Akses Penghubung Antar Desa Segera Pulih, Pekerjaan Gorong-Gorong Terus Dikebut

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-2-2026 Progres pekerjaan pemasangan gorong-gorong Aramco di Desa Tawar Begi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) dari Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana alam.

Kegiatan pembangunan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperbaiki fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Pemasangan gorong-gorong Aramco diharapkan mampu meningkatkan sistem drainase sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat, khususnya pada jalur penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas warga.

Danramil 05/Permata, Kodim 0119/Bener Meriah, Kapten Inf Abdul Asis mengatakan bahwa hingga saat ini pekerjaan di lapangan terus berlangsung dengan progres yang cukup signifikan.
“Pemasangan gorong-gorong Aramco saat ini sudah mencapai 60 persen. Satgas Gulbencal di lapangan terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan ini demi mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat dan kerja keras personel Satgas di lapangan menjadi kunci dalam percepatan penyelesaian pekerjaan. Pihaknya berharap proses pembangunan dapat segera rampung agar masyarakat kembali menikmati akses jalan yang aman dan nyaman.
“Kita berharap dalam waktu dekat, dengan kegigihan personel di lapangan, pengerjaan ini terus dikebut hingga sebelum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tiba, akses ini sudah selesai 100 persen,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Benny, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menuturkan bahwa keberadaan akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar desa serta mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat juga turut mendukung dengan memberikan semangat kepada personel yang bekerja di lapangan. Ia berharap pembangunan dapat segera selesai sehingga mobilitas masyarakat kembali normal.

“Akses ini merupakan jalur penghubung antar desa. Dengan tersambungnya kembali akses ini, aktivitas masyarakat tentu akan lebih cepat dan lancar, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan nanti, di mana aktivitas warga biasanya meningkat, terutama pada sore hari untuk mencari takjil dan berbagai kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur ini, diharapkan pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Permata dapat berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi rilis resmi gaya Pendam/Kodam (lebih tegas, formal, dan siap kirim ke media) atau versi berita online SEO-friendly agar lebih mudah naik di media daring.

Progres Jembatan Armco di Desa Tawar Bengi Capai 50 Persen

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda terus mempercepat proses pembangunan jembatan tipe Armco di Desa Tawar Bengi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka kembali jalur transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan akibat kerusakan jembatan lama.

Hingga saat ini, progres perakitan jembatan Armco telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh personel gabungan TNI yang terdiri dari Kodim 0119/Bener Meriah, Batalyon Zeni Tempur 3/Yudha Wyoghra, Batalyon Zeni Tempur 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, serta Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka. Seluruh personel bekerja secara intensif di lapangan dengan memanfaatkan kemampuan teknis satuan zeni guna mempercepat penyelesaian konstruksi agar jembatan segera dapat difungsikan.

Danramil 05/Permata, Kapten Inf Abdul Asis, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Armco ini merupakan bagian dari komitmen TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam membantu pemerintah daerah mempercepat proses rehabilitasi pascabencana. Selain itu, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala akibat terputusnya jalur penghubung antarwilayah.

“Pembangunan jembatan Armco ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus membuka kembali akses transportasi warga yang sempat terhambat. Jalan yang terputus ini merupakan jalur penting yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Permata,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kehadiran personel Satgas Gulbencal tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana. Dengan terbukanya kembali akses jalan, diharapkan distribusi kebutuhan pokok, kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Salah seorang warga setempat, Bapak Haris, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kerja keras personel TNI yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan ini sangat vital bagi warga karena menjadi jalur utama aktivitas harian masyarakat.

Ia menuturkan bahwa selama jembatan mengalami kerusakan, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terhambat. Dengan adanya pembangunan jembatan Armco ini, masyarakat merasa optimis akses transportasi akan segera pulih dan kehidupan dapat kembali berjalan normal.

Beliau berharap proses pembangunan dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar. Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bersama-sama mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Dengan dukungan semua pihak, percepatan pembangunan jembatan Armco di Desa Tawar Bengi diharapkan menjadi prioritas dalam upaya pemulihan pascabencana. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memulihkan aksesibilitas warga, tetapi juga menjadi penggerak kembali roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Permata, pungkasnya.

TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun memiliki tipe 2-1 dengan panjang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan merupakan dukungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi infrastruktur penting karena menghubungkan ruas jalan utama yang mengakses tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek, sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan konektivitas wilayah.

Peresmian Jembatan Bailey tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Kodim 0103/Aceh, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak serta masyarakat setempat yang menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Gampong Desa Alue Leuhob Tgk. Ladi sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Jembatan Bailey tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Desa Alue Leuhob, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting menuju wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu Kecamatan Lhoksukon. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Bapak Adi Lestari, A.Md, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dalam membangun jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa jembatan ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang layak dan aman.

Beliau juga berharap agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan Bailey tersebut, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pengawasan dan perawatan berkala sangat diperlukan agar kondisi jembatan tetap aman dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Bailey ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.

TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-2-2026 Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun memiliki tipe 2-1 dengan panjang mencapai 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan merupakan dukungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Kehadiran jembatan ini menjadi infrastruktur penting karena menghubungkan ruas jalan utama yang mengakses tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek, sehingga sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana serta peningkatan konektivitas wilayah.

Peresmian Jembatan Bailey tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Kodim 0103/Aceh, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak serta masyarakat setempat yang menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Gampong Desa Alue Leuhob Tgk. Ladi sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan efisien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Jembatan Bailey tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Desa Alue Leuhob, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting menuju wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu Kecamatan Lhoksukon. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Bapak Adi Lestari, A.Md, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dalam membangun jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa jembatan ini merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang layak dan aman.

Beliau juga berharap agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan Bailey tersebut, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pengawasan dan perawatan berkala sangat diperlukan agar kondisi jembatan tetap aman dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Bailey ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.

Kodam Iskandar Muda Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 13-2-2026 Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda, Brigadir Jenderal TNI Bambang Sulistyo Hery, S.Sos., M.Han., mewakili Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pelaksanaan Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh.

Upacara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen TNI dalam meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur personel TNI serta aparat terkait sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan operasi penegakan ketertiban dan hukum di lingkungan TNI.

Pada kesempatan tersebut, Kapok Sahli Pangdam IM membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan penghormatan kepada para pimpinan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, para pejabat utama TNI, serta seluruh peserta upacara yang hadir.

Panglima TNI menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang diselenggarakan setiap tahun pada hakikatnya merupakan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran hukum, meningkatkan disiplin, serta memperkuat profesionalisme prajurit dan PNS TNI. Oleh karena itu, operasi tahun ini diharapkan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih edukatif, sehingga menjadi langkah pencegahan sekaligus penyelesaian terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum di lingkungan TNI.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa tema Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026 adalah “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.” Tema ini menjadi pedoman sekaligus komitmen seluruh prajurit dalam menjaga kehormatan diri, satuan, serta institusi TNI di tengah dinamika tugas dan tantangan yang terus berkembang.

Berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun sebelumnya, Panglima TNI menyampaikan adanya tren penurunan angka pelanggaran dibandingkan tahun 2024. Operasi Gaktib mencatat penurunan dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun sekitar 5,62 persen. Sementara itu, Operasi Yustisi mengalami penurunan signifikan dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun sekitar 40,64 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum di lingkungan TNI, namun tetap memerlukan upaya pembinaan dan pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan kapasitas prajurit Polisi Militer dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra institusi. Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi juga dinilai perlu dioptimalkan guna mendukung proses penanganan perkara pidana secara profesional, cepat, dan transparan.

Selain kemampuan intelektual dan profesional, prajurit Polisi Militer juga dituntut memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang komprehensif. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya turut menjadi perhatian penting guna menghindari gesekan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas institusi.

Sebagai penekanan, Panglima TNI mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer untuk selalu bekerja dengan niat ibadah, menjunjung tinggi loyalitas dan keikhlasan dalam pengabdian, memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, serta Delapan Wajib TNI. Prajurit juga diharapkan responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dan pencegahan dini, menjaga soliditas dan sinergi bersama seluruh komponen bangsa, serta terus kreatif, inovatif, adaptif, dan fleksibel dalam mendukung tugas-tugas TNI di tengah masyarakat.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada Komandan Pusat Polisi Militer TNI, para Komandan Polisi Militer Angkatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan, melalui Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026, disiplin dan kepatuhan hukum di lingkungan TNI semakin meningkat sehingga mampu memperkuat profesionalisme serta menjaga kepercayaan rakyat kepada institusi TNI.

Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 di wilayah Kodam Iskandar Muda ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen TNI untuk terus menghadirkan prajurit yang profesional, berintegritas, dan taat hukum demi mendukung tugas pokok pertahanan negara serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kebersamaan TNI dan Masyarakat Percepat Pemulihan Pascabencana di Blang Rongka Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 Dalam upaya mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi, personel Kodim 0109/Bener Meriah bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong normalisasi saluran irigasi yang terdampak longsor di Desa Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan material tanah, lumpur, serta bebatuan menimbun saluran irigasi utama desa tersebut. Akibatnya, aliran air menuju area persawahan warga menjadi terhambat bahkan terhenti di beberapa titik. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat, mengingat sebagian besar warga Desa Blang Rongka menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, personel Kodim 0109/Bener Meriah turun langsung ke lokasi bersama masyarakat untuk membersihkan material longsor yang menutup saluran irigasi. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, linggis, dan alat manual lainnya, mereka bekerja bahu-membahu membuka kembali jalur air agar dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, yang mewakili Dandim 0109/Bener Meriah, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak bencana. TNI tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu mencari solusi atas berbagai permasalahan, termasuk dalam pemulihan sarana pertanian yang sangat vital bagi warga,” ujar Kapten Inf Takdir Anur.

Ia berharap dengan dilakukannya normalisasi saluran irigasi tersebut, aliran air ke lahan persawahan dapat kembali lancar sehingga para petani dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam secara optimal. Kelancaran irigasi, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap produktivitas hasil pertanian dan kestabilan ekonomi masyarakat.

Kapten Takdir juga menegaskan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam proses pemulihan pascabencana. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Blang Rongka mencerminkan tingginya solidaritas sosial serta kepedulian terhadap fasilitas umum yang menjadi penunjang kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga terlihat antusias dan bersemangat bekerja bersama anggota TNI demi mempercepat proses perbaikan saluran irigasi yang menjadi sumber utama pengairan sawah mereka.

Salah satu warga, Bapak Ibrahim (47), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran serta bantuan dari personel Kodim 0109/Bener Meriah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari bapak-bapak TNI. Kehadiran mereka sangat membantu dan memberi semangat bagi kami untuk bersama-sama memperbaiki saluran irigasi ini. Semoga setelah dibersihkan, air dapat kembali mengalir lancar sehingga sawah kami tidak lagi kekurangan air,” ungkapnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan gotong royong ini, diharapkan saluran irigasi di Desa Blang Rongka dapat segera berfungsi secara normal dan mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta membantu memulihkan stabilitas perekonomian warga pascabencana.

Kegiatan tersebut juga semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun ketahanan wilayah serta menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas umum demi kepentingan bersama.

Menhan RI tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,  Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung progres pekerjaan normalisasi sungai serta pelaksanaan tugas Satgas Kuala di wilayah Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional yang berkaitan dengan penataan kawasan serta mitigasi potensi bencana berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI, serta seluruh pihak terkait guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah rawan bencana.

Satgas Kuala sendiri mengemban tugas teknis yang sangat penting dalam upaya mengantisipasi banjir susulan di wilayah Aceh Tamiang. Melalui pelaksanaan normalisasi alur sungai, pembukaan jalur air, serta penataan kawasan muara, diharapkan kapasitas aliran air dapat meningkat sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi. Langkah tersebut juga diarahkan untuk meminimalisir sedimentasi yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Staf Khusus Presiden RI Bidang Infrastruktur H. Syamsuddin, serta pejabat tinggi TNI dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Rombongan Menteri Pertahanan RI tiba di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan Helikopter Caracal HT-7202 TNI AU. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergerak menuju Posko Satgas Kuala TNI–Jhonlin di Pos AL Desa Pusong Kapal untuk melaksanakan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi bersama jajaran terkait.

