Polda Aceh Ungkap Peredaran 51,79 Gram Sabu di Bireuen, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Minggu 22-2-2026 Tim Opsnal Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 51,79 gram di dua lokasi berbeda di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Pengungkapan tersebut dilakukan di pinggir jalan Simpang Kampus IAI Al Muslim, Desa Paya Lipah, serta di sebuah rumah di Desa Paya Cut, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan, bahwa dalam pengungkapan tersebut petugas mengamankan dua terduga pelaku berinisial L (28) dan MH (40). Keduanya merupakan warga Peusangan, Bireuen, yang berprofesi sebagai wiraswasta.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa di kawasan Simpang Kampus IAI Al Muslim, Desa Paya Lipah, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu,” ujar Kabid Humas Polda Aceh.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB, tim melakukan penyelidikan ke lokasi. Sekitar pukul 01.00 WIB, petugas mendapati gerak-gerik mencurigakan dari seorang pria yang kemudian diketahui berinisial L.

Saat hendak diamankan, L melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api rakitan menggunakan peluru jenis M-16 ke arah petugas. Beruntung, petugas berhasil menghindar dan segera mengamankan pelaku tanpa adanya korban.

Dari tangan L, petugas menemukan satu paket kecil sabu yang dibungkus plastik bening. Berdasarkan hasil interogasi awal, L mengakui masih menyimpan narkotika jenis sabu di dalam kamar sebuah rumah di Desa Paya Cut, Kecamatan Peusangan.

Tim kemudian bergerak ke lokasi yang dimaksud dan melakukan penggeledahan dengan disaksikan perangkat desa setempat. Dari dalam sebuah tas kecil berwarna hitam putih yang berada di salah satu kamar rumah tersebut, petugas menemukan 46 paket kecil dan lima paket sedang sabu. Di lokasi itu, petugas turut mengamankan MH yang merupakan pemilik rumah.

Selain sabu dengan total berat 51,79 gram, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa dua unit timbangan digital, empat unit telepon genggam (Oppo biru, Vivo biru, Realme hitam, dan Vivo merah), satu tas kecil hitam putih, serta satu unit yang merupai senjata api rakitan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, L mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial W yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan petugas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelas Kabid Humas lagi.

Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah Aceh serta mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey Bantuan Kapolri untuk Kebutuhan 7.000 Warga Desa Lhok Cut

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Minggu 22-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau progres pembangunan jembatan Bailey bantuan Kapolri yang menghubungkan Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menuju akses ke arah kota.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa, kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 22 Februari 2026. Dalam kegiatan itu, Kapolda Aceh turut didampingi sejumlah PJU Polda Aceh.

Dalan peninjauan itu juga dihadiri Kapolres Lhokseumawe bersama sejumlah PJU Polres Lhokseumawe, pejabat setempat, serta masyarakat Desa Lhok Cut.

” Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh, menegaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey bantuan Kapolri ini dikebut guna memenuhi kebutuhan akses transportasi masyarakat Desa Lhok Cut yang diperkirakan berjumlah sekitar 7.000 jiwa.Jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan pendidikan maupun untuk mendistribusikan dan menjual hasil pertanian ke kota, ” jelas Kabid Humas.

Kehadiran Polri dalam pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bentuk kepedulian dan solusi bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Diharapkan pembangunan jembatan ini dapat segera rampung sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” ujar Kabid Humas.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pemulihan perekonomian masyarakat pascabencana banjir yang melanda kawasan itu, pungkas Kabid Humas.

Bantuan Sosial Kodam Iskandar Muda Ringankan Beban Warga Pante Bidari

Aceh Timur  ( Aceh dalam berita ) Minggu 22-2-2026 Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kodam Iskandar Muda melalui jajaran Koramil dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga di Desa Alue Ie Merah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Bantuan tersebut diberikan kepada 480 kepala keluarga (KK) sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Suasana kebersamaan terlihat saat aparat kewilayahan bersama perangkat desa menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga. Masyarakat tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diterima, karena dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya di Desa Alue Ie Merah, bantuan juga disalurkan ke Desa Matang Pudeng berupa 100 sak beras ukuran 5 kilogram serta 30 kitab Al-Qur’an. Bantuan Al-Qur’an tersebut diperuntukkan bagi balai pengajian dan masjid setempat guna mendukung kegiatan ibadah serta pembinaan keagamaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat juga menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah binaan.