Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Irdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Lapangan Blang Padang, Bacakan Amanat Kasad

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 18–2-2026 Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM) Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto, S.E., mewakili Pangdam Iskandar Muda, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam pelaksanaan Upacara Bulanan yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Upacara tersebut diikuti oleh prajurit TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kodam Iskandar Muda dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Pelaksanaan upacara bulanan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan kedisiplinan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi serta penguatan komitmen seluruh personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Suasana upacara berlangsung tertib, mencerminkan semangat profesionalisme dan loyalitas seluruh peserta yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Heri Purwanto membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Dalam amanatnya, Kasad mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, seluruh personel dapat mengikuti Upacara Bendera 17-an bulan Februari 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Kasad menegaskan bahwa upacara rutin yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap capaian kinerja sekaligus memperkuat disiplin, loyalitas, serta rasa tanggung jawab sebagai prajurit dan ASN TNI AD. Dua bulan perjalanan tahun 2026 disebut sebagai periode krusial karena menjadi awal realisasi berbagai program kerja di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari komando atas hingga prajurit di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas selama Tahun Anggaran 2025 disertai berbagai evaluasi dan catatan penyempurnaan menjadi bekal berharga bagi seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk meningkatkan kualitas pengabdian di masa mendatang. Berbagai paparan bidang staf terkait rencana sasaran program kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2026 yang telah dibahas dalam forum Taklimat Awal, Rapim TNI AD, serta Rakernis diharapkan menjadi landasan kuat dalam menyelaraskan langkah dengan kebijakan komando atas.

Kasad juga menyampaikan bahwa citra positif TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat saat ini tetap terjaga dengan baik, terlebih dengan adanya kepercayaan pemerintah kepada TNI AD dalam membantu penanggulangan bencana di berbagai wilayah. Hal tersebut dinilai sebagai hasil dari kerja keras kolektif seluruh prajurit dan ASN yang terus menunjukkan dedikasi serta komitmen dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Atas capaian kinerja kolektif yang telah ditorehkan sepanjang tahun 2025, Kasad menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat. Ia berharap, perjalanan tugas ke depan senantiasa mendapat keberkahan, bimbingan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menutup amanatnya, Kasad memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh personel. Penekanan tersebut meliputi pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap langkah pengabdian, memperkuat soliditas internal maupun eksternal, terus menebarkan kebaikan serta menjaga persatuan di tengah dinamika sosial, meningkatkan kemampuan melalui belajar dan berlatih secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan penugasan, termasuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

Melalui pelaksanaan upacara bulanan ini, diharapkan seluruh prajurit dan ASN Kodam Iskandar Muda semakin memperkuat semangat pengabdian, menjaga profesionalisme, serta terus meningkatkan kualitas kinerja demi mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan negara dan membantu masyarakat. Upacara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang diemban merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas tinggi.

Irdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Lapangan Blang Padang, Bacakan Amanat Kasad

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 18–2-2026 Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM) Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto, S.E., mewakili Pangdam Iskandar Muda, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam pelaksanaan Upacara Bulanan yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Upacara tersebut diikuti oleh prajurit TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kodam Iskandar Muda dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Pelaksanaan upacara bulanan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan kedisiplinan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi serta penguatan komitmen seluruh personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Suasana upacara berlangsung tertib, mencerminkan semangat profesionalisme dan loyalitas seluruh peserta yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Heri Purwanto membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Dalam amanatnya, Kasad mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, seluruh personel dapat mengikuti Upacara Bendera 17-an bulan Februari 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Kasad menegaskan bahwa upacara rutin yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap capaian kinerja sekaligus memperkuat disiplin, loyalitas, serta rasa tanggung jawab sebagai prajurit dan ASN TNI AD. Dua bulan perjalanan tahun 2026 disebut sebagai periode krusial karena menjadi awal realisasi berbagai program kerja di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari komando atas hingga prajurit di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas selama Tahun Anggaran 2025 disertai berbagai evaluasi dan catatan penyempurnaan menjadi bekal berharga bagi seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk meningkatkan kualitas pengabdian di masa mendatang. Berbagai paparan bidang staf terkait rencana sasaran program kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2026 yang telah dibahas dalam forum Taklimat Awal, Rapim TNI AD, serta Rakernis diharapkan menjadi landasan kuat dalam menyelaraskan langkah dengan kebijakan komando atas.