Di Posko Satgas Kuala, Menteri Pertahanan RI menerima paparan mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk capaian pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan guna mendukung percepatan normalisasi sungai. Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi risiko bencana banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan menuju kawasan Muara Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara. Namun demikian, kunjungan ke area muara dan Kapal J7 tidak dapat dilaksanakan secara langsung karena kondisi air laut yang sedang surut, sehingga kapal RBB (Rigid Buoyancy Boat) TNI AL tidak dapat memasuki kawasan yang dituju. Meski demikian, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan melalui pemaparan serta laporan situasi terkini dari unsur Satgas yang berada di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Baru dan selanjutnya bertolak menuju Lanud Soewondo, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan helikopter TNI AU. Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung kepada Menteri Pertahanan RI terkait progres pekerjaan di lapangan, termasuk berbagai hambatan teknis, sosial, maupun lingkungan yang dihadapi. Dengan demikian, langkah-langkah strategis dan solusi konkret dapat segera ditetapkan guna mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Satgas Kuala, OPD terkait, dan seluruh unsur pendukung demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Menhan RI tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,  Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung progres pekerjaan normalisasi sungai serta pelaksanaan tugas Satgas Kuala di wilayah Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional yang berkaitan dengan penataan kawasan serta mitigasi potensi bencana berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI, serta seluruh pihak terkait guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah rawan bencana.

Satgas Kuala sendiri mengemban tugas teknis yang sangat penting dalam upaya mengantisipasi banjir susulan di wilayah Aceh Tamiang. Melalui pelaksanaan normalisasi alur sungai, pembukaan jalur air, serta penataan kawasan muara, diharapkan kapasitas aliran air dapat meningkat sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi. Langkah tersebut juga diarahkan untuk meminimalisir sedimentasi yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Staf Khusus Presiden RI Bidang Infrastruktur H. Syamsuddin, serta pejabat tinggi TNI dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Rombongan Menteri Pertahanan RI tiba di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan Helikopter Caracal HT-7202 TNI AU. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergerak menuju Posko Satgas Kuala TNI–Jhonlin di Pos AL Desa Pusong Kapal untuk melaksanakan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi bersama jajaran terkait.

Di Posko Satgas Kuala, Menteri Pertahanan RI menerima paparan mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk capaian pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan guna mendukung percepatan normalisasi sungai. Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi risiko bencana banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan menuju kawasan Muara Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara. Namun demikian, kunjungan ke area muara dan Kapal J7 tidak dapat dilaksanakan secara langsung karena kondisi air laut yang sedang surut, sehingga kapal RBB (Rigid Buoyancy Boat) TNI AL tidak dapat memasuki kawasan yang dituju. Meski demikian, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan melalui pemaparan serta laporan situasi terkini dari unsur Satgas yang berada di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Baru dan selanjutnya bertolak menuju Lanud Soewondo, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan helikopter TNI AU. Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung kepada Menteri Pertahanan RI terkait progres pekerjaan di lapangan, termasuk berbagai hambatan teknis, sosial, maupun lingkungan yang dihadapi. Dengan demikian, langkah-langkah strategis dan solusi konkret dapat segera ditetapkan guna mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Satgas Kuala, OPD terkait, dan seluruh unsur pendukung demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Akses Antar Desa di Aceh Tengah Segera Lancar, Jembatan Gantung Burlah Masuki Tahap Akhir.

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah tersebut telah mencapai 50,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung antara ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari segi personel maupun material. Proses pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin oleh Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel dari Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama yang solid antara personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan.

Adapun sejumlah pekerjaan yang saat ini tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material pembangunan telah berjalan optimal. Material yang tersedia di lokasi meliputi 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material yang memadai menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan di lapangan.
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya kini semakin menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ibu Laila (47 tahun), warga Desa Burlah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depannya.

Akses Antar Desa di Aceh Tengah Segera Lancar, Jembatan Gantung Burlah Masuki Tahap Akhir.

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-2-2026 Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah tersebut telah mencapai 50,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung antara ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari segi personel maupun material. Proses pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin oleh Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel dari Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama yang solid antara personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan.

Adapun sejumlah pekerjaan yang saat ini tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material pembangunan telah berjalan optimal. Material yang tersedia di lokasi meliputi 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material yang memadai menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan di lapangan.
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2026 sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang memiliki akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya kini semakin menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ibu Laila (47 tahun), warga Desa Burlah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depannya.