Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Mengubah Peta Perbankan Indonesia

Jakarta, ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026 — Ditopang ekonomi makro yang kuat pada tahun 2025 dan dukungan kebijakan pemerintah terutama izin khusus sebagai bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025. Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh di atas industri.

Per posisi Desember 2025 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun, naik 14,49% (YoY), dengan distribusi mayoritas ke segmen pro-rakyat yakni SME, mikro, konsumer, komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, ASN dan BUMN dengan total outstanding Rp285,70 triliun atau 90% dari total outstanding pembiayaan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada pemaparan kinerja perusahaan Tahun 2025 mengatakan penyaluran pembiayaan kepada segmen ritel, UMKM, BUMN dan ASN serta komersial di bidang kesehatan dan pendidikan adalah komitmen perseroan untuk berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujarnya.

Dari sisi kualitas pembiayaan yang disalurkan juga terjaga dengan indikasi NPF gross di level 1,81%, lebih baik dari tahun lalu dan NPF Nett 0,47%. Perbaikan kualitas adalah hasil dari strategi pengelolaan manajemen risiko yang tepat sesuai segmentasi bisnis dan nasabah serta disiplin memonitor perkembangan industri.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI juga tumbuh jauh di atas industri mencapai 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun, didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62% atau Rp234 triliun, dengan Tabungan sebagai engine growth yang tumbuh 15,72% (YoY) mencapai Rp162,63 triliun. Pertumbuhan DPK mendorong total aset BSI naik 11,64% (YoY) menjadi Rp456 triliun.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki Perseroan. BSI memperoleh license sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem di antaranya ekosistem haji dan juga izin sebagai bullion bank. ‘’Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10%.’’ Dari sisi jumlah rekening Tabungan Haji telah mencapai di atas 6 juta. Selain itu terdapat penambahan jumlah nasabah prioritas sebesar 17,30% (YoY).

BSI juga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang telah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan.

License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.

Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 Triliun naik 8,02% (YoY).

*BSI Dukung Program Perekonomian Pemerintah*

Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1350 virtual account Mitra BGN. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP. Selain itu, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp12,2 Triliun kepada 90 ribu nasabah. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi), dimana sejak merger, BSI telah menyalurkan FLPP sebesar Rp3,5 Triliun dengan jumlah rumah 23 ribu unit.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap BSI terus meningkatkan layanan kepada nasabah yang saat ini berjumlah 23,1 juta nasabah naik 2,03 juta nasabah dibandingkan tahun sebelumnya yang mana pertambahan customer base antara lain dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas dan payroll. ‘’Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen.’’

BSI juga terus memperkuat transformasi IT dan digital transaction termasuk meningkatkan performance IT untuk menghasilkan layanan yang cepat, aman dan reliable dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas hingga pelosok negeri.

BSI memiliki 1.049 kantor cabang, 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu layanan laku pandai (BSI Agen), kerjasama mesin EDC sebanyak 21 ribu merchant dan QRIS sebanyak 563 ribu merchant. BSI mencatat pengguna mobile banking BYOND by BSI sebanyak 5,9 juta dan aplikasi BEWIZE mencapai 43 ribu user.

Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi, program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ekonomi, kesehatan dengan lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) dan bantuan kebencanaan khusus Aceh diantaranya bantuan Huntara, logistik mencapai lebih dari 200 ton, alat komunikasi starlink dan HP satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing dan posko kesehatan dan dukungan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak.

*PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK*
*CORPORATE SECRETARY GROUP*

Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Mengubah Peta Perbankan Indonesia

Jakarta, ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026 — Ditopang ekonomi makro yang kuat pada tahun 2025 dan dukungan kebijakan pemerintah terutama izin khusus sebagai bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025. Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh di atas industri.

Per posisi Desember 2025 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun, naik 14,49% (YoY), dengan distribusi mayoritas ke segmen pro-rakyat yakni SME, mikro, konsumer, komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, ASN dan BUMN dengan total outstanding Rp285,70 triliun atau 90% dari total outstanding pembiayaan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada pemaparan kinerja perusahaan Tahun 2025 mengatakan penyaluran pembiayaan kepada segmen ritel, UMKM, BUMN dan ASN serta komersial di bidang kesehatan dan pendidikan adalah komitmen perseroan untuk berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujarnya.