Kasad juga menyampaikan bahwa citra positif TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat saat ini tetap terjaga dengan baik, terlebih dengan adanya kepercayaan pemerintah kepada TNI AD dalam membantu penanggulangan bencana di berbagai wilayah. Hal tersebut dinilai sebagai hasil dari kerja keras kolektif seluruh prajurit dan ASN yang terus menunjukkan dedikasi serta komitmen dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Atas capaian kinerja kolektif yang telah ditorehkan sepanjang tahun 2025, Kasad menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat. Ia berharap, perjalanan tugas ke depan senantiasa mendapat keberkahan, bimbingan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menutup amanatnya, Kasad memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh personel. Penekanan tersebut meliputi pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap langkah pengabdian, memperkuat soliditas internal maupun eksternal, terus menebarkan kebaikan serta menjaga persatuan di tengah dinamika sosial, meningkatkan kemampuan melalui belajar dan berlatih secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan penugasan, termasuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

Melalui pelaksanaan upacara bulanan ini, diharapkan seluruh prajurit dan ASN Kodam Iskandar Muda semakin memperkuat semangat pengabdian, menjaga profesionalisme, serta terus meningkatkan kualitas kinerja demi mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan negara dan membantu masyarakat. Upacara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang diemban merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas tinggi.

Masuk bulan suci Ramadhan, TNI kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Karang Rejo, Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-2-2026 Pasca Bencana Alam yang melumpuhkan urat nadi transportasi masyarakat, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bekerja keras untuk segera merampungkan Jembatan Bailey di ruas Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, Percepatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses penghubung yang sebelumnya terputus akibat bencana alam, sehingga mobilitas warga yang sempat terganggu dapat kembali normal. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta lahan pertanian dan perkebunan warga.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13/Karya Etmaka, Yonzipur 9/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim 0119/Bener Meriah.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera pulih dan dimanfaatkan kembali.

“Pengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, yang merupakan momentum penting bagi umat Islam di Aceh untuk berkumpul bersama keluarga, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya di lapangan demi kepentingan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, tugas kemanusiaan merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Semangat pengabdian tersebut tetap terjaga, meskipun para personel harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada hari yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat Aceh.

“Kami memahami betul pentingnya Hari Meugang bagi seluruh personel. Akan tetapi demi mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di Desa Karang Rejo, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan ini segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya kembali jalur tersebut, roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah diharapkan segera bangkit dan stabil.

Lebih lanjut, Dandim berharap proses pembangunan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh personel di lapangan, pembangunan jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Rejo, Ibu Maryam (45), mengaku sangat bersyukur atas kerja keras para personel TNI yang tetap bertugas meskipun bertepatan dengan Hari Meugang.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja di hari Meugang. Biasanya hari itu kami berkumpul bersama keluarga, tetapi mereka justru tetap di lapangan demi kami. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama kami untuk ke pasar, sekolah, dan ke kebun. Semoga pembangunan cepat selesai dan menjadi amal kebaikan bagi mereka,” ungkapnya penuh haru.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Masuk bulan suci Ramadhan, TNI kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Karang Rejo, Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-2-2026 Pasca Bencana Alam yang melumpuhkan urat nadi transportasi masyarakat, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bekerja keras untuk segera merampungkan Jembatan Bailey di ruas Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, Percepatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses penghubung yang sebelumnya terputus akibat bencana alam, sehingga mobilitas warga yang sempat terganggu dapat kembali normal. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta lahan pertanian dan perkebunan warga.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13/Karya Etmaka, Yonzipur 9/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim 0119/Bener Meriah.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera pulih dan dimanfaatkan kembali.

“Pengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, yang merupakan momentum penting bagi umat Islam di Aceh untuk berkumpul bersama keluarga, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya di lapangan demi kepentingan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, tugas kemanusiaan merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Semangat pengabdian tersebut tetap terjaga, meskipun para personel harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada hari yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat Aceh.

“Kami memahami betul pentingnya Hari Meugang bagi seluruh personel. Akan tetapi demi mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di Desa Karang Rejo, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan ini segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya kembali jalur tersebut, roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah diharapkan segera bangkit dan stabil.

Lebih lanjut, Dandim berharap proses pembangunan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh personel di lapangan, pembangunan jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Rejo, Ibu Maryam (45), mengaku sangat bersyukur atas kerja keras para personel TNI yang tetap bertugas meskipun bertepatan dengan Hari Meugang.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja di hari Meugang. Biasanya hari itu kami berkumpul bersama keluarga, tetapi mereka justru tetap di lapangan demi kami. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama kami untuk ke pasar, sekolah, dan ke kebun. Semoga pembangunan cepat selesai dan menjadi amal kebaikan bagi mereka,” ungkapnya penuh haru.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Serda Hazami Sampaikan Materi Rukun Puasa pada Malam Pertama Tarawih

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu malam 18-2-2026 Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak hanya terlihat melalui tugas pembinaan teritorial dan menjaga stabilitas keamanan, namun juga melalui kontribusi aktif dalam kegiatan keagamaan. Hal tersebut tampak pada pelaksanaan ibadah Tarawih malam pertama bulan suci Ramadhan di Meunasah Al-Ikhlas, Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru.

Personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Hazami yang sehari-hari menjabat sebagai Babinsa Koramil 03/Lhoknga, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam sekaligus menyampaikan taushiah kepada jamaah yang hadir. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh masyarakat setempat yang antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Usai melaksanakan shalat Isya dan sebelum pelaksanaan shalat Tarawih, Serda Hazami menyampaikan taushiah yang mengangkat tema tentang rukun puasa. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa rukun puasa merupakan unsur pokok dan pilar utama dalam menjalankan ibadah puasa, yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim agar ibadah yang dijalankan sah menurut syariat Islam.

Ia menegaskan bahwa apabila salah satu rukun puasa tidak terpenuhi, maka puasa yang dilakukan dapat dianggap batal atau tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman tentang rukun puasa perlu dipahami dengan baik sejak awal Ramadhan agar pelaksanaan ibadah berjalan dengan sempurna.

Dalam taushiahnya, Serda Hazami menjelaskan bahwa terdapat dua rukun utama puasa. Rukun pertama adalah membaca niat berpuasa, yaitu bentuk penegasan hati untuk menjalankan ibadah puasa semata-mata karena Allah SWT. Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa tidak sah puasa seseorang apabila tidak berniat pada malam hari.

Ia juga menjelaskan bahwa niat puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha Ramadhan, nazar, maupun kafarat, dapat dilafalkan sejak masuk waktu Magrib hingga sebelum terbit fajar. Sementara itu, untuk puasa sunnah, niat masih dapat dilakukan setelah terbit fajar sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Hazami turut membacakan lafaz niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Yang artinya: “Saya niat menjalankan ibadah puasa esok hari demi menunaikan fardu di bulan Ramadhan pada tahun ini hanya karena Allah SWT semata.”

Selanjutnya, rukun kedua yang dijelaskan adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal tersebut di antaranya makan dan minum dengan sengaja, melakukan hubungan suami istri di siang hari, muntah disengaja, haid, nifas, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa. Penjelasan ini diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan batasan waktu dan aturan dalam menjalankan ibadah puasa.

Keuchiek Gampong Bitai, Zulfahmi, usai pelaksanaan shalat Tarawih menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Ia menuturkan bahwa sosok Serda Hazami dikenal aktif dan dekat dengan masyarakat, serta kerap diminta menjadi imam maupun memberikan taushiah di berbagai kesempatan keagamaan. Hal tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan warga serta meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan gampong.

