Bantuan Sosial untuk Warga Huntara Tangse, Wujud Empati Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie, tepatnya di Hunian Sementara (Huntara) Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi huntara sebagai bentuk kepedulian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Pendamping STIK Kombes.Pol. M. Edi Purwanto, SIK, MM, Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, Kapolsek Tangse Iptu M.Jamil, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi trauma healing bagi masyarakat dan anak-anak di lokasi huntara, pemberian bantuan sosial, bakti sosial, serta bakti kesehatan bagi warga setempat.

Kegiatan trauma healing difokuskan untuk memberikan dukungan psikologis dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap optimis dan tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selain itu, mahasiswa STIK bersama personel Polres Pidie juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, semangat, dan rasa aman bagi warga di Huntara Blang Pandak, Kecamatan Tangse” ungkap Kapolres Pidie.

Bantuan Sosial untuk Warga Huntara Tangse, Wujud Empati Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie, tepatnya di Hunian Sementara (Huntara) Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi huntara sebagai bentuk kepedulian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Pendamping STIK Kombes.Pol. M. Edi Purwanto, SIK, MM, Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, Kapolsek Tangse Iptu M.Jamil, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi trauma healing bagi masyarakat dan anak-anak di lokasi huntara, pemberian bantuan sosial, bakti sosial, serta bakti kesehatan bagi warga setempat.

Kegiatan trauma healing difokuskan untuk memberikan dukungan psikologis dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap optimis dan tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selain itu, mahasiswa STIK bersama personel Polres Pidie juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, semangat, dan rasa aman bagi warga di Huntara Blang Pandak, Kecamatan Tangse” ungkap Kapolres Pidie.

Bantuan Sosial untuk Warga Huntara Tangse, Wujud Empati Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie, tepatnya di Hunian Sementara (Huntara) Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi huntara sebagai bentuk kepedulian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Pendamping STIK Kombes.Pol. M. Edi Purwanto, SIK, MM, Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Syafrizal, Kapolsek Tangse Iptu M.Jamil, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi trauma healing bagi masyarakat dan anak-anak di lokasi huntara, pemberian bantuan sosial, bakti sosial, serta bakti kesehatan bagi warga setempat.

Kegiatan trauma healing difokuskan untuk memberikan dukungan psikologis dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap optimis dan tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana.

Selain itu, mahasiswa STIK bersama personel Polres Pidie juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, semangat, dan rasa aman bagi warga di Huntara Blang Pandak, Kecamatan Tangse” ungkap Kapolres Pidie.

Delegasi PBB UNDSS Kunjungan Kerja ke Polda Aceh, Bahas Isu Keamanan dan Penanganan Pengungsi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Delegasi United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) melakukan kunjungan kerja ke Polda Aceh.

Rombongan disambut Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M. M., M. H, di ruang kerjanya mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.

Delegasi UNDSS dipimpin oleh Security Adviser and Representative UNDSS untuk Indonesia dan Timor Leste, Allan Mendoza. Turut hadir dalam rombongan AKBP (Purn) Elsa Tarigan dan AKBP (Purn) Tri Lestari selaku Field Security Adviser (FSA) UNDSS Indonesia, serta Briptu Aditya Ashary dari Divhubinter Polri.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan diawali dengan penyampaian apresiasi atas kehadiran delegasi PBB di Polda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Allan Mendoza memperkenalkan mandat UNDSS sebagai bagian dari sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada 2004 berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB. UNDSS memiliki fungsi utama sebagai penghubung koordinasi aspek keamanan antara PBB dan pemerintah negara tuan rumah, termasuk Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Allan Mendoza juga menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir besar yang melanda Aceh pada tahun sebelumnya serta menegaskan dukungan teknis PBB terhadap upaya rehabilitasi yang dipimpin Pemerintah Indonesia. Ia turut mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam mendukung isu-isu kemanusiaan global.

