Plt Kadinsos Aceh Pimpin Apel Senin Gabungan, Teguhkan Semangat Kerja dan Integritas

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh memimpin Apel Senin Gabungan yang diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat dan UPTD Dinas Sosial Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kerja, meningkatkan motivasi, serta meneguhkan nilai kekompakan, disiplin, dan integritas di lingkungan kerja.

Dalam arahannya, Plt Kadinsos Aceh menekankan bahwa apel bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana membangun mental dan karakter aparatur agar selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ia mengajak seluruh pegawai untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga etos kerja, serta menanamkan rasa bangga sebagai pelayan publik.

“Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi oleh semangat, kekompakan, dan integritas orang-orang di dalamnya. Jika kita solid, disiplin, dan jujur dalam bekerja, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya saling mendukung antarbidang dan unit kerja, menghilangkan sekat-sekat yang dapat menghambat kolaborasi. Menurutnya, kekompakan adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

Selain itu, disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin dalam menjalankan aturan menjadi poin utama yang ditekankan. Aparatur diminta untuk menjadi teladan, baik di kantor maupun di tengah masyarakat, dengan menunjukkan sikap profesional dan berintegritas.

Apel gabungan ini disambut antusias oleh para pegawai. Suasana penuh semangat terlihat dari kesiapan peserta mengikuti apel dan menyimak arahan pimpinan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penyemangat baru untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan pelayanan sosial yang lebih humanis dan berkualitas bagi masyarakat Aceh.

Dengan semangat kerja yang tinggi, motivasi yang kuat, serta komitmen pada nilai kekompakan, disiplin, dan integritas, Dinas Sosial Aceh terus bertekad hadir melayani dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Plt Kadinsos Aceh Pimpin Apel Senin Gabungan, Teguhkan Semangat Kerja dan Integritas

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh memimpin Apel Senin Gabungan yang diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat dan UPTD Dinas Sosial Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kerja, meningkatkan motivasi, serta meneguhkan nilai kekompakan, disiplin, dan integritas di lingkungan kerja.

Dalam arahannya, Plt Kadinsos Aceh menekankan bahwa apel bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana membangun mental dan karakter aparatur agar selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ia mengajak seluruh pegawai untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga etos kerja, serta menanamkan rasa bangga sebagai pelayan publik.

“Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi oleh semangat, kekompakan, dan integritas orang-orang di dalamnya. Jika kita solid, disiplin, dan jujur dalam bekerja, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya saling mendukung antarbidang dan unit kerja, menghilangkan sekat-sekat yang dapat menghambat kolaborasi. Menurutnya, kekompakan adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

Selain itu, disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin dalam menjalankan aturan menjadi poin utama yang ditekankan. Aparatur diminta untuk menjadi teladan, baik di kantor maupun di tengah masyarakat, dengan menunjukkan sikap profesional dan berintegritas.

Apel gabungan ini disambut antusias oleh para pegawai. Suasana penuh semangat terlihat dari kesiapan peserta mengikuti apel dan menyimak arahan pimpinan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penyemangat baru untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan pelayanan sosial yang lebih humanis dan berkualitas bagi masyarakat Aceh.

Dengan semangat kerja yang tinggi, motivasi yang kuat, serta komitmen pada nilai kekompakan, disiplin, dan integritas, Dinas Sosial Aceh terus bertekad hadir melayani dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Satgas Gulbencal TNI Laksankan Pembersihan PAUD Alfia Pidie Jaya, Pascabanjir Bandang

Pidie Jaya  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 836/Brahma Yudha melaksanakan pembersihan fasilitas pendidikan PAUD Alfia di Desa Blang Cut Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kegiatan tersebut.

Akai ini merupakan wujud kepedualian dan Komitmen TNI sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya di sektor pendidikan.

PAUD Alfia merupakan salah satu sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana alam tersebut. Bangunan sekolah tertutup lumpur tebal, sampah, serta material sisa banjir yang mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah personel TNI yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana alam di dikerahkan untuk melaksanakan pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas pendukung dengan menggunakan peralatan manual serta dukungan alat berat.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa pembersihan PAUD Alfia menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak usia dini pasca bencana.

