Delegasi PBB UNDSS Kunjungan Kerja ke Polda Aceh, Bahas Isu Keamanan dan Penanganan Pengungsi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Delegasi United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) melakukan kunjungan kerja ke Polda Aceh.

Rombongan disambut Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M. M., M. H, di ruang kerjanya mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.

Delegasi UNDSS dipimpin oleh Security Adviser and Representative UNDSS untuk Indonesia dan Timor Leste, Allan Mendoza. Turut hadir dalam rombongan AKBP (Purn) Elsa Tarigan dan AKBP (Purn) Tri Lestari selaku Field Security Adviser (FSA) UNDSS Indonesia, serta Briptu Aditya Ashary dari Divhubinter Polri.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan diawali dengan penyampaian apresiasi atas kehadiran delegasi PBB di Polda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Allan Mendoza memperkenalkan mandat UNDSS sebagai bagian dari sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada 2004 berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB. UNDSS memiliki fungsi utama sebagai penghubung koordinasi aspek keamanan antara PBB dan pemerintah negara tuan rumah, termasuk Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Allan Mendoza juga menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir besar yang melanda Aceh pada tahun sebelumnya serta menegaskan dukungan teknis PBB terhadap upaya rehabilitasi yang dipimpin Pemerintah Indonesia. Ia turut mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam mendukung isu-isu kemanusiaan global.

Lebih lanjut, pihak UNDSS menjelaskan bahwa PBB saat ini menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya dan anggaran global yang berdampak pada pengurangan bantuan bagi para pengungsi, termasuk di wilayah Sumatera.

Oleh karena itu, PBB mengharapkan dukungan dan kerja sama aparat keamanan, khususnya Polri, dalam mendukung kelancaran operasional kegiatan di lapangan. UNDSS juga menegaskan bahwa focal point di wilayah Sumatera adalah Elsa Tarigan yang berkedudukan di Medan dan siap berkoordinasi dengan jajaran kepolisian apabila terdapat isu keamanan.

Menanggapi hal tersebut, Dirintelkam Polda Aceh menyampaikan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan segera berkoordinasi apabila terjadi situasi yang berdampak pada stabilitas keamanan di Aceh. Pembahasan turut menyoroti pentingnya transparansi bantuan kepada pengungsi, khususnya keterbukaan informasi dari organisasi internasional seperti United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) terkait besaran serta bentuk bantuan yang diberikan, sambut Kabid Humas.

Hal tersebut dinilai penting agar aparat di lapangan memiliki pemahaman menyeluruh ketika menghadapi keluhan maupun potensi konflik sosial akibat isu keterbatasan bantuan.
Menanggapi hal itu, Allan Mendoza menjelaskan bahwa pengurangan bantuan dilakukan melalui proses penilaian kerentanan (vulnerability assessment) guna mengidentifikasi kelompok paling membutuhkan, seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Dirintelkam berkomitmen meneruskan masukan tersebut kepada UNHCR dan IOM serta membuka mekanisme pertukaran informasi yang lebih baik dengan aparat keamanan, jelas Kabid Humas.

Selain itu, Dirintelkam Polda Aceh juga mengangkat isu penyelundupan manusia (human trafficking), khususnya adanya indikasi pihak-pihak yang menyamar sebagai pengungsi untuk memfasilitasi jaringan penyelundupan. Polda Aceh menegaskan bahwa praktik tersebut merugikan Indonesia, PBB, maupun para pengungsi sendiri, terang Kabid Humas.

Menanggapi hal tersebut, Allan Mendoza menyatakan bahwa penyelundupan manusia merupakan tindak pidana yang menjadi kewenangan penegakan hukum oleh Polri. Dari perspektif PBB, praktik itu juga merusak reputasi pengungsi dan organisasi internasional. Ia menyarankan penguatan kampanye informasi, pembentukan mekanisme pengawasan komunitas di antara pengungsi, serta peningkatan kerja sama lintas negara untuk mencegah praktik tersebut sejak dari negara asal, ucap Kabid Humas.

