Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Kolaborasi BSI-PNM: 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026. Setelah tumbuh sekitar 2 juta nasabah baru pada tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) masih potensial menambah jumlah nasabah pada tahun 2026. Sedikitnya sekitar 300 ribu nasabah ultra mikro berpotensi membuka rekening tabungan Bank Syariah Indonesia menyusul kerjasama kolaborasi BSI dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang ditanda tangani di Jakarta baru-baru ini.

Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah. Tahap awal ini BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Provinsi Aceh.

Aceh dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana. Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 Triliun”, ujarnya.

Anton menambahkan, Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.

Hingga Desember 2025, Total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 Triliun.

Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.

Lebih dari itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

(kiri-kanan). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri) dan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani Kindaris di Kantor BSI Tower Jakarta.

Kodam Iskandar Muda Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 13-2-2026 Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda, Brigadir Jenderal TNI Bambang Sulistyo Hery, S.Sos., M.Han., mewakili Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pelaksanaan Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh.

Upacara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen TNI dalam meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur personel TNI serta aparat terkait sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan operasi penegakan ketertiban dan hukum di lingkungan TNI.

Pada kesempatan tersebut, Kapok Sahli Pangdam IM membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan penghormatan kepada para pimpinan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, para pejabat utama TNI, serta seluruh peserta upacara yang hadir.

Panglima TNI menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang diselenggarakan setiap tahun pada hakikatnya merupakan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran hukum, meningkatkan disiplin, serta memperkuat profesionalisme prajurit dan PNS TNI. Oleh karena itu, operasi tahun ini diharapkan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih edukatif, sehingga menjadi langkah pencegahan sekaligus penyelesaian terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum di lingkungan TNI.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa tema Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026 adalah “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.” Tema ini menjadi pedoman sekaligus komitmen seluruh prajurit dalam menjaga kehormatan diri, satuan, serta institusi TNI di tengah dinamika tugas dan tantangan yang terus berkembang.

Berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun sebelumnya, Panglima TNI menyampaikan adanya tren penurunan angka pelanggaran dibandingkan tahun 2024. Operasi Gaktib mencatat penurunan dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun sekitar 5,62 persen. Sementara itu, Operasi Yustisi mengalami penurunan signifikan dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun sekitar 40,64 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum di lingkungan TNI, namun tetap memerlukan upaya pembinaan dan pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan kapasitas prajurit Polisi Militer dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra institusi. Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi juga dinilai perlu dioptimalkan guna mendukung proses penanganan perkara pidana secara profesional, cepat, dan transparan.

Selain kemampuan intelektual dan profesional, prajurit Polisi Militer juga dituntut memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang komprehensif. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya turut menjadi perhatian penting guna menghindari gesekan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas institusi.

Sebagai penekanan, Panglima TNI mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer untuk selalu bekerja dengan niat ibadah, menjunjung tinggi loyalitas dan keikhlasan dalam pengabdian, memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, serta Delapan Wajib TNI. Prajurit juga diharapkan responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dan pencegahan dini, menjaga soliditas dan sinergi bersama seluruh komponen bangsa, serta terus kreatif, inovatif, adaptif, dan fleksibel dalam mendukung tugas-tugas TNI di tengah masyarakat.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada Komandan Pusat Polisi Militer TNI, para Komandan Polisi Militer Angkatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan, melalui Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026, disiplin dan kepatuhan hukum di lingkungan TNI semakin meningkat sehingga mampu memperkuat profesionalisme serta menjaga kepercayaan rakyat kepada institusi TNI.

Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 di wilayah Kodam Iskandar Muda ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen TNI untuk terus menghadirkan prajurit yang profesional, berintegritas, dan taat hukum demi mendukung tugas pokok pertahanan negara serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Irwasda Polda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo Secara Virtual

Aceh Besar ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., menghadiri secara virtual peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta,.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meresmikan sebanyak 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri, serta memulai pembangunan 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia.

Peresmian tersebut dipusatkan secara daring dari Palmerah, Polres Jakarta Barat, lanjut Kabid Humas.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Presiden juga meninjau langsung dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di SPPG Palmerah serta gudang ketahanan pangan Polri. Saat peninjauan, Presiden didampingi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Menurut Kabid Humas, salah satu gudang ketahanan pangan yang turut diresmikan adalah milik Polda Aceh yang berlokasi di SPN Polda Aceh.

Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, lanjut Kabid Humas.

Ia menambahkan, kegiatan peresmian gedung ketahanan pangan di SPN Polda Aceh turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, di antaranya Karo Ops, Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Kabid Humas, Kabid TIK, Ka SPN Polda Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri tamu dan undangan dari berbagai instansi, antara lain Kepala Kantor KPKNL Banda Aceh, perwakilan Bulog Aceh, konsultan perencana, serta perwakilan pihak pelaksana pembangunan, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran para pejabat dan undangan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap program strategis Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh, pungkas Kabid Humas.

Sambut Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Salurkan 50 Ton Kurma untuk Personel Polri dan Masyarakat

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menyalurkan bantuan kurma sebanyak 50 ton kepada personel Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polda Aceh.

Pendistribusian kurma tersebut dilakukan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh dan 23 Polres/Polresta jajaran, sekaligus dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing Polres.

