Polres Nagan Raya Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Kecamatan Beutong

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026 Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (ilegal) di wilayah Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Kegiatan penertiban dimulai sekitar pukul 10.00 WIB diawali dengan apel pengecekan personel di halaman Mapolres Nagan Raya yang dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Nagan Raya, Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K. menjelaskan, setelah apel, personel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Nagan Raya Kompol Rafi Darmawan, S.E., M.Si. bergerak menuju sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas tambang ilegal.

“Sekira pukul 10.30 WIB, tim gabungan bergerak menuju Desa Blang Baro Rambong, Desa Pante Ara, Desa Krueng Neuam, dan Desa Panton Bayam di Kecamatan Beutong. Waktu tempuh menuju lokasi sekitar empat hingga enam jam,” ujar Kabid Humas.

Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan satu unit alat penyaringan emas (asbuk) yang tidak diketahui pemiliknya. Barang bukti tersebut diamankan di Polsek Seunagan Timur. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah jambo (tempat beristirahat) dan alat penyaringan emas lainnya di beberapa titik berbeda.

“Terhadap temuan tersebut, tim gabungan melakukan pemusnahan di tempat dengan cara dibakar serta memasang garis polisi (police line) agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan ilegal,” jelasnya.

Kegiatan patroli dan penertiban berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, tidak ditemukan aktivitas penambangan emas ilegal yang sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Nagan Raya, sambungnya.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa penertiban ini dilakukan sebagai respons atas dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Aceh, yang diduga berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kawasan hutan.

“Di Kabupaten Nagan Raya, dampak bencana sangat terasa, khususnya di Kecamatan Beutong Ateuh, di mana dua desa dilaporkan hilang akibat kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian serius terhadap perlindungan hutan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia serta wujud kehadiran negara dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kerusakan alam yang lebih luas.

“Penertiban ini dilakukan secara terukur, profesional, dan humanis, namun tetap tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Fokus kegiatan hari ini adalah menindak aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Beutong,” tegasnya.

Polres Nagan Raya, kata Kabid Humas, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam menindak segala bentuk aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.

Kepada masyarakat diimbau agar tidak melakukan penambangan tanpa izin dan turut berperan aktif menjaga hutan serta lingkungan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan kehidupan di masa mendatang, pungkas Kabid Humas.

Polres Nagan Raya Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Kecamatan Beutong

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026 Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (ilegal) di wilayah Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Kegiatan penertiban dimulai sekitar pukul 10.00 WIB diawali dengan apel pengecekan personel di halaman Mapolres Nagan Raya yang dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Nagan Raya, Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K. menjelaskan, setelah apel, personel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Nagan Raya Kompol Rafi Darmawan, S.E., M.Si. bergerak menuju sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas tambang ilegal.

“Sekira pukul 10.30 WIB, tim gabungan bergerak menuju Desa Blang Baro Rambong, Desa Pante Ara, Desa Krueng Neuam, dan Desa Panton Bayam di Kecamatan Beutong. Waktu tempuh menuju lokasi sekitar empat hingga enam jam,” ujar Kabid Humas.

Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan satu unit alat penyaringan emas (asbuk) yang tidak diketahui pemiliknya. Barang bukti tersebut diamankan di Polsek Seunagan Timur. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah jambo (tempat beristirahat) dan alat penyaringan emas lainnya di beberapa titik berbeda.

“Terhadap temuan tersebut, tim gabungan melakukan pemusnahan di tempat dengan cara dibakar serta memasang garis polisi (police line) agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan ilegal,” jelasnya.

Kegiatan patroli dan penertiban berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, tidak ditemukan aktivitas penambangan emas ilegal yang sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Nagan Raya, sambungnya.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa penertiban ini dilakukan sebagai respons atas dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Aceh, yang diduga berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kawasan hutan.

“Di Kabupaten Nagan Raya, dampak bencana sangat terasa, khususnya di Kecamatan Beutong Ateuh, di mana dua desa dilaporkan hilang akibat kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian serius terhadap perlindungan hutan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia serta wujud kehadiran negara dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kerusakan alam yang lebih luas.