“Kami memprioritaskan pembersihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat, termasuk PAUD Alfia, agar proses belajar mengajar di wilayah terdampak dapat segera kembali berjalan dalam kondisi yang aman, bersih, dan layak,” tegas Dandim 0102/Pidie.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengerahan personel, alat berat, serta peralatan manual seperti cangkul dan sekop dilakukan untuk mempercepat pengangkatan material lumpur yang mengendap cukup tebal di dalam ruangan maupun area sekolah, sehingga sarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali.

Kepala Sekolah PAUD Alfia, Rizki Maydia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh TNI. Ia menjelaskan bahwa kondisi sekolah sebelum dilakukan pembersihan sangat tidak memungkinkan untuk digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara waktu dilaksanakan di bawah tenda darurat.

“Material lumpur menumpuk hingga hampir setinggi tiga meter dan tidak dapat kami tangani secara mandiri. Kehadiran dan bantuan TNI sangat membantu serta menjadi harapan besar bagi para guru, peserta didik, dan wali murid agar anak anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan normal,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan PAUD Alfia ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan oleh Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda.

Selain mempercepat pemulihan sarana pendidikan, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah terdampak bencana alam.

Satgas Gulbencal TNI Laksankan Pembersihan PAUD Alfia Pidie Jaya, Pascabanjir Bandang

Pidie Jaya  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 836/Brahma Yudha melaksanakan pembersihan fasilitas pendidikan PAUD Alfia di Desa Blang Cut Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kegiatan tersebut.

Akai ini merupakan wujud kepedualian dan Komitmen TNI sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya di sektor pendidikan.

PAUD Alfia merupakan salah satu sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana alam tersebut. Bangunan sekolah tertutup lumpur tebal, sampah, serta material sisa banjir yang mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah personel TNI yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana alam di dikerahkan untuk melaksanakan pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas pendukung dengan menggunakan peralatan manual serta dukungan alat berat.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa pembersihan PAUD Alfia menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak usia dini pasca bencana.

“Kami memprioritaskan pembersihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat, termasuk PAUD Alfia, agar proses belajar mengajar di wilayah terdampak dapat segera kembali berjalan dalam kondisi yang aman, bersih, dan layak,” tegas Dandim 0102/Pidie.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengerahan personel, alat berat, serta peralatan manual seperti cangkul dan sekop dilakukan untuk mempercepat pengangkatan material lumpur yang mengendap cukup tebal di dalam ruangan maupun area sekolah, sehingga sarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali.

Kepala Sekolah PAUD Alfia, Rizki Maydia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh TNI. Ia menjelaskan bahwa kondisi sekolah sebelum dilakukan pembersihan sangat tidak memungkinkan untuk digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara waktu dilaksanakan di bawah tenda darurat.

“Material lumpur menumpuk hingga hampir setinggi tiga meter dan tidak dapat kami tangani secara mandiri. Kehadiran dan bantuan TNI sangat membantu serta menjadi harapan besar bagi para guru, peserta didik, dan wali murid agar anak anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan normal,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan PAUD Alfia ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan oleh Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda.

Selain mempercepat pemulihan sarana pendidikan, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah terdampak bencana alam.

Satgas Gulbencal TNI Laksankan Pembersihan PAUD Alfia Pidie Jaya, Pascabanjir Bandang

Pidie Jaya  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 836/Brahma Yudha melaksanakan pembersihan fasilitas pendidikan PAUD Alfia di Desa Blang Cut Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kegiatan tersebut.

Akai ini merupakan wujud kepedualian dan Komitmen TNI sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya di sektor pendidikan.

PAUD Alfia merupakan salah satu sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana alam tersebut. Bangunan sekolah tertutup lumpur tebal, sampah, serta material sisa banjir yang mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah personel TNI yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana alam di dikerahkan untuk melaksanakan pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas pendukung dengan menggunakan peralatan manual serta dukungan alat berat.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa pembersihan PAUD Alfia menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak usia dini pasca bencana.

