Prajurit Yonif 115/Macan Lauser Bersihkan Sekolah MTSS Darul Ulum Aceh Tamiang 

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Satgas Penanggulangan Bencana dari Satuan Yonif 115/Macan Leuser terus menunjukkan dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.  para prajurit kembali melanjutkan kegiatan pembersihan di MTSS Darul Ulum Jln. Cut Nyak Dhiens, Desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

MTSS Darul Ulum menjadi salah satu sarana pendidikan yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Lumpur tebal bercampur sampah menutupi ruang-ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan memerlukan penanganan cepat agar sekolah dapat kembali berfungsi secara normal.

Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, prajurit Yonif 115/Macan Leuser turun langsung ke lokasi membawa berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, arco, dan sekop. Secara bergotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap di dalam ruang kelas, menyapu halaman sekolah, membuka saluran air yang tersumbat, serta mengangkat puing-puing kayu dan material lain yang terbawa arus banjir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak menjadi prioritas agar para siswa dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.

Salah seorang warga setempat, Ibu Nuri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian para prajurit TNI yang telah membantu membersihkan lingkungan sekolah. Menurutnya, kehadiran prajurit Yonif 115/Macan Leuser sangat meringankan beban masyarakat, terutama pihak sekolah dan para orang tua siswa yang terdampak banjir.

“Sejak banjir, kami merasa kesulitan untuk membersihkan sekolah ini sendiri. Alhamdulillah, bapak-bapak TNI datang membantu dengan penuh keikhlasan. Sekolah jadi lebih cepat bersih dan bisa segera digunakan kembali,” ujar Ibu Nuri.

Beliau menambahkan bahwa aksi gotong royong tersebut memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk bangkit dan bersama-sama memulihkan kondisi lingkungan pasca bencana. Ia juga menuturkan bahwa kepedulian dan kerja keras prajurit TNI menjadi contoh nyata nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah musibah.

Ibu Nuri berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut hingga seluruh fasilitas umum yang terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dapat pulih sepenuhnya. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit yang bertugas senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, prajurit Yonif 115/Macan Leuser terus membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari komitmen untuk selalu hadir, membantu, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan rakyat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Kodim 0102/Pidie Salurkan Air Bersih bagi Warga Korban Banjir di Meurah Dua, Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026:Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendistribusikan air bersih siap konsumsi ke sejumlah posko pengungsian warga.

Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan menggunakan mobil Water Treatment yang merupakan bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia. Mobil Water Treatment ini dioperasionalkan secara langsung oleh Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi.
Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Desa Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, mobil Water Treatment tersebut aktif memproduksi dan menyalurkan air bersih layak konsumsi kepada warga pengungsi. Warga tampak antusias dan tertib mengantre untuk mendapatkan air bersih yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat pascabanjir.

Mobil Water Treatment ini secara rutin berkeliling dari satu posko pengungsian ke posko lainnya di wilayah terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi pascabanjir yang menyebabkan sumber air bersih tercemar, sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air yang aman untuk dikonsumsi.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menjelaskan bahwa mobil Water Treatment tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam yang secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana alam.

“Mobil Water Treatment ini merupakan bantuan dari Kemenko Polhukam untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih siap konsumsi bagi masyarakat terdampak banjir. Saat ini mobil tersebut rutin beroperasi dan berkeliling ke posko-posko pengungsian, dengan pengoperasian langsung oleh Babinsa Kodim 0102/Pidie,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, mengingat air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pengungsian.
Sementara itu, Sekretaris Desa Lueng Bimba, Imam Bussalim, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dan TNI atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menko Polhukam atas bantuan mobil air bersih siap konsumsi, serta kepada TNI yang telah mengoperasionalkannya langsung ke desa kami. Bantuan ini sangat membantu warga pengungsi dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ungkap Imam.

Dengan pendistribusian air bersih yang terus dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mencegah munculnya berbagai penyakit akibat keterbatasan air bersih di lingkungan pengungsian, sehingga kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.

Polres Pidie Kembali Lakukan Pembersihan Rumah Warga Pascabanjir di Mutiara Timur.