“Penertiban ini dilakukan secara terukur, profesional, dan humanis, namun tetap tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Fokus kegiatan hari ini adalah menindak aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Beutong,” tegasnya.

Polres Nagan Raya, kata Kabid Humas, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam menindak segala bentuk aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.

Kepada masyarakat diimbau agar tidak melakukan penambangan tanpa izin dan turut berperan aktif menjaga hutan serta lingkungan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan kehidupan di masa mendatang, pungkas Kabid Humas.

TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Mushola di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang, prajurit Yonif TP 902/SPG melaksanakan kegiatan renovasi Mushola Al-Ikhsan yang berlokasi di Dusun Damai, Kampung Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan sosial tersebut berupa pembersihan dan pengecatan mushola, yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu Sektor Perikanan Yonif TP 902/SPG, Serda Riza Hidayah, bersama 10 orang prajurit. Renovasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi mushola sebagai sarana ibadah masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir bandang.

Serda Riza Hidayah menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan dan pengecatan Mushola Al-Ikhsan telah dimulai sejak 2 Februari 2026 dan akan terus dilaksanakan hingga selesai. Fokus utama renovasi adalah menciptakan kembali lingkungan mushola yang bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera, terutama Kabupaten Aceh Tamiang. Kami berharap mushola ini dapat kembali digunakan dengan nyaman oleh warga,” ujar Serda Riza.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan renovasi tersebut juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Dusun Damai. Kebersamaan dan gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga dan semakin kuat, khususnya dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Masyarakat Dusun Damai menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh prajurit Yonif TP 902/SPG. Warga merasa terbantu dengan adanya renovasi mushola, mengingat Mushola Al-Ikhsan merupakan pusat kegiatan ibadah dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

Diharapkan melalui kegiatan ini, Mushola Al-Ikhsan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah serta menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat dengan kondisi yang lebih bersih, aman, dan layak, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.

TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Mushola di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang, prajurit Yonif TP 902/SPG melaksanakan kegiatan renovasi Mushola Al-Ikhsan yang berlokasi di Dusun Damai, Kampung Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan sosial tersebut berupa pembersihan dan pengecatan mushola, yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu Sektor Perikanan Yonif TP 902/SPG, Serda Riza Hidayah, bersama 10 orang prajurit. Renovasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi mushola sebagai sarana ibadah masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir bandang.

Serda Riza Hidayah menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan dan pengecatan Mushola Al-Ikhsan telah dimulai sejak 2 Februari 2026 dan akan terus dilaksanakan hingga selesai. Fokus utama renovasi adalah menciptakan kembali lingkungan mushola yang bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera, terutama Kabupaten Aceh Tamiang. Kami berharap mushola ini dapat kembali digunakan dengan nyaman oleh warga,” ujar Serda Riza.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan renovasi tersebut juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Dusun Damai. Kebersamaan dan gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga dan semakin kuat, khususnya dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Masyarakat Dusun Damai menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh prajurit Yonif TP 902/SPG. Warga merasa terbantu dengan adanya renovasi mushola, mengingat Mushola Al-Ikhsan merupakan pusat kegiatan ibadah dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

Diharapkan melalui kegiatan ini, Mushola Al-Ikhsan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah serta menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat dengan kondisi yang lebih bersih, aman, dan layak, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.

Danpas 1 Brimob Pelopor Dampingi Bupati Aceh Tamiang Lepas Taruna Latsitardanus ke-46 Tahun 2026

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita) Sabtu 7-2-2026 Komandan Pasukan (Danpas) 1 Brimob Pelopor Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., mendampingi Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Fahmi, M. H, pada apel pelepasan Taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Tribun Lapangan Sepak Bola Karma Bakti, Batalyon Infanteri 111 Raider Karma Bakti, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu, 7 Februari 2026.

Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang selaku Inspektur Upacara. Kehadiran Danpas 1 Brimob Pelopor menjadi wujud sinergi dan soliditas antara TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan serta penguatan karakter taruna sebagai calon pemimpin bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Anang Sumpena menerima plakat penghargaan dari Komandan Jenderal Akademi Pendidikan yang diserahkan melalui Direktur Akademi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi aktif Korbrimob Polri, khususnya Pasukan Brimob Pelopor, dalam menyukseskan pelaksanaan Latsitardanus ke-46 di wilayah Aceh Tamiang.