Lebih lanjut, pihak UNDSS menjelaskan bahwa PBB saat ini menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya dan anggaran global yang berdampak pada pengurangan bantuan bagi para pengungsi, termasuk di wilayah Sumatera.

Oleh karena itu, PBB mengharapkan dukungan dan kerja sama aparat keamanan, khususnya Polri, dalam mendukung kelancaran operasional kegiatan di lapangan. UNDSS juga menegaskan bahwa focal point di wilayah Sumatera adalah Elsa Tarigan yang berkedudukan di Medan dan siap berkoordinasi dengan jajaran kepolisian apabila terdapat isu keamanan.

Menanggapi hal tersebut, Dirintelkam Polda Aceh menyampaikan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan segera berkoordinasi apabila terjadi situasi yang berdampak pada stabilitas keamanan di Aceh. Pembahasan turut menyoroti pentingnya transparansi bantuan kepada pengungsi, khususnya keterbukaan informasi dari organisasi internasional seperti United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) terkait besaran serta bentuk bantuan yang diberikan, sambut Kabid Humas.

Hal tersebut dinilai penting agar aparat di lapangan memiliki pemahaman menyeluruh ketika menghadapi keluhan maupun potensi konflik sosial akibat isu keterbatasan bantuan.
Menanggapi hal itu, Allan Mendoza menjelaskan bahwa pengurangan bantuan dilakukan melalui proses penilaian kerentanan (vulnerability assessment) guna mengidentifikasi kelompok paling membutuhkan, seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Dirintelkam berkomitmen meneruskan masukan tersebut kepada UNHCR dan IOM serta membuka mekanisme pertukaran informasi yang lebih baik dengan aparat keamanan, jelas Kabid Humas.

Selain itu, Dirintelkam Polda Aceh juga mengangkat isu penyelundupan manusia (human trafficking), khususnya adanya indikasi pihak-pihak yang menyamar sebagai pengungsi untuk memfasilitasi jaringan penyelundupan. Polda Aceh menegaskan bahwa praktik tersebut merugikan Indonesia, PBB, maupun para pengungsi sendiri, terang Kabid Humas.

Menanggapi hal tersebut, Allan Mendoza menyatakan bahwa penyelundupan manusia merupakan tindak pidana yang menjadi kewenangan penegakan hukum oleh Polri. Dari perspektif PBB, praktik itu juga merusak reputasi pengungsi dan organisasi internasional. Ia menyarankan penguatan kampanye informasi, pembentukan mekanisme pengawasan komunitas di antara pengungsi, serta peningkatan kerja sama lintas negara untuk mencegah praktik tersebut sejak dari negara asal, ucap Kabid Humas.

Dalam pembahasan selanjutnya, Dirintelkam Polda Aceh meminta agar setiap rencana pembukaan kantor atau pos PBB di Aceh terlebih dahulu diinformasikan kepada kepolisian guna memastikan legalitas serta mencegah penyalahgunaan nama PBB oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak UNDSS menegaskan bahwa setiap pembukaan maupun penutupan kantor selalu melalui proses penilaian keamanan serta koordinasi resmi dengan pemerintah dan aparat keamanan, tutur Kabid Humas.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi berkelanjutan. UNDSS menyatakan rencana tindak lanjut berupa kunjungan lanjutan serta kemungkinan pelaksanaan pelatihan bersama yang dapat melibatkan personel kepolisian, jelas Kabid Humas lagi.

Secara keseluruhan, pertemuan berlangsung konstruktif dan mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh, khususnya terkait penanganan pengungsi dan pencegahan tindak pidana penyelundupan manusia melalui kerja sama yang transparan dan terkoordinasi, tutup Kabid Humas.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Kodam Iskandar Muda Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 13-2-2026 Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda, Brigadir Jenderal TNI Bambang Sulistyo Hery, S.Sos., M.Han., mewakili Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pelaksanaan Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh.

Upacara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen TNI dalam meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur personel TNI serta aparat terkait sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan operasi penegakan ketertiban dan hukum di lingkungan TNI.

