Polres Pidie Salurkan Sumur Bor Bantuan Kapolda Aceh untuk Warga Gampong Tanjong

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Minggu 11-1-2026 Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana. Melalui program Polri Untuk Masyarakat, Polres Pidie menyalurkan bantuan berupa pembuatan sumur bor bantuan Kapolda Aceh kepada warga Gampong Tanjong, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, pasca bencana banjir.

Bantuan sumur bor ini merupakan dukungan langsung dari Kapolda Aceh guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana SIK, SIK menyampaikan bahwa dengan melibatkan sejumlah personel Satlantas Polres Pidie serta personel Polsek Kembang Tanjong.
Sumur bor bantuan Kapolda Aceh dengan kedalaman kurang lebih 30 meter tersebut dibangun di area Meunasah Gampong Tanjong dan diperuntukkan bagi kepentingan umum, khususnya untuk kebutuhan air bersih pasca banjir, seperti keperluan wudhu dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga serta meningkatkan kualitas air bersih untuk masyarakat Gampong Tanjong pasca bencana banjir,” ujar Kapolres Pidie.

Penyaluran bantuan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat dalam situasi saat ini pasca bencana.

Sekretaris Gampong Tanjong, Muhammad Hafidillah (45) saat menerima bantuan sumur bor tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Aceh dan jajaran Polres Pidie atas bantuan yang diberikan.

“Kami mewakili seluruh masyarakat Gampong Tanjong mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri, Kapolda Aceh dan Kapolres Pidie dan jajarannya.

Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama pasca banjir, karena kebutuhan air bersih menjadi sangat penting untuk ibadah dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat serta menjadi keberkahan bagi semua pihak.

Polri Bersihkan Lumpur Tebal di SD Negeri 1 Peusangan Pascabanjir

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Minggu 11-1-2206 Personel Polres Bireuen melakukan pembersihan lumpur tebal di SD Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, pasca banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di lingkungan sekolah yang terdampak banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir agar lingkungan sekolah kembali bersih dan layak digunakan.

“Pembersihan fasilitas pendidikan ini bertujuan agar proses belajar mengajar dapat segera kembali dilaksanakan tanpa hambatan,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus membantu percepatan pemulihan kondisi sosial masyarakat, khususnya bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Menurutnya, Polri berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan pascabencana alam, termasuk memastikan sarana dan prasarana pendidikan berada dalam kondisi aman dan layak.

“Ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, demi terciptanya keamanan, kenyamanan, serta keberlangsungan kembali proses belajar mengajar di sekolah,” tutup Kabid Humas.

Kapolda Aceh Sebut Pembangunan Meutuah Residen Sejalan dengan Prinsip Maqashid Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 11-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan bahwa dalam ajaran Islam, penyediaan tempat tinggal yang layak bagi keluarga merupakan bagian dari upaya menjaga maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa, keturunan, dan kehormatan.

“Pembangunan perumahan ini tidak hanya sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga mengandung nilai ibadah serta tanggung jawab moral untuk menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi keluarga besar Polri. Ini juga bagian dari upaya menjaga maqashid syariah,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, dalam sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Meutuah Residen di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Abituren Akabri 1991 itu juga menyebutkan bahwa Aceh sebagai Serambi Mekkah memiliki nilai-nilai luhur yang berlandaskan ajaran Islam dan adat istiadat yang kuat. Menurutnya, hal tersebut tercermin dalam falsafah hidup masyarakat Aceh, “Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala”, yang bermakna di mana adat dan hukum berjalan seiring, selaras, dan saling menguatkan.

“Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat tercermin dalam pembangunan perumahan Polda Aceh, yakni menjadi hunian yang harmonis, menjunjung tinggi kebersamaan, serta mampu mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat sekitar. Dengan lingkungan yang baik dan kondusif, insyaallah akan tumbuh keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujarnya.

Ia juga meyakini bahwa personel Polri yang hidup dalam suasana keluarga yang tenang, aman, dan sejahtera akan mampu melaksanakan tugas pengabdian dengan lebih profesional, berintegritas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bumi Serambi Mekkah ini.

