Akses Antar Desa di Aceh Tengah Segera Lancar, Jembatan Gantung Burlah Masuki Tahap Akhir.

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah tersebut telah mencapai 50,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung antara ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari segi personel maupun material. Proses pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin oleh Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel dari Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama yang solid antara personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan.

Adapun sejumlah pekerjaan yang saat ini tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material pembangunan telah berjalan optimal. Material yang tersedia di lokasi meliputi 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material yang memadai menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan di lapangan.
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya kini semakin menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ibu Laila (47 tahun), warga Desa Burlah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depannya.

Pemulihan Pascabencana, TNI bersihkan SMPN 26 di Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan pembersihan pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di SMPN 26 Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Para Personel TNI bersama warga membersihkan SMP Negeri 26 Takengon yang terdampak banjir. Lumpur setinggi lutut orang dewasa menutupi sejumlah bangunan sekolah sehingga kegiatan belajar-mengajar sementara tidak dapat dilaksanakan.

Sebanyak enam gedung dengan total 10 ruangan terdampak banjir. Bangunan tersebut meliputi satu gedung dewan guru (tiga ruangan), satu gedung berisi tiga ruang kelas, satu gedung perpustakaan, satu mess sekolah, serta dua gedung rumah dinas guru yang terdiri dari empat unit rumah.

Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah, 20 personel Yonif TP 854/DK, dan empat warga setempat. Mereka membersihkan lumpur, kayu, serta sisa material banjir dari lantai dan dinding bangunan.

Saat ini pembersihan difokuskan pada rumah dinas guru, khususnya ruangan ke-6 hingga ke-10. Hingga sore hari, pekerjaan telah mencapai sekitar 77 persen dan akan dilanjutkan sampai seluruh bangunan bersih dan dapat digunakan kembali.

Proses pembersihan masih terkendala keterbatasan air bersih, sehingga sisa lumpur yang menempel di lantai dan dinding membutuhkan waktu lebih lama untuk dibersihkan.

Salah seorang warga, Heru, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami terbantu dengan adanya TNI. Pekerjaan menjadi lebih cepat selesai,” ujarnya.

Ia berharap pembersihan segera rampung agar kegiatan belajar di SMP Negeri 26 Takengon dapat kembali berjalan seperti biasa.

Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah menyatakan pembersihan akan terus dilakukan hingga seluruh fasilitas sekolah siap digunakan kembali.

Pemulihan Pascabencana, TNI bersihkan SMPN 26 di Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-2-2026 Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan pembersihan pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di SMPN 26 Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Para Personel TNI bersama warga membersihkan SMP Negeri 26 Takengon yang terdampak banjir. Lumpur setinggi lutut orang dewasa menutupi sejumlah bangunan sekolah sehingga kegiatan belajar-mengajar sementara tidak dapat dilaksanakan.

Sebanyak enam gedung dengan total 10 ruangan terdampak banjir. Bangunan tersebut meliputi satu gedung dewan guru (tiga ruangan), satu gedung berisi tiga ruang kelas, satu gedung perpustakaan, satu mess sekolah, serta dua gedung rumah dinas guru yang terdiri dari empat unit rumah.

Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah, 20 personel Yonif TP 854/DK, dan empat warga setempat. Mereka membersihkan lumpur, kayu, serta sisa material banjir dari lantai dan dinding bangunan.

Saat ini pembersihan difokuskan pada rumah dinas guru, khususnya ruangan ke-6 hingga ke-10. Hingga sore hari, pekerjaan telah mencapai sekitar 77 persen dan akan dilanjutkan sampai seluruh bangunan bersih dan dapat digunakan kembali.

Proses pembersihan masih terkendala keterbatasan air bersih, sehingga sisa lumpur yang menempel di lantai dan dinding membutuhkan waktu lebih lama untuk dibersihkan.

Salah seorang warga, Heru, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami terbantu dengan adanya TNI. Pekerjaan menjadi lebih cepat selesai,” ujarnya.

Ia berharap pembersihan segera rampung agar kegiatan belajar di SMP Negeri 26 Takengon dapat kembali berjalan seperti biasa.

Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah menyatakan pembersihan akan terus dilakukan hingga seluruh fasilitas sekolah siap digunakan kembali.

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Linge Aceh Tengah Capai 45,5 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Senin 9-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Gantung Kalaili yang berlokasi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga progres fisik jembatan tersebut telah mencapai 45,5 persen.