Pelepasan pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di depan Lobby Utama Polda Aceh, siang oleh Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., dan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi, S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Irwasda secara resmi melepas keberangkatan distribusi serta menyerahkan bantuan kurma secara simbolis kepada perwakilan Polres jajaran untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat dan personel di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, Karo Ops Polda Aceh juga menyerahkan secara simbolis bantuan kurma kepada perwakilan Satker di lingkungan Polda Aceh untuk didistribusikan kepada seluruh personel.

“Bantuan kurma ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolda Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, baik kepada personel Polri maupun masyarakat,” ujar Kabid Humas.

*Rincian Pendistribusian*

Kabid Humas menjelaskan, total stok kurma yang tersedia di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 50 ton, dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi kepada masyarakat Aceh melalui 23 Polres/Polresta jajaran sebesar 23 ton, dengan pembagian merata 1 ton untuk setiap wilayah.

Distribusi untuk personel Satwil Polres/Polresta jajaran sebesar 11,7 ton, disesuaikan dengan jumlah riil personel di masing-masing Polres.

Distribusi untuk personel Satker Polda Aceh sebesar 4,6 ton yang dialokasikan kepada 28 Satker di lingkungan Polda Aceh.

Dengan demikian, total kurma yang telah didistribusikan mencapai 39,3 ton, sementara sisa cadangan yang masih tersimpan di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 10,6 ton, kata Kabid Humas.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, antara lain Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Dirsamapta, Kabidkum, Dirreskrimum, serta para pejabat lainnya, jelas Kabid Humas.

Kabid Humas berharap bantuan kurma tersebut dapat bermanfaat sebagai menu sahur maupun berbuka puasa bagi personel dan masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, serta mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadhan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” tutupnya.

Sambut Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Salurkan 50 Ton Kurma untuk Personel Polri dan Masyarakat

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menyalurkan bantuan kurma sebanyak 50 ton kepada personel Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polda Aceh.

Pendistribusian kurma tersebut dilakukan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh dan 23 Polres/Polresta jajaran, sekaligus dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing Polres.

Pelepasan pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di depan Lobby Utama Polda Aceh, siang oleh Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., dan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi, S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Irwasda secara resmi melepas keberangkatan distribusi serta menyerahkan bantuan kurma secara simbolis kepada perwakilan Polres jajaran untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat dan personel di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, Karo Ops Polda Aceh juga menyerahkan secara simbolis bantuan kurma kepada perwakilan Satker di lingkungan Polda Aceh untuk didistribusikan kepada seluruh personel.

“Bantuan kurma ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolda Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, baik kepada personel Polri maupun masyarakat,” ujar Kabid Humas.

*Rincian Pendistribusian*

Kabid Humas menjelaskan, total stok kurma yang tersedia di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 50 ton, dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi kepada masyarakat Aceh melalui 23 Polres/Polresta jajaran sebesar 23 ton, dengan pembagian merata 1 ton untuk setiap wilayah.

Distribusi untuk personel Satwil Polres/Polresta jajaran sebesar 11,7 ton, disesuaikan dengan jumlah riil personel di masing-masing Polres.

Distribusi untuk personel Satker Polda Aceh sebesar 4,6 ton yang dialokasikan kepada 28 Satker di lingkungan Polda Aceh.

Dengan demikian, total kurma yang telah didistribusikan mencapai 39,3 ton, sementara sisa cadangan yang masih tersimpan di gudang Rolog Polda Aceh sebanyak 10,6 ton, kata Kabid Humas.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, antara lain Karolog, Karo SDM, Dirlantas, Dirresnarkoba, Dirsamapta, Kabidkum, Dirreskrimum, serta para pejabat lainnya, jelas Kabid Humas.

Kabid Humas berharap bantuan kurma tersebut dapat bermanfaat sebagai menu sahur maupun berbuka puasa bagi personel dan masyarakat.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, serta mendukung kelancaran ibadah puasa Ramadhan sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” tutupnya.

Kapolda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo

Jakarta  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Polres Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.

Menurut Kabid Humas, peresmian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Dalam rangkaian acara, Presiden meresmikan sejumlah SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain peresmian fasilitas, kegiatan juga diwarnai dengan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada para penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pihak-pihak yang berperan dalam rantai pasok SPPG Polri, lanjutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat utama Mabes Polri, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh Polda Aceh terhadap implementasi program SPPG dan penguatan gudang ketahanan pangan Polri sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden Prabowo

Jakarta  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Polres Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K.

Menurut Kabid Humas, peresmian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Dalam rangkaian acara, Presiden meresmikan sejumlah SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain peresmian fasilitas, kegiatan juga diwarnai dengan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada para penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pihak-pihak yang berperan dalam rantai pasok SPPG Polri, lanjutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat utama Mabes Polri, jelas Kabid Humas lagi.

Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh Polda Aceh terhadap implementasi program SPPG dan penguatan gudang ketahanan pangan Polri sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pungkas Kabid Humas.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-2-2026 PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan jurnalis dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan pemahaman publik terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan media gathering berupa edukasi keuangan syariah dan silaturrahmi bersama insan pers.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam welcoming speech-nya menegaskan kolaborasi dengan insan pers merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan. Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh.

“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas”, ujar Imsak.

“Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan media arus utama seperti Serambi Indonesia, dan media-media lainnya menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis. Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.

Sambutan mewakili media juga disampaikan oleh Pimpinan Serambi Indonesia, Muhammad Din. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam perekonomian dan pembanguan suatau bangsa. Sinergi antara industri perbankan syariah dan media dalam memberikan edukasi publik secara transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan disaat derasnya informasi saat ini.

Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.

Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial. Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.

Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan. “Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan literasi, edukasi, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.