Beliau juga mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual masyarakat, khususnya dalam memakmurkan meunasah selama bulan suci Ramadhan.

Bapak Zulfahmi berharap momentum Ramadhan tahun ini menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta sinergi antara masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

Kegiatan ibadah pada malam tersebut berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan, serta menjadi awal yang baik bagi masyarakat Gampong Bitai dalam menyambut dan menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Lestarikan budaya lokal, Kodam Iskandar Muda gelar tradisi Meugang di Blang Padang

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., mewakili Pangdam Iskandar Muda menghadiri sekaligus melaksanakan pemotongan dan penyerahan secara simbolis hewan Meugang dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Blang Padang, dengan penuh suasana kebersamaan dan nuansa kekeluargaan.

Tradisi Meugang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang memiliki nilai budaya dan religius yang sangat kuat. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum berbagi kebahagiaan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan ini, Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IM menyampaikan bahwa pelaksanaan Meugang bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial TNI terhadap masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong, serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya menjelang bulan penuh berkah di mana semangat berbagi dan saling peduli semakin ditingkatkan.

Kegiatan tradisi Meugang dilaksanakan di halaman mushola Lapangan Blang Padang. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak empat ekor sapi disembelih sebagai hewan Meugang. Hewan tersebut berasal dari berbagai unsur, yakni Rindam Iskandar Muda, Bank BPD, Puskopdam IM, serta Kodim 0102/Pidie Korem 011/Lilawangsa. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara institusi, satuan, serta elemen pendukung lainnya dalam menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging Meugang dibagikan secara tertib dan terorganisir kepada masyarakat yang telah ditentukan. Total sebanyak 360 bungkus daging didistribusikan kepada berbagai sasaran, di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, masyarakat sekitar kawasan Blang Padang melalui pelaku UMKM, warga Kampung Baru, petugas kebersihan dan parkir, personel Denma, unsur pendukung kegiatan, tim jagal, Yayasan Kartika Jaya Cabang XIV Iskandar Muda, serta sebagai cadangan. Penyaluran ini diharapkan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kasdam IM juga menegaskan bahwa kegiatan Meugang memiliki makna yang sangat dalam, tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan rakyat. Bagi prajurit Kodam Iskandar Muda, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, karena keberadaan TNI harus selalu memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi di tengah kehidupan rakyat.

Beliau berharap tradisi Meugang dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Menjelang bulan suci Ramadhan, momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan rasa syukur, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga keharmonisan sosial demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Salah seorang penerima daging Meugang, Ibu Ratna, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kodam Iskandar Muda atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat. Ia mengaku sangat bersyukur dapat menerima bantuan daging menjelang Ramadhan, yang menurutnya sangat membantu kebutuhan keluarga.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena selain meringankan beban masyarakat, juga mempererat hubungan antara TNI dan warga. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Meugang menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan semangat saling berbagi di tengah kehidupan masyarakat Aceh.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tradisi Meugang tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya Aceh, tetapi juga semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat persatuan menjelang Bulan Suci Ramadhan.

TNI Percepat Perbaikan Fasilitas Pendidikan Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 16-2-2026 Personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) gabungan melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan perbaikan sarana pendidikan di SDN Sungai Liput/Impres, Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan agar kembali aman, nyaman, dan layak digunakan oleh para siswa serta tenaga pengajar.

Rehabilitasi sekolah ini melibatkan sebanyak 122 personel gabungan yang terdiri atas 42 prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 10/Jaladri Palaka dan 80 prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 899/Bata Satya Gardapati. Kehadiran personel gabungan tersebut menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum pascabencana, khususnya sarana pendidikan yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran generasi muda.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi berbagai sektor penting guna menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Pekerjaan plafon ruang kelas dan pengerjaan meja serta kursi siswa terus dilakukan secara bertahap. Selain itu, pengecatan dinding sekolah juga berjalan dengan baik, sehingga ruang belajar mulai terlihat lebih bersih, rapi, dan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi para siswa.

