Ribuan Nama Dicoret Sepihak? Dedi Saputra Desak Audit Total dan Transparansi BPBD

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Polemik pencoretan ribuan data warga terdampak banjir hidrometeorologi di Aceh Timur terus menuai sorotan. Sekitar 3.100 lebih nama masyarakat dikabarkan hilang atau dicoret dari daftar penerima bantuan, memicu keresahan luas di tengah warga.

Pemerhati sosial Aceh Timur, Dedi Saputra, angkat suara terkait kisruh tersebut. Ia menegaskan, pemerintah harus bersikap tegas dan transparan dalam menangani persoalan data bantuan.

“Kalau memang dari awal tidak ada niat membantu, jangan setengah-setengah. Jangan turunkan harapan masyarakat, lalu akhirnya mereka tidak dibantu. Ini menyangkut nasib korban banjir,” tegas Dedi kepada media.

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah menyampaikan bahwa penghapusan atau pencoretan data tersebut dilakukan oleh pihak BPBD. Namun, hal ini justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPBD dan tim pendataan di lapangan. Ia juga mendorong adanya audit dan pembukaan data secara transparan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab.

“Jangan sampai persoalan ini menjadi benang kusut yang tidak terselesaikan. Masyarakat sudah terdampak banjir, jangan lagi ditambah beban dengan ketidakjelasan data. Kita harus cari solusi, bukan saling menyalahkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi dampak sosial yang bisa muncul akibat ketimpangan bantuan di lapangan.
“Yang dikhawatirkan adalah munculnya kesenjangan sosial di tingkat desa, khususnya di wilayah yang benar-benar terdampak banjir. Ketimpangan bantuan itu tidak bisa ditutupi. Jika satu warga menerima sementara yang lain dengan kondisi sama justru dicoret, itu akan memicu polemik baru dan berpotensi menimbulkan gangguan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa persoalan validitas data bukan hal sepele. Ia menilai, jika data yang disalurkan tidak sesuai dengan fakta lapangan, maka hal itu dapat berimplikasi hukum.

“Data yang diverifikasi dan disalurkan harus benar-benar sah dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada perbedaan antara data di atas kertas dengan fakta di lapangan, itu bisa masuk ranah perbuatan melawan hukum. Ini yang harus dijaga sebelum ditetapkan menjadi keputusan resmi, baik oleh pihak yang bertanggung jawab terhadap anggaran maupun penerima,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera duduk bersama seluruh pihak terkait untuk mengklarifikasi dan memverifikasi ulang data yang dicoret, sehingga masyarakat yang benar-benar terdampak tidak kehilangan haknya.

Kisruh ini dinilai berpotensi memicu ketegangan sosial apabila tidak segera ditangani secara terbuka dan profesional.

Polda Aceh Serahkan Ribuan Paket Daging Meugang untuk Personel Polri dan Awak Media Selama Dua Hari

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Polda Aceh menyerahkan ribuan paket daging meugang kepada personel Polri di lingkungan Polda Aceh serta awak media selama dua hari, 16–17 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Penyerahan daging meugang pada hari pertama, Senin (16/2/2026), dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., di area Hanggar Helikopter Mapolda Aceh, Banda Aceh. Kegiatan itu turut dihadiri para pejabat utama dan personel Polri dari beberapa Satket Polda Aceh termasuk masyarakat.

Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (17/2/2026), pembagian daging meugang dilanjutkan untuk personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh lainnya serta ratusan awak media.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya melestarikan tradisi masyarakat Aceh.

“Pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, Polda Aceh kembali menyerahkan daging meugang kepada personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh di depan Lapangan Tenis Trengginas serta awak media, di Meuligoe Polda Aceh” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada hari sebelumnya, pembagian daging meugang juga diberikan kepada personel Polri, awak media, serta masyarakat lainnya.

Kegiatan diawali dengan proses penyembelihan sapi yang dilaksanakan di lingkungan Mapolda Aceh. Setelah proses penyembelihan selesai, daging sapi dikemas menjadi ribuan paket untuk kemudian dibagikan kepada personel Polri, awak media, dan masyarakat.

Menurut Kabid Humas, pembagian daging meugang ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan menjelang Ramadan.

“Tradisi meugang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat kebersamaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan menjelang bulan suci,” pungkasnya.