“Kami memprioritaskan pembersihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat, termasuk PAUD Alfia, agar proses belajar mengajar di wilayah terdampak dapat segera kembali berjalan dalam kondisi yang aman, bersih, dan layak,” tegas Dandim 0102/Pidie.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengerahan personel, alat berat, serta peralatan manual seperti cangkul dan sekop dilakukan untuk mempercepat pengangkatan material lumpur yang mengendap cukup tebal di dalam ruangan maupun area sekolah, sehingga sarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali.

Kepala Sekolah PAUD Alfia, Rizki Maydia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh TNI. Ia menjelaskan bahwa kondisi sekolah sebelum dilakukan pembersihan sangat tidak memungkinkan untuk digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara waktu dilaksanakan di bawah tenda darurat.

“Material lumpur menumpuk hingga hampir setinggi tiga meter dan tidak dapat kami tangani secara mandiri. Kehadiran dan bantuan TNI sangat membantu serta menjadi harapan besar bagi para guru, peserta didik, dan wali murid agar anak anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan normal,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan PAUD Alfia ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan oleh Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda.

Selain mempercepat pemulihan sarana pendidikan, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah terdampak bencana alam.

Polres Bireuen Kebut Pembersihan SD Negeri 11 Peusangan Agar Kegiatan Belajar Kembali Normal

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026  Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, berbagai infrastruktur publik terdampak, termasuk fasilitas pendidikan. Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan dan dipenuhi lumpur akibat banjir adalah SD Negeri 11 Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Guna memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, personel Polres Bireuen melakukan pembersihan intensif di sekolah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Polres Bireuen dengan menargetkan percepatan pemulihan fasilitas sekolah.

“Personel Polres Bireuen bekerja bahu membahu untuk mengebut pembersihan SD Negeri 11 Peusangan agar dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, percepatan pembersihan ini bertujuan agar para siswa dan tenaga pendidik dapat kembali melaksanakan proses pendidikan dengan aman dan nyaman pasca banjir.

“Dengan dikebutnya pembersihan, diharapkan proses belajar mengajar dapat segera terselenggara kembali secara normal,” jelasnya.

Menurutnya, pembersihan yang dilakukan secara intensif membuahkan hasil nyata, di mana material dan lumpur sisa banjir berhasil dibersihkan dari lingkungan sekolah.

“Polri hadir sebagai bentuk kepedulian dan memberikan solusi demi keamanan serta kenyamanan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar fasilitas pendidikan dapat kembali dimanfaatkan,” tutup Kabid Humas.

Prajurit Yonif 117/KY Bersihkan lumpur sisa banjir MIN 4 Kuala Simpang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan pendidikan, prajurit Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha melaksanakan kegiatan pembersihan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kuala Simpang yang berlokasi di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang,

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan. Sasaran pembersihan meliputi ruang kelas, halaman sekolah, saluran air, serta lingkungan sekitar sekolah guna menciptakan suasana belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para siswa serta tenaga pendidik.

Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen TNI AD dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif.

Lagi, TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Prajurit TNI kembali menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menuntaskan perbaikan jembatan yang terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Bener Meriah. Upaya pemulihan infrastruktur ini dilaksanakan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan tersebut, TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kabupaten dan menjadi urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik.

Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun dengan tipe Bailey 3-1 sepanjang 36 meter atau 15 petak. Pembangunan jembatan ini menggunakan material dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Garuda) serta dukungan material dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS. Sebanyak 60 personel dari satuan Menzikon, yang terdiri dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dikerahkan dalam pengerjaan jembatan ini. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2026 dan berhasil dirampungkan lebih cepat dengan progres mencapai 100 persen pada 7 Januari 2026.

Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 dibangun dengan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) dengan panjang 24 meter atau 8 petak. Material jembatan berasal dari Denzipur 3/ATD. Pengerjaan jembatan ini melibatkan personel dari Yonzikon 13/KE sebanyak 27 orang dan Yonzikon 14/SWS sebanyak 17 orang. Jembatan Jamur Ujung 2 juga berhasil diselesaikan sesuai target dengan progres 100 persen pada 11 Januari 2026.