Perbaikan bagian bangunan lainnya juga turut dilaksanakan, seperti pembenahan kusen, pintu, serta jendela yang mengalami kerusakan akibat dampak bencana. Pada fasilitas pendukung, pekerjaan kamar mandi serta pemasangan paving blok di lingkungan sekolah terus dikerjakan guna meningkatkan kebersihan dan kenyamanan area sekolah. Sementara itu, pekerjaan pagar dan perbaikan atap sekolah juga menunjukkan perkembangan positif sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan sekaligus perlindungan bangunan dari faktor cuaca.

Tak hanya berfokus pada ruang belajar utama, personel Satgas Gulbencal juga melaksanakan pekerjaan pada rumah dinas guru serta pembangunan perpustakaan sekolah. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik sekaligus mendorong peningkatan minat baca siswa melalui tersedianya fasilitas literasi yang memadai.

Di sisi lain, perbaikan lapangan bulutangkis sekolah turut dikerjakan untuk menunjang kegiatan olahraga siswa. Pekerjaan pembangunan gapura sekolah, serta pembangunan fasilitas UKS dan kantin juga terus berjalan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, tertib, dan representatif.

Pekerjaan mushola sekolah juga terus berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sarana ibadah di lingkungan sekolah, sehingga kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan lebih nyaman bagi warga sekolah.

Salah seorang guru SDN Sungai Liput/Impres menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan oleh personel TNI melalui Satgas Gulbencal. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan rehabilitasi ini sangat membantu pihak sekolah dalam mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membawa bantuan tenaga dan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan semangat baru bagi para guru dan siswa untuk kembali menjalankan aktivitas belajar dengan lebih optimal.

Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI, pihak sekolah, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal gabungan Aceh Tamiang berharap seluruh fasilitas pendidikan yang sedang diperbaiki dapat segera selesai dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekolah. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan.

Akses Penghubung Antar Desa Segera Pulih, Pekerjaan Gorong-Gorong Terus Dikebut

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-2-2026 Progres pekerjaan pemasangan gorong-gorong Aramco di Desa Tawar Begi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) dari Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana alam.

Kegiatan pembangunan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperbaiki fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Pemasangan gorong-gorong Aramco diharapkan mampu meningkatkan sistem drainase sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat, khususnya pada jalur penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas warga.

Danramil 05/Permata, Kodim 0119/Bener Meriah, Kapten Inf Abdul Asis mengatakan bahwa hingga saat ini pekerjaan di lapangan terus berlangsung dengan progres yang cukup signifikan.
“Pemasangan gorong-gorong Aramco saat ini sudah mencapai 60 persen. Satgas Gulbencal di lapangan terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan ini demi mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat dan kerja keras personel Satgas di lapangan menjadi kunci dalam percepatan penyelesaian pekerjaan. Pihaknya berharap proses pembangunan dapat segera rampung agar masyarakat kembali menikmati akses jalan yang aman dan nyaman.
“Kita berharap dalam waktu dekat, dengan kegigihan personel di lapangan, pengerjaan ini terus dikebut hingga sebelum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tiba, akses ini sudah selesai 100 persen,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Benny, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menuturkan bahwa keberadaan akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar desa serta mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat juga turut mendukung dengan memberikan semangat kepada personel yang bekerja di lapangan. Ia berharap pembangunan dapat segera selesai sehingga mobilitas masyarakat kembali normal.

“Akses ini merupakan jalur penghubung antar desa. Dengan tersambungnya kembali akses ini, aktivitas masyarakat tentu akan lebih cepat dan lancar, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan nanti, di mana aktivitas warga biasanya meningkat, terutama pada sore hari untuk mencari takjil dan berbagai kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur ini, diharapkan pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Permata dapat berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi rilis resmi gaya Pendam/Kodam (lebih tegas, formal, dan siap kirim ke media) atau versi berita online SEO-friendly agar lebih mudah naik di media daring.