Jembatan gantung sepanjang 100 meter ini dibangun sebagai sarana vital untuk membuka serta memperlancar akses penghubung antarwilayah di kawasan pedalaman Aceh Tengah. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi transportasi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Jembatan Gantung Kalaili nantinya akan menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah desa di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, di antaranya Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, serta Reje Payung. Dengan terbangunnya jembatan ini, mobilitas masyarakat diyakini akan meningkat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial dan kesehatan warga setempat.

Pembangunan jembatan tersebut berada di bawah koordinasi Kodim 0106/Aceh Tengah dengan dukungan material dari TNI Angkatan Darat. Personel yang terlibat dalam pengerjaan terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 854/DK, serta Kompi B Yonif 114/Satria Musara. Seluruh personel bekerja secara terpadu bersama teknisi lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memenuhi standar keamanan konstruksi.

Hingga saat ini, pekerjaan abutmen jembatan telah rampung sepenuhnya dan telah dilakukan pengecoran. Selain itu, tiang tower atau pilon pada titik satu di sisi kanan dan kiri jembatan juga telah berhasil didirikan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menopang struktur utama jembatan gantung sebelum memasuki pekerjaan lanjutan.

Pada tahap pekerjaan terbaru, personel TNI bersama teknisi melaksanakan pengelasan glagar antar pilon menggunakan material UNP 100, pemindahan besi hanger menuju titik pekerjaan, serta pembersihan sisa material hasil pengelasan guna menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan area proyek tetap tertata rapi.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pembangunan jembatan ini terletak pada proses pelangsiran material tower yang memiliki jarak cukup jauh, khususnya dari titik satu menuju titik dua. Kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses distribusi material menjadi kendala tersendiri di lapangan.

“Namun berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh personel TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan Jembatan Gantung Kalaili tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Februari 2026,” ujar Lettu Inf Muklis.

Pembangunan jembatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Jamat, Abdul Rahman, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan gantung yang dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari warga.

“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk menuju desa sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini selesai, akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” ungkap Abdul Rahman.

Dengan terus berjalannya pembangunan Jembatan Gantung Kalaili, diharapkan konektivitas antar desa di Kecamatan Linge semakin baik. Infrastruktur ini juga diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah pedalaman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar.

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Linge Aceh Tengah Capai 45,5 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Senin 9-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Gantung Kalaili yang berlokasi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga progres fisik jembatan tersebut telah mencapai 45,5 persen.

Jembatan gantung sepanjang 100 meter ini dibangun sebagai sarana vital untuk membuka serta memperlancar akses penghubung antarwilayah di kawasan pedalaman Aceh Tengah. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi transportasi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Jembatan Gantung Kalaili nantinya akan menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah desa di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, di antaranya Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, serta Reje Payung. Dengan terbangunnya jembatan ini, mobilitas masyarakat diyakini akan meningkat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial dan kesehatan warga setempat.

Pembangunan jembatan tersebut berada di bawah koordinasi Kodim 0106/Aceh Tengah dengan dukungan material dari TNI Angkatan Darat. Personel yang terlibat dalam pengerjaan terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 854/DK, serta Kompi B Yonif 114/Satria Musara. Seluruh personel bekerja secara terpadu bersama teknisi lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memenuhi standar keamanan konstruksi.

Hingga saat ini, pekerjaan abutmen jembatan telah rampung sepenuhnya dan telah dilakukan pengecoran. Selain itu, tiang tower atau pilon pada titik satu di sisi kanan dan kiri jembatan juga telah berhasil didirikan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menopang struktur utama jembatan gantung sebelum memasuki pekerjaan lanjutan.

Pada tahap pekerjaan terbaru, personel TNI bersama teknisi melaksanakan pengelasan glagar antar pilon menggunakan material UNP 100, pemindahan besi hanger menuju titik pekerjaan, serta pembersihan sisa material hasil pengelasan guna menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan area proyek tetap tertata rapi.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pembangunan jembatan ini terletak pada proses pelangsiran material tower yang memiliki jarak cukup jauh, khususnya dari titik satu menuju titik dua. Kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses distribusi material menjadi kendala tersendiri di lapangan.

“Namun berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh personel TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan Jembatan Gantung Kalaili tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Februari 2026,” ujar Lettu Inf Muklis.

Pembangunan jembatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Jamat, Abdul Rahman, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan gantung yang dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari warga.

“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk menuju desa sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini selesai, akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” ungkap Abdul Rahman.

Dengan terus berjalannya pembangunan Jembatan Gantung Kalaili, diharapkan konektivitas antar desa di Kecamatan Linge semakin baik. Infrastruktur ini juga diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah pedalaman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar.

