabupaten Pidie.

Wakapolda Aceh Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 yang digelar di lapangan apel Mapolda Aceh.

Operasi tersebut dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dalam rangka pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya perwakilan Gubernur Aceh, perwakilan Pangdam Iskandar Muda, perwakilan Kajati Aceh, Kabinda Aceh Bambang Sulistyo Hery, Ketua DPRA Zulfadli, Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani, Kalak BPBA Fadmi Ridwan, Danlanud Sultan Iskandar Muda Air Force Base Kolonel Pnb Suryo Anggoro, Kadishub Aceh Teuku Faisal, Ketua MPU Aceh Faisal Ali, Kasatpol PP/WH Aceh Tarmizi, serta perwakilan PT PLN dan PT Pertamina wilayah Aceh.

Pejabat Polda Aceh yang hadir terdiri dari Irwasda, para PJU dan Pamen Polda Aceh lainnya.

Sedangkan peserta upacara terdiri Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan instansi stakeholder lainnya.

Kegiatan apel ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Aceh membacakan amanat tertulis Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.

Menurut Kapolri, dinamika global tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk gejolak harga minyak dunia yang dapat berdampak pada nilai tukar rupiah, inflasi, serta daya beli masyarakat. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terus dilakukan pemerintah, baik melalui diplomasi internasional maupun kebijakan ekonomi nasional guna menjaga stabilitas nasional.

Kapolri juga menyampaikan bahwa perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional yang setiap tahunnya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, Polri bersama TNI dan instansi terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Dalam operasi tersebut, Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek penting, di antaranya masjid, lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Kapolri juga menekankan pentingnya langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas selama periode mudik Lebaran, seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok. Oleh karena itu, patroli rutin perlu ditingkatkan, terutama pada titik-titik rawan.

Selain itu, jajaran kepolisian juga diminta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolri juga mengingatkan pentingnya strategi komunikasi publik yang efektif, termasuk penyampaian informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, serta rekayasa lalu lintas kepada masyarakat. Layanan kepolisian melalui call center 110 juga diminta untuk dioptimalkan agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan responsif.

Di akhir amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dari TNI-Polri, kementerian terkait, serta berbagai instansi dan mitra kamtibmas yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026.

“Terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas sehingga kita dapat mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat dengan tema ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolda Aceh.

Kapolri juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan selamat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, dengan harapan momentum tersebut membawa keberkahan serta keselamatan bagi seluruh masyarakat

Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp1,43 Miliar Melalui Baitul Mal

Banda Aceh ( Aceh dalam berita )  kamis 12-3-2026 Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai syariah dan tanggung jawab sosial, PT Bank Aceh Syariah (BAS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara resmi menyerahkan zakat karyawan tahun 2026 M/1447 H. Acara penyerahan ini berlangsung khidmat di Kantor Pusat Bank Aceh, Banda Aceh, pada

Total zakat yang dihimpun dari seluruh unit kerja Bank Aceh di berbagai wilayah mencapai angka Rp1.437.212.825 (Satu Miliar Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Dua Belas Ribu Delapan Ratus Dua Puluh Lima Rupiah). Dana tersebut disalurkan secara strategis melalui lembaga Baitul Mal guna memastikan pendistribusian yang tepat sasaran bagi para mustahik (penerima zakat). Alokasi dana zakat tersebut didistribusikan ke Baitul Mal Provinsi Aceh sebesar Rp450.000.000, Baitul Mal Kota Banda Aceh sebesar Rp200.000.000 dan sisanya sebesar Rp787.212.825 diserahakan kepada Baitul Mal Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh melalui Kantor Cabang Bank Aceh di masing-masing Kabupaten/Kota untuk menyentuh langsung masyarakat di daerah-daerah operasional bank.

Fadhil Ilyas Direktur Utama Bank Aceh dalam sambutannya menekankan bahwa penyaluran zakat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi dari semangat ketaatan seluruh karyawan Bank Aceh terhadap rukun Islam.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali menunaikan amanah dari seluruh karyawan Bank Aceh. Kami berharap sinergi dengan Baitul Mal ini dapat menjadi katalisator dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Aceh maupun luar Aceh,” ujar Fadhil.

Zakat yang terkumpul mencakup kontribusi dari Kantor Pusat, Kantor Cabang, hingga kantor cabang di luar wilayah Aceh seperti Medan dan Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Bank Aceh terus berekspansi secara nasional, akar nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap daerah asal tetap menjadi prioritas utama.

Melalui penyerahan zakat ini, PT Bank Aceh Syariah berharap dapat mempererat hubungan harmonis antara institusi perbankan dengan lembaga pengelola zakat resmi pemerintah. Ke depannya, Bank Aceh berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga pada aspek kebermanfaatan sosial (social impact) yang berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat transparansi dan kemudahan dalam beribadah, Bank Aceh juga terus mendorong masyarakat dan nasabah setia untuk menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah melalui fitur-fitur digital unggulan.