Pada kesempatan tersebut, Kapok Sahli Pangdam IM membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan penghormatan kepada para pimpinan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, para pejabat utama TNI, serta seluruh peserta upacara yang hadir.

Panglima TNI menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang diselenggarakan setiap tahun pada hakikatnya merupakan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran hukum, meningkatkan disiplin, serta memperkuat profesionalisme prajurit dan PNS TNI. Oleh karena itu, operasi tahun ini diharapkan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih edukatif, sehingga menjadi langkah pencegahan sekaligus penyelesaian terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum di lingkungan TNI.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa tema Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026 adalah “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.” Tema ini menjadi pedoman sekaligus komitmen seluruh prajurit dalam menjaga kehormatan diri, satuan, serta institusi TNI di tengah dinamika tugas dan tantangan yang terus berkembang.

Berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun sebelumnya, Panglima TNI menyampaikan adanya tren penurunan angka pelanggaran dibandingkan tahun 2024. Operasi Gaktib mencatat penurunan dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun sekitar 5,62 persen. Sementara itu, Operasi Yustisi mengalami penurunan signifikan dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun sekitar 40,64 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum di lingkungan TNI, namun tetap memerlukan upaya pembinaan dan pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan kapasitas prajurit Polisi Militer dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra institusi. Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi juga dinilai perlu dioptimalkan guna mendukung proses penanganan perkara pidana secara profesional, cepat, dan transparan.

Selain kemampuan intelektual dan profesional, prajurit Polisi Militer juga dituntut memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang komprehensif. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya turut menjadi perhatian penting guna menghindari gesekan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas institusi.

Sebagai penekanan, Panglima TNI mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer untuk selalu bekerja dengan niat ibadah, menjunjung tinggi loyalitas dan keikhlasan dalam pengabdian, memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, serta Delapan Wajib TNI. Prajurit juga diharapkan responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dan pencegahan dini, menjaga soliditas dan sinergi bersama seluruh komponen bangsa, serta terus kreatif, inovatif, adaptif, dan fleksibel dalam mendukung tugas-tugas TNI di tengah masyarakat.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada Komandan Pusat Polisi Militer TNI, para Komandan Polisi Militer Angkatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan, melalui Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026, disiplin dan kepatuhan hukum di lingkungan TNI semakin meningkat sehingga mampu memperkuat profesionalisme serta menjaga kepercayaan rakyat kepada institusi TNI.

Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 di wilayah Kodam Iskandar Muda ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen TNI untuk terus menghadirkan prajurit yang profesional, berintegritas, dan taat hukum demi mendukung tugas pokok pertahanan negara serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Irwasda Polda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo Secara Virtual

Aceh Besar ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., menghadiri secara virtual peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta,.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meresmikan sebanyak 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri, serta memulai pembangunan 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia.

Peresmian tersebut dipusatkan secara daring dari Palmerah, Polres Jakarta Barat, lanjut Kabid Humas.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Presiden juga meninjau langsung dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di SPPG Palmerah serta gudang ketahanan pangan Polri. Saat peninjauan, Presiden didampingi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Menurut Kabid Humas, salah satu gudang ketahanan pangan yang turut diresmikan adalah milik Polda Aceh yang berlokasi di SPN Polda Aceh.

Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, lanjut Kabid Humas.

Ia menambahkan, kegiatan peresmian gedung ketahanan pangan di SPN Polda Aceh turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, di antaranya Karo Ops, Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Kabid Humas, Kabid TIK, Ka SPN Polda Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri tamu dan undangan dari berbagai instansi, antara lain Kepala Kantor KPKNL Banda Aceh, perwakilan Bulog Aceh, konsultan perencana, serta perwakilan pihak pelaksana pembangunan, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran para pejabat dan undangan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap program strategis Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh, pungkas Kabid Humas.

Sambut Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Salurkan 50 Ton Kurma untuk Personel Polri dan Masyarakat

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menyalurkan bantuan kurma sebanyak 50 ton kepada personel Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polda Aceh.