Pada kesempatan itu, jenderal bintang dua asal Tangse tersebut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan Meutuah Residen, baik pemerintah daerah, pengembang, mitra kerja, maupun masyarakat. Ia berharap kerja sama yang terjalin menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

“Bismillahirrahmanirrahim, secara resmi kita mulai pembangunan perumahan Polda Aceh melalui peletakan batu pertama. Semoga kawasan ini kelak menjadi hunian yang membawa ketenteraman, keberkahan, serta manfaat bagi keluarga besar Polda Aceh dan masyarakat sekitar,” tutupnya.

Kapolda Aceh Sebut Pembangunan Meutuah Residen Sejalan dengan Prinsip Maqashid Syariah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 11-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan bahwa dalam ajaran Islam, penyediaan tempat tinggal yang layak bagi keluarga merupakan bagian dari upaya menjaga maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa, keturunan, dan kehormatan.

“Pembangunan perumahan ini tidak hanya sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga mengandung nilai ibadah serta tanggung jawab moral untuk menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi keluarga besar Polri. Ini juga bagian dari upaya menjaga maqashid syariah,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, dalam sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Meutuah Residen di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Abituren Akabri 1991 itu juga menyebutkan bahwa Aceh sebagai Serambi Mekkah memiliki nilai-nilai luhur yang berlandaskan ajaran Islam dan adat istiadat yang kuat. Menurutnya, hal tersebut tercermin dalam falsafah hidup masyarakat Aceh, “Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala”, yang bermakna di mana adat dan hukum berjalan seiring, selaras, dan saling menguatkan.

“Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat tercermin dalam pembangunan perumahan Polda Aceh, yakni menjadi hunian yang harmonis, menjunjung tinggi kebersamaan, serta mampu mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat sekitar. Dengan lingkungan yang baik dan kondusif, insyaallah akan tumbuh keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujarnya.

Ia juga meyakini bahwa personel Polri yang hidup dalam suasana keluarga yang tenang, aman, dan sejahtera akan mampu melaksanakan tugas pengabdian dengan lebih profesional, berintegritas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bumi Serambi Mekkah ini.

Pada kesempatan itu, jenderal bintang dua asal Tangse tersebut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan Meutuah Residen, baik pemerintah daerah, pengembang, mitra kerja, maupun masyarakat. Ia berharap kerja sama yang terjalin menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

“Bismillahirrahmanirrahim, secara resmi kita mulai pembangunan perumahan Polda Aceh melalui peletakan batu pertama. Semoga kawasan ini kelak menjadi hunian yang membawa ketenteraman, keberkahan, serta manfaat bagi keluarga besar Polda Aceh dan masyarakat sekitar,” tutupnya.

Wagub Fadhlullah Kawal Langsung Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 11-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung penanganan dan pemulihan pascabencana di Aceh, Kunjungan kerja tersebut diawali di Kabupaten Aceh Tamiang dan dilanjutkan ke Kabupaten Bener Meriah.

Di Aceh Tamiang, Mendagri menyerahkan bantuan berupa 456 unit gerobak dorong dan 1.300 dus mi instan untuk mendukung pembersihan lumpur serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Mendagri menilai proses pemulihan di Aceh Tamiang mulai menunjukkan kemajuan, ditandai dengan kembalinya roda pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah pusat, kata Mendagri, juga telah mengucurkan anggaran tahap awal guna mempercepat pemulihan, termasuk untuk pembayaran gaji aparatur dan perbaikan fasilitas pemerintahan yang terdampak bencana.
Selanjutnya, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan peninjauan ke Kabupaten Bener Meriah. Setibanya di Bandara Rembele, rombongan meninjau lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) dan posko pengungsian di Desa Tunyang, sekaligus berdialog langsung dengan warga terdampak.

Rombongan juga meninjau Jembatan Jamur Ujung yang sempat terputus akibat banjir dan longsor. Saat ini, akses jalur nasional tersebut telah kembali tersambung melalui pembangunan jembatan bailey sebagai solusi sementara.
Mendagri menegaskan, kehadirannya bersama Wakil Gubernur Aceh merupakan tindak lanjut arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk memastikan percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak Aceh berjalan optimal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas dukungan konkret pemerintah pusat. Ia menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen penuh mengawal proses penanganan dan pemulihan pascabencana agar berlangsung cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan, demi memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh. [ ]