Dari sisi kualitas pembiayaan yang disalurkan juga terjaga dengan indikasi NPF gross di level 1,81%, lebih baik dari tahun lalu dan NPF Nett 0,47%. Perbaikan kualitas adalah hasil dari strategi pengelolaan manajemen risiko yang tepat sesuai segmentasi bisnis dan nasabah serta disiplin memonitor perkembangan industri.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI juga tumbuh jauh di atas industri mencapai 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun, didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62% atau Rp234 triliun, dengan Tabungan sebagai engine growth yang tumbuh 15,72% (YoY) mencapai Rp162,63 triliun. Pertumbuhan DPK mendorong total aset BSI naik 11,64% (YoY) menjadi Rp456 triliun.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki Perseroan. BSI memperoleh license sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem di antaranya ekosistem haji dan juga izin sebagai bullion bank. ‘’Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10%.’’ Dari sisi jumlah rekening Tabungan Haji telah mencapai di atas 6 juta. Selain itu terdapat penambahan jumlah nasabah prioritas sebesar 17,30% (YoY).

BSI juga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang telah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan.

License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.

Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 Triliun naik 8,02% (YoY).

*BSI Dukung Program Perekonomian Pemerintah*

Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1350 virtual account Mitra BGN. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP. Selain itu, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp12,2 Triliun kepada 90 ribu nasabah. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi), dimana sejak merger, BSI telah menyalurkan FLPP sebesar Rp3,5 Triliun dengan jumlah rumah 23 ribu unit.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap BSI terus meningkatkan layanan kepada nasabah yang saat ini berjumlah 23,1 juta nasabah naik 2,03 juta nasabah dibandingkan tahun sebelumnya yang mana pertambahan customer base antara lain dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas dan payroll. ‘’Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen.’’

BSI juga terus memperkuat transformasi IT dan digital transaction termasuk meningkatkan performance IT untuk menghasilkan layanan yang cepat, aman dan reliable dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas hingga pelosok negeri.

BSI memiliki 1.049 kantor cabang, 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu layanan laku pandai (BSI Agen), kerjasama mesin EDC sebanyak 21 ribu merchant dan QRIS sebanyak 563 ribu merchant. BSI mencatat pengguna mobile banking BYOND by BSI sebanyak 5,9 juta dan aplikasi BEWIZE mencapai 43 ribu user.

Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi, program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ekonomi, kesehatan dengan lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) dan bantuan kebencanaan khusus Aceh diantaranya bantuan Huntara, logistik mencapai lebih dari 200 ton, alat komunikasi starlink dan HP satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing dan posko kesehatan dan dukungan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak.

*PT BANK SYARIAH INDONESIA (PERSERO) TBK*
*CORPORATE SECRETARY GROUP*

Kapolda Aceh Kenalkan Inovasi Sawah Portabel Manfaatkan Lumpur Pascabanjir

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memperkenalkan inovasi pertanian sederhana berupa penyemaian bibit padi menggunakan ember atau konsep sawah portabel dengan memanfaatkan lumpur sisa banjir. Inovasi ini dihadirkan sebagai solusi bagi masyarakat terdampak bencana agar tetap produktif sekaligus mendukung pembersihan lingkungan pascabanjir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang, Turut hadir dalam kegiatan itu Danpas Brimob Korbrimob Polri Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., Karo SDM Polda Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang, serta personel Polres Aceh Tamiang.

Kapolda Aceh menjelaskan, metode penanaman padi ini memanfaatkan lumpur sisa banjir yang dimasukkan ke dalam ember sebagai media tanam. Cara tersebut dinilai mudah diterapkan oleh masyarakat serta efektif menjaga produktivitas warga meskipun lahan persawahan belum dapat difungsikan secara optimal akibat bencana alam.

“Metode ini memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media tanam. Selain sederhana dan mudah diterapkan, cara ini menjadi solusi agar masyarakat tetap produktif meski lahan sawah terdampak bencana,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menambahkan, bibit padi yang digunakan merupakan jenis Inbrida, yaitu galur murni yang mampu melakukan penyerbukan sendiri, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, serta relatif tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.