Fadhil menjelaskan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi datang ke kantor bank atau lembaga terkait untuk menyetorkan zakatnya.
“Kami telah menyediakan fitur khusus di aplikasi Action Mobile Banking yang memungkinkan nasabah untuk menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara langsung dari ponsel. Prosesnya sangat cepat, aman, dan langsung terhubung dengan rekening Baitul Mal yang telah bekerja sama dengan kami,” jelas Fadhil.

Melalui fitur ini, nasabah cukup masuk ke menu Layanan di aplikasi Action Mobile, memilih menu ZIS, dan memasukkan nominal yang ingin disetorkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bank Aceh untuk mendigitalisasi ekosistem syariah di Aceh.

Penyaluran zakat karyawan ini diharapkan dapat membantu Baitul Mal dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera. Bank Aceh memandang bahwa keberadaan zakat adalah instrumen vital dalam menciptakan keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan, baik dari zakat karyawan maupun dari nasabah, dapat memberikan dampak nyata (impact) bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Fadhil.

Sementara itu Ketua Baitul Mal Aceh Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH mengucapkan alhamdulillah dan terimakasih kepada seluruh karyawan Bank Aceh yang telah menyalurkan zakatnya kepada Baitul Mal Provinsi Aceh dan Baitul Mal Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Baitu Mal Kota Banda Aceh M. Yusuf Al Qardhawy, MH mengucapkan terimakasih kepada Bank Aceh yang telah menyalurkan zakat karyawan kepada Baitul Mal Kota Band Aceh untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

16 KPM Gampong Seuneubok Barat Idi Timur Terima BLT Extrim Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-226 Sebanyak 16 KPM penerima BLT Extrim anggaran yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2026 telah tersalurkan dengan lancar dan sukses,adapun masing masing penerima mendapat Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) per bulan,dengan total yang disalurakan Rp.600.000;(Enam Ratus Ribu Rupiah) dari bulan Januari-maret.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat dan diputuskan melalui musyawarah Desa sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peratuan perundang-undangan. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,penurunan persentase BLT dana desa tersebut secara otomatis membuat jumlah Uang yang diterima juga menurun. Berkurangnya jumlah anggaran dikarenakan adanya pemotongan anggaran Dana Desa dari Pusat dikarenakan Implementasi PMK Nomor 7 Tahun 2026, di mana 58,03% dana desa wajib untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Otomatis pembangunan infrastruktur desa tertunda/batal, program pemberdayaan berkurang, dan operasional desa terbatas.

Keuchik Seneubok Barat Hasbi Afifuddin menjelaskan kepada awak media bahwa tahun 2026 ini ada pemangkasan anggaran secara Drastis,dengan rata rata alokasi per desa turun dari kisaran 1 Milyar menjadi dibawah Rp.400 Juta per desa

“Tahun 2025 kemarin kami dari Aparat Pemerintah Gampong Seuneubok Barat masih menyalurkan Rp.300 Ribu per bulanya akan tetapi di tahun 2026 ini terpaksa di kurangi menjadi Rp.200 Ribu per bulannya dikarenakan adanya pemotongan Dana Desa dari pusat.”pungkas Geuchik Hasbi

Dalam penyaluran BLT Extrim tersebut selain Geuchik turut di dampingi Aparat Gampong Seneubok Barat,Anggota Bhabinsa Koramil Idi

16 KPM Gampong Seuneubok Barat Idi Timur Terima BLT Extrim Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-226 Sebanyak 16 KPM penerima BLT Extrim anggaran yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2026 telah tersalurkan dengan lancar dan sukses,adapun masing masing penerima mendapat Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) per bulan,dengan total yang disalurakan Rp.600.000;(Enam Ratus Ribu Rupiah) dari bulan Januari-maret.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat dan diputuskan melalui musyawarah Desa sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peratuan perundang-undangan. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,penurunan persentase BLT dana desa tersebut secara otomatis membuat jumlah Uang yang diterima juga menurun. Berkurangnya jumlah anggaran dikarenakan adanya pemotongan anggaran Dana Desa dari Pusat dikarenakan Implementasi PMK Nomor 7 Tahun 2026, di mana 58,03% dana desa wajib untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Otomatis pembangunan infrastruktur desa tertunda/batal, program pemberdayaan berkurang, dan operasional desa terbatas.