Dalam pembahasan selanjutnya, Dirintelkam Polda Aceh meminta agar setiap rencana pembukaan kantor atau pos PBB di Aceh terlebih dahulu diinformasikan kepada kepolisian guna memastikan legalitas serta mencegah penyalahgunaan nama PBB oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak UNDSS menegaskan bahwa setiap pembukaan maupun penutupan kantor selalu melalui proses penilaian keamanan serta koordinasi resmi dengan pemerintah dan aparat keamanan, tutur Kabid Humas.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi berkelanjutan. UNDSS menyatakan rencana tindak lanjut berupa kunjungan lanjutan serta kemungkinan pelaksanaan pelatihan bersama yang dapat melibatkan personel kepolisian, jelas Kabid Humas lagi.

Secara keseluruhan, pertemuan berlangsung konstruktif dan mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh, khususnya terkait penanganan pengungsi dan pencegahan tindak pidana penyelundupan manusia melalui kerja sama yang transparan dan terkoordinasi, tutup Kabid Humas.

Irwasda Polda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo Secara Virtual

Aceh Besar ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., menghadiri secara virtual peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta,.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meresmikan sebanyak 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri, serta memulai pembangunan 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia.

Peresmian tersebut dipusatkan secara daring dari Palmerah, Polres Jakarta Barat, lanjut Kabid Humas.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Presiden juga meninjau langsung dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di SPPG Palmerah serta gudang ketahanan pangan Polri. Saat peninjauan, Presiden didampingi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Menurut Kabid Humas, salah satu gudang ketahanan pangan yang turut diresmikan adalah milik Polda Aceh yang berlokasi di SPN Polda Aceh.

Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, lanjut Kabid Humas.

Ia menambahkan, kegiatan peresmian gedung ketahanan pangan di SPN Polda Aceh turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, di antaranya Karo Ops, Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Kabid Humas, Kabid TIK, Ka SPN Polda Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri tamu dan undangan dari berbagai instansi, antara lain Kepala Kantor KPKNL Banda Aceh, perwakilan Bulog Aceh, konsultan perencana, serta perwakilan pihak pelaksana pembangunan, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran para pejabat dan undangan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap program strategis Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh, pungkas Kabid Humas.

Sambut Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Salurkan 50 Ton Kurma untuk Personel Polri dan Masyarakat

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menyalurkan bantuan kurma sebanyak 50 ton kepada personel Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polda Aceh.

Pendistribusian kurma tersebut dilakukan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh dan 23 Polres/Polresta jajaran, sekaligus dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing Polres.

Pelepasan pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di depan Lobby Utama Polda Aceh, siang oleh Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., dan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi, S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Irwasda secara resmi melepas keberangkatan distribusi serta menyerahkan bantuan kurma secara simbolis kepada perwakilan Polres jajaran untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat dan personel di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, Karo Ops Polda Aceh juga menyerahkan secara simbolis bantuan kurma kepada perwakilan Satker di lingkungan Polda Aceh untuk didistribusikan kepada seluruh personel.

“Bantuan kurma ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolda Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, baik kepada personel Polri maupun masyarakat,” ujar Kabid Humas.

*Rincian Pendistribusian*

Kabid Humas menjelaskan, total stok kurma yang tersedia di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 50 ton, dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi kepada masyarakat Aceh melalui 23 Polres/Polresta jajaran sebesar 23 ton, dengan pembagian merata 1 ton untuk setiap wilayah.

Distribusi untuk personel Satwil Polres/Polresta jajaran sebesar 11,7 ton, disesuaikan dengan jumlah riil personel di masing-masing Polres.

Distribusi untuk personel Satker Polda Aceh sebesar 4,6 ton yang dialokasikan kepada 28 Satker di lingkungan Polda Aceh.

Dengan demikian, total kurma yang telah didistribusikan mencapai 39,3 ton, sementara sisa cadangan yang masih tersimpan di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 10,6 ton, kata Kabid Humas.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, antara lain Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Dirsamapta, Kabidkum, Dirreskrimum, serta para pejabat lainnya, jelas Kabid Humas.

Kabid Humas berharap bantuan kurma tersebut dapat bermanfaat sebagai menu sahur maupun berbuka puasa bagi personel dan masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, serta mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadhan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” tutupnya.