Polda Aceh Serahkan Ribuan Paket Daging Meugang untuk Personel Polri dan Awak Media Selama Dua Hari

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Polda Aceh menyerahkan ribuan paket daging meugang kepada personel Polri di lingkungan Polda Aceh serta awak media selama dua hari, 16–17 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Penyerahan daging meugang pada hari pertama, Senin (16/2/2026), dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., di area Hanggar Helikopter Mapolda Aceh, Banda Aceh. Kegiatan itu turut dihadiri para pejabat utama dan personel Polri dari beberapa Satket Polda Aceh termasuk masyarakat.

Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (17/2/2026), pembagian daging meugang dilanjutkan untuk personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh lainnya serta ratusan awak media.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya melestarikan tradisi masyarakat Aceh.

“Pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, Polda Aceh kembali menyerahkan daging meugang kepada personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh di depan Lapangan Tenis Trengginas serta awak media, di Meuligoe Polda Aceh” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada hari sebelumnya, pembagian daging meugang juga diberikan kepada personel Polri, awak media, serta masyarakat lainnya.

Kegiatan diawali dengan proses penyembelihan sapi yang dilaksanakan di lingkungan Mapolda Aceh. Setelah proses penyembelihan selesai, daging sapi dikemas menjadi ribuan paket untuk kemudian dibagikan kepada personel Polri, awak media, dan masyarakat.

Menurut Kabid Humas, pembagian daging meugang ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan menjelang Ramadan.

“Tradisi meugang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat kebersamaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan menjelang bulan suci,” pungkasnya.

Lestarikan budaya lokal, Kodam Iskandar Muda gelar tradisi Meugang di Blang Padang

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., mewakili Pangdam Iskandar Muda menghadiri sekaligus melaksanakan pemotongan dan penyerahan secara simbolis hewan Meugang dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Blang Padang, dengan penuh suasana kebersamaan dan nuansa kekeluargaan.

Tradisi Meugang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang memiliki nilai budaya dan religius yang sangat kuat. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum berbagi kebahagiaan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan ini, Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IM menyampaikan bahwa pelaksanaan Meugang bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial TNI terhadap masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong, serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya menjelang bulan penuh berkah di mana semangat berbagi dan saling peduli semakin ditingkatkan.

Kegiatan tradisi Meugang dilaksanakan di halaman mushola Lapangan Blang Padang. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak empat ekor sapi disembelih sebagai hewan Meugang. Hewan tersebut berasal dari berbagai unsur, yakni Rindam Iskandar Muda, Bank BPD, Puskopdam IM, serta Kodim 0102/Pidie Korem 011/Lilawangsa. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara institusi, satuan, serta elemen pendukung lainnya dalam menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging Meugang dibagikan secara tertib dan terorganisir kepada masyarakat yang telah ditentukan. Total sebanyak 360 bungkus daging didistribusikan kepada berbagai sasaran, di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, masyarakat sekitar kawasan Blang Padang melalui pelaku UMKM, warga Kampung Baru, petugas kebersihan dan parkir, personel Denma, unsur pendukung kegiatan, tim jagal, Yayasan Kartika Jaya Cabang XIV Iskandar Muda, serta sebagai cadangan. Penyaluran ini diharapkan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kasdam IM juga menegaskan bahwa kegiatan Meugang memiliki makna yang sangat dalam, tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan rakyat. Bagi prajurit Kodam Iskandar Muda, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, karena keberadaan TNI harus selalu memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi di tengah kehidupan rakyat.

Beliau berharap tradisi Meugang dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Menjelang bulan suci Ramadhan, momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan rasa syukur, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga keharmonisan sosial demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Salah seorang penerima daging Meugang, Ibu Ratna, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kodam Iskandar Muda atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat. Ia mengaku sangat bersyukur dapat menerima bantuan daging menjelang Ramadhan, yang menurutnya sangat membantu kebutuhan keluarga.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena selain meringankan beban masyarakat, juga mempererat hubungan antara TNI dan warga. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Meugang menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan semangat saling berbagi di tengah kehidupan masyarakat Aceh.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tradisi Meugang tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya Aceh, tetapi juga semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat persatuan menjelang Bulan Suci Ramadhan.