Salah seorang warga setempat, Umar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras prajurit TNI yang telah membangun kembali jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan terputus akibat banjir bandang, aktivitas warga menjadi sangat terbatas, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari.

Ia menuturkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, mobilitas warga kembali normal dan roda perekonomian perlahan dapat bergerak kembali.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas kesulitan yang dialami warga pasca bencana. Menurutnya, prajurit TNI telah bekerja tanpa mengenal lelah, siang dan malam, demi memastikan jembatan dapat segera digunakan.

Beliau berharap sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam di masa mendatang. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit TNI senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Rampungnya dua jembatan Bailey di Jamur Ujung ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Lagi, TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Prajurit TNI kembali menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menuntaskan perbaikan jembatan yang terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Bener Meriah. Upaya pemulihan infrastruktur ini dilaksanakan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan tersebut, TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kabupaten dan menjadi urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik.

Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun dengan tipe Bailey 3-1 sepanjang 36 meter atau 15 petak. Pembangunan jembatan ini menggunakan material dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Garuda) serta dukungan material dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS. Sebanyak 60 personel dari satuan Menzikon, yang terdiri dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dikerahkan dalam pengerjaan jembatan ini. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2026 dan berhasil dirampungkan lebih cepat dengan progres mencapai 100 persen pada 7 Januari 2026.

Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 dibangun dengan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) dengan panjang 24 meter atau 8 petak. Material jembatan berasal dari Denzipur 3/ATD. Pengerjaan jembatan ini melibatkan personel dari Yonzikon 13/KE sebanyak 27 orang dan Yonzikon 14/SWS sebanyak 17 orang. Jembatan Jamur Ujung 2 juga berhasil diselesaikan sesuai target dengan progres 100 persen pada 11 Januari 2026.

Salah seorang warga setempat, Umar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras prajurit TNI yang telah membangun kembali jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan terputus akibat banjir bandang, aktivitas warga menjadi sangat terbatas, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari.

Ia menuturkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, mobilitas warga kembali normal dan roda perekonomian perlahan dapat bergerak kembali.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas kesulitan yang dialami warga pasca bencana. Menurutnya, prajurit TNI telah bekerja tanpa mengenal lelah, siang dan malam, demi memastikan jembatan dapat segera digunakan.

Beliau berharap sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam di masa mendatang. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit TNI senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Rampungnya dua jembatan Bailey di Jamur Ujung ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Polres Pidie Salurkan Sumur Bor Bantuan Kapolda Aceh untuk Warga Gampong Tanjong

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Minggu 11-1-2026 Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana. Melalui program Polri Untuk Masyarakat, Polres Pidie menyalurkan bantuan berupa pembuatan sumur bor bantuan Kapolda Aceh kepada warga Gampong Tanjong, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, pasca bencana banjir.

Bantuan sumur bor ini merupakan dukungan langsung dari Kapolda Aceh guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana SIK, SIK menyampaikan bahwa dengan melibatkan sejumlah personel Satlantas Polres Pidie serta personel Polsek Kembang Tanjong.
Sumur bor bantuan Kapolda Aceh dengan kedalaman kurang lebih 30 meter tersebut dibangun di area Meunasah Gampong Tanjong dan diperuntukkan bagi kepentingan umum, khususnya untuk kebutuhan air bersih pasca banjir, seperti keperluan wudhu dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga serta meningkatkan kualitas air bersih untuk masyarakat Gampong Tanjong pasca bencana banjir,” ujar Kapolres Pidie.

Penyaluran bantuan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat dalam situasi saat ini pasca bencana.

Sekretaris Gampong Tanjong, Muhammad Hafidillah (45) saat menerima bantuan sumur bor tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Aceh dan jajaran Polres Pidie atas bantuan yang diberikan.

“Kami mewakili seluruh masyarakat Gampong Tanjong mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri, Kapolda Aceh dan Kapolres Pidie dan jajarannya.

Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama pasca banjir, karena kebutuhan air bersih menjadi sangat penting untuk ibadah dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat serta menjadi keberkahan bagi semua pihak.