Sambut Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Salurkan 50 Ton Kurma untuk Personel Polri dan Masyarakat

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menyalurkan bantuan kurma sebanyak 50 ton kepada personel Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polda Aceh.

Pendistribusian kurma tersebut dilakukan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh dan 23 Polres/Polresta jajaran, sekaligus dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing Polres.

Pelepasan pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di depan Lobby Utama Polda Aceh, siang oleh Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., dan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi, S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Irwasda secara resmi melepas keberangkatan distribusi serta menyerahkan bantuan kurma secara simbolis kepada perwakilan Polres jajaran untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat dan personel di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, Karo Ops Polda Aceh juga menyerahkan secara simbolis bantuan kurma kepada perwakilan Satker di lingkungan Polda Aceh untuk didistribusikan kepada seluruh personel.

“Bantuan kurma ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolda Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, baik kepada personel Polri maupun masyarakat,” ujar Kabid Humas.

*Rincian Pendistribusian*

Kabid Humas menjelaskan, total stok kurma yang tersedia di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 50 ton, dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi kepada masyarakat Aceh melalui 23 Polres/Polresta jajaran sebesar 23 ton, dengan pembagian merata 1 ton untuk setiap wilayah.

Distribusi untuk personel Satwil Polres/Polresta jajaran sebesar 11,7 ton, disesuaikan dengan jumlah riil personel di masing-masing Polres.

Distribusi untuk personel Satker Polda Aceh sebesar 4,6 ton yang dialokasikan kepada 28 Satker di lingkungan Polda Aceh.

Dengan demikian, total kurma yang telah didistribusikan mencapai 39,3 ton, sementara sisa cadangan yang masih tersimpan di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 10,6 ton, kata Kabid Humas.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, antara lain Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Dirsamapta, Kabidkum, Dirreskrimum, serta para pejabat lainnya, jelas Kabid Humas.

Kabid Humas berharap bantuan kurma tersebut dapat bermanfaat sebagai menu sahur maupun berbuka puasa bagi personel dan masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, serta mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadhan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” tutupnya.

Kapolda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo

Jakarta  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Polres Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.

Menurut Kabid Humas, peresmian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Dalam rangkaian acara, Presiden meresmikan sejumlah SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain peresmian fasilitas, kegiatan juga diwarnai dengan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada para penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pihak-pihak yang berperan dalam rantai pasok SPPG Polri, lanjutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat utama Mabes Polri, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh Polda Aceh terhadap implementasi program SPPG dan penguatan gudang ketahanan pangan Polri sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo

Jakarta  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Polres Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.

Menurut Kabid Humas, peresmian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Dalam rangkaian acara, Presiden meresmikan sejumlah SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain peresmian fasilitas, kegiatan juga diwarnai dengan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada para penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pihak-pihak yang berperan dalam rantai pasok SPPG Polri, lanjutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat utama Mabes Polri, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh Polda Aceh terhadap implementasi program SPPG dan penguatan gudang ketahanan pangan Polri sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Jakarta  ( Aceh dalam berita) Selasa 10-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026, kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.,

Rapim TNI–Polri Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dihadiri jajaran pimpinan TNI serta Polri, sambungnya.

Dari unsur Polri, hadir Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para Pejabat Utama Mabes Polri, serta seluruh Kapolda se-Indonesia, jelas Kabid Humas.

“Rapat pimpinan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional ke depan,” ujar Kabid Humas.

Menurutnya, kehadiran Polri dalam Rapim tersebut menegaskan komitmen institusi untuk menindaklanjuti arahan Presiden, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita, menjaga stabilitas nasional, menegakkan hukum secara berkeadilan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Jakarta  ( Aceh dalam berita) Selasa 10-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026, kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.,

Rapim TNI–Polri Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dihadiri jajaran pimpinan TNI serta Polri, sambungnya.

Dari unsur Polri, hadir Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para Pejabat Utama Mabes Polri, serta seluruh Kapolda se-Indonesia, jelas Kabid Humas.

“Rapat pimpinan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional ke depan,” ujar Kabid Humas.

Menurutnya, kehadiran Polri dalam Rapim tersebut menegaskan komitmen institusi untuk menindaklanjuti arahan Presiden, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita, menjaga stabilitas nasional, menegakkan hukum secara berkeadilan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kabid Humas.