Keuchik Seneubok Barat Hasbi Afifuddin menjelaskan kepada awak media bahwa tahun 2026 ini ada pemangkasan anggaran secara Drastis,dengan rata rata alokasi per desa turun dari kisaran 1 Milyar menjadi dibawah Rp.400 Juta per desa

“Tahun 2025 kemarin kami dari Aparat Pemerintah Gampong Seuneubok Barat masih menyalurkan Rp.300 Ribu per bulanya akan tetapi di tahun 2026 ini terpaksa di kurangi menjadi Rp.200 Ribu per bulannya dikarenakan adanya pemotongan Dana Desa dari pusat.”pungkas Geuchik Hasbi

Dalam penyaluran BLT Extrim tersebut selain Geuchik turut di dampingi Aparat Gampong Seneubok Barat,Anggota Bhabinsa Koramil Idi

Wali Kota Banda Aceh Resmi Buka BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, didampingi oleh RCEO BSI Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, OJK dan BI Aceh serta Imam Besar Mesjid secara resmi membuka BSI Fest Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan menyampaikan bahwa penyelenggaraan BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan.

“Melalui BSI Fest Ramadhan, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat silaturahmi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Imsak Ramadhan.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang memadukan nilai ibadah, dakwah, dan kepedulian sosial. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif dalam menghidupkan syiar Islam serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan BSI Fest Ramadhan yang dinilai mampu menghadirkan aktivitas bermanfaat bagi masyarakat selama bulan suci.

“BSI Fest Ramadhan menjadi wadah yang sangat baik untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM,” Langkah ini selaras dengan program Pemerintah Kota Banda Aceh yang terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menekan laju inflasi, di antaranya melalui penyelenggaraan pasar murah, serta penguatan sektor UMKM,” ujarnya.

BSI Fest Ramadhan 1447 H menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat selama bulan Ramadhan, di antaranya Kajian Ramadhan sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas, Bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, serta Kuliner Ramadhan yang menjadi momen bagi masyarakat untuk menikmati hidangan berbuka puasa.

Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aneka lomba Ramadhan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat serta santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah.

Melalui BSI Fest Ramadhan 1447 H, BSI berharap dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyemarakkan suasana Ramadhan, tetapi juga memberikan manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Aceh.

Wali Kota Banda Aceh Resmi Buka BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, didampingi oleh RCEO BSI Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, OJK dan BI Aceh serta Imam Besar Mesjid secara resmi membuka BSI Fest Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan menyampaikan bahwa penyelenggaraan BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan.

“Melalui BSI Fest Ramadhan, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat silaturahmi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Imsak Ramadhan.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang memadukan nilai ibadah, dakwah, dan kepedulian sosial. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif dalam menghidupkan syiar Islam serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan BSI Fest Ramadhan yang dinilai mampu menghadirkan aktivitas bermanfaat bagi masyarakat selama bulan suci.

“BSI Fest Ramadhan menjadi wadah yang sangat baik untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM,” Langkah ini selaras dengan program Pemerintah Kota Banda Aceh yang terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menekan laju inflasi, di antaranya melalui penyelenggaraan pasar murah, serta penguatan sektor UMKM,” ujarnya.

BSI Fest Ramadhan 1447 H menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat selama bulan Ramadhan, di antaranya Kajian Ramadhan sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas, Bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, serta Kuliner Ramadhan yang menjadi momen bagi masyarakat untuk menikmati hidangan berbuka puasa.

Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aneka lomba Ramadhan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat serta santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah.

Melalui BSI Fest Ramadhan 1447 H, BSI berharap dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyemarakkan suasana Ramadhan, tetapi juga memberikan manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Aceh.

BSI Aceh Hadirkan BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Bank Syariah Indonesia (Persero), Tbk Regional Aceh menyelenggarakan kegiatan BSI Fest Ramadhan 1447 H yang berlangsung pada 12–15 Maret 2026 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda bernuansa religius, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. BSI Fest Ramadhan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, mempererat kebersamaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal selama bulan suci Ramadhan.

Regional CEO BSI Aceh, **Imsak Ramadhan**, menyampaikan bahwa BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan syariah, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukasi keislaman, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui BSI Fest Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat Aceh untuk meningkatkan ibadah, memperluas wawasan keislaman melalui kajian Ramadhan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Imsak Ramadhan.

Berbagai kegiatan akan meramaikan **BSI Fest Ramadhan 1447 H**, di antaranya:

* **Kajian Ramadhan**, sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat spiritualitas di bulan suci.
* **Bazar UMKM**, yang menghadirkan berbagai produk pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
* **Festival Kuliner Ramadhan**, yang menyajikan beragam makanan dan minuman khas untuk menemani momen berbuka puasa.
* **Aneka Lomba Ramadhan**, yang menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
* **Santunan Anak Yatim**, sebagai wujud kepedulian sosial serta komitmen BSI dalam berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.

Imsak menambahkan bahwa melalui kegiatan ini BSI juga ingin memperkuat perannya sebagai **sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual** bagi masyarakat Aceh.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat ibadah, berbagi kebaikan, dan mempererat silaturahmi. Kami berharap BSI Fest Ramadhan dapat menjadi ruang kebersamaan yang membawa keberkahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Aceh,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BSI mengajak seluruh masyarakat untuk turut merasakan semarak Ramadhan dalam suasana kebersamaan, keberkahan, dan kepedulian sosial.