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Linge Aceh Tengah Capai 45,5 Persen

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Senin 9-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Gantung Kalaili yang berlokasi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga progres fisik jembatan tersebut telah mencapai 45,5 persen.

Jembatan gantung sepanjang 100 meter ini dibangun sebagai sarana vital untuk membuka serta memperlancar akses penghubung antarwilayah di kawasan pedalaman Aceh Tengah. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi transportasi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Jembatan Gantung Kalaili nantinya akan menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah desa di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, di antaranya Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, serta Reje Payung. Dengan terbangunnya jembatan ini, mobilitas masyarakat diyakini akan meningkat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial dan kesehatan warga setempat.

Pembangunan jembatan tersebut berada di bawah koordinasi Kodim 0106/Aceh Tengah dengan dukungan material dari TNI Angkatan Darat. Personel yang terlibat dalam pengerjaan terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 854/DK, serta Kompi B Yonif 114/Satria Musara. Seluruh personel bekerja secara terpadu bersama teknisi lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memenuhi standar keamanan konstruksi.

Hingga saat ini, pekerjaan abutmen jembatan telah rampung sepenuhnya dan telah dilakukan pengecoran. Selain itu, tiang tower atau pilon pada titik satu di sisi kanan dan kiri jembatan juga telah berhasil didirikan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menopang struktur utama jembatan gantung sebelum memasuki pekerjaan lanjutan.

Pada tahap pekerjaan terbaru, personel TNI bersama teknisi melaksanakan pengelasan glagar antar pilon menggunakan material UNP 100, pemindahan besi hanger menuju titik pekerjaan, serta pembersihan sisa material hasil pengelasan guna menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan area proyek tetap tertata rapi.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pembangunan jembatan ini terletak pada proses pelangsiran material tower yang memiliki jarak cukup jauh, khususnya dari titik satu menuju titik dua. Kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses distribusi material menjadi kendala tersendiri di lapangan.

“Namun berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh personel TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan Jembatan Gantung Kalaili tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Februari 2026,” ujar Lettu Inf Muklis.

Pembangunan jembatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Jamat, Abdul Rahman, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan gantung yang dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari warga.

“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk menuju desa sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini selesai, akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” ungkap Abdul Rahman.

Dengan terus berjalannya pembangunan Jembatan Gantung Kalaili, diharapkan konektivitas antar desa di Kecamatan Linge semakin baik. Infrastruktur ini juga diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah pedalaman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar.

Rusak akibat Banjir Bandang, Yonkav 11/Macan Setia Cakti Renovasi SDN 1 Lhok Medang Ara, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Minggu 8-2-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan serta komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah, sebanyak 40 personel dari Satuan Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti (Yonkav 11 MSC) melaksanakan kegiatan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lhok Medang Ara yang berlokasi di Desa Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payeed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan renovasi ini meliputi perbaikan sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan, seperti ruang kelas, dinding bangunan, atap, serta pengecatan ulang guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa dan tenaga pendidik. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Yonkav 11 MSC bersama masyarakat sekitar dan pihak sekolah.

Komandan Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti, Letnan Kolonel Kav. Dani Syahputra, S.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan renovasi sekolah tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan TNI tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui perbaikan fasilitas pendidikan.

“Renovasi SDN 1 Lhok Medang Ara ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Kami ingin memastikan anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak, sehingga mereka dapat menuntut ilmu dengan lebih baik,” ujar Letkol Kav. Dani Syahputra.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan personel TNI dalam kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.

Danyonkav menegaskan bahwa kegiatan renovasi sekolah ini sejalan dengan komitmen TNI AD dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan, serta sebagai implementasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Letkol Kav. Dani Syahputra berharap melalui renovasi ini, SDN 1 Lhok Medang Ara dapat menjadi tempat belajar yang lebih representatif, sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar secara optimal dan melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Sementara itu, pihak sekolah SDN 1 Lhok Medang Ara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yonkav 11/Macan Setia Cakti atas bantuan dan perhatian yang diberikan terhadap sekolah mereka. Menurutnya, renovasi tersebut sangat membantu mengingat keterbatasan sarana yang selama ini dihadapi.

Perwakilan pihak sekolah menuturkan bahwa dengan adanya perbaikan fasilitas sekolah, para siswa menjadi lebih nyaman dan semangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan dapat terus terjalin di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, Yonkav 11/Macan Setia Cakti kembali menunjukkan peran aktif TNI AD sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Rusak akibat Banjir Bandang, Yonkav 11/Macan Setia Cakti Renovasi SDN 1 Lhok Medang Ara, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Minggu 8-2-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan serta komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah, sebanyak 40 personel dari Satuan Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti (Yonkav 11 MSC) melaksanakan kegiatan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lhok Medang Ara yang berlokasi di Desa Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payeed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan renovasi ini meliputi perbaikan sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan, seperti ruang kelas, dinding bangunan, atap, serta pengecatan ulang guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa dan tenaga pendidik. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Yonkav 11 MSC bersama masyarakat sekitar dan pihak sekolah.