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Kepolisian Resor (Polres) Pidie kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur rumah warga pasca banjir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah milik Farah Diba (52), warga Gampong Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasi Humas AKP Anwar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang terdampak bencana alam. Selain meringankan beban masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Ditambahkannya, di rumah yang kita bersihkan ini masih banyak lumpur akibat banjir dan sebagiannya menempel di lantai serta dinding rumah warga tersebut .

Sejumlah personel Polres Pidie secara kita terjunkan umtuk membersihkan lumpur dengan menggunakan peralatan manual, seperti cangkul, sekop serta dibantu dengan selang air untuk mempercepat proses pembersihan, ujar Kasi Humas.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, warga dapat segera kembali menempati rumahnya dengan nyaman serta aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali,” kata AKBP Anwar

Kehadiran personel Polres Pidie disambut baik oleh pemilik rumah dan warga sekitar yang turut membantu kegiatan tersebut.

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Anjangsana dan Gotong Royong di Puncak Jaya

Papua Tengah  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ Pos Ilu melaksanakan Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) dengan Metode Anjangsana dan Gotong Royong di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan Anjangsana dan Gotong Royong ini adalah sebagai wujud nyata Satgas Yonif 112/DJ yang dilaksanakan oleh Pos Ilu dipimpin langsung oleh Danpos Ilu Lettu Inf M. Deni Ramadhan ini sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif 112/DJ Pos Ilu terhadap warga Distrik Ilu.

Pelaksanaan Anjangsana dan gotong royong pembersihan sekitaran Gereja Bethel ini bertujuan untuk menjalin hubungan keakraban kepada warga Distrik Ilu,”Ujarnya.

Salah satu Warga yang bernama Mono Kogoya (47) yang ikut serta dalam kegiatan ini juga menggungkapkan rasa terima kasihnya atas segala kebaikan dan kepedulian dari personel TNI khususnya Pos Ilu,

“Kami berterima kasih atas segala kepedulian dan kebaikan dari bapak TNI Pos Ilu Kepada kami semoga kegiatan ini dapat berjalan hingga akhir tugas bapa TNI yang ada di Pos Ilu.,” pungkasnya

TNI khususnya Satgas Yonif 112/DJ Pos ILU akan terus berusaha untuk dapat membantu warga yang ada di sekitaran Distrik Ilu, sehingga kehadiran kami berguna bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Anjangsana dan Gotong Royong di Puncak Jaya

Papua Tengah  ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ Pos Ilu melaksanakan Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) dengan Metode Anjangsana dan Gotong Royong di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan Anjangsana dan Gotong Royong ini adalah sebagai wujud nyata Satgas Yonif 112/DJ yang dilaksanakan oleh Pos Ilu dipimpin langsung oleh Danpos Ilu Lettu Inf M. Deni Ramadhan ini sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif 112/DJ Pos Ilu terhadap warga Distrik Ilu.

Pelaksanaan Anjangsana dan gotong royong pembersihan sekitaran Gereja Bethel ini bertujuan untuk menjalin hubungan keakraban kepada warga Distrik Ilu,”Ujarnya.

Salah satu Warga yang bernama Mono Kogoya (47) yang ikut serta dalam kegiatan ini juga menggungkapkan rasa terima kasihnya atas segala kebaikan dan kepedulian dari personel TNI khususnya Pos Ilu,

“Kami berterima kasih atas segala kepedulian dan kebaikan dari bapak TNI Pos Ilu Kepada kami semoga kegiatan ini dapat berjalan hingga akhir tugas bapa TNI yang ada di Pos Ilu.,” pungkasnya

TNI khususnya Satgas Yonif 112/DJ Pos ILU akan terus berusaha untuk dapat membantu warga yang ada di sekitaran Distrik Ilu, sehingga kehadiran kami berguna bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Segera Cairkan Jadup Korban Bencana

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), mendesak pemerintah pusat agar segera menyalurkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Wagub Aceh dalam rapat virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Dalam forum itu, Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per jiwa per bulan merupakan kebutuhan mendesak bagi korban yang masih bertahan di pengungsian.

“Yang paling mendesak saat ini adalah jaminan hidup bagi masyarakat. Banyak warga masih berada di tenda pengungsian dan sangat bergantung pada bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Dek Fad.

