TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Modular di Aceh Tamiang, Akses warga kembali pulih

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Personel gabungan TNI Angkatan Darat yang terdiri dari Kodim 0117/Aceh Tamiang, Zidam IM, Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, dan Yonif TP 899/BSG berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru, Desa Tanjung Genteng, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat atas terputusnya akses penghubung utama masyarakat akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Bencana tersebut mengakibatkan jembatan lama di Desa Tanjung Genteng mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan, sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun merupakan Jembatan Modular tipe 1-1 dengan panjang 30 meter dan lebar 4 meter.

“Jembatan Modular ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pembangunannya menjadi langkah strategis dalam memulihkan kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Tanjung Genteng dengan Desa Tanjung Macang. Jalur ini merupakan akses vital yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kehadiran Jembatan Modular ini menjadi infrastruktur penting yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga. Dengan kembali normalnya akses ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan stabil,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan wilayah pascabencana dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Dandim.

Sementara itu, Datok Penghulu Desa Tanjung Genteng, Yuli Mansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI AD serta seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun jembatan tersebut.

“Jembatan Modular ini merupakan harapan besar masyarakat Tanjung Genteng setelah jembatan lama terputus diterjang banjir bandang. Kami sangat bersyukur karena kini akses penghubung antarwilayah sudah kembali dapat digunakan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tetap dalam kondisi baik.

Kehadiran Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kejuruan Muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan pulihnya akses transportasi, berbagai aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut semakin terjaga.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

embatan Bailey Garuda Ds. Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan, akses warga kembali pulih

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Jembatan Bailey bantuan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses penghubung akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu, akhirnya resmi difungsikan Jembatan tersebut berlokasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Peresmian dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya Letkol Czi Septian Herpriyono, S.Sos., M.Sc., Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc. (I.R.)., Kasdim 0119/BM, Danramil 02/WPS, serta unsur masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Jembatan Bailey yang berdiri di jalur Pacu Kuda Desa Karang Rejo tersebut menjadi penghubung vital bagi aktivitas warga. Sebelumnya, akses ini terputus total akibat derasnya arus banjir dan material longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November tahun lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Bener Meriah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bener Meriah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam, Danrem, Dandim, serta seluruh jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Bailey ini. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan beraktivitas akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur darurat, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah pasca bencana.

Sementara itu, Kasdim 0119/BM menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

“Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan bukti komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana. Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dijaga bersama demi kepentingan seluruh warga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar usia pakainya lebih panjang dan tetap aman digunakan. Mengingat konstruksi Bailey bersifat darurat, diperlukan kesadaran bersama dalam mematuhi ketentuan penggunaan, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alam. Kembalinya akses penghubung di Desa Karang Rejo diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kembali roda perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Kasim (50), mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas diresmikannya jembatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Selama ini kami harus memutar jauh untuk membawa hasil kebun dan mengantar anak-anak ke sekolah. Dengan adanya jembatan ini, kehidupan kami terasa lebih mudah dan lancar. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang sudah membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Bailey tersebut bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah musibah yang melanda. Dengan kembali normalnya jalur transportasi, masyarakat Desa Karang Rejo kini dapat menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

TNI Tuntaskan Finishing Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Akses Transportasi Warga Segera Pulih

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Kodim 0119/Bener Meriah melalui Satuan Tugas (Satgas) Gulbencal Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah.  personel gabungan melaksanakan tahap akhir pengerjaan Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, berupa pengecatan sebagai bagian dari proses finishing sebelum jembatan tersebut resmi difungsikan untuk masyarakat.

Kegiatan pengecatan ini menjadi penanda bahwa progres pembangunan jembatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejak awal pengerjaan, Satgas Gulbencal bekerja secara intensif dan terkoordinasi guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar teknis serta memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan jembatan.

Satgas Gulbencal yang terlibat dalam pengerjaan tersebut terdiri dari prajurit Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, Detasemen Zeni Tempur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Koramil 06/Bukit. Sinergi antar satuan tersebut mencerminkan soliditas dan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah dan masyarakat.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, melalui Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid yang berada di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa proses pengecatan bukan sekadar memperindah tampilan jembatan, melainkan memiliki fungsi teknis yang sangat penting.
“Pengecatan Jembatan Bailey dengan warna merah putih ini merupakan tahap akhir atau finishing. Selain memberikan tampilan yang rapi, bersih, dan representatif, lapisan cat juga berfungsi melindungi material baja dari korosi akibat paparan cuaca, sehingga usia pakai jembatan dapat lebih panjang dan tetap aman digunakan dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan warna merah putih pada pagar dan bagian tertentu jembatan juga memiliki makna simbolis sebagai representasi semangat kebangsaan. Di samping itu, kombinasi warna tersebut berfungsi sebagai penanda visual yang kontras bagi pengendara yang melintas, sehingga meningkatkan aspek keselamatan, terutama pada malam hari maupun dalam kondisi cuaca berkabut atau hujan.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarwilayah di Desa Karang Rejo dan sekitarnya, yang menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi para pelajar, serta mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani, keberadaan jembatan yang layak dan aman sangat berpengaruh terhadap kelancaran roda perekonomian. Selama akses terganggu, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Oleh karena itu, percepatan penyelesaian jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat.

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Sulaiman (45), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi serta kerja keras personel TNI yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja tanpa kenal lelah. Dengan adanya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil kebun ke pasar dan aktivitas anak-anak ke sekolah juga menjadi lebih lancar. Semoga jembatan ini segera bisa digunakan,” ungkapnya.

Diharapkan, setelah rampungnya tahap finishing pengecatan ini, Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera diresmikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Dengan kembali normalnya akses transportasi, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah di Kabupaten Bener Meriah.

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Gelar Bakti Kesehatan untuk Warga Gampong Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS bersama Sidokkes Polres Pidie melaksanakan kegiatan bakti kesehatan di Gampong Tanjung, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut menyasar masyarakat setempat, khususnya warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIK memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan sesuai dengan hasil pemeriksaan medis.
Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS selama berada di wilayah hukum Polres Pidie.

Kehadiran para mahasiswa disambut antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan layanan kesehatan yang diberikan secara langsung dan tanpa dipungut biaya.

Perwakilan mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus bentuk implementasi nilai-nilai pengabdian dan pelayanan yang menjadi landasan tugas kepolisian.
Sementara itu, perangkat gampong setempat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan warga.

Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta kehadiran Polri di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.