“Bibit Inbrida dapat ditanam di lahan kering maupun basah. Masa panennya berkisar antara 87 hingga 125 hari, dan pascapanen bibitnya masih dapat dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

Melalui inovasi sawah portabel tersebut, Kapolda Aceh berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya pascabencana secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah rawan banjir.

Kapolda Aceh Tinjau Pembangunan Huntap Polri di Aceh Tamiang, Dorong Percepatan 150 Unit Rumah

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026- Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) Polri di Kabupaten Aceh Tamiang,  Pembangunan huntap tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak bencana.

Huntap Polri ini direncanakan akan diresmikan oleh Kapolri dan dibangun di atas lahan seluas sekitar 6,5 hektare. Pada tahap awal, pembangunan mencakup 150 unit rumah. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai lebih dari 30 persen, sementara kesiapan lahan berada di angka sekitar 70 persen.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar huntap dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk terus menjaga komitmen, kualitas pekerjaan, serta ketepatan waktu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Pembangunan huntap ini membawa harapan besar bagi masyarakat. Karena itu, saya meminta agar progres terus dipercepat tanpa mengabaikan mutu bangunan,” ujar Kapolda Aceh di sela-sela peninjauan.

Sementara itu, pengawas pembangunan huntap dari PT Prayoga Mandiri Sukses, Anton, menjelaskan bahwa pembangunan huntap tipe 36 dilakukan secara cepat dan bertahap. Untuk satu unit rumah, pihaknya menargetkan waktu pengerjaan sekitar dua hari.

“Saat ini sudah terbangun 16 unit atau delapan kopel yang telah memasuki tahap pondasi. Kami menargetkan seluruh pembangunan huntap dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan,” jelas Anton.

Apresiasi atas pembangunan huntap tersebut juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Karimuddin. Ia mengucapkan terima kasih kepada Polri atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan pembangunan 150 unit huntap ini. Insya Allah, kebaikan Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Aceh akan dibalas oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Pembangunan huntap Polri di Aceh Tamiang diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus wujud nyata kehadiran Polri yang humanis dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Kapolda Aceh Beri Penghargaan Taruna Akpol dan Personel Polda Aceh atas Aksi Kemanusiaan Pascabencana Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026  Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan piagam penghargaan kepada Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) serta personel Polda Aceh yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Wira Satya Pradana, Mapolres Aceh Tamiang, Jumat (6/2/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi Polri atas dedikasi, keberanian, dan kepedulian para taruna serta personel dalam membantu masyarakat pada masa tanggap darurat.

Kapolda Aceh menyampaikan, para penerima penghargaan telah menunjukkan respons cepat dan tanggung jawab tinggi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Aksi yang dilakukan meliputi trauma healing bagi warga terdampak bencana, pemulihan lahan ketahanan pangan, evakuasi dan penyelamatan korban tenggelam di Sungai Tamiang, hingga pemberian pertolongan pertama serta pelayanan kesehatan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi atas keteladanan, keberanian, dan kepedulian dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan. Ini mencerminkan nilai pengabdian Polri yang hadir untuk masyarakat,” ujar Kapolda Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar setiap personel Polri senantiasa menjaga sikap, tutur kata, dan tindakan agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan empati.

“Kepercayaan dan kehormatan Polri bersumber dari rakyat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk membalasnya dengan pengabdian terbaik dan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi,” tegasnya.

Kegiatan penyerahan penghargaan turut dihadiri Danpas Brimob Korbrimob Polri Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., Karo SDM Polda Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, Danyon Taruna Tk. III beserta Danki dan Danton Taruna Akpol, pejabat utama Polres Aceh Tamiang, keluarga korban, serta seluruh Taruna Akpol peserta Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kapolda Aceh Beri Penghargaan Taruna Akpol dan Personel Polda Aceh atas Aksi Kemanusiaan Pascabencana Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026  Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan piagam penghargaan kepada Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) serta personel Polda Aceh yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Wira Satya Pradana, Mapolres Aceh Tamiang, Jumat (6/2/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi Polri atas dedikasi, keberanian, dan kepedulian para taruna serta personel dalam membantu masyarakat pada masa tanggap darurat.