Kegiatan apel pelepasan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, di antaranya Dandim, Kapolres, Kajari, Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran Yonif 111 Raider Karma Bakti, Satgas Pemulihan Bencana Aceh Tamiang, serta para taruna dari Akademi TNI, Akademi Kepolisian, dan Universitas Pertahanan.

Bupati Aceh Tamiang dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh taruna peserta Latsitardanus yang telah berkontribusi langsung membantu masyarakat pascabencana di Aceh Tamiang.

Menurutnya, Latsitardanus tidak hanya menjadi bagian dari program pendidikan dan pelatihan, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan pengabdian sosial kepada masyarakat.

“Latihan ini tidak hanya membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan para taruna, tetapi juga menjadi aksi kemanusiaan. Para taruna terlibat langsung dalam kegiatan fisik seperti pembersihan sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kantor pelayanan, hingga polindes, serta kegiatan nonfisik berupa normalisasi lingkungan terdampak bencana,” ujar Bupati.

Melalui kegiatan Latsitardanus ke-46 ini, diharapkan nilai kebersamaan, empati sosial, dan semangat pengabdian yang ditanamkan dapat menjadi bekal penting bagi para taruna dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara di masa mendatang, pungkas Bupati Aceh Tamiang.

Danpas 1 Brimob Pelopor Dampingi Bupati Aceh Tamiang Lepas Taruna Latsitardanus ke-46 Tahun 2026

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita) Sabtu 7-2-2026 Komandan Pasukan (Danpas) 1 Brimob Pelopor Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., mendampingi Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Fahmi, M. H, pada apel pelepasan Taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Tribun Lapangan Sepak Bola Karma Bakti, Batalyon Infanteri 111 Raider Karma Bakti, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu, 7 Februari 2026.

Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang selaku Inspektur Upacara. Kehadiran Danpas 1 Brimob Pelopor menjadi wujud sinergi dan soliditas antara TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan serta penguatan karakter taruna sebagai calon pemimpin bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Anang Sumpena menerima plakat penghargaan dari Komandan Jenderal Akademi Pendidikan yang diserahkan melalui Direktur Akademi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi aktif Korbrimob Polri, khususnya Pasukan Brimob Pelopor, dalam menyukseskan pelaksanaan Latsitardanus ke-46 di wilayah Aceh Tamiang.

Kegiatan apel pelepasan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, di antaranya Dandim, Kapolres, Kajari, Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran Yonif 111 Raider Karma Bakti, Satgas Pemulihan Bencana Aceh Tamiang, serta para taruna dari Akademi TNI, Akademi Kepolisian, dan Universitas Pertahanan.

Bupati Aceh Tamiang dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh taruna peserta Latsitardanus yang telah berkontribusi langsung membantu masyarakat pascabencana di Aceh Tamiang.

Menurutnya, Latsitardanus tidak hanya menjadi bagian dari program pendidikan dan pelatihan, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan pengabdian sosial kepada masyarakat.

“Latihan ini tidak hanya membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan para taruna, tetapi juga menjadi aksi kemanusiaan. Para taruna terlibat langsung dalam kegiatan fisik seperti pembersihan sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kantor pelayanan, hingga polindes, serta kegiatan nonfisik berupa normalisasi lingkungan terdampak bencana,” ujar Bupati.

Melalui kegiatan Latsitardanus ke-46 ini, diharapkan nilai kebersamaan, empati sosial, dan semangat pengabdian yang ditanamkan dapat menjadi bekal penting bagi para taruna dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara di masa mendatang, pungkas Bupati Aceh Tamiang.

Danpas 1 Brimob Pelopor Dampingi Bupati Aceh Tamiang Lepas Taruna Latsitardanus ke-46 Tahun 2026

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita) Sabtu 7-2-2026 Komandan Pasukan (Danpas) 1 Brimob Pelopor Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., mendampingi Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Fahmi, M. H, pada apel pelepasan Taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Tribun Lapangan Sepak Bola Karma Bakti, Batalyon Infanteri 111 Raider Karma Bakti, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu, 7 Februari 2026.

Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang selaku Inspektur Upacara. Kehadiran Danpas 1 Brimob Pelopor menjadi wujud sinergi dan soliditas antara TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan serta penguatan karakter taruna sebagai calon pemimpin bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Anang Sumpena menerima plakat penghargaan dari Komandan Jenderal Akademi Pendidikan yang diserahkan melalui Direktur Akademi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi aktif Korbrimob Polri, khususnya Pasukan Brimob Pelopor, dalam menyukseskan pelaksanaan Latsitardanus ke-46 di wilayah Aceh Tamiang.

Kegiatan apel pelepasan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, di antaranya Dandim, Kapolres, Kajari, Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran Yonif 111 Raider Karma Bakti, Satgas Pemulihan Bencana Aceh Tamiang, serta para taruna dari Akademi TNI, Akademi Kepolisian, dan Universitas Pertahanan.

Bupati Aceh Tamiang dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh taruna peserta Latsitardanus yang telah berkontribusi langsung membantu masyarakat pascabencana di Aceh Tamiang.

Menurutnya, Latsitardanus tidak hanya menjadi bagian dari program pendidikan dan pelatihan, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan pengabdian sosial kepada masyarakat.

“Latihan ini tidak hanya membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan para taruna, tetapi juga menjadi aksi kemanusiaan. Para taruna terlibat langsung dalam kegiatan fisik seperti pembersihan sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kantor pelayanan, hingga polindes, serta kegiatan nonfisik berupa normalisasi lingkungan terdampak bencana,” ujar Bupati.

Melalui kegiatan Latsitardanus ke-46 ini, diharapkan nilai kebersamaan, empati sosial, dan semangat pengabdian yang ditanamkan dapat menjadi bekal penting bagi para taruna dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara di masa mendatang, pungkas Bupati Aceh Tamiang.

Polres Gayo Lues Selesaikan Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun Begade Empat

Gayo Lues ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026  Polres Gayo Lues bersama Polsek Putri Betung dibantu warga setempat telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung di Dusun Begade Empat, Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues.

Penyelesaian jembatan gantung tersebut pada Sabtu, 7 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya pada hari ke-5 kegiatan pengerjaannya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keteranganny, Minggu, 8 Februari 2026, menyampaikan bahwa kegiatan penyelesaian pembangunan jembatan tersebut dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Gayo Lues AKP Jun Andri Saputra, S.H., Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal, S.H., Kanit I Satintelkam Polres Gayo Lues Aiptu Lismit Utari, S.H., Kanit III Satintelkam Polres Gayo Lues Aiptu Hajiman Ali PA., S.H., personel Satintelkam Polres Gayo Lues, personel Polsek Putri Betung, Plh Kepala Desa Ramung Musara Sarifuddin, perangkat desa, serta masyarakat Desa Ramung Musara.

Pembangunan jembatan gantung tersebut dilaksanakan oleh personel Polres Gayo Lues bersama Polsek Putri Betung dibantu warga setempat sebagai bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya untuk mempermudah akses aktivitas sehari-hari.

Jembatan ini diharapkan dapat menunjang mobilitas warga, terutama untuk menyebrangi sungai menuju area perkebunan dan keperluan lainnya, sambungnya.

“Pada hari ke-5, kegiatan difokuskan pada pengecekan kekuatan dan kelayakan konstruksi secara menyeluruh. Dengan selesainya tahapan tersebut, pembangunan jembatan gantung dinyatakan telah selesai dan siap digunakan oleh masyarakat,” ujar Kabid Humas.

Dengan berfungsinya jembatan tersebut, masyarakat Desa Ramung Musara pun memberikan respon positif serta apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan langsung Polri dalam membantu pemulihan infrastruktur desa, kata Kabid Humas.

Lebih lanjut disampaikan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang.

“Keterlibatan langsung personel Polri bersama masyarakat menunjukkan sinergi yang baik dan diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tutup Kabid Humas.