Komandan Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti, Letnan Kolonel Kav. Dani Syahputra, S.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan renovasi sekolah tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan TNI tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui perbaikan fasilitas pendidikan.

“Renovasi SDN 1 Lhok Medang Ara ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Kami ingin memastikan anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak, sehingga mereka dapat menuntut ilmu dengan lebih baik,” ujar Letkol Kav. Dani Syahputra.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan personel TNI dalam kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.

Danyonkav menegaskan bahwa kegiatan renovasi sekolah ini sejalan dengan komitmen TNI AD dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan, serta sebagai implementasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Letkol Kav. Dani Syahputra berharap melalui renovasi ini, SDN 1 Lhok Medang Ara dapat menjadi tempat belajar yang lebih representatif, sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar secara optimal dan melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Sementara itu, pihak sekolah SDN 1 Lhok Medang Ara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yonkav 11/Macan Setia Cakti atas bantuan dan perhatian yang diberikan terhadap sekolah mereka. Menurutnya, renovasi tersebut sangat membantu mengingat keterbatasan sarana yang selama ini dihadapi.

Perwakilan pihak sekolah menuturkan bahwa dengan adanya perbaikan fasilitas sekolah, para siswa menjadi lebih nyaman dan semangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan dapat terus terjalin di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, Yonkav 11/Macan Setia Cakti kembali menunjukkan peran aktif TNI AD sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Mushola di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang, prajurit Yonif TP 902/SPG melaksanakan kegiatan renovasi Mushola Al-Ikhsan yang berlokasi di Dusun Damai, Kampung Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan sosial tersebut berupa pembersihan dan pengecatan mushola, yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu Sektor Perikanan Yonif TP 902/SPG, Serda Riza Hidayah, bersama 10 orang prajurit. Renovasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi mushola sebagai sarana ibadah masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir bandang.

Serda Riza Hidayah menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan dan pengecatan Mushola Al-Ikhsan telah dimulai sejak 2 Februari 2026 dan akan terus dilaksanakan hingga selesai. Fokus utama renovasi adalah menciptakan kembali lingkungan mushola yang bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera, terutama Kabupaten Aceh Tamiang. Kami berharap mushola ini dapat kembali digunakan dengan nyaman oleh warga,” ujar Serda Riza.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan renovasi tersebut juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Dusun Damai. Kebersamaan dan gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga dan semakin kuat, khususnya dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Masyarakat Dusun Damai menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh prajurit Yonif TP 902/SPG. Warga merasa terbantu dengan adanya renovasi mushola, mengingat Mushola Al-Ikhsan merupakan pusat kegiatan ibadah dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

Diharapkan melalui kegiatan ini, Mushola Al-Ikhsan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah serta menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat dengan kondisi yang lebih bersih, aman, dan layak, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.

TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Mushola di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang, prajurit Yonif TP 902/SPG melaksanakan kegiatan renovasi Mushola Al-Ikhsan yang berlokasi di Dusun Damai, Kampung Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan sosial tersebut berupa pembersihan dan pengecatan mushola, yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu Sektor Perikanan Yonif TP 902/SPG, Serda Riza Hidayah, bersama 10 orang prajurit. Renovasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi mushola sebagai sarana ibadah masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir bandang.

Serda Riza Hidayah menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan dan pengecatan Mushola Al-Ikhsan telah dimulai sejak 2 Februari 2026 dan akan terus dilaksanakan hingga selesai. Fokus utama renovasi adalah menciptakan kembali lingkungan mushola yang bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera, terutama Kabupaten Aceh Tamiang. Kami berharap mushola ini dapat kembali digunakan dengan nyaman oleh warga,” ujar Serda Riza.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan renovasi tersebut juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Dusun Damai. Kebersamaan dan gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga dan semakin kuat, khususnya dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Masyarakat Dusun Damai menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh prajurit Yonif TP 902/SPG. Warga merasa terbantu dengan adanya renovasi mushola, mengingat Mushola Al-Ikhsan merupakan pusat kegiatan ibadah dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

Diharapkan melalui kegiatan ini, Mushola Al-Ikhsan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah serta menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat dengan kondisi yang lebih bersih, aman, dan layak, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.