Selain jaminan hidup, Wagub Aceh juga menyampaikan usulan bantuan pemulihan bagi kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau hilang. Pemerintah Aceh mengusulkan bantuan tunai sebesar Rp8 juta, terdiri dari Rp3 juta untuk pengisian perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal awal pemulihan ekonomi keluarga.
Tak hanya itu, Dek Fad turut mengusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana, yang diberikan secara tunai kepada ahli waris.

Menurut Wagub, bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau Rp450 ribu per bulan perlu diberikan selama tiga bulan dan disalurkan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, dengan penyesuaian jumlah anggota keluarga.

“Ini bukan sekadar angka, tapi soal memastikan masyarakat bisa bertahan hidup dengan layak di masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan kajian dengan menekankan ketepatan data penerima bantuan. “Kami akan memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara by name by address agar tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Mendagri Tito Karnavian dan turut dihadiri Sekda Aceh M. Nasir serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (**)

Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Segera Cairkan Jadup Korban Bencana

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), mendesak pemerintah pusat agar segera menyalurkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Wagub Aceh dalam rapat virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Dalam forum itu, Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per jiwa per bulan merupakan kebutuhan mendesak bagi korban yang masih bertahan di pengungsian.

“Yang paling mendesak saat ini adalah jaminan hidup bagi masyarakat. Banyak warga masih berada di tenda pengungsian dan sangat bergantung pada bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Dek Fad.

Selain jaminan hidup, Wagub Aceh juga menyampaikan usulan bantuan pemulihan bagi kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau hilang. Pemerintah Aceh mengusulkan bantuan tunai sebesar Rp8 juta, terdiri dari Rp3 juta untuk pengisian perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal awal pemulihan ekonomi keluarga.
Tak hanya itu, Dek Fad turut mengusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana, yang diberikan secara tunai kepada ahli waris.

Menurut Wagub, bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau Rp450 ribu per bulan perlu diberikan selama tiga bulan dan disalurkan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, dengan penyesuaian jumlah anggota keluarga.

“Ini bukan sekadar angka, tapi soal memastikan masyarakat bisa bertahan hidup dengan layak di masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan kajian dengan menekankan ketepatan data penerima bantuan. “Kami akan memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara by name by address agar tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Mendagri Tito Karnavian dan turut dihadiri Sekda Aceh M. Nasir serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (**)

Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Segera Cairkan Jadup Korban Bencana

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), mendesak pemerintah pusat agar segera menyalurkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Wagub Aceh dalam rapat virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Dalam forum itu, Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per jiwa per bulan merupakan kebutuhan mendesak bagi korban yang masih bertahan di pengungsian.

“Yang paling mendesak saat ini adalah jaminan hidup bagi masyarakat. Banyak warga masih berada di tenda pengungsian dan sangat bergantung pada bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Dek Fad.

Selain jaminan hidup, Wagub Aceh juga menyampaikan usulan bantuan pemulihan bagi kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau hilang. Pemerintah Aceh mengusulkan bantuan tunai sebesar Rp8 juta, terdiri dari Rp3 juta untuk pengisian perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal awal pemulihan ekonomi keluarga.
Tak hanya itu, Dek Fad turut mengusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana, yang diberikan secara tunai kepada ahli waris.

Menurut Wagub, bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau Rp450 ribu per bulan perlu diberikan selama tiga bulan dan disalurkan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, dengan penyesuaian jumlah anggota keluarga.

“Ini bukan sekadar angka, tapi soal memastikan masyarakat bisa bertahan hidup dengan layak di masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan kajian dengan menekankan ketepatan data penerima bantuan. “Kami akan memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara by name by address agar tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Mendagri Tito Karnavian dan turut dihadiri Sekda Aceh M. Nasir serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (**)

Ratusan Prajurit Yonif 115/ML Bersihkan Sekolah terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 5-1-2026 Ratusan prajurit Kodam Iskandar Muda dari Satuan Yonif 115/Macan Leuser yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan kepedulian dan pengabdian nyata kepada masyarakat. para prajurit tersebut melaksanakan kegiatan pembersihan fasilitas umum, khususnya sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Bencana yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, terutama Kabupaten Aceh Tamiang, mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan terendam lumpur, sampah, dan material sisa banjir. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan menimbulkan kekhawatiran bagi para guru, siswa, serta orang tua murid. Menyikapi hal tersebut, Satgas Gulbencal Kodam IM bergerak cepat untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan sekolah.

Adapun fasilitas pendidikan yang menjadi sasaran pembersihan meliputi TK ABA Kecamatan Kuala Simpang, SD Negeri 04 Kecamatan Kuala Simpang, SMA Al-Washiliyah Kecamatan Kuala Simpang, SD Inpres Kecamatan Kuala Simpang, TK Al-Aziziyyah Kecamatan Kuala Simpang, MTs Darul Ulum Kecamatan Kuala Simpang, serta TK Al-Ikhsan Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di lokasi-lokasi tersebut, prajurit TNI membersihkan sisa lumpur yang menutupi ruang kelas, halaman sekolah, selokan, serta fasilitas penunjang lainnya.

Tanpa mengenal lelah, para prajurit bahu-membahu mengerjakan pembersihan sejak pagi hari dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Terlihat kekompakan dan kepedulian yang tinggi saat para prajurit bekerja bersama, memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Walaupun hanya menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, arco, serta alat bantu manual lainnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para prajurit. Dengan kerja keras dan kebersamaan, lumpur dan material sisa banjir secara bertahap berhasil disingkirkan, sehingga kondisi sekolah mulai kembali normal.

Salah seorang warga setempat, Bapak Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada prajurit Kodam Iskandar Muda yang telah membantu membersihkan sekolah-sekolah di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran TNI sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan membersihkan fasilitas umum akibat keterbatasan tenaga dan peralatan.

Beliau menambahkan bahwa aksi cepat dan kepedulian prajurit TNI memberikan semangat serta harapan baru bagi warga, khususnya bagi anak-anak agar dapat segera kembali bersekolah dalam lingkungan yang bersih dan aman. Ia juga menuturkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat seperti ini sangat dibutuhkan, terutama pada masa pascabencana.

Bapak Abdullah berharap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Kodam Iskandar Muda dapat terus berlanjut dan menjadi contoh nyata kepedulian TNI terhadap rakyat. Ia juga berharap proses pemulihan di wilayah Aceh Tamiang dapat segera selesai sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat dalam penanggulangan dan pemulihan dampak bencana alam, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

TNI – AD Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak-anak Korban Banjir Bireuen

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Senin 5-1-2026 Wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak korban banjir di Kabupaten Bireuen. Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., Sos., M.Han., M.Sc., bersama jajaran TNI, unsur Muspika, serta relawan kemanusiaan, menyalurkan bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada anak-anak yang terdampak bencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung .

Penyaluran bantuan dilaksanakan di salah satu lokasi pengungsian dan permukiman warga yang terdampak banjir. Kegiatan ini turut dihadiri oleh prajurit TNI, perwakilan Polri, aparat pemerintahan desa, serta para relawan yang selama ini aktif membantu proses penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah Kabupaten Bireuen.

Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Panglima TNI terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban bencana. Meski dihadapkan pada kondisi sulit akibat banjir, anak-anak diharapkan tetap memiliki semangat dan motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka. Hal tersebut tampak dari raut wajah ceria dan antusiasme anak-anak saat menerima tas dan perlengkapan sekolah yang diserahkan secara langsung.

Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para orang tua yang terdampak secara ekonomi akibat bencana banjir. Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak agar tidak kehilangan semangat untuk tetap bersekolah meskipun berada dalam situasi pasca bencana.
“Melalui bantuan ini, kami ingin memberikan dorongan moril kepada anak-anak agar tetap fokus belajar dan tidak patah semangat. Pendidikan merupakan investasi masa depan, sehingga harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan,” ujar Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya sebatas pada penanganan darurat bencana, tetapi juga terus berkomitmen mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan. Kepedulian terhadap aspek sosial dan pendidikan anak-anak menjadi salah satu prioritas TNI dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana alam.

Lebih lanjut, kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, unsur Muspika, relawan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pasca banjir sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Melalui pesan yang terpampang pada spanduk bertuliskan “Tetap Semangat Kita Indonesia”, Komandan Kodim 0111/Bireuen menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan optimisme, khususnya di tengah situasi bencana alam yang menguji ketahanan masyarakat.

Dengan adanya bantuan dari Panglima TNI ini, diharapkan anak-anak korban banjir di Kabupaten Bireuen dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat, menatap masa depan yang lebih baik, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berdaya saing.