Polres Gayo Lues Selesaikan Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun Begade Empat

Gayo Lues ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-2-2026  Polres Gayo Lues bersama Polsek Putri Betung dibantu warga setempat telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung di Dusun Begade Empat, Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues.

Penyelesaian jembatan gantung tersebut pada Sabtu, 7 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya pada hari ke-5 kegiatan pengerjaannya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keteranganny, Minggu, 8 Februari 2026, menyampaikan bahwa kegiatan penyelesaian pembangunan jembatan tersebut dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Gayo Lues AKP Jun Andri Saputra, S.H., Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal, S.H., Kanit I Satintelkam Polres Gayo Lues Aiptu Lismit Utari, S.H., Kanit III Satintelkam Polres Gayo Lues Aiptu Hajiman Ali PA., S.H., personel Satintelkam Polres Gayo Lues, personel Polsek Putri Betung, Plh Kepala Desa Ramung Musara Sarifuddin, perangkat desa, serta masyarakat Desa Ramung Musara.

Pembangunan jembatan gantung tersebut dilaksanakan oleh personel Polres Gayo Lues bersama Polsek Putri Betung dibantu warga setempat sebagai bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya untuk mempermudah akses aktivitas sehari-hari.

Jembatan ini diharapkan dapat menunjang mobilitas warga, terutama untuk menyebrangi sungai menuju area perkebunan dan keperluan lainnya, sambungnya.

“Pada hari ke-5, kegiatan difokuskan pada pengecekan kekuatan dan kelayakan konstruksi secara menyeluruh. Dengan selesainya tahapan tersebut, pembangunan jembatan gantung dinyatakan telah selesai dan siap digunakan oleh masyarakat,” ujar Kabid Humas.

Dengan berfungsinya jembatan tersebut, masyarakat Desa Ramung Musara pun memberikan respon positif serta apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan langsung Polri dalam membantu pemulihan infrastruktur desa, kata Kabid Humas.

Lebih lanjut disampaikan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang.

“Keterlibatan langsung personel Polri bersama masyarakat menunjukkan sinergi yang baik dan diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tutup Kabid Humas.

Perbaikan Saluran Air Bersih Percepat Pemulihan Warga Terdampak Longsor

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ); Sabtu 7-2-2026  Anggota Koramil 04/Pintu Rime Gayo (PRG), Kodim 0119/Bener Meriah bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki jaringan air bersih (pipanisasi) yang terdampak tanah longsor di Dusun Transad, Desa Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana alam yang mengakibatkan rusaknya jaringan distribusi air bersih. Dengan semangat kebersamaan, personel TNI dan warga bahu-membahu membersihkan material longsoran tanah yang menutup jalur pipa, memperbaiki bagian pipanisasi yang mengalami kerusakan, serta memastikan aliran air dapat kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga.

Di lokasi kegiatan, Serka Suharsoyo menyampaikan bahwa perbaikan difokuskan pada jaringan air bersih yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat sehari-hari di Dusun Transad. Menurutnya, kerusakan yang terjadi akibat tanah longsor sempat mengganggu aktivitas warga karena terhambatnya akses air bersih.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana, tetapi juga untuk membantu masyarakat agar kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari dapat segera terpenuhi kembali,” ungkapnya.

Selain memperbaiki pipa yang rusak, personel Koramil juga turut melakukan pengecekan jalur distribusi air secara menyeluruh guna memastikan tidak ada kebocoran yang berpotensi mengganggu aliran air di kemudian hari. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur dasar desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Partisipasi aktif masyarakat terlihat dari keterlibatan warga yang turut membawa peralatan kerja, membantu penggalian, hingga pemasangan kembali pipa yang terdampak. Semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian perbaikan jaringan air bersih.

Salah seorang warga Dusun Transad, Rahmad (45), menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan kehadiran TNI sangat membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan pascabencana.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan adanya gotong royong ini, air bersih bisa kembali mengalir dan kami jadi lebih semangat untuk memperbaiki kondisi kampung,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan fasilitas air bersih di Desa Alur Gading dapat kembali berfungsi optimal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam.