Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kebersamaan TNI dan Masyarakat Percepat Pemulihan Pascabencana di Blang Rongka Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 Dalam upaya mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi, personel Kodim 0109/Bener Meriah bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong normalisasi saluran irigasi yang terdampak longsor di Desa Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan material tanah, lumpur, serta bebatuan menimbun saluran irigasi utama desa tersebut. Akibatnya, aliran air menuju area persawahan warga menjadi terhambat bahkan terhenti di beberapa titik. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat, mengingat sebagian besar warga Desa Blang Rongka menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, personel Kodim 0109/Bener Meriah turun langsung ke lokasi bersama masyarakat untuk membersihkan material longsor yang menutup saluran irigasi. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, linggis, dan alat manual lainnya, mereka bekerja bahu-membahu membuka kembali jalur air agar dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, yang mewakili Dandim 0109/Bener Meriah, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak bencana. TNI tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu mencari solusi atas berbagai permasalahan, termasuk dalam pemulihan sarana pertanian yang sangat vital bagi warga,” ujar Kapten Inf Takdir Anur.

Ia berharap dengan dilakukannya normalisasi saluran irigasi tersebut, aliran air ke lahan persawahan dapat kembali lancar sehingga para petani dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam secara optimal. Kelancaran irigasi, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap produktivitas hasil pertanian dan kestabilan ekonomi masyarakat.

Kapten Takdir juga menegaskan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam proses pemulihan pascabencana. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Blang Rongka mencerminkan tingginya solidaritas sosial serta kepedulian terhadap fasilitas umum yang menjadi penunjang kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga terlihat antusias dan bersemangat bekerja bersama anggota TNI demi mempercepat proses perbaikan saluran irigasi yang menjadi sumber utama pengairan sawah mereka.

Salah satu warga, Bapak Ibrahim (47), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran serta bantuan dari personel Kodim 0109/Bener Meriah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari bapak-bapak TNI. Kehadiran mereka sangat membantu dan memberi semangat bagi kami untuk bersama-sama memperbaiki saluran irigasi ini. Semoga setelah dibersihkan, air dapat kembali mengalir lancar sehingga sawah kami tidak lagi kekurangan air,” ungkapnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan gotong royong ini, diharapkan saluran irigasi di Desa Blang Rongka dapat segera berfungsi secara normal dan mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta membantu memulihkan stabilitas perekonomian warga pascabencana.

Kegiatan tersebut juga semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun ketahanan wilayah serta menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas umum demi kepentingan bersama.

Di Pidie, Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Lemdiklat Polri Salurkan Bantuan Sosial di Gampong Tiba Mesjid

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2206 Wujud kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/WPS Lemdiklat Polri melalui kegiatan bantuan sosial (bansos) kepada warga di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai pengabdian dan empati Mahasiswa STIK Angkatan 83 terhadap kondisi sosial masyarakat.

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban warga yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Lemdiklat Polri turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat, sekaligus menjalin silaturahmi dan berdialog dengan warga setempat guna menyerap aspirasi serta memahami kondisi sosial di lingkungan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan kegiatan di wilayah hukum Polres Pidie Polda Aceh.

“Kegiatan bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat.

Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar seorang mahasiswa STIK.

Masyarakat Gampong Tiba Mesjid menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa STIK tidak hanya membawa bantuan materiil, namun juga memberikan semangat serta memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung penuh kehangatan.

Melalui aksi sosial ini, diharapkan semakin terbangun sinergi dan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat

Di Pidie, Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Lemdiklat Polri Salurkan Bantuan Sosial di Gampong Tiba Mesjid

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2206 Wujud kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/WPS Lemdiklat Polri melalui kegiatan bantuan sosial (bansos) kepada warga di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai pengabdian dan empati Mahasiswa STIK Angkatan 83 terhadap kondisi sosial masyarakat.

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban warga yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Lemdiklat Polri turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat, sekaligus menjalin silaturahmi dan berdialog dengan warga setempat guna menyerap aspirasi serta memahami kondisi sosial di lingkungan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan kegiatan di wilayah hukum Polres Pidie Polda Aceh.

“Kegiatan bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat.

Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar seorang mahasiswa STIK.

Masyarakat Gampong Tiba Mesjid menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa STIK tidak hanya membawa bantuan materiil, namun juga memberikan semangat serta memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung penuh kehangatan.

Melalui aksi sosial ini, diharapkan semakin terbangun sinergi dan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat

Di Pidie, Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Lemdiklat Polri Salurkan Bantuan Sosial di Gampong Tiba Mesjid

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2206 Wujud kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/WPS Lemdiklat Polri melalui kegiatan bantuan sosial (bansos) kepada warga di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai pengabdian dan empati Mahasiswa STIK Angkatan 83 terhadap kondisi sosial masyarakat.

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban warga yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Lemdiklat Polri turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat, sekaligus menjalin silaturahmi dan berdialog dengan warga setempat guna menyerap aspirasi serta memahami kondisi sosial di lingkungan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan kegiatan di wilayah hukum Polres Pidie Polda Aceh.

“Kegiatan bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat.

Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar seorang mahasiswa STIK.

Masyarakat Gampong Tiba Mesjid menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa STIK tidak hanya membawa bantuan materiil, namun juga memberikan semangat serta memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung penuh kehangatan.

Melalui aksi sosial ini, diharapkan semakin terbangun sinergi dan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat

Menhan RI tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,  Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung progres pekerjaan normalisasi sungai serta pelaksanaan tugas Satgas Kuala di wilayah Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional yang berkaitan dengan penataan kawasan serta mitigasi potensi bencana berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI, serta seluruh pihak terkait guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah rawan bencana.

Satgas Kuala sendiri mengemban tugas teknis yang sangat penting dalam upaya mengantisipasi banjir susulan di wilayah Aceh Tamiang. Melalui pelaksanaan normalisasi alur sungai, pembukaan jalur air, serta penataan kawasan muara, diharapkan kapasitas aliran air dapat meningkat sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi. Langkah tersebut juga diarahkan untuk meminimalisir sedimentasi yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Staf Khusus Presiden RI Bidang Infrastruktur H. Syamsuddin, serta pejabat tinggi TNI dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Rombongan Menteri Pertahanan RI tiba di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan Helikopter Caracal HT-7202 TNI AU. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergerak menuju Posko Satgas Kuala TNI–Jhonlin di Pos AL Desa Pusong Kapal untuk melaksanakan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi bersama jajaran terkait.

Di Posko Satgas Kuala, Menteri Pertahanan RI menerima paparan mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk capaian pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan guna mendukung percepatan normalisasi sungai. Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi risiko bencana banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan menuju kawasan Muara Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara. Namun demikian, kunjungan ke area muara dan Kapal J7 tidak dapat dilaksanakan secara langsung karena kondisi air laut yang sedang surut, sehingga kapal RBB (Rigid Buoyancy Boat) TNI AL tidak dapat memasuki kawasan yang dituju. Meski demikian, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan melalui pemaparan serta laporan situasi terkini dari unsur Satgas yang berada di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Baru dan selanjutnya bertolak menuju Lanud Soewondo, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan helikopter TNI AU. Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung kepada Menteri Pertahanan RI terkait progres pekerjaan di lapangan, termasuk berbagai hambatan teknis, sosial, maupun lingkungan yang dihadapi. Dengan demikian, langkah-langkah strategis dan solusi konkret dapat segera ditetapkan guna mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Satgas Kuala, OPD terkait, dan seluruh unsur pendukung demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Menhan RI tinjau Progres Satgas Kuala dalam Normalisasi Muara dan Sungai di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang,  Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung progres pekerjaan normalisasi sungai serta pelaksanaan tugas Satgas Kuala di wilayah Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional yang berkaitan dengan penataan kawasan serta mitigasi potensi bencana berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI, serta seluruh pihak terkait guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah rawan bencana.

Satgas Kuala sendiri mengemban tugas teknis yang sangat penting dalam upaya mengantisipasi banjir susulan di wilayah Aceh Tamiang. Melalui pelaksanaan normalisasi alur sungai, pembukaan jalur air, serta penataan kawasan muara, diharapkan kapasitas aliran air dapat meningkat sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi. Langkah tersebut juga diarahkan untuk meminimalisir sedimentasi yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Staf Khusus Presiden RI Bidang Infrastruktur H. Syamsuddin, serta pejabat tinggi TNI dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Rombongan Menteri Pertahanan RI tiba di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan Helikopter Caracal HT-7202 TNI AU. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergerak menuju Posko Satgas Kuala TNI–Jhonlin di Pos AL Desa Pusong Kapal untuk melaksanakan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi bersama jajaran terkait.

Di Posko Satgas Kuala, Menteri Pertahanan RI menerima paparan mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk capaian pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan guna mendukung percepatan normalisasi sungai. Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi risiko bencana banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan menuju kawasan Muara Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara. Namun demikian, kunjungan ke area muara dan Kapal J7 tidak dapat dilaksanakan secara langsung karena kondisi air laut yang sedang surut, sehingga kapal RBB (Rigid Buoyancy Boat) TNI AL tidak dapat memasuki kawasan yang dituju. Meski demikian, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan melalui pemaparan serta laporan situasi terkini dari unsur Satgas yang berada di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Baru dan selanjutnya bertolak menuju Lanud Soewondo, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan helikopter TNI AU. Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung kepada Menteri Pertahanan RI terkait progres pekerjaan di lapangan, termasuk berbagai hambatan teknis, sosial, maupun lingkungan yang dihadapi. Dengan demikian, langkah-langkah strategis dan solusi konkret dapat segera ditetapkan guna mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Satgas Kuala, OPD terkait, dan seluruh unsur pendukung demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.