Kapolda Aceh menyampaikan, para penerima penghargaan telah menunjukkan respons cepat dan tanggung jawab tinggi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Aksi yang dilakukan meliputi trauma healing bagi warga terdampak bencana, pemulihan lahan ketahanan pangan, evakuasi dan penyelamatan korban tenggelam di Sungai Tamiang, hingga pemberian pertolongan pertama serta pelayanan kesehatan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi atas keteladanan, keberanian, dan kepedulian dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan. Ini mencerminkan nilai pengabdian Polri yang hadir untuk masyarakat,” ujar Kapolda Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar setiap personel Polri senantiasa menjaga sikap, tutur kata, dan tindakan agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan empati.

“Kepercayaan dan kehormatan Polri bersumber dari rakyat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk membalasnya dengan pengabdian terbaik dan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi,” tegasnya.

Kegiatan penyerahan penghargaan turut dihadiri Danpas Brimob Korbrimob Polri Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., Karo SDM Polda Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, Danyon Taruna Tk. III beserta Danki dan Danton Taruna Akpol, pejabat utama Polres Aceh Tamiang, keluarga korban, serta seluruh Taruna Akpol peserta Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang.

Polda Aceh Sosialisasikan E-Learning Polri Gratis Ke Kalangan Sekolah

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita )  Jum’at 6-2-2026 Polda Aceh melalui Ditbinmas Polda Aceh melakukan sosialisasi program e-learning Polri gratis sebagai bentuk kepedulian Polda Aceh terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh wilayah Aceh pada umumnya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya, Jum’at, 6 Februari 2026, mengatakan, Program e-learning ini merupakan sumbangsih ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri yang diterima langsung Kapolda Aceh sebanyak 1,2 juta pin pada tanggal 27 Januari 2026, di Jakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Ditbinmas Polda Aceh, didampingi Sat Binmas Polres Pidie dan diikuti oleh 60 pelajar, terdiri dari 20 pelajar SD, 20 pelajar SMP, dan 20 pelajar SMA, yang masing-masing didampingi oleh dewan guru dari sekolah terkait, sambung Kabid Humas.

” Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan serta memberikan pemahaman mengenai cara mengakses dan memanfaatkan Website E-Learning Polri sebagai sarana pembelajaran yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, ” sebut Kabid Humas.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan E-Learning Polri dapat menjadi solusi pembelajaran digital yang mendukung keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi pelajar di wilayah Provinsi Aceh, serta memperkuat sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tutup Kabid Humas.

DPO Kejari Aceh Besar, Berhasil Ditangkap Tim Tabur Kajati Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026 Tim Tangkap Buronan ( Tabur ) Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Aceh berhasil mengamankan seorang buronan Kejaksaan Negeri Aceh Besar yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang ( DPO ) terkait perkara jarimah pemerkosaan terhadap anak.

Buronan tersebut bernama Suliadi alias Yah Di bin Toke Jali tahun, warga Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Terpidana diamankan sekitar pukul 13.00 WIB di lokasi persembunyiannya di Kuala Do, Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., mengatakan penangkapan dilakukan setelah Tim Tabur Kejati Aceh melakukan pelacakan intensif berdasarkan informasi intelijen.

“Terpidana sempat berupaya menghindari petugas dan terjadi adu argumen saat proses pengamanan. Namun berkat kesigapan dan profesionalisme Tim Tabur, penangkapan dapat dilakukan dengan aman dan terkendali,” ujar Ali Rasab Lubis.

Ali Rasab Lubis menjelaskan, kasus tersebut bermula pada 22 Juli 2024, saat terpidana diduga melakukan jarimah pemerkosaan terhadap anak di rumahnya di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Dalam proses peradilan, Mahkamah Syar’iyah Jantho sempat memutus bebas terdakwa. Namun Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor 18 K/Ag/JN/2025 tanggal 18 September 2025, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi uqubat ta’zir berupa pidana penjara selama 150 bulan, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani.

“Pada saat akan dilakukan eksekusi putusan yang telah inkracht tersebut, terpidana tidak diketahui keberadaannya sehingga ditetapkan sebagai DPO Kejaksaan Negeri Aceh Besar,” jelas Ali.