Pendistribusian kurma tersebut dilakukan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh dan 23 Polres/Polresta jajaran, sekaligus dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing Polres.

Pelepasan pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di depan Lobby Utama Polda Aceh, siang oleh Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., dan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi, S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Irwasda secara resmi melepas keberangkatan distribusi serta menyerahkan bantuan kurma secara simbolis kepada perwakilan Polres jajaran untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat dan personel di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, Karo Ops Polda Aceh juga menyerahkan secara simbolis bantuan kurma kepada perwakilan Satker di lingkungan Polda Aceh untuk didistribusikan kepada seluruh personel.

“Bantuan kurma ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolda Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, baik kepada personel Polri maupun masyarakat,” ujar Kabid Humas.

*Rincian Pendistribusian*

Kabid Humas menjelaskan, total stok kurma yang tersedia di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 50 ton, dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi kepada masyarakat Aceh melalui 23 Polres/Polresta jajaran sebesar 23 ton, dengan pembagian merata 1 ton untuk setiap wilayah.

Distribusi untuk personel Satwil Polres/Polresta jajaran sebesar 11,7 ton, disesuaikan dengan jumlah riil personel di masing-masing Polres.

Distribusi untuk personel Satker Polda Aceh sebesar 4,6 ton yang dialokasikan kepada 28 Satker di lingkungan Polda Aceh.

Dengan demikian, total kurma yang telah didistribusikan mencapai 39,3 ton, sementara sisa cadangan yang masih tersimpan di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 10,6 ton, kata Kabid Humas.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, antara lain Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Dirsamapta, Kabidkum, Dirreskrimum, serta para pejabat lainnya, jelas Kabid Humas.

Kabid Humas berharap bantuan kurma tersebut dapat bermanfaat sebagai menu sahur maupun berbuka puasa bagi personel dan masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, serta mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadhan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” tutupnya.

Sambut Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Salurkan 50 Ton Kurma untuk Personel Polri dan Masyarakat

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menyalurkan bantuan kurma sebanyak 50 ton kepada personel Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polda Aceh.

Pendistribusian kurma tersebut dilakukan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh dan 23 Polres/Polresta jajaran, sekaligus dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing Polres.

Pelepasan pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di depan Lobby Utama Polda Aceh, siang oleh Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., dan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi, S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Irwasda secara resmi melepas keberangkatan distribusi serta menyerahkan bantuan kurma secara simbolis kepada perwakilan Polres jajaran untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat dan personel di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, Karo Ops Polda Aceh juga menyerahkan secara simbolis bantuan kurma kepada perwakilan Satker di lingkungan Polda Aceh untuk didistribusikan kepada seluruh personel.

“Bantuan kurma ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolda Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, baik kepada personel Polri maupun masyarakat,” ujar Kabid Humas.

*Rincian Pendistribusian*

Kabid Humas menjelaskan, total stok kurma yang tersedia di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 50 ton, dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi kepada masyarakat Aceh melalui 23 Polres/Polresta jajaran sebesar 23 ton, dengan pembagian merata 1 ton untuk setiap wilayah.

Distribusi untuk personel Satwil Polres/Polresta jajaran sebesar 11,7 ton, disesuaikan dengan jumlah riil personel di masing-masing Polres.

Distribusi untuk personel Satker Polda Aceh sebesar 4,6 ton yang dialokasikan kepada 28 Satker di lingkungan Polda Aceh.

Dengan demikian, total kurma yang telah didistribusikan mencapai 39,3 ton, sementara sisa cadangan yang masih tersimpan di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 10,6 ton, kata Kabid Humas.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, antara lain Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Dirsamapta, Kabidkum, Dirreskrimum, serta para pejabat lainnya, jelas Kabid Humas.

Kabid Humas berharap bantuan kurma tersebut dapat bermanfaat sebagai menu sahur maupun berbuka puasa bagi personel dan masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, serta mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadhan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” tutupnya.