249 Mahasiswa S-1 STIK Angkatan ke-83/WPS Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Wilayah Polda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 9-2-2026 Sebanyak 249 mahasiswa S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/Widya Pratama Seva (WPS) melaksanakan tugas Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di wilayah hukum Polda Aceh.

Ratusan mahasiswa STIK tersebut tiba di Provinsi Aceh melalui Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara, dan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Mahasiswa STIK yang tiba melalui Bandara SIM disambut Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, didampingi Irwasda, Karo SDM dan Kabid Humas Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa para mahasiswa STIK akan melaksanakan kegiatan Dianmas di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, Kota Langsa, Aceh Barat, Aceh Utara, Nagan Raya, Bener Meriah, Aceh Tenggara, serta Kabupaten Bireuen.

“Melalui kegiatan Dianmas ini, mahasiswa STIK dipersiapkan menjadi calon pemimpin Polri secara holistik. Mereka ditempa untuk memiliki kepekaan sosial, empati, serta kemampuan berpikir jernih dalam situasi krisis, sekaligus menjunjung tinggi etika, integritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia, khususnya para korban bencana,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kegiatan Dianmas diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa STIK sebagai calon pemimpin Polri yang humanis, berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Pengabdian masyarakat ini bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran kehidupan yang mempertemukan teori, praktik, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks pengabdian nyata kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan kehadiran ratusan mahasiswa STIK di wilayah terdampak bencana di Aceh, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif serta membantu mempercepat proses pemulihan dan pemulihan sosial masyarakat setempat, tutup Kabid Humas.

Polda Aceh Tindak TegasTambang Emas Ilegal di Geumpang demi Lingkungan dan Keselamatan Masyarakat

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 9-2-2026 Polda Aceh menegaskan komitmennya dalam menindak tegas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., terkait penertiban tambang emas ilegal yang dilakukan Polres Pidie bersama Polda Aceh dan TNI di kawasan pergunungan Geumpang, Kabupaten Pidie.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Polri dalam menegakkan hukum serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penambangan ilegal tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menimbulkan dampak ekologis yang sangat serius, mulai dari kerusakan hutan hingga potensi bencana alam,” tegas Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh, Kompol Hermanto Bowo Laksono, S.I.K., dengan dukungan Kabag Ops Polres Pidie AKP Raja Amiruddin Harahap, S.Sos., dan Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H., serta personel gabungan dari TNI Kodim 0102/Pidie.

Kabid Humas menjelaskan, tim gabungan menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi PETI di kawasan Km 17 dan Km 18 Alue Kamara, Gampong Pulo Loih, Kecamatan Geumpang. Untuk mencapai lokasi, personel harus menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer menggunakan kendaraan, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sejauh kurang lebih 8 kilometer dengan medan pergunungan yang cukup berat.

“Ini menunjukkan keseriusan aparat di lapangan. Medan yang sulit tidak menjadi penghalang bagi petugas untuk memastikan wilayah tersebut bersih dari aktivitas tambang ilegal,” ujarnya.

Di lokasi, petugas menemukan beberapa titik bekas aktivitas penambangan emas ilegal. Meski para pelaku tidak berada di tempat dan aktivitas sudah tidak beroperasi, petugas tetap mengamankan barang bukti berupa tiga drum berisi BBM jenis solar dan empat drum kosong yang kemudian dititipkan di Polsek Geumpang.

Sebagai langkah penegakan hukum dan pencegahan, petugas juga memusnahkan satu unit alat ayakan dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali. Selain itu, spanduk imbauan larangan pertambangan ilegal dipasang sebagai upaya preventif dan edukatif kepada masyarakat.

“Kami ingin menegaskan bahwa Polri tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi. Masyarakat diharapkan memahami bahwa PETI membawa dampak buruk jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kehidupan sosial,” jelas Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Ia menambahkan, Polda Aceh bersama jajaran akan terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan berkelanjutan serta penindakan tegas terhadap setiap bentuk aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Aceh.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam penambangan tanpa izin. Mari bersama-sama menjaga alam Aceh agar tetap lestari demi generasi yang akan datang,” pungkasnya.