Saat ini, terpidana sementara dititipkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh dan selanjutnya akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Aceh Besar untuk pelaksanaan eksekusi sesuai putusan pengadilan.

Ali Rasab Lubis menambahkan, penangkapan ini merupakan DPO ketiga yang berhasil diamankan Kejati Aceh pada awal tahun 2026 dalam rangka pelaksanaan Program Tabur (Tangkap Buronan).

“Kami mengimbau kepada seluruh tersangka maupun terpidana yang masih berstatus DPO agar segera menyerahkan diri. Tidak ada tempat yang aman bagi buronan, dan Kejaksaan akan terus melakukan pencarian demi tegaknya kepastian hukum dan keadilan,” tegasnya.

Rusak akibat arus sungai, Personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Warga Gotong royong Perbaiki Jembatan darurat Reje Payung

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026  Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menyebabkan Sungai yang menghubungkan Desa Jamat dan Desa Reje Payung meluap. Luapan sungai tersebut mengakibatkan jembatan apung yang menjadi akses utama masyarakat Desa Reje Payung mengalami kerusakan cukup parah dan sempat tidak dapat dilalui.

Derasnya arus sungai membawa material kayu, ranting, serta sampah yang kemudian tersangkut di badan jembatan. Akumulasi material tersebut menambah beban jembatan hingga menyebabkan bagian ujung jembatan terlepas dan putus di kedua sisi. Kondisi ini mengakibatkan terhentinya aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua, yang sehari-hari bergantung pada jembatan tersebut untuk beraktivitas.

Menanggapi situasi tersebut, personel Kodim 0106/Aceh Tengah bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Personel Koramil 05/Linge bersama anggota Yonif TP 854/DK serta masyarakat setempat langsung melaksanakan kerja bakti perbaikan jembatan apung guna memulihkan kembali akses transportasi warga.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Perbaikan yang kami lakukan meliputi penggantian gelagar jembatan yang patah, perbaikan lantai jembatan yang hanyut terbawa arus, serta pengencangan kembali tali seling pengikat yang kendur akibat derasnya aliran sungai,” jelasnya.

Berkat sinergi antara TNI dan masyarakat, jembatan apung Desa Reje Payung kini kembali dapat difungsikan dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun demikian, jembatan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan penanganan lanjutan agar dapat digunakan secara lebih aman dan permanen.

Kodim 0106/Aceh Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi wilayah, khususnya daerah rawan bencana, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu percepatan pemulihan pascabencana.

Rusak akibat arus sungai, Personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Warga Gotong royong Perbaiki Jembatan darurat Reje Payung

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-2-2026  Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, menyebabkan Sungai yang menghubungkan Desa Jamat dan Desa Reje Payung meluap. Luapan sungai tersebut mengakibatkan jembatan apung yang menjadi akses utama masyarakat Desa Reje Payung mengalami kerusakan cukup parah dan sempat tidak dapat dilalui.

Derasnya arus sungai membawa material kayu, ranting, serta sampah yang kemudian tersangkut di badan jembatan. Akumulasi material tersebut menambah beban jembatan hingga menyebabkan bagian ujung jembatan terlepas dan putus di kedua sisi. Kondisi ini mengakibatkan terhentinya aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan roda dua, yang sehari-hari bergantung pada jembatan tersebut untuk beraktivitas.

Menanggapi situasi tersebut, personel Kodim 0106/Aceh Tengah bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Personel Koramil 05/Linge bersama anggota Yonif TP 854/DK serta masyarakat setempat langsung melaksanakan kerja bakti perbaikan jembatan apung guna memulihkan kembali akses transportasi warga.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Perbaikan yang kami lakukan meliputi penggantian gelagar jembatan yang patah, perbaikan lantai jembatan yang hanyut terbawa arus, serta pengencangan kembali tali seling pengikat yang kendur akibat derasnya aliran sungai,” jelasnya.

Berkat sinergi antara TNI dan masyarakat, jembatan apung Desa Reje Payung kini kembali dapat difungsikan dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun demikian, jembatan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan penanganan lanjutan agar dapat digunakan secara lebih aman dan permanen.

Kodim 0106/Aceh Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi wilayah, khususnya daerah rawan bencana, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu percepatan pemulihan pascabencana.